Sabtu, 07 Mei 2011

Astrid A. Nurhamzah : Bacaan Basmalah Menuntun Menuju Islam (Hidayah Ilahi)

Saturday, 09 September 2006 10:26

Astrid A. Nurhamzah, seorang dokter yang bekerja pada sebuah klinik pengobatan masyarakat di Cikini-Jakarta Pusat, sangat terkesima dengan bacaan basmallah. Ada kekuatan dan pengalaman lain di balik ayat tersebut yang membuat wanita berkaca mata minus itu untuk memeluk agama Islam sebagai pegangan hidupnya.
Menuju jalan kebenaran yang diridhoi Allah SWT memang didambakan semua umat manusia. Segala amal upaya akan dilakukannya untuk menuju jalan kebenaran tersebut, yaitu jalan yang lurus untuk menuju kehidupan dunia dan akhirat. Kehidupan yang seperti itulah yang di inginkan oleh Astrid A Nurhamzah (28). Pada hari selasa (14/12) pada pukul 15.30, di masjid At-Taqwa PP Muhammadiyah Jakarta, dengan disaksikan para jamaah shalat Ashar, atas rahmat Allah SWT, dara keturunan Makassar Sulawesi-Selatan ini dengan tulus ikhlas mengikrarkan dua kalimah syahadah dan meninggalkan agama Katolik yang selama ini ia peluk.

Sebelum melangsungkan pembacaan syahadat di masjid , siang harinya Astrid datang ke Majelis Tabligh dan Dakwah (MTDK) dengan diantar oleh ayahnya Alfred Hamzah, yang sebelumnya juga masuk Islam pada tahun 1999, dan tunangannya. Saat masuk ke kantor MTDK, nampak rasa keceriaan pada raut mukanya. Perasaan penasaran dan keingintahuan tentang ajaran agama Islam secara mendalam serta ingin merasakan benar-benar menjadi seorang muslim yang sejati terbayang dalam benak dokter lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini.

Mengapa Astrid merasakan seperti itu?

imageIa menuturkan, sepanjang perjalanan hidupnya dia melihat keanehan tersendiri tentang agama Islam dan itu yang membuat dirinya tertarik. Sebagai seorang yang berprofesi dalam bidang kesehatan, ia menyadari betul, bahwa betapa hebatnya seorang dokter, belum tentu bisa menyembuhkan penyakit pada diri manusia. Masih ada kekuatan yang ada diluar jangkauan pengobatan dokter yang mampu menyembuhkan pasien. Yaitu kekuatan dan kebesaran Allah SWT, Astrid sadar, Dialah kekuatan penyembuh dari segala macam penyakit.

Ini yang menjadi landasan awal bagi Astrid. Selain itu, ada keanehan pada dirinya, mengapa setiap akan melakukan sesuatu seorang pasien harus membaca kalimat basmallah. Astrid pun ikut mempraktikkannya kala ia memberikan pengobatan pada seorang pasien yang berobat padanya. Diucapkannya kalimat basmallah setiap kali dia melakukan pengobatan. Anehnya pasien yang diobati itu lekas cepat sembuh. 'Pengalaman itu saya lakukan berulang-ulang pada setiap pasien dan saya mendapatkan kemudahan dari Allah untuk menyembuhkannya dan saya berterima kasih kepada-Nya, 'kata Astrid dengan senyum khasnya.

Setiap manusia memiliki pengalaman tersendiri untuk merasa terpanggil dan hijrah pada agama Allah, di mana agama Islam merupakan agama yang paling sempurna. Proses kesadaran akan kebenaran ajaran Allah tak bisa dipaksakan begitu saja. Semua itu melewati tahapan dan proses waktu yang sangat panjang pada diri manusia. Begitu pula yang dialami oleh Astrid dan keluarga Alfred. Ternyata tidak semuanya dalam keluarga Alfred Hamzah itu memeluk agama Islam. Istri Alfred dan anak-anaknya yang lain masih menganut agama Katolik sebagai keyakinannya. Seiring dengan perjalanan waktu, Alfred selaku ayah dari Astrid mengharapkan seizin Allah SWT suatu saat nanti istri dan anak-anaknya yang lain akan mengikuti jejak nya dan jejak Astrid yang sudah dulu memeluk agama Islam. Pintu Allah akan selalu terbuka bagi orang-orang yang ingin berbuat kesalihan.

Buya Risman Muchtar selaku pengasuh Konsultasi Agama MTDK, dalam memberikan bimbingan kepada Astrid, mengatakan bahwa sebuah rahmat Allah dan hidayah-Nya yang sangat besar, telah memberikan jalan yang terang kepada Astrid untuk masuk Islam. Untuk masuk Islam, kata Buya Risman ada rukun yang harus dilakukan. Di antaranya adalah rukun Islam yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim yang terdiri dari membaca syahadat, shalat, puasa, zakat dan melakukan ibadah haji jika mampu. 'Bila semua rukun Islam itu dikerjakan oleh seorang muslim, maka sempurnalah muslim tersebut dalam menjalankan agama Islam, tutur Buya Risman..

Menjalankan agama Islam, lanjut Buya Risman, tidak sulit asalkan dilakukan dengan niat tulus dan ikhlas. Begitu pula untuk Astrid yang baru masuk agama Islam tidak sulit untuk belajar dan memahami ajaran Islam seperti yang digariskan pada Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Apalagi dengan tingkat pengetahuan dan pendidikan yang tinggi, Buya Risman yakin, insya Allah Astrid bisa cepat menguasai agama Islam. Untuk itu kami akan berusaha untuk terus memberikan bimbingan, dan MTDK selalu terbuka jika ada pertanyaan tentang ajaran Islam, katanya.

Menurut Buya Risman, saat ini ada metoda singkat dan cepat untuk belajar membaca Al-Qur'an. Tidak kurang dalam tempo seminggu, orang yang tidak mampu membaca Al-Qur'an atau baru masuk Islam seperti Astrid ini, akan mampu menguasai bacaan Al-Qur'an.

Setelah Astrid membacakan kalimat Syahadat dengan menyatakan bahwa Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka pada saat itu pula Astrid mencatat sejarah baru dalam hidupnya, ia telah berubah menjadi seorang muslimah dan akan patuh menjalankan ajaran Islam sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah Rasul.

Sebagai bekal awal dalam memahami Islam, MTDK menghadiahkan mushaf Al-Qur'an, buku cara melakukan shalat dan buku-buku pengetahuan keagamaan yang berisikan tentang tuntunan untuk menjadi seorang muslim yang berahlaqul-kharimah. Selamat untuk menjadi muslim yang baik Astrid! Agus Yuliawan (Majalah Tabligh/swaramuslim.net)

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda,Kritik Dan Saranya Sangat Ber Arti

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz