Minggu, 07 April 2013

Mekkah Adalah Pusat Bumi

Berita Yang Mengheboh kan pada tahun 1977, ini sengaja di angkat kembali untuk bertengger di blog ini dengan harapan semoga dapat menambah wawasan kita bersama siapa tahu dengan asa saudara tetangga kita yang mendapat hidayah karena sebab-musabab ini, dan menambah tebalnya keyakinan bagi yang telah yakin dengan Agama Islam Yang Sempurna ini,

Temuan ilmiah yang
menghebohkan para ilmuwan dan
dipublikasikan pada bulan januari
1977 menyebutkan,”Kota Mekah al
Mukaramah adalah pusat daratan
di dunia.” Fakta ini ditemukan
setelah melalui riset panjang dan
mengacu pada sejumlah table
matematis yang sangat rumit
dengan bantuan teknologi
computer.
Ilmuwan mesir, Dr Husein
Kamaludin, penemu fakta ini
menuturkan kisah penemuannya
yang cukup mencengangkan ini;
penelitian ini dimulai dengan
tujuan yang sangat berbeda
dengan hasil yang diperoleh. Pada
awalnya penelitian dilakukan untuk
mendapatkan suatu alat yang
dapat membantu siapapun dan di
tempat manapun dari penjuru
dunia ini untuk mengetahui dan
menentukan posisi kiblat. Sebab,
selama perjalanannya ke Negara
luar, ia merasa bahwa penentuan
arah kiblat selalu menjadi masalah
yang dihadapi seluruh umat
muslim ketika berada di suatu
tempat yang tidak ada masjidnya
atau tempat shalat yang memiliki
tanda jelas arah kiblat. Masalah ini
juga sering dihadapi oleh
seseorang yang berada di luar
negeri (yang bukan negeri islam),
misalnya para pelajar dan
mahasiswa yang dikirim ke luar
negeri.
Karena itu, Dr Husain Kamaludin
berfikir untuk membuat peta dunia
baru yang dilengkapi petunjuk
posisi arah kiblat. Setelah
membuat rancangan awal riset
pendahuluan yang diarahkan untuk
membuat peta baru ini dan
menggambar lima benua pada peta
itu, tiba tiba temuan yang
mengundang decak kagum itu
muncul.
Ilmuwan Mesir ini menemukan
bahwa posisi kota Mekah berada
tepat di tengah tengah dunia.
Ia lalu memegang sebuah jangka
dan meletakkan salah satu
ujungnya di gambar kota Mekah
lantas menjalankan ujung lainnya
pada ujung setiap benua. Ternyata
daratan yang ada di permukaan
bola bumi terbagi secara
sistematis di sekitar kota Mekah.
Dari sini, ia menemukan bahwa
kota Mekah adalah pusat daratan.
Selanjutnya ia ambil peta kuno
sebelum ditemukannya benua
Amerika dan Australia. Setelah
melakukan uji coba berkali kali, ia
pun menemukan bahwa Mekah
tetap menjadi titik sentral daratan,
hingga ketika dibandingkan dengan
kondisi peta dunia masa
permulaan Islam.
Dr Husain Kamaludin
menambahkan, “Saya mulai
penelitian ini dengan menggambar
peta yang memperhitungkan jarak
semua tempat di muka bumi
dengan kota Mekah. Saya
kemudian mengukur garis garis
bujur yang sama untuk
mengetahui posisi garis lintang
dan garis bujur jika diukur dari
kota Mekah. Setelah itu, saya
gambar batas batas benua dan hak
hak detail lainnya pada jaringan
garis garis ini. Hal ini
membutuhkan pemprosesan
matematis yang sangat pelik,
dengan bantuan teknologi
computer guna menentukan jarak
dan deviasi yang diperlukan.
Penelitian ini juga membutuhkan
software penggambar garis lintang
dan garis bujur untuk proyeksi
baru ini.
Secara kebetulan saya menemukan
bahwa saya dapat menggambar
lingkaran yang berpusat di kota
Mekah dan batas batasnya di luar
ke ke-enam benua. Dan garis
pinggir lingkaran ini mengitari
batas batas luar benua benua
tersebut.
Dengan demikian, Mekah adalah
jantung bumi. Dan hal ini
sebelumnya sudah diindikasikan
oleh sains modern melalui temuan
para ilmuwan, yang menyebutkan
kota Mekah merupakan pusat
radiasi gravitasi magnetic.
Fenomena unik juga akan
dirasakan oleh semua orang  yang
mengunjungi kota Mekah untuk
tujuan haji atau umrah, dengan
hati yang tulus dan bertaubat
kepada Allah. Ia merasa seolah
olah tertarik dengan semua yang
ada di Mekah, dari tanah,
pegunungan, hingga semua yang
ada di sana, seolah olah ia merasa
melebur bersama kota Mekah
dengan segenap jiwa dan raganya.
Dan ini adalah perasaan yang terus
berlangsung sejak awal keberadaan
bumi.
Sebagaimana halnya planet planet
yang lain, bumi pun melakukan
barter daya tarik dengan planet
planet dan bintang bintang
lainnya. Daya tarik ini bersumber
dari dalam bumi yang bermuara
pada satu titik sentral bumi yang
juga menjadi sumber sinar radiasi.
Titik temu plutonik inilah yang
ditemukan oleh seorang ilmuwan
Amerika dalam bidang topography
setelah memastikan keberadaan
dan letak geografisnya. Dalam hal
ini ia tentu saja tidak didorong
oleh keyakinan agama. Siang
malam, dengan semangat tinggi ia
bekerja di laboratoriumnya sambil
menghadapi peta peta bumi dan
perlengkapan lain. Dan tanpa
sengaja ia menemukan bahwa
pusat pertemuan radiasi kosmos
berada di kota Mekah.
Mengacu pada fakta fakta ilmiah
di atas, kita pun bisa mengenali
hikmah ilahiyah di balik pemilihan
kota Mekah sebagai tempat
berdirinya Baitullah, sekaligus
sebagai tunas penyebaran risalah
Islam di seluruh penjuru dunia.
Dan ini membuktikan adanya
kemukjizatan ilmiah yang
terkandung dalam hadist Nabawi
yang menampilkan keutamaan
status kota Mekah dibandingkan
tempat tempat yang lain di
permukaan bumi. Wallahu alam.
Allah SWT Berfirman,” dan agar
kamu memberikan peringatan
kepada penduduk Ummul Qura
(Mekkah) dan orang orang yang di
luar lingkungannya.” (QS Al An’am
92)
Nabi SAW berdiri di bukit
Hazwarah (di Mekkah) lalu berkata
pada kota Mekkah ,” Aku tahu
bahwa engkau adalah sebaik baik
bumi Allah dan yang paling
dicintai Allah, seandainya
keluargamu tidak mengeluarkan
darimu, niscaya aku tidak
keluar.’ (Musnad Ahmad)
Sumber : Muhammad Kamil Abd
Ash Shamad, Al I jaz al Ilmi fi al
Islam wa as Sunnah an Nabawiyah

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda,Kritik Dan Saranya Sangat Ber Arti

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz