Sabtu, 21 Mei 2011

Apakah orang yang sudah meninggal dapat menjawab salam orang yang masih hidup?

Cukup banyak riwayat yang kita temui mengenai hal ini bahwa mereka yang telah meninggal dunia dapat atau mendengar siapa-siapa yang menziarahinya dll. Namun tentu saja berziarah bukanlah meminta kepada simayit atau seragam dengan hal ini seperti kebanyakan yang mungkin sobat pernah melihat sesuatu makam yang dipenuhi oleh peziarah yang bermalam berhari-hari lantas di sekitaran makam si mayit bertaburan berbagai macam jenis sesajen yang mereka percayai untuk berbagai alasan.......,memang benar seorang muslim di perbolehkan untuk berziarah namun tentu saja menurut apa-apa yang telah di anjurkan oleh rasullullah saw dan smoga kita senantiasa mengingat bahwa kita juga akan menyusul mereka yang telah lebih dahulu menghadap illahi...mengingat kematian bukan ber arti kita harus menjadi lesu dan tak bergairah untuk urusan dunia ini yang mana memang kita perlukan untuk mengumpulkan segenap bekal baik lahir maupun batin sesungguhnya mengingat kematian itu mampu melunakan hati kita.....yang memang tanpa kita sadari maut senantiasa mengintai kita dan dapat kapan saja ia mengambil selembar nyawa ini jika memang sudah tiba waktunya, namun apakah kita sudah mengambil pelajaran? Apakah jika kita sudah terbujur kaku sendirian dan tubuh hacur berantakan dimakan cacing tanah kita dapat mendengar tangisan keluarga yang telah di tinggalkan?. dan inilah sedikit cuplikan yang mudah-mudahan ada manfa'atnya: ''Menurut ibnu abdil-barr, diriwayatkan dari nabi saw,,''bahwa beliau bersabda." '' tidaklah ada di antara orang muslim yang lewat di dekat kubur saudaranya,yang dikenalnya selagi di dunia, lalu dia mengucapkan salam kepadanya, melainkan allah mengembalikan ruhnya kepadanya hingga ia membalas salam itu'' ini merupakan nash yang menunjukan bahwa orang yang sudah meninggal dunia dan terbujur di dalam kuburnya , bisa mengetahuinya dan membalas salamnya.: dalam ash shahihain diriwayatkan dari rasulullah saw,,'' Dari beberapa jalan,bahwa beliau memerintahkan untuk mengumpulkan para korban perang badr(dari kalangan musrikin Quraisy)dan melemparkanya ke dalam sebuah lubang bekas sumur,kemudian beliau mendekat dan berdiri di dekat mereka sambil memanggil nama mereka satu persatu,,'' Hai fulan,hai fulan bin fulan,apakah kalian mendapatkan apa yang dijanjikan rabb kalian adalah benar? ''Sesungguhnya aku mendapatkan apa yang di janjika rabb ku kepadaku adalah benar.'' lalu Umar bin khathab bertanya,'' Wahai rasulullah, bagaimana mungkin engkau berbicara dengan orang-orang yang sudah menjadi bangkai?'' Beliau menjawab,''Demi allah yang mengutusku dengan kebenaran,mereka lebih mampu mendengar apa yang aku katakan dari pada kalian,hanya saja mereka tidak mampu menjawab.:nabi saw '' mensyari'atkan kepada umatnya,agar mereka mengucapkan salam kepada ahli kubur, seperti salam yang mereka ucapkan kepada lawan bicara,dengan lafazh sebagai berikut,,'' Salam sejahtera atas kalian,tempat tinggal orang-orang mukmin.'' Ucapan semacam ini layak disampaikan kepada orang yang dapat mendengar dan memikirkannya.jika tidak,maka ucapan semacam ini hanya di tujukan kepada orang yang tidak ada di tempat atau benda mati. Orang-orang salaf telah menyepakati hal ini dan banyak atsar yang diriwayatkan dari mereka,bahwa orang yang meninggal dunia dapat mengetahui ziarah orang yang masih hidup,dan mereka merasa gembira atas kedatanganya itu...''

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda,Kritik Dan Saranya Sangat Ber Arti

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz