Selasa, 24 April 2012

Karakteristik Kulit secara Sensorik-Quran on Embryology - Professor Keith L. Moore

By Unknown | At 09.39.00 | Label : | 2 Comments

Mahkota Cahaya :




Dr. Tagata Tejasen: Laa Ilaaha IllAllah Muhammad Rasool Allah ! 

This man is uttering the Islamic creed (Shahaadah) thus declaring that he is becoming a Muslim. This occurred during the Eighth Saudi Medical Conference which was convened in Riyadh. He is Professor Tejatat Tejasen, Chairman of the Department of Anatomy at Chiang Mai University in Thailand. He was previously the Dean of the Faculty of Medicine at the same university.
Dr. Tagata Tejasen: Laa Ilaaha Illa-Allaah Muhammad-arRasuul-Allaah.

Dia menyatakan kesaksiannya (syahadah) dan menyatakan bahwa dia menjadi seorang Muslim. Hal ini terjadi pada waktu Konferensi Kedokteran Saudi Ke-8 yang diselenggarakan di Riyadh. Dia adalah Profesor Tejatat Tejasen, Ketua Departemen Anatomi di Universitas Chiang Mai, Thailand. Sebelumnya, dia adalah Dekan Fakultas Obat pada universitas yang sama.
We presented to Professor Tejasen some Qur’anic verses and Prophetic Ahadeeth which deal with his specialization in the field of anatomy. He commented that they also had in their Buddhist books very accurate descriptions of embryonic developmental stages. We told him that we were very anxious and interested to see those descriptions and learn about these books. A year later, Professor Tejasen came to King Abdul Aziz University as an outside examiner. We reminded him of the statement he made one year before, but he apologized and said that he in fact had made that statement without ascertaining the matter. However, when he checked the Buddhist books he found that they contained nothing of relevance to the subject.
Kami tunjukkan kepada Profesor Tejasen beberapa ayat Al-Quran dan Hadits yang berhubungan dengan kekhususannya dalam bidang anatomi. Dia berkomentar bahwa mereka juga mempunyai (yang serupa) dalam kitab Budha mereka penjelasan yang sangat akurat tentang tahap-tahap perkembangan embrio. Kami memberitahu dia bahwa kami sangat tertarik sekali dan ingin melihat deskripsi-deskripsi (dalam kitab Budha, pent.) tersebut dan mempelajari kitab-kitab itu. Setahun kemudian, Profesor Tejasen datang ke Universitas King Abdul Aziz sebagai pemeriksa luar. Kami mengingatkan dia tentang pernyataan yang dibuatnya setahun yang lalu, akan tetapi dia minta maaf dan mengatakan bahwa sebenarnya dia mengatakan pernyataan tersebut tanpa mempelajari terlebih dahulu permasalahan yang sebenarnya. Akan tetapi, ketika dia memeriksa Kitab-Kitab Budha, tidak juga ditemukan referensi yang berhubungan dengan masalah yang dijadikan bahan penelitian.
Upon this, we presented to him a lecture written by Professor Keith Moore about the compatibility of modern embryology with what is contained in the Qur’an and the Sunnah and we asked Professor Tejasen if he knew of Professor Keith Moore. He replied that he knew him of course, adding that Professor Moore was one of the most world-renowned scientists in that field.
Kemudian, kami menunjukkan kepadanya sebuah ceramah yang ditulis oleh Profesor Keith Moore tentang kecocokan antara embriologi modern dengan apa yang ada di dalam Al-Quran dan Sunnah dan kami menanyakan Profesor Tejasen apakah dia mengenal Profesor Keith Moore. Dia menjawab bahwa tentu saja dia mengenalnya, dengan menambahkan bahwa Profesor Moore adalah salah seorang saintis yang terkemuka di bidangnya.
When Professor Tejasen studied this article he also was greatly astonished. We asked him several questions in his field of specialization. One of the questions pertained to modern discoveries in dermatology about the sensory characteristics of the skin.Dr. Tejasen responded: Yes if the burn is deep.
Ketika Profesor Tejasen menmpelajari artikel ini, dia juga sangat tercengang. Kami menanyakan kepadanya beberapa pertanyaan di bidang spesialisasinya. Salah satu pertanyaan yang berkenaan dengan penemuan modern dalam ilmu tentang kulit (dermatology) tentang karakteristik (sifat-sifat) kulit dalam menerima sensor. Dr. Tejasen merespon: Ya, jika terbakarnya dalam.
It was stated to Dr. Tejasen: You will be interested to know that in this book, the Holy Book - the Qur’an, there was a reference 1400 years ago which pertains to the moment of punishment of the unbelievers by the fire of Hell and it states that when their skin is destroyed, Allah makes another skin for them so that they perceive the punishment by a fire, indicating knowledge about the nerve endings in the skin, and the verse is as follows:
Telah dinyatakan kepada Dr. Tejasen, Anda akan tertarik untuk mengetahui apa yang ada dalam buku ini, Buku yang Suci - Al-Quran, telah ada referensinya 1400 tahun yang lalu berkenaan dengan saat penghukuman kepada orang-orang yang tidak percaya dengan api neraka dan dinyatakan bahwa ketika kulit mereka dihancurkan, Allah membuat kulit yang lain lagi untuk mereka agar mereka merasakan hukuman dari api neraka itu lagi, mengindikasikan pengetahuan tentang '??akhir urat syaraf??' (nerve ending) di dalam kulit, dan ayat tersebut adalah sebagai berikut:
Those who reject our signs, We shall soon cast into the fire. As often as their skins are roasted through, We shall change them for fresh skins, that they may taste the chastisement. Truly Allah is Exalted in Power, Wise. (Qur’an 4:56).

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(QS 4:56).
We asked: So do you agree that this is a reference to the importance of the nerve endings in the skin in sensation, 1400 years ago? Dr. Tejasen responded: Yes I agree.
Kami bertanya: Apakah Anda setuju bahwa ini adalah salah satu referensi akan pentingnya ??'akhir urat saraf' (nerve endings)?? pada sensasi kulit, 1440 tahun yang lalu? Dr. Tejasen merespon: Ya, saya setuju.
This knowledge about sensation had been known long before, because it says that if somebody does something wrong, then he will be punished by burning his skin and then Allah puts a new skin on him, covers him, to make him know that the test is painful again. That means they knew many years ago that the receptor of pain sensation must be on the skin, so they put a new skin on.
Pengetahuan tentang sensasi kulit ini telah diketahui jauh hari sebelumnya (dalam Al-Quran, pent.), karena dikatakan bahwa jika seseorang melakukan suatu kesalahan, maka dia akan dihukum dengan cara membakar kulitnya dan kemudian Allah akan menggantikan kulit yang baru lagi, dan menutupinya, untuk membuat dia mengetahui lagi bahwa siksaan itu sangat pedih. Hal ini berarti bahwa mereka telah mengetahui beberapa tahun yang lalu bahwa penerima sensasi sakit pasti ada di kulit, maka mereka meletakkan sebuah kulit bari lagi di atasnya.
The skin (see Fig. 1) is the center of sensitivity to burns. Thus, if the skin is completely burnt by fire, it looses its sensitivity. It is for this reason that Allah will punish the unbelievers on the Day of Judgement by returning to them their skins time after time, as He, the Exalted and Glorified, said in the Qur’an:
Kulit (Lihat Gambar 1) adalah pusat kepekaan rasa panas. Maka, jika kulit telah terbakar api seluruhnya, maka akan lenyaplah kepekaannya. Karena itulah maka Allah akan menghukum orang-orang yang tidak percaya akan Hari Pembalasan dengan mengembalikan kulit mereka waktu demi waktu, sebagaimana Dia, Yang Maha Mulia lagi Maha Agung, berfirman dalam Al-Quran:
Those who reject our signs, We shall soon cast into the fire. As often as their skins are roasted through, We shall change them for fresh skins, that they may taste the chastisement. Truly Allah is Exalted in Power, Wise. (Qur’an 4:56).

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(Quran 4:56)
We asked him the following question: ‘Is it possible that these verses came to the Prophet Muhammad, (sallallahu ‘alaihi wa sallam), from a human source?’ Professor Tejasen conceded that they could have never come from any human source. But he still asked about the source of that knowledge and from where could Muhammad have possibly received it?
Kami menanyakan dia pertanyaan berikut: 'Mungkinkah ayat ini datang kepada Nabi Muhammad SAW dari sumber manusia?' Profesor Tejasen memberikan pengakuan bahwa hal ini tidak mungkin datang dari sumber manusia. Akan tetapi dia masih menanyakan tentang sumber pengetahuan tersebut dan kemungkinan tentang dari mana Muhammad SAW menerimanya.
We said, ‘From Allah, the Most Glorified and Most Exalted.’ Then he asked: ‘But who is Allah ?’
Kami mengatakan, 'Dari Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Mulia.' Kemudian dia menanyakan: 'Akan tetapi siapakah Allah ?'
We replied: He is the Creator of all that is in existence.’ If you find wisdom then it is because it comes only from the one Who is Most Wise. If you find knowledge in the making of this universe, it is because the universe is the creation of the One Who has all the knowledge. If you find perfection in the composition of these creations, then it is proof to you that it is the creation of the One Who Knows Best, and if you find mercy, then this bears witness to the fact that it is the creation of the One Who is Most Merciful. In the same way, if you perceive creation as belonging to one unified order and tied together firmly, then this is proof that it is the creation of the Only Creator, May He be Glorified and Exalted.
Kami menjawab: 'Dialah Sang Pencipta semua yang ada.' Jika Anda menemukan kebijaksanaan, maka hal itu karena dia datang dari Yang Maha Bijaksana. Jika Anda menemukan pengetahuan dalam pembuatan alam semesta ini, hal itu karena alam semesta ini adalah ciptaan dari Dia yang memiliki segala pengetahuan. Jika Anda menemukan kesempurnaan dalam susunan dari ciptaan-ciptaan ini, maka itulah bukti bahwa itu adalah ciptaan dari Dia yang mengetahui segala kebaikan, dan Jika Anda menemukan kemurahan hati, maka hal ini memperlihatkan bukti pada fakta bahwa ini adalah ciptaan dari Dia Yang Maha Pemurah. Sama halnya jika Anda memahami ciptaan sebagai sesuatu yang tersusun secara utuh dan terkait satu sama lain dengan kuat, maka itulah bukti bahwa itu adalah ciptaan dari Sang Pencipta, Yang Maha Agung dan Maha Mulia.

Professor Tejasen agreed with what we said to him. He returned to his country where he delivered several lectures about his new knowledge and discoveries. We were informed that five of his students converted to Islam as a result of these lectures. Then at the Eighth Saudi Medical Conference held in Riyadh, Professor Tejasen attended a series of lectures on Medical signs in the Qur’an and Sunnah.
Profesor Tejasen menyetujui apa yang kami katakan padanya. Dia kembali ke negaranya di mana dia membawakan beberapa kuliah tentang pengetahuan dan penemuan barunya. Kami diberitahu bahwa lima dari murid dia berpindah ke Islam sebagai hasil dari kuliahnya. Kemudian, pada Konferensi Kedokteran Saudi ke-8 yang diselenggarakan di Riyadh, Profesor Tejasen mengikuti serangkaian ceramah pada tanda-tanda yang ada dalam Al-Quran dan Sunnah yang berhubungan dengan pengetahuan Medikal.
Professor Tejasen spent four days with several scholars, Muslims and non-Muslims, talking about this phenomenon in the Qur’an and the Sunnah. At the end of those sessions Professor Tejasen stood up and said:
Profesor Tejasen menghabiskan empat hari dengan beberapa sarjana, Muslim dan non-Muslim, membicarakan tentang fenomena yang ada dalam Al-Quran dan Sunnah ini. Pada akhir acara, Profesor Tejasen berdiri dan mengatakan:
In the last three years I became interested in the Qur’an, which Shaykh Abdul-Majeed Az-Zindani gave me. Last year, I got Professor Keith Moore’s latest script from the shaykh. He asked me to translate it into the Thai language and to give a few lectures to the Muslims in Thailand. I have fulfilled his request. You can see that in the video tape that I have given to the shaykh as a gift. From my studies and from what I have learned throughout this conference, I believe that everything that has been recorded in the Qur’an 1400 years ago must be the truth, that can be proven by scientific means. Since the Prophet Muhammad could neither read nor write, Muhammad must be a messenger who relayed this truth which was revealed to him as an enlightenment by the One Who is an eligible Creator. This Creator must be Allah, or God. Therefore, I think this is the time to say ‘Laa ilaaha illAllah ’, that there is no god to worship except Allah, ‘Muhammad Rasool Allah ’, Muhammad is the messenger of Allah...

Pada tiga tahun terakhir saya sangat tertarik dengan Al-Quran, yang dihadiahkan oleh Syaikh Abdul-Majiid Az-Zindani. Tahun lalu, saya mendapatkan skripsi terakhir dari Profesor Keith Moore dari Syaikh. Dia meminta saya untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Thailan dan mengadakan beberapa ceramah kepada ummat Muslim di Thailand. Saya telah memenuhi permintaan dia. Anda bisa melihatnya pada video tape yang diberikan Syaikh sebagai hadiah. Dari penyelidikan saya dan dari apa yang telah saya pelajari selama konferensi ini, saya yakin bahwa segala yang terekam dalam Al-Quran 1400 tahun yang lalu pastilah suatu kebenaran, hal ini bisa dibuktikan dengan ilmu sains. Karena Nabi Muhammad SAW tidak bisa membaca dan menulis, Muhammad SAW pastilah seorang utusan yang telah menyampaikan kebenaran ini yang telah diwahyukan kepadanya sebagai cahaya dari Dia Yang Maha Pencipta. Pencipta ini pastilah Allah, atau Tuhan. Oleh karena itu, saya fikir inilah saat yang tepat untuk mengucapkan 'Laa ilaaha ilaallaah', bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah, 'Muhammadar rasuulullaah', bahwa Muhammad adalah utusan Allah...
I have not only learned from the scientific knowledge in the conference, but also the great chance of meeting many new scientists and making many new friends among the participants. The most precious thing that I have gained by coming to this conference is ‘La ilaaha illAllah, Muhammad Rasool Allah ’, and to have become a Muslim.
Saya tidak hanya telah mempelajari dari pengetahuan sains di konferensi ini, akan tetapi juga memperoleh kesempatan besar untuk menemui banyak ilmuwan baru dan membuat persahabatan baru dari semua pengikut konferensi. Hal paling berharga yang saya peroleh dengan mendatangi konferensi ini adalah kalimat 'Laa ilaaha illallaah, Muhammadar rasuulullaah', dan menjadi seorang Muslim.
The truth verily comes from Allah who said in the Qur’an: And those to whom knowledge has come see that the (revelation) sent down to thee from thy Lord - that is the truth, and that it guides to the path of the Exalted (in Might), worthy of all praise. (Qur’an 34:6).

Kebenaran sungguh datang dari Allah yang telah mengatakan dalam Al-Quran:

Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. 
(Quran 34:6)


BERIKUT INI PERNYATAAN PROFESSOR KEITH L. MOORE :


Dr. Moore was a former President of the Canadian Association of Anatomists, and of the American Association of Clinical Anatomists. He was honoured by the Canadian Association of Anatomists with the prestigious J.C.B. Grant Award and in 1994 he received the Honoured Member Award of the American Association of Clinical Anatomists "for outstanding contributions to the field of clinical anatomy."

"For the past three years, I have worked with the Embryology Committee of KingcAbdulaziz University in Jeddah, Saudi Arabia, helping them to interpret the many statements in the Qur'an and Sunnah referring to human reproduction and prenatal development. At first I was astonished by the accuracy of the statements that were recorded in the 7th century AD, before the science of embryology was established. Although I was aware of the glorious history of Muslim scientists in the 10th century AD, and some of their contributions to Medicine, I knew nothing about the religious facts and beliefs contained in the Qur'an and Sunnah."

At a conference in Cairo he presented a research paper and stated:

"It has been a great pleasure for me to help clarify statements in the Qur'an about human development. It is clear to me that these statements must have come to Muhammad from God, or Allah, because most of this knowledge was not discovered until many centuries later. This proves to me that Muhammad must have been a messenger of God, or Allah."

Professor Moore also stated that: adith in the last four years have revealed a system of classifying human embryos that is amazing since it was recorded in the seventh century A.D... the descriptions in the Qur'an cannot be based on scientific knowledge in the seventh century..." "The intensive studies of the Qur'an and "...Because the staging of human embryos is complex, owing to the continuous process of change during development, it is proposed that a new system of classification could be developed using the terms mentioned in the Qur'an and Sunnah. The proposed system is simple, comprehensive, and conforms with present embryological knowledge.

SEE MORE WHAT Scientists' Comments On The Qur'an:
E. Marshall Johnson (Professor and Chairman of the Department of Anatomy and Developmental Biology, and Director of the Daniel Baugh Institute, Thomas Jefferson University, Philadelphia, Pennsylvania, USA.),
Joe Leigh Simpson (Professor and Chairman of the Department of Obstetrics and Gynaecology, Baylor College of Medicine, Houston, Texas, USA.),
William Hay (Professor of Oceanogprahy, University of Colorado, Boulder, Colorado, USA),
DAN MASIH BNYK LAGI DI: http://www.islamic-awareness.org/Quran/Science/scientists.html


Dari Bahtera Menuju Islam
SELAIN daripada para profesor yg telah diceritakan di atas,msh bnyk lagi para pakar ilmu pengetahuan yg masuk Islam KARENA KEBENARAN AL QURAN TENTANG MODERN SCIENCE. krn itu sering kita temui ayat2 Al Quran yg berbunyi "BAGI Orang-orang yang BERPIKIR..."
Seorang pakar kelautan menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Al-Quran yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama ini. Prof. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang sering muncul di televisi pada acara Discovey, ketika sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda kadar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur dengan air laut yang Lainnya. Bertahun-tahun ia berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban misteri tersebut. Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Al-Quran Surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat Al-Furqon ayat 53. Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi pada muara sungai ternyata tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam. Kutipan ayat tersebut antara lain sebagai berikut: “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan, yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antar-keduanya dinding dan batas yang menghalang.” (QS Al-Furqon: 53).

Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat memberikan gambaran pada kita bahwa ayat suci Al-Quran mampu menjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi, Oceanografi, Keperawatan dan antariksa (baca "Jurnal Keperawatan Unpad" edisi 4, hal 64-70).
Sebenarnya masih banyak ayat- ayat Al-Quran yang menerangkan fenomena evolution and genetic seperti QS. As-Sajdah: 4, QS. al-A’raf: 53, QS. Yusuf: 3, QS. Hud: 7,, Semoga Bermanfaat,. Wallahu a’lam.

Di Bosnia Ada 30 Hafizh Yang Membaca Al-qur'an Dengan 10 Qira'at

By Unknown | At 08.58.00 | Label : , | 0 Comments

Mahkota Cahaya : 30 Hafizh Bosnia


 
 Salam Mc:
yang menerima piagam ‘Hafizh’ dari lajnah tahkim.

DR.Fazlits menambahkan, salah seorang wanita telah berhasil membaca tanpa henti al-Qur`an penuh (30 juz) selama 10 jam. Ia menyiratkan, mereka yang mengajukan gelar ‘hafizh’ masuk dengan menangis terisak-isak ketika memperhatikan teman mereka telah melampaui waktu yang sekian lama dalam ujiannya, sebagai bukti kegembiraan mereka yang besar atas taufik Allah SWT atasnya.

sementara itu, al-Hafizh Manshur Malkits, imam dan khatib pada Jami’ Khasraf Bek, yang juga guru mata kuliah al-Qur`an di Madrasah Aliyah Islam dan anggota lajnah tahkim kepada aljazeera.net menjelaskna, ia menimba ilmu dasar al-Qur`an di kampungnya, Tozla, kemudian datang ke Sarajevo untuk melanjutkan S1-nya di fakultas ad-Dirasat al-Islamiah.

Malkits mengatakan, ia banyak mendengar bacaan para Qari terkenal dari Mesir hingga akhirnya dapat menekuni makhraj al-Qur`an. Ia terus mempelajari al-Qur`an hingga berhasil menjadi ‘Muhaffizh’ (Pengajar tahfizh) dengan berpedoman kepada bacaan ala Hafsh dari ‘Ashim.

Para Muhaffizh berlomba-lomba untuk mendapatkan anak didik sebanyak-banyaknya guna mengajarkan mereka al-Qur`an secara gratis. Seorang murid membutuhkan 1500 jam agar dapat menjadi hafizh, di mana memakan waktu antara dua hingga tiga tahun. (almkhtsr/AH)

Peralihan Gereja-Gereja Yang Makin Sepi Untuk Di Jadikan Masjid Di Belgia

By Unknown | At 08.28.00 | Label : | 0 Comments



Salam Mc:

Sejumlah komunitas Muslim di BELGIA menuntut perlunya tersedia lebih banyak lagi rumah-rumah ibadah dan masjid-masjid guna melengkapi syiar shalat, di samping untuk dipergunakan sebagai lembaga-lembaga keislaman. Sementara itu, para pejabat di sana saat ini tengah membicarakan pengalihan fungsi sejumlah gereja –karena ‘krisis’ jemaat- menjadi masjid

Surat kabar ‘Daily Telegrahph,’ yang terbit di Inggeris mengungkap, komunitas Muslim di BELGIA ngotot menuntut agar disediakannya lebih banyak lagi rumah-rumah ibadah, di saat di mana para pejabat di sana malah menuntut pengurangan jumlah gereja akibat ‘krisis’ jemaat. Hal ini menjadi sebab dialih-fungsikannya sejumlah gereja tersebut menjadi masjid-masjid di masa yang akan datang. Demikian seperti yang diklaim surat kabar tersebut.

Surat kabar itu menambahkan, wakil walikota Antwerp, Philip Helen meminta kepada dewan kota agar mengesampingkan masalah larangan terkait dengan sejumlah gereja yang tidak dipergunakan lagi. Ia mengatakan, “Sesungguhnya masalah ini sudah terjadi di depan mata, akan tetapi nampaknya mustahil mengadakan dialog khusus mengenai masalah ini.” Ia menyiratkan, gereja-gereja itu dibangun karena ia merupakan rumah-rumah ibadah, dan tidak seharusnya dipergunakan sebagai sentra-sentra perbelanjaan.

Helen menegaskan, mereka mendapatkan respons yang positif dari sejumlah elemen komunitas Muslim yang menginginkan dialih-fungsikannya gereja-gereja itu menjadi masjid-masjid.

Di kota Antwerp sendiri ada 36 buah masjid, hanya saja bangunan-bangunannya sudah tua dan sangat sempit, atau masih membutuhkan jalan keluar emergency.

Surat kabar itu juga tidak lupa menyinggung bahwa sebagian umat Islam di Antwerp

menampakkan rasa kekhawatiran mereka bilamana langkah tersebut akan mempertajam suhu ketegangan SARA di kota tersebut. (almkhtsr/AS)

Sabtu, 07 April 2012

Hizib Al-Fatihah Sayyidina Ali ra

By Unknown | At 12.51.00 | Label : , | 0 Comments
Assalamu'alaykum Sahabat Mahkota Cahaya Yang budiman,,''Kali ini Izinkan Admin untuk Berbagi Tulisan Ini yang mana dengan segenap kerendahan hati tiada lain maksud hanya semata-mata mengharap ridho Allah ta'ala,semoga tulisan singkat di bawah ini bermanfaat hendaknya bagi khazanah ilmu hikmah kita dan dapat menjadi suatu pegangan yang shah,Bagi para master di bidang ini dengan kerendahan hati admin yang awwam ini serta pemula ingin berbagi karena allah ta'ala semata , Kurang dan lebih,salah dan khillaf admin mohon maaf mungkin barangkali ada penulisanya dalam huruf latinya terdapat kesalahan eja mohon d mengerti karena terbatasnya kemampuan font di perangkat admin untuk font arabnya,,''Dan sebagai berikut hizib al-fatihah

Diriwayatkan dari Sayyidina Ali Karromallohu wajhahu wa rodiyallohu anhu '',, Barang siapa membaca hizib alfatihah degan mudawwamah/istiqomah setiap hari 1x, maka ia akan sampai kepada semua keinginan2 dunia serta akhirat dengan mudah dan allah akan menundukkan baginya semua HATI manusia dan Allah akan mengangkat dari dirinya semua bala baik dunia maupun akhirat.''

Diriwayatkan pula oleh imam Bukhory “Barang siapa yang mendawamkan hizib al-fatihah, maka orang tersebut tidak akan membutuhkan orang lain di dalam kebutuhan2 dunia (kaya) dan Allah akan membukakan baginya pintu- pintu alam ghaib.Dan barang siapa yang mempunyai suatu hajat yang sangat penting maka bacalah Hizib Al-fatihah dengan tata cara berikut ini :

1. Tempat yg sepi

2. Suci dari semua hadas serta sucitempat,pakaian.

3. Sholat Sunnat Hajat 2 Roka’at.

4. Ba’da salam langsung sujud,didalamsujud membaca :( La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin 41x5.)

Membaca Istigfar 70x6. Sholawat 70x7. Membaca Hizib Al-Fatihah 70x8.

Memohon kepada Alloh yg menjadi hajatnya Maka sesungguhnya Allah swt akan mengabulkan apa-apa yg menjadi hajatnya pada hari itu juga dan pada jam itu juga serta allh akan membukakan baginya banyak sekali Futuh serta allah akan menjadikan nya Kaya dengan kemulian serta kelembutanya allah ''.

Dan di riwayatkan oleh Syeikh Al- Akbar “ Barang siapa yang membaca Hizib Al-Fatihah tiap hari 7x maka dia akan menyaksikan suatu Alam Ghaib yang tersembunyi dari makhluknya allahdan dia akan menyaksikan Alam Ruhany,Alam Malakut,Alam Jabarut, Alam sulfa ( bawah tanah) dan dia akan sampai kea lam Baqa’ dengan sampai secara sempurna serta dia akan mendapatkan kebahagian dengan kebahagian maksud-maksud Dunia&Akhirat''.

Menurut Syeikh Muhammad As-Sanusi Al-Magribi yang terkenal di gunung Jabal Abi Qubais Mekkah Al-Mukarromah di dalam setiap 1 ayat dari 7 ayat surat al-fatihah,Allah meletakkan di dalam tiap ayatnya hari- hari yang 7 disertai malaikat-malaikat yang menguasai hari-harinya dari golongan Langit dan bumi di sertai dgn Asma’-asma’nya dan huruf2nya. Murid Syeikh Muhammad As-Sanusi , Syeikh Al-Waro’ Hamid Al-Majidani'' Mengamalkan Hizib Al-Fatihah ini tanpa Ijazah dari gurunya, maka ia bermimpi bertemu Sayyidina Ali RA di dalam mimpinya dia mencium tangan sayyidina Ali ra, lalu ia menceritakan mimpinya kepada gurunya, Syeikh Muhammad As sanusi berkata, engkau telah di ijazah langsung oleh malaikat ruhani yang ada dlm hizib al-fatihah. Inilah Hizib Al-Fatihah Yang di maksud :

Bismillahirrohmanirrohim

(Alhamdulillahi robbil A’lamin)
Ya Hayyu Ya Qoyyumu ajib ya Ruqiyaila alaihissalam sami’an muti’an anta wa huddamuka Madzhab bihaqqi Alhamdulillahi robbil A’lamin Wa bihaqqil Hayyil Qoyyumi wa bihaqqi sayyidina muahammadi alaihis sholatu was salamu wa bihurmatil malaikatil muwakkaliina bi qowaimil A’rsyi Alif Ba Jim Dal

(Arrohmanirrohim)
Ya Roufu Ya A’tufu ajib ya Jibroila alaihissalam sami’an muti’an anta wa huddamuka Abyad bihaqqi Arrohmanirrohimi wabihaqqir roufil a’tufi wa bihaqqi sayyidina muahammadi alaihis sholatu was salamu wa bihurmatil malaikatil muwakkaliina bi qowaimil A’rsyi Ha Wawu Jai Ha,

(Maliki Yaumiddin)
Ya Muqollibal qulubi Wal-Absor ajib ya samsamaila alahissalam sami’an muti’an anta wa huddamuka Ahmar bi haqqi malikiyaumiddini wa bi haqqi muqollibil qulubi wal absor wa bihaqqi sayyidina muahammadi alaihis sholatu wassalamu wa bihurmatil malaikatil muwakkaliina bi qowaimil A’rsyi Tho ya Kaf Lam

(Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nastai’nu)
Ya Sariu’ Ya Qoribu ajib Ya Mikaila alaihissalam sami’an muti’an anta wa huddamuka Burqon bi haqqi iyyaka na’budu wa iyyaka nastai’nu wa bihaqqi sari’il qoribi wa bihaqqi sayyidina muahammadi alaihis sholatu was salamu wa bihurmatil malaikatil muwakkaliina bi qowaimil A’rsyi Mim Nun sin A’in

(Ihdinas sirotol Mustaqim)

Ya Qodiru Ya Muqtadiru ajib ya sorfiyaila alaihissalam sami’an muti’an anta wa huddamuka Syamhurosyin bihaqqi Ihdinas siratal mustaqim wabi haqqil Qodiril Muqtadiri wa bihaqqi sayyidina muahammadi alaihis sholatu wassalamu wa bihurmatil malaikatil muwakkaliina bi qowaimil A’rsyi Fa Shod QoF Ro

(Sirotol ladzina ana’mta alaihim)
YaA’limu Ya Hakimu ajib ya Anyaila alaihissalam samia’n muti’an anta wa huddamuka Zawba ah bihaqqi Siratalladzina ana’mta alaihim wabihaqqil a’limil hakimi wa bihaqqi sayyidina muahammadi alaihis sholatu wassalamu wa bihurmatil malaikatil muwakkaliina bi qowaimil A’rsyi Syin ta Tsa Kho

(Ghoiril magdubi alaihim walad dhollin)
Ya Qohiru Ya A’ziju ajib ya Kasfiyaila alaihissalam sami’an muti’an anta wa huddamuka Maimun bihaqqi Ghoiril magdubi alaihim waladdollin wabihaqqil qohiril a’jiji wa bihaqqi sayyidina muahammadi alaihis sholatu wassalamu wa bihurmatil malaikatil muwakkaliina bi qowaimil A’rsyi Dzal Dhod Dzo Ghin Aqsamtu alikum ya malaikatar ruhaniyyinna minal u’luwiyyati was sufliyyati way a Khodima Fatihatul kitabi ajibuuni wa amidduni wa a’iinuni fi jami’I umuri( aluhan 2x) (Al A’jal 2x) (As sa ‘ah 2x) bihaqqis sab’il masani walquranil a’dzim wa bihaqqil asrori wal barokati fihima wa bihaqqi ma ta’taqidunahu minal a’dhomati wal burhani wa bihurmati sayyidina muhammadin alaihis solatu wassalamu Allohumma sahhil li abdika Rofrofal akhidir Innaka a’la kulli saying qodir birohmatika ya arhamar rohimin wasollallohu a’la sayyidina muhammadin wa a’la alihi wasahbihi wasallim walhamdulillahi robbil a’lamin. Demikianlah semoga bermanfaat Salam Mc
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz