Rabu, 14 November 2012

Asal Mula Tahun Masehi

Awal mula penanggalan Tahun masehi pada saat itu seorang biarawan Katolik,yang bernama '' Dionisius Exoguus '' Pada tahun ( 527 M ) ia ditugaskan pimpinan Gereja pada saat itu untuk membuat perhitungan atau penyusunan tahun dengan titik tolak tahun kelahiran Nabi Isa as (Yesus). Dan oleh kalangan gereja menyebutnya sebagai '' Anno Domini''

Sistem penanggalan dan perhitungan hari yang di anut saat ini, lahir dari rahim astrologi, yaitu ilmu tentang pergerakan benda-benda di angkasa antara lain matahari, bulan dan rasi bintang.

Teknik astrologi awal mula berasal dari '' Mesapotamia'', yaitu daratan antara sungai ( Tigris dan Eufrat ), daerah inilah menurut sejarah yang di huni orang Babel kuno (yang kini Irak Tenggara). teknik ini berkembang sejak jaman pemerintahan Babel kuno, kurang lebih pada tahun. 2000 SM.

Di Mesir kurang lebih tahum ( 1000 SM ), Ketika waktu itu para ahli perbintangan mempelajari benda-benda angkasa hanyalah di gunakan untuk bahan ramalan umum mengenai masa depan pada saat itu.

Namun pengetahuan astrologi ini diambil alih suku bangsa Babel. Astrologi Babel kemudian mengembangkan suatu sistem yg menghubungkan perubahan musim dengan kelompok-kelompok bintang tertentu yg disebut rasi atau konstelasi.

Dan antara th.( 200 SM dan 600 SM ), Mereka mengembangkan suatu sistem untuk menghitung penanggalan hari dan menggambar horoskop perorangan. Dari keterangan di atas maka di dapat di simpul kan, Tahun Masehi ini sangat erat hubunganya dengan tradisi astrologi mesir kuno, Mesopotamia, Babel, yunani antik, dan Romawi tua serta dalam perjalanannya mendapat intervensi Gereja.

Tahun Masehi adalah tahun yangg dipakai secara internasinal hingga pada saat ini, terhitung sejak kelahiran nabi Isa. as (yesus). seorang biarawan Katolik yang bernama, '' Dionisius Exoguus '' Pada ( tahun 527 M ) ditugaskan oleh pimpinan Gereja pada saat itu untuk membuat perhitungan tahun dengan titik tolak tahun kelahiran Nabi Isa as (Yesus). Masa sebelum kelahiran Nabi Isa as (yesus) dinamakan masa sebelum masehi (SM).

Semua peristiwa dunia sebelumnya dihitung mundur alias minus. dengan sebuah gagasan teologis '' Nabi Isa as (Yesus) sebagai penggenapan dan pusat sejarah dunia. Tahun kelahiran Nabi Isa. as (Yesus) dihitung tahun pertama atau awal perjanjian baru.

Tahun yang berdasarkan sistem matahari ini sebelum menjadi sempurna seperti yang kita kenal sekarang ini, telah mengalami sejarah yg cukup panjang, sejak zaman Romawi, jauh sebelum pemerintahan '' JULIUS CAESAR ''.
Julis Caesar mengatakan pada dasar nya tahun orang romawi ini terbagi dalam '' 10 '' bulan saja yaitu sebagaimana berikut :

1. Martius (Maret)
2. Aprilis ( April )
3. Maius ( Mei)
4. Junius ( Juni)
5. Quintilis ( Juli)
6. Sextilis (Agustus)
7. September (September)
8. October (oktober)
9. November (Nopember)
10.December (Desember)

seperti halnya dengan pemberian nama hari, pemberian nama bulan pada tahun yang kemudian menjadi tahun Masehi ini sangat erat kaitannya dengan

DEWA bangsa Romawi kuno. antara lain :

1. MARTIUS.
Mengambil nama Dewa Mars.
2. MAIUS.
Mengambil nama dewa MAia.
3. JUNIUS.
Mengambil nama dewa Juno.
'' Quintrilis, Sextrilis, September, October, November,December,adalah nama yang diberikan berdasarkan angka urutan susunan bulan. Quntrilis berarti bulan kelima, Sextilis bulan keenam, september bulan ketujuh, October bulan kedelapan dan December bulan kesepuluh.

Sedangkan nama bulan Aprilis diambil dari kata Aperiri, sebutan untuk cuaca yang nyaman didalam musim semi, berdasarkan nama-nama diatas kelihatanlah bahwa pada zaman dahulu permulaan tahun jatuh pada bulan maret. hal ini erat kaitannya dengan musim dan kebiasaan kehidupan masyarakat di Eropa pada saat itu.

Bulan Maret (tepatnya 21 Maret) adalah permulaan musim semi. awal musim semi disambut dengan perayaan sukacita karena di anggap sebagai mulainya kehidupan baru, setelah selama 3 bulan mengalami musim dingin yang menjenuhkan. jadi kedatangan musim semi ini dirayakan sebagai
'' PERAYAAN TAHUN BARU ''seperti yang tengah maraknya saat ini setiap tahun di raya kan orang-orang eropa nasrani hingga mendunia dan menjalar kepada kaum muslimin. tahun yang hanya terdiri atas 10 bulan itu kemudian berkembang menjadi 12 bulan. berarti ada tambahan 2 bulan, yaitu bulan Januarius dan Februarius
'' JANUARIUS adalah nama yg berasal dari nama dewa Janus, dewa ini berwajah dua, menghadap kemuka dan kebelakang, hingga dapat memandang masa lalu dan masa depan, sebab itu Januarius ditetapkan sebagai bulan pertama.
'' FEBRUARIUS '' diambil dari upacara Februa, yaitu upacara semacam bersih desa atau ruwatan untuk menyambut kedatangan musim semi.
Dengan Kebiasaan inilah februarius menjadi bulan yang kedua, sebelum musim semi datang pada bulan Maret.
lantas setelah penambahan dua bulan susunan tahun sebelumnya seperti susunan sebelumnya tergeser menjadi
:Januarius, Februarius, Martius, Aprilis, Maius, Junius, Quintrilis, Sextilis, September, October, November, December. Namun ahkhirnya, nama Quintrilis sampai December menjadi tanpa arti, karena posisi dalam urutan kedudukannya yang baru, tidak lagi sesuai dengan arti yg sebenarnya, sistem yg dipakai pada waktu itu belum merupakan sistem matahari murni, masih banyak terdapat, ketidak-cocokan yg makin jauh melesetnya. Pada saat JULIUS CAESAR berkuasa penghitungan telah meleset mencapai tiga bulan dari ketentuan yang seharusnya.

dalam kunjungan ke Mesir tahun ( 47 SM ), Julius Caesar sempat menerima anjuran dari para ahli perbintangan Mesir agar ia memperpanjang tahun ( 46 SM ) menjadi ( 445 ) hari, degan menambah 23 hari pada bulan Februari dan menambah 67 hari antara bulan November dan December.
kalau tidak salah ini merupakan tahun pertama dalam sejarah, namun adanya kekacauan selama 90 hr itu, namun lambat laun perjalanan tahun kembali cocok dengan musim.

Sekembali ke Roma Julis Caesar mengeluarkan pendapat penting dan berpengaruh luas hinga kini yakni penggunaan sistem matahari dalam sistem penanggalan seperti yang telah di saran kan oleh para ahli dari Mesir tersebut. dan isi keputusannya itu adalah :
Pertama, setahun berumur 365 hr. krn bumi mengelilingi matahari selama 365,25 hr, sebenarnya terdapat kelebihan 0,25x24jam = 6jam setiap tahun. kedua setiap 4 tahun sekali, umur tahun tdk 365 hr, tetapi 366 hr, disebut tahun kabisat. Tahun kabisat ini sebagai penampungan kelebihan 6 jam setiap tahun yang dalam 4 tahun menjadi 4×6=24 jam atau 1 hari. penampungan sehari tiap tahun kabisat ini dimasukkan dalam bulan Februari, yang pada tahun biasa berumur 29 hr,pada tahun kabisat menjadi 30 hr. sebagai peringatan atas jasa Julius Caesar dalam melakukan penyempurnaan bulan itu, atas dasar itulah bulan tersebut disebut bulan JULIAN. dengan menganti nama bulan ke lima yang semula Quintilis menjadi Julio, yang kita kenal saat ini sebagai bulan Juli.
untuk mengabdikan namanya,

namun setelah Julius Caesar tidak memerintah lagi, penguasa pengganti julius caesar merubah nama keenam yaitu '' Sextilis '' menjadi Augustus. perubahan itu diikuti dengan menambah umur bulan Augustus menjadi 31 hr, karena sebelumnya bulan Sextilis umurnya 30 hari saja, penambahan satu hari itu diambilkan dari bulan Februari, karena itulah bulan Februari umurnya hanya 29 hari atau 28 hari saja, pada tahun kabisat.
Sementara waktu berjalan terus dan pensusunan Julian yang sudah tampak sempurna itu, se iring perjalanan waktu ternyata masih meleset juga. apabila pada zaman Julis Caesar jatuhnya musim semi mundur hampir tiga bulan, kini musim semi justru dirasakan maju beberapa hari dari patokan. akhirnya ke tidak akuratan itu dapat diketahui sebabnya, revolusi bumi yg semula dianggap 365.25 hari, ternyata tepatnya 365 hari, 5 jam, 56 menit kurang beberapa detik, jadi ada kelebihan menghitung 4 menit setiap tahun yang makin lama makin banyak jumlahnya. karena masih meleset juga, Paus Gregious XIII pimpinan Gereja Katolik di Roma pada tahun 1582 melakukan koreksi dan mengeluarkan sebuah keputusan bulat sebagai beriku:

1. Angka tahun pada abad pergantian, yakni angka tahun yng diakhiri 2 nol, yang tidak habis dibagi 400, misalnya 1700, 1800 dst, bukan lagi sebagai tahun kabisa (catatan: jadi tahun 2000 yang habis dibagi 400 adalah tahun kabisat)
2. Untuk mengatasi keadaan darurat pada tahun 1582 itu diadakan pengurangan sebanyak 10 hari jatuh pada bulan October, pada bulan Oktober 1582 itu, setelah tanggal 4 Oktober langsung ke tanggal 14
oktober pada tahun 1582 itu.
3. Sebagai pembaharuan terakhir Paus regious XIII menetapkan 1 Januai sebagai tahun baru lagi. berarti pada perhitungan rahib Katolik, '' Dionisius Exoguus TERGUSUR''. ''TAHUN BARU BUKAN LAGI 25 Maret'' Seiring dengan pengertian bahwa nabi Isa. as (Yesus) lahir pada tgl 25, dan permulaan musim semi pada bulan Maret. Dengan keputusan tersebut diatas, khususnya yang menyangkut tahun kabisat, koreksi hanya akan terjadi setiap 3323 thn, karena dalam jangka tahun 3323 tahun itu kekurangan beberapa detik tiap tahun akan terkumpul menjadi satu hari, berarti bila tidak ada koreksi, tiap 3323 tahun jatuhnya musim semi maju satu hari dari penyusunan, dalam perkembangannya, tahun masehi dapat diterima oleh seluruh dunia untuk perhitungan dan pendokumentasian waktu secara internasional.Tahun Masehi yg dipakai secara internasional sekarang ini ternyata bukan perhitungan tahun Masehi secara murni. tetapi perhitungan berdasarkan Astrologi Mesopotamia yg dikembangkan oleh astronum- astronum para penyembah '' DEWA-DEWA ''. dan lebih menariknya lagi bahwa sang pencetus itu ialah ''PAUS KATOLIK'' dan telah menjadi tradisi umat Kristen sedunia hingga pada saat sekarang ini.'' artikel berikutnya Asal Mula Tahun Hijriyah?

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda,Kritik Dan Saranya Sangat Ber Arti

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz