Minggu, 05 Agustus 2012

Berwira Usaha Dan Ke Utamaan nya

Berwira Usaha Dan Ke Utamaan nya



Keutamaan Berwirausaha
• Potensi Penghasilan Relatif Tidak terbatas
• Dapat memaksimalkan kemampuan kita
• Lebih bebas mengatur waktu
• Sikap mental yang mandiri
• Lebih bebas berkreasi dan berinovasi
• Menikmati Kepuasan, Keberhasilan dan kebahagiaan bersama

Berwirausaha Sebagai Wujud Syukur
Dialah yang telah menjadikan bumi mudah digunakan untuk kepentinganmu. Maka berjalanlah ke seluruh penjurunya, dan makanlah daririzkinya dan kepada Allah- lah tempat kembali. (Al Mulk: 15)

Dialah yang telah menjadikan bumi mudah digunakan untuk kepentinganmu. Maka berjalanlah ke seluruh penjurunya, dan makanlah daririzkinya dan kepada Allah- lah tempat kembali. (Al Mulk: 15)

Mencari yang halal dari rizki yang dikaruniakan Allah termasuk kedalam ibadah atau pengabdian kepada Allah. Karena perbuatan tersebut merupakan perintah Allah didalam Al Qur’an dan menjadi sunnah para rosul-Nya. Ajaran Islam sangat menganjurkan ummatnya untuk senantiasa bekerja. Bekerja dibidang apapun baik, asalkan cara dan hasilnya diridhoi Allah. Allah Ta’ala berfirman, "Dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.."(An naba: 9-11)

Secara umum, kerja dan aktivitas seseorang menentukan nilai dan derajat manusia di hadapan Allah nanti. Sebab, yang akan diperiksa Allah di yaumul hisab adalah amal, dan yang diberi balasan pun adalah amal. "Dan bagi setiap orang derajat sesuai dengan apa yang mereka kerjakan, dan agar Allah mencukupi (balasan) semua pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan." (Al Ahkaf: 19)


Berwirausaha Sebagai Amal Sholeh

Bekerja yang baik dan halal merupakan bagian dari amal sholeh. Dalam Al Quran, ayat tentang kewajiban beramal sholeh ini banyak kita jumpai. kata amal sholeh dalam satu ayat Al Quran juga sering direndengkan dengan kata iman. Artinya, tidak ada nilai iman tanpa amal, demikian pula tidak berguna amal tanpa iman. Karena itulah, bekerja yang baik merupakan konsekuensi dari iman dan menjadi kewajiban setiap muslim. Perhatikanlah firman Allah berikut ini, "Barang siapa yang beramal sholeh baik laki-laki maupun perempuan sedang dia seorang mu‘mim maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya
kehidupan yang baik. Dan Kami memberikan balasan amalnya dengan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan". (An Nahl: 97)

Amal sholeh mencakup seluruh aktifitas hidup muslim yang diridhoi Allah dan tidak bertentangan dengan sunnah Rasulullah. Bekerja dalam mencari rizki Allah di kantor, pasar, pabrik atau di tempat-tempat lainnya, bagi seorang muslim tergolong amal sholeh bila niatnya ikhlas dan rizki yang diupayakannya halal. Bekerja adalah ibadah, karena dengan mencari rizki seseorang mampu menafkahi keluarga. Menafkahi keluarga adalah memenuhi kewajiban atas perintah Allah sehingga merupakan infaq fi sabilillah.

Maka pekerjaan yang baik senantiasa menghasilkan pahala akhirat. Pahala bekerja akan berlipat ganda menakala hasil pekerjaan itu sendiri disyukuri dengan mengucapkan hamdallah, serta menggunakannya di jalan Allah sembari terus menerus meningkatkan kualitas kerja. Inilah yang dimaksud dengan Bekerja untuk bersyukur kepada Allah. Firman Allah,"Bekerjalah hai keluarga Dawud untuk bersyukur kepada Allah. Dan sedikit sekali hamba-hamba Kami yang bersyukur". (Saba: 14)

Banyak pekerjaan dapat dilakukan muslim baik secara individu maupun bersama muslim lainnya. Allah memberikan rizkinya dengan aneka ragam cara. Dalam rangka menggiatkan hamba-hamba-Nya bekerja, Allah Ta’ala berfirman, "Dialah yang telah menjadikan bumi mudah digunakan untuk kepentinganmu Maka berjalanlah ke seluruh penjurunya, dan makanlah dari rizkinya dan kepada Allah-lah tempat kembali." (Al Mulk: 15)

Rosulullah pun mewajibkan kita mencari rizki Allah di bumi ini. Beliau sering mendorong sahabatnya untuk menekuni bidang pekerjaan tertentu.
Misalnya dengan ungkapan, "Setiap tanaman yang ditanam seorang muslim, apabila dimakan maka ia menjadi shodaqoh, apabila dicuri ia menjadi shodaqoh, apabila dimakan binatang buas maka ia menjadi shodaqoh, dan apabila dimakan burung maka dia menjadi shodaqoh, dan tidaklah seorang muslim mendapatkan bahaya melainkan hal itu menjadi shodaqoh". (AlHadits)

Bahkan, untuk memelihara optimisme kerja, Rasulullah SAW menyatakan, "Jika kiamat datang, sementara di tangan salah seorang kamu ada biji palem, lalu dia mempunyai kesempatan untuk menanamkannya sebelum kiamat berlangsung, maka hendaklah ia tanamkan, dengan demikian maka akan mendapat pahala". (HR.Bukhari)

Para sahabat Nabi sadar betul terhadap pengarahan Rasulullah ini. Di samping berda’wah dan berjihad menegakkan agama Allah, mereka bekerja keras untuk mencapai ridho Allah dalam berbagai bidang. Mereka tidak merasa pesimis dengan hasil kerjanya, karena meyakini bahwa semua itu ada nilai dan balasannya di sisi Allah.

Kendati demikian, bukan berarti mereka melalaikan tugas selaku seorang muslim. Mereka tetap berda’wah dan berjihad di jalan Allah tanpa dilalaikan oleh berbagai pekerjaannya. Karena itu, Allah memuji mereka sebagai,"Lelaki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingati Allah (berda’wah dan berjihad), mendirikan sholat, dan menunaikan zakat. Mereka takut dengan suatu hari dimana di saat itu hati dan penglihatan manusia menjadi goncang". (An Nuur; 37)

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda,Kritik Dan Saranya Sangat Ber Arti

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz