Sabtu, 30 April 2011

''allah ar-rahman ,katanya''


Ass. wr. wb.
 
''
Sudah lama kita sama-sama merasa sebagai manusia yang mengaku ke-Esa-an Allah SWT sebagai Tuhan kita
 
Namun, tak ada salahnya bila dalam rangka meningkatkan iman dan takwa kita kepada-Nya, saat ini kita ingin mengetahui peran-peran Allah dalam kehidupan kita, bukan? 
Salah satunya Dia berperan sebagai Sumber Kasih sayang yang Paling sempurna bagi kita semua ciptaan-Nya. 
Beberapa ayat Al-Quran membantu kita memahami hal ini.
وَإِلَـهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
"Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang." (QS.2: 163)
Juga  
الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
"(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas `Arsy." (QS. 20: 5)
 
Sahabats,
Percayakah kita dengan kata-kata Allah di atas? Ups.., masa kita nggak percaya.., Dia kan yang telah Menciptakan dan Memelihara kita dengan sempurna…
Apakah konsekuensi dari kepercayaan kita tersebut?
 
Nah, sahabats..
Jika Tuhan kita Maha Pengasih.., Maha Pengasih sahabats. kenapa kita masih mengharapkan kasih sayang dari selain-Nya? Kasih sayang apalagi yang kita perlukan dari makhluk-Nya?
 
Tapi kan itu bagi orang yang keyakinannya sudah haqul yaqin, begitu kata kita…(minimal kata saya yang iman saya belum haqul yaqin emoticon) ya nggak?
Kenyataannya, masih banyak di antara kita yang bahkan lebih membutuhkan kasih sayang makhluk Allah dari pada jaminan Kasih sayang Allah. Lalu gimana donk sebaiknya??
 
Yach, kita harus mulai memilih dan memilah siapa-siapa saja hamba Allah yang kita harapkan mengasihi kita. Maksudnya??  Yach, pertama kita harus membiasakan bahwa yang paling pertama kita butuhkan kasih sayang-Nya adalah Allah Swt -Tuhan, Rabb kita yang Maha Sempurna kasih sayang-Nya.
Baru berikutnya, kita harapkan kasih sayang dari hamba-hamba-Nya yang Dia sayangi.
 
Hendaklah kita hindari mengharapkan kasih sayang dari orang-orang yang dicela oleh Allah, sebab hal itu akan dapat membahayakan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWt. Mengapa demikian?
 
Wah, kita jadi ingin tahu lebih lanjut tentang keimanan dan ketakwaan kepada Allah.
Tapi, sebaiknya kita harus bersabar dulu dan mau belajar secara bertahap ya…emoticon  Kita akan membahas tentang hal itu itu next time, setuju?? Sabar yaaa…''

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda,Kritik Dan Saranya Sangat Ber Arti

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz