Rabu, 11 Mei 2011

Penjahat Dunia Rencanakan Pemusnahan Muslim Dari Bumi

Sebuah keluarga dari Srebrenica yang kehilangan keluarga mereka dalam tragedi pembantaian 8.000 Muslim yang dipimpin Radovan Karadzic tengah menyaksikan jalannya sidang kasus tersebut, meski tanpa dihadiri sang pelaku utama. (Berita SuaraMedia)

DEN HAAG (Berita SuaraMedia) - Pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic ingin membuat umat Islam 'menghilang dari muka bumi', jaksa PBB mengatakan pada pengadilan kejahatan perang kemarin (27/10). Pernyataan pembuka mereka menggambarkan dirinya sebagai panglima tertinggi kampanye 'pembersihan etnis' selama perang sipil Bosnia  di tahun 1992-95.
Namun pernyataan mereka disambut oleh kursi kosong di sisi terdakwa pengadilan dengan Karadzic memboikot sidang di Den Haag untuk hari kedua.
Pria 64 tahun itu ditangkap tahun lalu setelah 13 tahun dalam pelarian, menegaskan bahwa ia membutuhkan lebih banyak waktu untuk melakukan persiapan, Penuntut telah mengajukan lebih dari satu juta halaman dokumen, tetapi hakim telah menolak permohonannya.
Jaksa mengatakan Karadzic adalah kekuatan pendorong di belakang kekejaman yang dimulai dengan pembersihan etnis di kota-kota dan desa-desa untuk menciptakan negara Serbia Bosnia murni dan memuncak pada pembantaian sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim di Srebrenica pada tahun 1995.
Mereka mengutip Karadzic yang mengatakan sebelum pengepungan Sarajevo selama 43-bulan, bahwa ibukota Bosnia: Sarajevo akan menjadi kuali hitam di mana umat Islam akan mati.
"Mereka akan lenyap, orang-orang (Muslim) itu akan lenyap dari muka bumi."
Dalam rekaman percakapan dengan seorang rekan yang gugup reaksi Eropa terhadap aksi militer untuk mendirikan sebuah negara Serbia di Bosnia, Dr Karadzic meneriakkan: "Eropa akan diperintahkan untuk pergi dan tidak kembali sampai pekerjaan selesai. "
Dr Karadzic menunjukkan bagaimana ia melecut kebencian etnis.
"Tidak ada yayasan Muslim yang bisa dibangun di daerah Serbia dan desa-desa," ia dikutip mengatakan. "Semua yayasan yang didirikan akan diledakkan. Anda tidak boleh menjual tanah kepada kaum Muslim. Ini adalah pertempuran untuk ruang hidup."
Puluhan korban perang memadati galeri publik ruang sidang dan kamar-kamar lain yang disisihkan untuk mereka di pengadilan agar dapat menyaksikan sidang terbuka.
Ketika kasus dimulai mereka berbisik-bisik pada satu sama lain, tetapi secara bertahap terdiam saat Tieger mulai mengeluarkan pernyataan pembukaannya.
Hakim Ketua O-Gon Kwon mengatakan ia menyesali keputusan Karadzic tidak menghadiri sidang ini dan akan mempertimbangkan memaksakan seorang pengacara untuk mewakili dia kalau dia terus memboikot persidangan. Kwon mengatakan ia telah memperingatkan Karadzic bahwa ia harus menerima konsekuensi dari menolak untuk berada di pengadilan.
Karadzic menyangkal 11 tuduhan kejahatan perang termasuk dua genosida.
Tieger mengatakan beberapa bukti melawan Karadzic akan datang dari terdakwa sendiri, dalam bentuk penyadapan telepon dan transkrip dari pidato kepada parlemen Serbia Bosnia selama perang.
Insiders, pengamat internasional dan korban dari kejahatan Serbia Bosnia yang berdarah pada perang 1992-95 akan bersaksi, katanya.
Dia menyebutkan Biljana Plavsic sebagai salah satu kolaborator kunci Karadzic. Sebelumnya hari ini, Plavsic - satu-satunya perempuan di antara 161 orang yang didakwa oleh Pengadilan Pidana Internasional untuk bekas Yugoslavia, dibebaskan dari penjara Swedia setelah menjalani dua pertiga dari 11 tahun penjara untuk kejahatan perang.
Dia mengatakan saksi yang selamat dari pengepungan maut selama 44-bulan di  kota itu menggambarkan hidup 'dalam ketakutan, hari demi hari, selama bertahun-tahun, tahu bahwa mereka atau orang yang mereka cintai menjadi sasaran. "
Penuntutan akan memanggil saksi-saksi lain dari Srebrenica, dimana pasukan Serbia Bosnia membunuh lebih dari 8.000 Muslim pria dan anak laki-laki pada bulan Juli 1995, katanya.
Mereka adalah 'korban yang secara ajaib selamat dengan berpura-pura mati' dan ibu yang 'sia-sia berusaha melindungi anak laki-laki mereka dibawa ke ladang pembunuhan. "
Sidang diperkirakan akan berlangsung selama sedikitnya dua tahun. (iw/dm/to) www.suaramedia.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda,Kritik Dan Saranya Sangat Ber Arti

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz