Rabu, 19 Oktober 2011

Dulia atau Latria..........?

Didalam agama Kristen, Yesus adalah tokoh sentral dimana keberadaan dirinya didunia ini dianggap sebagai inkarnasi Allah yang kemudian dijadikan sebagai bagian dari Allah (Trinitas) yg kemudian disembah-sembah. Namun penyembahan kepada Yesus ini sering dipertanyakan banyak orang karena tidak pernah ditemukan dalam Alkitab tentang perintah Yesus kepada manusia untuk menyembah dirinya. Lalu bila Yesus tidak pernah memerintahkan manusia untuk menyembah dirinya, apakah bukan berarti bahwa Yesus tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Allah yg harus disembah?? Berbeda dengan Allah yg memerintahkan manusia untuk menyembah diriNya
Keluaran 20:3, Jangan menyembah ilah-ilah lain. Sembahlah Aku saja.
Sebagai penyembah Yesus, tentu saja para umat kristen berusaha mencari dalil-dalil Alkitab yg bisa mendukung penyembahan kepada Yesus. Salah satu dalil yg mereka temukan tentang penyembahan Yesus adalah tentang doktrin Proskuneo . Didalam Alkitab banyak ditemukan kisah tentang orang-orang yg bersujud menyembah Yesus. Dimulai ketika Yesus baru lahir;
Matius 2:11, Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Lalu ketika Yesus menunjukkan mukjizat-mukjizatnya;
Matius 14:30-34
Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”
Jadi, walau Yesus tidak memerintahkan manusia untuk menyembahnya namun Yesus tidak pernah menolak penyembahan yg dilakukan oleh manusia kepada dirinya. Berbeda dengan Petrus yg menolak penyembahan kepada dirinya, seperti yg dikisahkan dalam Kisah Para Rasul 1:25-26
Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus. Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: “Bangunlah, aku hanya manusia saja.”
Dari argumen ini, umat Kristen menarik kesimpulan bahwa Yesus adalah benar-benar Allah karena Yesus tidak pernah menolak ketika dirinya disembah, berbeda dengan Petrus yg menolak dirinya untuk disembah karena Petrus merasa dirinya hanyalah seorang manusia saja. Ini yg disebut dengan doktrin Proskuneo.
Sekilas doktrin proskuneo ini memang mempunyai dasar yg kuat, namun kalo mau dilihat lebih teliti sebenarnya doktrin ini mempunyai sandaran dalil yg rapuh. Kisah Petrus yg menolak untuk disembah kornelius yg dijadikan bahan perbandingan sudah disalah tafsirkan. Kisah ini ditafsirkan bahwa Petrus menolak disembah karena dirinya bukanlah Allah, dilihat dari kalimat “Bangunlah, aku hanya manusia saja.” Apakah benar demikian penafsirannya? Mari kita telaah lebih dalam dengan melihat motif dari penyembahnya. Ketika Kornelius menyembah Petrus, apakah Kornelius menganggap bahwa Petrus adalah Allah? Kornelius terkenal sebagai seorang perwira Kaisarea yg saleh yg takut dengan Allah, dan dia mendapat mimpi untuk bertemu dengan Petrus. Dari sini bisa kita ketahui bahwa motif Kornelius ketika menyembah Petrus adalah bukan karena menganggap Petrus sebagai Allah, melainkan untuk menghormati Petrus sebagai orang yg disebut-sebut dalam mimpinya. Menyembah untuk menghormati ini disebut dengan DULIA . Jadi penolakan Petrus ketika disembah oleh Kornelius sebenarnya adalah karena Petrus tidak mau terlalu dihormati, Petrus merasa dirinya hanyalah manusia biasa yg sejajar dengan kornelius. Didalam Alkitab juga ada penyembahan-penyembahan yg bersifat dulia seperti yg dilakukan betsyeba dan Nabi Natan kepada Daud;
1 Raja-raja 1: 16 Lalu Batsyeba berlutut dan sujud menyembah kepada raja. Raja bertanya: “Ada yang kauingini?”
1 Raja-raja 1: 23 Diberitahukan kepada raja: “Itu ada nabi Natan.” Masuklah ia menghadap raja, lalu sujud menyembah kepada raja dengan mukanya sampai ke tanah.
Atau penyembahan yg terjadi dalam mimpi Yusuf;
Kejadian 37:7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu.”
Atau penyembahan dalam 2 Samuel 14:4 Ketika perempuan Tekoa itu masuk menghadap raja, sujudlah ia dengan mukanya ke tanah dan menyembah, sambil berkata: “Tolonglah, ya tuanku raja!”
Penyembahan secara Dulia tidak hanya ditemukan dalam budaya bangsa Israel saja, banyak bangsa dibelahan dunia yg mempunyai adat penghormatan dengan cara menyembah seperti dalam adat Jepang atau korea. Bahkan diIndonesiapun ada adat yg disebut dengan “sungkeman”. Berbeda dengan Dulia, Latriaadalah penyembahan yg ditujukan untuk menghambakan diri kepada Tuhan. Latria hanya boleh dilakukan kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa dan terlarang untuk yg lainnya seperti kepada berhala. Penyembahan Latria inibersifat perintah dan keharusan. Seperti perintah Allah dalam Keluaran 20:3. Lalu bagaimana dengan penyembahan yg dilakukan kepada Yesus. Jelas bahwa penyembahan kepada Yesus adalah Dulia karena Yesus tidak pernah memerintahkan manusia untuk menyembahnya melainkan hanya menyembah kepada Allah (Latria);
Matius 4: 10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
Yohanes 4: 24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda,Kritik Dan Saranya Sangat Ber Arti

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz