Rabu, 14 Maret 2012

Ukiran Champa di Dinding Rumah Gadang


Pahatan di Candi Myson
Jadi sampai saat ini saya sudah menginventarisir 4 keterkaitan antara Negeri Champa dengan Minangkabau, yaitu:
  • Sistem Konfederasi Kota yang mirip dengan Nagari di Minangkabau atau Mini Republik di Yunani Kuno dan Gandhara.
  • Sistem Matrilineal yang masih diamalkan oleh masyarakat Minangkabau sampai saat ini.
  • Simbol Harimau Campa yang juga menjadi simbol budaya pada masyarakat Champa
  • Motif Ukiran dan Pahatan yang mirip dengan Ukiran Minangkabau.
Belum termasuk soal Hikayat Suku Jambak yang memang belum jelas sumbernya dan kesamaan nama Kerajaan Inderapura dengan nama ibukota Champa di puncak kejayaannya.
Motif Kuciang Lalok jo Saik Galamai
Jika kita membuang unsur siku-siku saik galamai dalam motif ukiran di bawah, maka akan ditemukan kemiripan unsur dengan pahatan pada candi myson yang ada di Champa. Unsur bunga segi empat ini disebut bungo cino dalam ukiran Minangkabau.

Potongan Ukiran di Myson

Motif Kuciang Lalok jo Saik Galamai

Saik Galamai
Ukia ragam kuciang lalok
Salo manyalo saik galamai
Latak di pucuak dindiang hari
Disingok di ujuang paran
Parannyo ulua mangulampai
Asanyo di Gudam Balai janggo
Di dalam Koto Pagaruyuang
Ukiran Rajo Tigo Selo

Motif Sikumbang Manih dengan unsur yang sama
Motif Sulur-sulur Tanaman Rambat
Ragam motif ini sangat banyak ditemukan pada ukiran Minangkabau, dari sederhana sampai kompleks, salah satunya adalah motif Lumuik Hanyuik yang legendaris itu. Di Champa motif ini dipahat pada pilar-pilar utama candi. Klik gambar candi untuk melihat detail.

Pahatan di Pilar Candi Myson

Motif Ukiran Lumuik Hanyuik
Candi Myson

Komplek Candi Myson

Pilar Pilar di Candi Myson dengan Ukiran Tanaman Rambat
Klik di sini untuk melihat detail ukiran pada pilar-pilar di atas.
Sumber:

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda,Kritik Dan Saranya Sangat Ber Arti

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz