Senin, 28 Oktober 2013

Pancagila Sampah Pemuda

By Mahkota Cahaya | At 07.53.00 | Label : | 0 Comments

Sumpah pemuda

Merebaknya Sampah Pemuda & Ideologi
Pancagila di Indonesia
JAKARTA 28 Oktober di abadikan
sebagai Hari Sumpah Pemuda ini hadir dan
menjadi perayaan setiap tahun di Indonesia,
namun jika menilik dari sejarahnya, Sumpah
Pemuda dimulai ketika sekelompok pemuda
merasa perlu ada sebuah perekat dan
pemersatu agar bangsa kita lebih kuat untuk
merebut kemerdekaan Indonesia. Apa betul?
Sejarah Sumpah Pemuda dalam Kongres
Pemuda Indonesia
Sumpah pemuda merupakan hasil rumusan
rapat pemuda-pemudi Indonesia atau yang
dikenal dengan Kongres Pemuda l dan
Kongres Pemuda II. Kongres Pemuda I
berlangsung di Jakarta, pada 30 April—2 Mei
1926.
Di kongres itu, mereka membicarakan
pentingnya persatuan bangsa bagi
perjuangan menuju kemerdekaan. Kemudian,
pada tanggal 27—28 Oktober 1928, para
pemuda Indonesia kembali mengadakan
Kongres Pemuda II. Pada tanggal 28 Oktober
1928, seluruh peserta membacakan Sumpah
Pemuda dan kita memperingati sebagai Hari
Sumpah Pemuda.
Rumusan itu ditulis Mohammad Yamin di
sebuah kertas saat mendengarkan pidato dari
Mr. Sunario pada hari terakhir kongres. Inti
dari isi Sumpah Pemuda itu adalah Satu
Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa. Banyak
tokoh yang menjadi peserta dalam Kongres
Pemuda I dan II. Mereka datang mewakili
berbagai organisasi pemuda yang ada saat
itu. Di antaranya ada yang menjadi
pengurus, seperti Soegondo Djojopoespito
dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia
(PPPI) sebagi ketua dan wakilnya, R.M. Djoko
Marsaid (Jong Java).
Isi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
Sumpah Pemuda
Pertama:
Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku
bertumpah darah yang satu, tanah
Indonesia.
Kedua :
Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku
berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga :
Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung
bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Ada Dusta pada Sumpah Pemuda ?
Dalam Islam, pengagungan hari-hari
dan dijadikan sebagai hari besar
atau hari raya adalah budaya
Yahudi. Mereka berkata kepada
Umar berkaitan QS. al-Maidah: 3,
"Jika ini diturunkan kepada mereka
maka hari di turunkannya tersebut
akan dijadikan hari raya (hari
besar) yg senantiasa diperingati
Sesungguhnya, kata ‘sumpah’ tak ditemukan
pada keseluruhan dokumen asli yang kini
disebut sebagai ‘Sumpah Pemuda’ itu. Hasil
‘Kerapatan Pemoeda-Pemoeda Indonesia’
pada 28 Oktober 1928 itu justru dituliskan
dengan ‘Poetoesan Congres Pemoeda-
pemoeda Indonesia.’
Soekarno dan Yamin pada saat itu, sambung
Erond, sedang sibuk membangun sebuah
simbol yang menjadi bagian dari susunan
idiologi sebuah bangsa dan negara, di
tengah-tengah maraknya gerakan separatis di
Indonesia.
Yamin adalah tokoh kunci atas idiologi dari
visi Soekarnois, yang pada 1955 menerbitkan
selebaran yang menyatakan proklamasi 1928
tidak hanya mewakili sebuah ‘reinkarnasi’
atas Bahasa Indonesia dari suatu keberadan
yang lebih awal pada masa lalu Bangsa
Indonesia yang telah lewat.
Penjelasan sejarah mesti didasarkan
kepada bukti autentiknya dan
bukan pada rekayasa atas sumber
primernya. Tanpa itu, maka yang
dilakukan dengan penjelasan sejarah
masa kini adalah menciptakan
kebohongan kepada generasi
penerus bangsa ini,” Erond Damanik
Tidak hanya itu, lanjutnya, di era
kepemimpinan Soeharto-pun, rekayasa
peristiwa 1928 itu tetap dilanjutkan dan
dinyatakan sebagai ‘Sumpah Pemuda’.
Perubahan kata ”Putusan Kongres” menjadi
”Sumpah Pemuda,” berawal dari dari Kongres
Bahasa Indonesia Kedua yang diadakan di
Medan pada 28 Oktober 1954. Erond
menuturkan bahwa Yamin berperan penting
dalam pembelokan kata Putusan Kongres.
Dengan lihai ia merumuskan skenario baru
terhadap judul beserta isi Putusan Kongres
Pemuda-pemuda Indonesia.
Sumpah Pemuda yang diperingati
setiap tahun oleh bangsa ini
ternyata tidak memiliki dokumen
dan bukti sejarah otentik, yang ada
adalah keputusan rapat pemuda
pada tanggal 28 Oktober 1928.
“Berdasarkan data yang ada, tidak
pernah ada satu baris pun ditulis
kata Sumpah Pemuda dan para
pemuda juga tidak sedang
melakukan sumpah saat itu,” kata
Kepala Pusat Studi Sejarah dan
Ilmu-ilmu Sosial (Pussis) Universitas
Negeri Medan (Unimed) Dr Phil
Ichwan Azhari
Jadi mulai sekarang yang wajib kita bela dan
perjuangkan adalah Islam. Yang kita
tegakkan adalah Islam. Jangan sampai kita
membela kelompok yang ikatannya bukan
akidah Islam. Kita hidup dan mati hanya
untuk Islam. Bukan semangat nasionalisme,
sukuisme, atau semangat golongan
lain. Bukan untuk yang lain.
Begitupun kalo kita bersumpah, pastikan
bahwa apa yang kita ucapkan itu adalah
sesuai dengan kaidah ajaran Islam. Lagipula,
cita-cita yang digembar-gemborkan itu nggak
ada realisasinya dan hanya sekedar Sumpah
serapah dimana para pemudanya larut
dalam program hiburan televisi, media
ataupun konten musk yang di dominasi
dengan isu GBHN alias Gaul-Galau-Brutal-
Berani-Berontak-Hedonis-Narsis.
Sampah Pemuda 2013 by Jurnalis
1. Kami pemuda/pemudi (gaol) Endonesia
bersumpah, bertanah air satu, tanah air
adem ayem selalu. Mau berorganisasi tapi
tidak mau berpolitik. Mau berdiskusi asal fun
dan hepi hepi. Tidak ada rakyat miskin dalam
materi diskusi kami, Karena tema tema kritis
seperti kondom rasa susu sapi, koleksi video
miyabi atau saling tukar nomor hape tante
dan papi lebih menarik hati. Lagian Hari
geenee ngomongin rakyat ?????? Yuu
marii…..lo yang ngajakin ngomong !! ke laut
aja kleee…..
2. kami pemuda/pemudi (gaol) Endonesia
bersumpah, berbangsa Satu, bangsa yang
gandrung mengurusi urusan pribadi. Dapat
nilai bagus karena menyontek, Cepat dapat
kerja karena menyuap. Pada guru, kepala
sekolah, ketua jurusan dan dosen suka cari
muka, pada teman seangkatan suka
menginjak. Karenanya Kami juga bersumpah
ingin menjayakan kembali bangsa ini
menjadi bangsa terkorup di dunia, lantaran
dalam hal curi mencuri, curang menyurangi
dan memanipulasi sejak masih sekolah kami
sudah terobsesi.
3. kami pemuda/pemudi (gaol) Endonesia
bersumpah, berbahasa satu, bahasa ambigu
melulu. Kalau diajakin dugem selalu bilang,
“hayuuu”, apa lagi di ajak tawuran so pasti
paling berani,tapi kalau diajakin aksi
bilangnya “eh eh..tar dulu ! polisinya galak
galak tau”. Plis deh, Kalau nanti kami sampai
masuk penjara atau diciduk Polisi gara gara
aksi, apa kata mami papi ? apa kata si ‘ehm’
yayang kami ? yang jelas kami siap berjuang
agar tiap semester dapat beasiswa walau di
rumah sudah punya ai ped,ai pon dan blek
beri. Persetan dengan nasib pelajar dan
mahasiswa miskin kawan kawan kami yang
putus sekolah atau kuliah, karena kami
‘autis’, karena kami asosial, karena kami
adalah pemuda/pemudi (gaol) Endonesia
(getoh)
Jakarta 28 oktober 2013
atas nama seluruh pemuda/pemudi (gaol)
Endonesia
Pancagila Merebak Bagai Cendawan Di
musim Hujan
1. Keuangan Yang Maha Kuasa
2. Korupsi yang adil dan merata
3. Persatuan Mafia hukum Indonesia
4. Kekuasaan yang dipimpin oleh nafsu
kebejatan dalam persekongkolan dan
kepura-puraan.
5. Kenyamanan Sosial bagi seluruh keluarga
pejabat dan wakil rakyat.
Terungkap dari sebuah group di Facebook,
pada kenyataannya Pancagila memang anti
tesa dari Pancasila, namun kenapa mirip
dengan kenyataan di Indonesia dan seolah
pas dan cocok dengan kondisi sekarang.
Pancagila yang pertama, 1. Keuangan yang
Maha Kuasa, di negeri ini uang sangat
berkuasa, berhadapan dengan hukum
langsung terbayang berpa banyak uang yang
harus disiapkan. Lihat saja ketika kita
berurusan polisi, jaksa, hakim, tak lain uang
kita akan di peras oknum aparat untuk
meringankan hukumannya. Bukankah ujung
dari korupsi karena uang yang berkuasa?
Pancagila yang kedua, 2. Korupsi dan Kroni
dinasti yang adil dan merata, hal ini seolah
menggambarkan bahwa korupsi di Indonesia
memang sudah merata dan pembagiannya
juga cukup adil oleh para pelaku korupsi.
Pancagila yang ketiga, 3. Persatuan Mafia
hukum Indonesia, Menggambarkan bahwa
para pelaku mafia hukum di Indonesia benar-
benar sudah bersatu tekad dan satu
perjuangan yang itu melakukan korupsi yang
se-aman-amanya. Mereka sadar bahwa tanpa
bersatu, korupsi mereka akan mudah
dibongkar.
Pancagila yang Keempat, 4. Kekuasaan yang
dipimpin oleh nafsu kebejatan dalam
persekongkolan dan kepura-puraan. Ini
menggambarkan bahwa kepemimpinan di
Indonesia lebih mendahulukan nafsu dan
kebejatan dalam melakukan persekongkolan
dan kepura-puraan. Ini menunjukan kadang
kita dipertontonkan pada awalnya seolah
saling berbeda pendapat, tapi begitu
dilakukan lobi-lobi politik seolah semua
langsung damai.
Pancagila yang Kelima, 5. Kenyamanan Sosial
bagi seluruh keluarga pejabat dan wakil
rakyat. Kalau yang ini sudah sangat jelas
terlihat bahwa kenyamanan sosial di negeri
ini paling banyak dinikmati oleh keluarga-
keluarga pejabat dan para wakil rakyat,
sedangkan rakyat biasa tetap saja masih
banyak yang miskin dan menderita.
Terlepas dari orang yang membuat plesetan
Pancagila ini dinilai merupakan penghinaan
atau tidak, satu yang pasti harus dilakukan
pejabat atau pihak yang merasa tersinggung
atas plesetan ini, koreksi dirilah dari kondisi
yang terjadi di negeri ini karena faktanya
gambaran tersebut ada di negeri ini.
Apa yang digembar gemborkan dalam
Sumpah Pemuda dan Pancasila bagai debu,
semua hoax. Bagaimana pendapat Anda?

Literatur☞[ahmad/voa-islam]

Jumat, 20 September 2013

Terjemah Kitab Sirur Asror Karya Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

By Mahkota Cahaya | At 10.49.00 | Label : | 0 Comments
Terjemahan Kitab Sirrul Asrorr (Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani) KITAB SIRRUL ASSRAR ( Syeikh Abdul Qadir Jailani 1/27 ) 1: ,UCAPAN UNTUK PARA PEMBACA, (Petikan surat Syeikh Abdul Qadir al-Jilani) Sahabat-sahabatku yang dikasihi. Hati kamu adalah seumpama cermin yang berkilat. Kamu harus membersihkannya dari debu dan kotoran yang menutupinya. Cermin hati kamu itu telah ditakdirkan untuk memancarkan cahaya rahasia-rahasia Ilahi. Bahwasanya cahaya dari “ Allah adalah cahaya bagi semua langit dan bumi… ” awal menyinari ruang hati kamu, lampu hati kamu akan menyala. Lampu hati itu “berada di dalam kaca, kaca itu sifatnya seumpama bintang berkilau-kilau terang benderang…” Kemudian kepada hati itu laksana anak panah penemuan-penemuan suci akan hinggap. Anak panah kilat akan mengeluarkan dari awan petir “bukan dari timur atau barat, dinyalakan dari pohon zaitun yang diberkati…” dan memancarkan cahaya ke atas pokok penemuan, sangat tulen, sangat lutsinar sehingga ia “memancarkan cahaya walaupun tidak disentuh oleh api”. Kemudian lampu makrifat (hikmah kebijaksanaan) akan menyala sendiri. Mana mungkin ia tidak menyala sedangkan cahaya rahasia Allah menyinarinya? Sekiranya cahaya rahasia Ilahi bersinar ke atasnya, langit malam kepada rahasia-rahasia akan menjadi terang oleh ribuan bintang-bintang “…dan berpandukan bintang-bintang (kamu) temui jalan (kamu)…” . Bukanlah bintang yang memandu kita tetapi cahaya Ilahi. Lantaran Allah “… menghiaskan langit rendah dengan keindahan bintang-bintang”. Sekiranya lampu rahasia-rahasia Ilahi dinyalakan di dalam diri batin kamu yang lain akan datang secara sekaligus atau beransur-ansur. Sebagiannya kamu telah ketahui sebagian yang lain akan kami beritahu di sini. Baca, dengar, coba fahamkan. Langit ketidaksadaran (kelalaian) yang gelap akan dinyalakan oleh kehadiran Ilahi dan kedamaian serta keindahan bulan purnama yang akan naik dari ufuk langit memancarkan “cahaya di atas cahaya” berterusan meninggi di langit, melepasi peringkat yang ditentukan sebagaimana yang Allah telah tentukan bagi kerajaan-Nya, sehingga ia bersinar penuh kemuliaan di tengah-tengah langit, menghambat kegelapan kelalaian. “(Aku bersumpah) demi malam apabila ia senyap sepi…dengan cuaca pagi yang cemerlang…” malam ketidaksadaran kamu akan melihat terangnya hari siang. Kemudian kamu akan menghirup air wangi kenangan dan “bertaubat di awal pagi” terhadap ketidaksadaran (kelalaian) dan menyesali umur kamu yang dihabiskan di dalam keterlenaan. Kamu akan mendengar nyanyian burung bulbul di pagi hari dan kamu akan mendengarnya berkata: Mereka tidur sedikit saja di malam hari dan pada awal pagi mereka memohon ampunan Allah, Allah bimbangkan kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki. Kemudian kamu akan melihat di ufuk langit peraturan Ilahi akan matahari ilmu batin awal terbit. Ia adalah matahari kamu sendiri, Lantaran kamu adalah “yang Allah beri petunjuk” dan kamu “berada pada jalan yang benar” dan bukan “mereka yang Dia tinggalkan di dalam kesesatan”. Dan kamu akan memahami rahasia: Tidak diizinkan matahari mengejar bulan dan tidak pula malam mendahului siang. Tiap sesuatu berjalan pada landasan (masing-masing). Akhirnya ikatan akan terurai selaras dengan “perumpamaan yang Allah adakan untuk insan dan Allah mengetahui tiap sesuatu”, dan tabir-tabir akan terangkat dan kulit akan pecah, menjabarkan yang seni di bawah pada yang kasar. Kebenaran akan membuka tutupan wajahnya. Semua ini akan bermula bila cermin hati kamu dipersucikan. Cahaya rahasia-rahasia Ilahi akan memancar Padanya jika kamu berhajat dan bermohon kepada-Nya, daripada-Nya, dengan-Nya. 2: PENGENALAN Segala puji dan puja untuk Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Dia yang mengumpul segala pengetahuan di dalam Zat-Nya dan Dia jualah Pencipta segala pengetahuan dengan keabadian. Segala kewujudan bersumberkan Wujud-Nya. Segala puji bagi Allah, Dia menurunkan Al-Qur'an yang mulia, yang mengandungi di dalamnya sebab-sebab ia diturunkan yaitu untuk memperingatkan manusia tentang Allah. Di turunkan nya kepada pembimbing yang memandu manusia pada jalan yang benar dengan yang paling Perkasa di antara agama-agama. Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad s.a.w yang tidak diajar oleh makhluk tetapi diajar oleh-Nya sendiri. Baginda s.a.w adalah nabi-Nya yang terakhir, penyambung terakhir pada rantaian kenabian yang diutus kepada dunia yang sedang hanyut di dalam huru hara, yang paling mulia di kalangan nabi-nabi Nya, dimuliakan dengan kitab suci yang paling suci dan paling mulia. Keturunan baginda s.a.w adalah pembimbing bagi orang-orang yang mencari. Sahabat-sahabat baginda s.a.w adalah pilihan dari kalangan orang yang baik- baik dan murah hati. Semoga kesejahteraan dan keberkatan yang melimpah-limpah dikurniakan kepada ruh-ruh mereka. Tentu saja yang paling berharga di antara yang berharga, paling tinggi, permata yang tidak ternilai, barang perniagaan yang paling menguntungkan manusia, adalah ilmu pengetahuan. Hanya dengan hikmah kebijaksanaan kita bisa mencapai keesaan Allah, Tuhan sekalian alam. Hanya dengan hikmah kebijaksanaan kita bisa mengikuti rasul-rasul Nya dan nabi-nabi Nya. Orang yang berpengetahuan, yang bijaksana, adalah hamba-hamba Allah yang sejati yang dia pilih untuk menerima perutusan Ilahi. dia lebihkan mereka daripada yang lain semata-mata dengan kebaikan rahmat-Nya yang ia curahkan kepada mereka. Mereka adalah pewaris nabi-nabi, pembantu-pembantu mereka, yang dipilih oleh rasul-rasul Nya untuk menjadi khalifah kepada sekalian manusia. Mereka berhubungan dengan nabi-nabi dengan perasaan yang amat bernilai dan kebijaksanaan yang sangat tinggi. Allah Yang Maha Tinggi memuji orang-orang yang memiliki hikmah kebijaksanaan: “Kemudian Kami wariskan Kitab itu kepada mereka yang Kami pilih daripada hamba-hamba Kami, tetapi sebagian daripada mereka menganiayai diri mereka sendiri, dan sebagian daripada mereka cermat. Dan sebagian daripada mereka di hadapkan ke dalam kebajikan-kebajikan dengan izin Allah, yang demikian adalah karunia yang besar”. ( Surah Fatir, ayat 32). Nabi Muhammad s.a.w bersabda, “Pemegang hikmah kebijaksanaan adalah pewaris nabi-nabi. Penduduk langit mengasihi mereka dan di atas muka bumi ini ikan-ikan di laut bertasbih untuk mereka hingga kepada hari kiamat”. Dalam ayat lain Allah Yang Maha Tinggi berfirman: “Tidak takut kepada Allah daripada hamba-hamba-Nya melainkan orang-orang yang berilmu Pengetahuan” (Surah Fatir, ayat 28). Nabi Muhammad s.a.w bersabda, “Pada hari pembalasan, Allah akan mengumpulkan sekalian manusia, kemudian mengasingkan yang berilmu di antara mereka dan berkata kepada mereka: ‘Wahai orang- orang yang berilmu. Aku kurniakan kepada kamu ilmu- Ku karena Aku mengenali kamu. Tidak aku kurniakan hikmah kebijaksanaan kepada kamu untuk Aku hukumkan kamu pada hari ini. Masuklah ke dalam syurga-syurga-Ku. Aku telah mengampuni kamu' ”. Segala puji milik Allah, Tuhan sekalian alam lantaran Dia kurniakan makam yang tinggi kepada hamba-hamba-Nya yang taat dan memelihara mereka daripada dosa dan menyelamatkan mereka daripada disiksa. Dia berkati ahlul hikmah dengan menghampiri mereka. Sebahagian daripada murid- murid kami meminta supaya kami sediakan sebuah buku yang memadai bagi mereka. Sesuai dengan permintaan dan keperluan mereka kami siapkan buku yang ringkas ini Semoga ia dapat mengobati dan memuaskan mereka serta yang lain juga. Kami namakan buku ini “ Sirr al-asrar fi ma yahtaju Ilahi al-abrar ” atau “rahasia dalam rahasia-rahasia yang Kebenarannya sangat diperlukan”. Dalam pekerjaan ini kenyataan di dalam kepercayaan dan perjalanan kami dibukakan. Setiap orang memerlukannya. Dalam menyampaikan hasil kerja ini kami membagikannya kepada 24 bab karena terdapat 24 huruf di dalam pengakuan suci “La ilaha illah Llah, Muhammadun rasulu Llah” dan juga terdapat 24 jam dalam satu hari. 3: PERMULAAN PENCIPTAAN Semoga Allah s.w.t memberikan kamu kejayaan di dalam amalan-amalan kamu yang disukai-Nya dan Semoga kamu memperolehi keridaan- Nya. Fikirkan, tekankan kepada pemikiran kamu dan fahamkan apa yang aku katakan. Allah Yang Maha Tinggi pada permulaannya menciptakan cahaya Muhammad daripada cahaya suci Keindahan-Nya. Dalam hadis Qudsi Dia berfirman: “Aku ciptakan ruh Muhammad daripada cahaya Wajah-Ku”. Ini dinyatakan juga oleh Nabi Muhammad s.a.w dengan sabdanya: “Mula-mula Allah ciptakan ruhku. Pada permulaannya diciptakan-Nya sebagai ruh suci”. “Mula-mula Allah ciptakan qalam”. “Mula-mula Allah ciptakan akal”. Apa yang dimaksudkan sebagai ciptaan permulaan itu ialah ciptaan hakikat kepada Nabi Muhammad s.a.w, Kebenaran tentang Muhammad yang tersembunyi. Dia juga diberi nama yang indah-indah. Dia dinamakan nur, cahaya suci, karena dia dipersucikan dari kegelapan yang tersembunyi di bawah sifat jalal Allah. Allah Yang Maha Tinggi berfirman: “Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya dan kitab yang menerangkan”. (Al-Maaidah, ayat 15) Dia dinamakan akal yang meliputi (akal universal) kerana dia telah melihat dan mengenali segala-galanya. Dia dinamakan qalam karena dia menyebarkan hikmah dan ilmu dan dia mencurahkan ilmu ke dalam huruf-huruf. Roh Muhammad adalah zat atau hakikat kepada segala kejadian, permulaan dan kenyataan alam maya. Baginda s.a.w menyatakan hal ini dengan sabdanya, “Aku daripada Allah dan sekalian yang lain daripadaku” . Allah Yang Maha Tinggi menciptakan sekalian roh-roh daripada roh baginda s.a.w di dalam alam kejadian yang pertama, dalam bentuk yang paling baik. ‘Muhammad' adalah nama kepada sekalian kemanusiaan di dalam alam arwah. Dia adalah sumber, asal usul dan kediaman bagi sesuatu dan segala-galanya. Empat ribu tahun selepas diciptakan cahaya Muhammad, Allah ciptakan arasy daripada cahaya mata Muhammad. Dia ciptakan makhluk yang lain daripada arasy. Kemudian Dia hantarkan roh-roh turun kepada peringkat penciptaan yang paling rendah, kepada alam kebendaan, alam jirim dan badan. “Kemudian Kami turunkan ia kepada peringkat yang paling rendah” . (Surah Tin, ayat 15) Dia hantarkan cahaya itu daripada tempat ia diciptakan, dari alam lahut, yaitu alam kenyataan bagi Zat Allah, bagi keesaan, bagi wujud mutlak, kepada alam nama-nama Ilahi, kenyataan sifat-sifat Ilahi, alam bagi akal asbab kepunyaan roh yang meliputi (roh universal). Di sana Dia pakaikan roh-roh itu dengan pakaian cahaya. Roh-roh ini dinamakan ‘roh pemerintah'. Dengan berpakaian cahaya mereka turun kepada alam malaikat. Di sana mereka dinamakan ‘roh rohani'. Kemudian Dia arahkan mereka turun kepada alam kebendaan, alam jirim, air dan api, tanah dan angin dan mereka menjadi ‘roh manusia'. Kemudian daripada dunia ini Dia ciptakan tubuh yang berdaging, berdarah. “Kemudian Kami jadikan kamu dan kepadanya kamu akan dikembalikan dan daripadanya kamu akan dibangkitkan sekali lagi”. (Surah Ta Ha, ayat 55) Selepas peringkat-peringkat ini Allah memerintahkan roh-roh supaya memasuki badan-badan dan dengan kehendak-Nya mereka pun masuk. “Maka apabila Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiup padanya roh-Ku…”. (Surah Shad, ayat 72) Sampai masanya roh-roh itu terikat dengan badan, dengan darah dan daging dan lupa kepada asal usul kejadian dan perjanjian mereka. Mereka lupa tatkala Allah ciptakan mereka pada alam arwah Dia telah bertanya kepada mereka: “Adakah aku Tuhan kamu? Mereka telah menjawab:Iya, bahkan!.” Mereka lupa kepada ikrar mereka. Mereka lupa kepada asal usul mereka, lupa juga kepada jalan untuk kembali kepada tempat asal mereka. Tetapi Allah Maha Penyayang, Maha Pengampun, sumber kepada segala keselamatan dan pertolongan bagi sekalian hamba-hamba-Nya. Dia mengasihani mereka lalu Dia hantarkan kitab-kitab suci dan rasul-rasul kepada mereka untuk mengingatkan mereka tentang asal usul mereka. “Dan Sesungguhnya Kami telah utuskan Musa (membawa) ayat-ayat Kami (sambil Kami mengatakan): hendaklah kamu keluarkan kaum kamu dari kegelapan kepada cahaya, dan ingatkan mereka kepada hari- hari Allah”. (Surah Ibrahim, ayat 5) Yaitu ‘ingatkan roh-roh tentang hari-hari di mana mereka tidak terpisah dengan Allah'. Ramai rasul-rasul telah datang ke dunia ini, melaksanakan tugas mereka dan kemudian meninggalkan dunia ini. Tujuan semua itu adalah membawa kepada manusia perutusan, peringatan serta menyedarkan manusia dari kelalaian mereka. Tetapi mereka yang mengingati-Nya, yang kembali kepada-Nya, manusia yang ingin kembali kepada asal usul mereka, menjadi semakin berkurangan dan terus berkurangan ditelan zaman. Nabi-nabi terus diutuskan dan perutusan suci berterusan sehingga muncul roh Muhammad yang mulia, yang terakhir di kalangan nabi-nabi, yang menyelamatkan manusia daripada kehancuran dan kelalaian. Allah Yang Maha Tinggi mengutuskannya untuk membuka mata manusia iaitu membuka mata hati yang ketiduran. Tujuannya ialah mengejutkan manusia dari kelalaian dan ketidaksedaran dan untuk menyatukan mereka dengan keindahan yang abadi, dengan penyebab, dengan Zat Allah. Allah berfirman: “Katakan: Inilah jalanku yang aku dan orang-orang yang mengikuti daku kepada Allah dengan pandangan yang jelas (basirah)”. (Surah Yusuf, ayat 108). Ia menyatakan jalan Nabi Muhammad s.a.w. Baginda s.a.w dalam menunjukkan tujuan kita telah bersabda, “Sahabat-sahabatku adalah umpama bintang di langit. Sesiapa daripada mereka yang kamu ikuti kamu akan temui jalan yang benar”. Pandangan yang jelas (basirah) datangnya daripada mata kepada roh. Mata ini terbuka di dalam jantung hati orang- orang yang hampir dengan Allah, yang menjadi sahabat Allah. Semua ilmu di dalam dunia ini tidak akan mendatangkan pandangan dalam (basirah). Seseorang itu memerlukan pengetahuan yang datangnya daripada alam ghaib yang tersembunyi pengetahuan yang mengalir daripada kesedaran Ilahi. “Dan Kami telah ajarkan kepadanya satu ilmu dari sisi Kami (ilmu laduni)”. (Surah Kahfi, ayat 65). Apa yang perlu seseorang lakukan ialah mencari orang yang mempunyai pandangan dalam (basirah) yang mata hatinya celik, dan cetusan serta perangsang daripada orang yang seperti ini adalah perlu. Guru yang demikian, yang dapat memupuk pengetahuan orang lain, mestilah seorang yang hampir dengan Allah dan berupaya menyaksikan alam mutlak. Wahai anak-anak Adam, saudara-saudara dan saudari- saudari! Bangunlah dan bertaubatlah kerana melalui taubat kamu akan memohon kepada Tuhan agar dikurniakan-Nya kepada kamu hikmah-Nya. Berusaha dan berjuanglah. Allah memerintahkan: “Dan berlumba-lumbalah kepada keampunan Tuhan kamu dan syurga yang lebarnya (seluas) langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang berbakti. Yang menderma di waktu senang dan susah, dan menahan marah, dan memaafkan manusia, dan Allah kasih kepada mereka yang berbuat kebajikan”. (Surah Imraan, ayat 133 & 134). Masuklah kepada jalan itu dan bergabunglah dengan kafilah kerohanian untuk kembali kepada Tuhan kamu. Pada satu masa nanti jalan tersebut tidak dapat dilalui lagi dan pengembara pada jalan tersebut tidak ada lagi. Kita tidak datang ke bumi ini untuk merosakkan dunia ini. Kita dihantar ke mari bukan untuk makan, minum dan berak. Roh penghulu kita menyaksikan kita. Baginda s.a.w berdukacita melihat keadaan kamu. Baginda s.a.w telah mengetahui apa yang akan berlaku kemudian hari apabila baginda s.a.w bersabda, “Dukacitaku adalah untuk umat yang aku kasihi yang akan datang kemudian”. Apa sahaja yang datang kepada kamu datang dalam keadaan salah satu bentuk, secara nyata atau tersembunyi; nyata dalam bentuk peraturan syarikat dan tersembunyi dalam bentuk hikmah kebijaksanaan atau makrifat. Allah Yang Maha Tinggi memerintahkan kita supaya mensejahterakan zahir kita dengan mematuhi peraturan syarikat dan meletakkan batin kita dalam keadaan yang baik dan teratur dengan memperolehi hikmah kebijaksanaan atau makrifat. Bila zahir dan batin kita menjadi satu dan hikmah kebijaksanaan atau makrifat dengan peraturan agama (syarikat) bersatu, seseorang itu sampai kepada makam yang sebenarnya (hakikat). “Dia alirkan dua laut, padahal kedua-duanya bertemu. Antara dua itu ada dinding yang kedua-duanya tidak mampu melewatinya”. (Surah Imraan, ayat 19 & 20). Kedua-duanya mesti menjadi satu. Kebenaran atau hakikat tidak akan diperolehi dengan hanya menggunakan pengetahuan melalui pancaindera dan deria-deria tentang alam kebendaan. Dengan cara tersebut tidak mungkin mencapai matlamat, sumber, iaitu Zat. Ibadat dan penyembahan memerlukan kedua-duanya iaitu peraturan syarikat dan makrifat. Allah berfirman tentang ibadat: “Dan tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk mengabdikan diri kepada-Ku”. (Surah Dzaariyat, ayat 56). Dalam lain perkataan, ‘mereka diciptakan supaya mengenali Daku' . Jika seseorang tidak mengenali-Nya bagaimana dia boleh memuji-Nya dengan sebenar-benarnya, meminta pertolongan-Nya dan berkhidmat kepada-Nya? Makrifat yang diperlukan bagi mengenali-Nya boleh dicapai dengan menyingkap tabir hitam yang menutupi cermin hati seseorang, menyucikannya sehingga bersih dan menggilapkannya sehingga bercahaya. Kemudian perbendaharaan keindahan yang tersembunyi akan memancar pada rahasia cermin hati. Allah Yang Maha Tinggi telah berfirman melalui rasul-Nya: “Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi. Aku suka dikenali, lalu Aku ciptakan makhluk supaya Aku dikenali”. Tujuan suci diciptakan manusia ialah supaya mereka mengenali Allah, memperolehi makrifat. Ada dua peringkat makrifat yang suci. Seseorang itu perlu mengenali sifat-sifat Allah dan dalil-dalil yang menjadi kenyataan atau penzahiran bagi sifat-sifat tersebut. Satu lagi ialah mengenali Zat Allah. Di dalam mengenali sifat-sifat Allah manusia secara zahirnya dapat menikmati kedua-duanya iaitu dunia dan akhirat. Makrifat yang memimpin kepada Zat Allah tidak diperolehi dengan diri zahir manusia. Ia terjadi di dalam jiwa atau roh suci manusia yang berada di dalam dirinya yang zahir ini. “Dan Kami telah perkuatkan dia (Isa) dengan roh kudus”. (Surah Baqarah, ayat 87). Orang yang mengenali Zat Allah menemui kuasa ini melalui roh kudus (suci) yang dikurniakan kepada mereka. Kedua-dua makrifat tersebut diperolehi dengan hikmah kebijaksanaan yang mempunyai dua aspek; hikmah kebijaksanaan kerohanian yang di dalam dan pengetahuan zahir tentang benda-benda nyata. Kedua-duanya diperlukan untuk mendapatkaan kebaikan. Nabi s.a.w bersabda, “Pengetahuan ada dua bahagian. Satu pada lidah yang menjadi dalil tentang kewujudan Allah, satu lagi di dalam hati manusia. Inilah yang diperlukan bagi melaksanakan harapan kita”. Pada peringkat permulaannya seseorang itu memerlukan pengetahuan syarikat. Ini memerlukan pendidikan yang mengenalkan dalil-dalil luar tentang Zat Allah yang menyata di dalam alam sifat-sifat dan nama-nama ini. Apabila bidang ini telah sempurna sampailah giliran pendidikan kerohanian tentang rahasia-rahasia, di mana seseorang itu masuk ke dalam bidang makrifat yang murni untuk mengetahui yang sebenarnya (hakikat). Pada peringkat yang pertama seseorang itu mestilah meninggalkan segala-galanya yang tidak dipersetujui oleh syariat malah, kesilapan di dalam melakukan perbuatan yang baik mestilah dihapuskan. Perbuatan yang baik mestilah dilakukan dengan cara yang betul, sebagaimana keperluan pada jalan sufi. Keadaan ini boleh dicapai dengan melatihkan diri dengan melakukan perkara-perkara yang tidak dipersetujui oleh ego diri sendiri dan melakukan amalan yang bertentangan dengan kehendak hawa nafsu. Berhati-hatilah di dalam beramal agar amalan itu dilakukan bukan untuk dipertontonkan atau diperdengarkan kepada orang lain. Semuanya mestilah dilakukan semata-mata kerana Allah, demi mencari keredaan-Nya. Allah berfirman: “Barangsiapa berharap menemui Tuhannya, hendaklah dia mengerjakan amal salih dan janganlah dia mempersekutukan sesuatu dengan Allah dalam ibadatnya kepada Tuhannya”. (Surah Kahfi, ayat 110). Apa yang dihuraikan sebagai daerah makrifat itu adalah tahap penghabisan bagi daerah kejadian yang pertama. Ia adalah permulaan dan merupakan rumah yang setiap orang kembali ke sana . Di samalah roh suci dijadikan. Apa yang dimaksudkan dengan roh suci adalah roh insan. Ia dijadikan dalam bentuk yang paling baik. Kebenaran atau hakikat tersebut telah ditanam di tengah-tengah hati sebagai amanah Allah, diamanahkan kepada manusia agar disimpan dengan selamat. Ia bangkit dan menyata melalui taubat yang sungguh-sungguh dan usaha sebenar mempelajari agama. Keindahannya akan memancar ke permukaan apabila seseorang itu mengingati Allah terus menerus, mengulangi kalimah “La ilaha illah Llah” . Pada mulanya kalimah ini diucapkan dengan lidah. Bila hati sudah hidup ia diucapkan di dalam, dengan hati. Sufi menggambarkan keadaan kerohanian yang demikian dengan menganggapnya sebagai bayi, iaitu bayi yang lahir di dalam hati, dibela dan dibesarkan di sana . Hati memainkan peranan seperti ibu, melahirkannya, menyusun, memberi makan dan memeliharanya. Jika anak-anak diajarkan kepakaran keduniaan untuk kebaikannya, bayi hati pula diajarkan makrifat rohani. Sebagaimana kanak- kanak bersih daripada dosa, bayi hati adalah tulen, bebas daripada kelalaian, ego dan ragu-ragu. Kesucian bayi biasanya menyata dalam bentuk zahir yang cantik. Dalam mimpi, kesucian dan ketulenan bayi hati muncul dalam rupa malaikat. Manusia berharap mendapat ganjaran syurga sebagai balasan kepada perbuatan baik tetapi hadiah- hadiah yang didatangi dari syurga didatangkan ke mari melalui tangan-tangan bayi hati. “Dalam kebun-kebun kenikmatan…melayani mereka anak-anak muda yang tidak berubah keadaan mereka”. (Surah Waqi'ah, ayat 12 – 17 ). “Melayani mereka adalah anak- anak muda laksana mutiara yang tersimpan”. (Surah Tur, ayat 24). Mereka adalah anak-anak kepada hati, menurut yang diilhamkan kepada sufi, dipanggil anak-anak kerana keelokan dan ketulenan mereka. Keindahan dan ketulenan mereka menyata dalam kewujudan zahir, dalam darah daging, dalam bentuk manusia. Oleh kerana keelokan dan kelembutan sifatnya ia dinamakan anak-anak hati, tetapi dia adalah manusia sejati yang mampu mengubah bentuk kejadian atau ciptaan kerana dia berhubung erat dengan Pencipta sendiri. Dia adalah wakil sebenar kemanusiaan. Di dalam kesedarannya tidak ada sesuatu malah dia tidak melihat dirinya sebagai sesuatu. Tiada hijab, tiada halangan di antara kewujudannya dengan Zat Allah. Nabi Muhammad s.a.w menggambarkan suasana demikian sebagaimana sabda baginda s.a.w, “ Ada masa aku dengan Allah di mana tiada malaikat yang hampir dan tidak juga nabi yang diutus”. Maksud ‘nabi' di sini ialah kewujudan lahiriah yang sementara bagi Rasulullah s.a.w sendiri. Malaikat yang paling hampir dengan Allah ialah cahaya suci Muhammad s.a.w, kejadian pertama. Dalam suasana kerohanian itu baginda s.a.w sangat hampir dengan Allah sehingga wujud zahirnya dan rohnya tidak berkesempatan menghijabkannya dengan Allah. Baginda s.a.w menggambarkan lagi suasana demikian, “ Ada syurga Allah yang tidak ada mahligai dan taman-taman atau sungai madu dan susu, syurga yang di dalamnya seseorang hanya menyaksikan Wajah Allah Yang Maha Suci” . Allah s.w.t berfirman: “Beberapa muka pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannya dia memandang”. (Surah Qiamat, ayat 22 & 23). Pada suasana atau makam tersebut jika seseorang makhluk termasuklah malaikat mendekatinya kewujudan badannya akan terbakar menjadi abu. Allah s.w.t berfirman melalui rasul-Nya: “Jika Aku bukakan penutup sifat keperkasaan-Ku dengan bukaan yang sangat sedikit sahaja, semua akan terbakar sejauh yang dilihat oleh pandangan-Ku”. Jibrail yang menemani Nabi Muhamamd s.a.w pada malam mikraj, apabila sampai di Sidratul Muntaha, telah mengatakan jika dia melangkah satu langkah sahaja lagi dia akan terbakar menjadi abu. 4: MANUSIA KEMBALI KE KAMPUNG HALAMAN, KEPADA ASAL USUL / PERMULAAN MEREKA Manusia dipandang daripada dua sudut; wujud lahiriah dan wujud rohani. Dalam segi kewujudan lahiriah keadaan kebanyakan manusia adalah berlebih kurang saja di antara satu sama lain. Oleh yang demikian peraturan kemanusiaan yang umum boleh digunakan untuk sekalian manusia bagi urusan lahiriah mereka. Dalam sudut kewujudan rohani yang tersembunyi di sebalik wujud lahiriah, setiap manusia adalah berbeda. Jadi, peraturan yang khusus mengenai diri masing- masing diperlukan. Manusia boleh kembali kepada asalnya dengan mengikuti peraturan umum, dengan mengambil langkah-langkah tertentu. Dia mestilah mengambil peraturan agama yang jelas dan mematuhinya. Dengan demikian dia boleh maju ke hadapan. Dia boleh meningkat dari satu peringkat kepada peringkat yang lebih tinggi sehingga dia sampai dan memasuki jalan atau peringkat kerohanian, masuk ke daerah makrifat. Peringkat ini sangat tinggi dan dipuji oleh Rasulullah s.a.w, “ Ada suasana yang semua dan segala-galanya berkumpul di sana dan ia adalah makrifat yang murni”. Untuk sampai ke peringkat tersebut Perlulah dibuang kepura-puraan dan kepalsuan yang melakukan kebaikan kerana menunjuk-nunjuk. Kemudian dia perlu menetapkan tiga matlamat. Tiga matlamat tersebut sebenarnya adalah tiga jenis syurga. Yang pertama dinamakan Ma'wa – syurga tempat kediaman yang aman. Ia adalah syurga duniawi. Kedua, Na'im – taman keredaan Allah dan kurniaan-Nya kepada makhluk-Nya. Ia adalah syurga di dalam alam malaikat. Ketiga dinamakan Firdaus – syurga alam tinggi. Ia adalah syurga pada alam kesatuan akal asbab, rumah kediaman bagi roh-roh, medan bagi nama-nama dan sifat-sifat. Kesemua ini adalah balasan yang baik, keelokan Allah yang manusia berjasad akan nikmati dalam usahanya sepanjang tiga peringkat ilmu pengetahuan yang berturut-turut; usaha mematuhi peraturan syariat; usaha menghapuskan yang berbilang-bilang pada dirinya, melawan penyebab yang menimbulkan suasana berbilang-bilang itu, iaitu ego diri sendiri, bagi mencapai peringkat penyatuan dan kehampiran dengan Pencipta; akhirnya usaha untuk mencapai makrifat, di mana dia mengenali Tuhannya. Peringkat pertama dinamakan syariat, kedua tarekat dan ketiga makrifat. Nabi Muhammad s.a.w menyimpulkan keadaan- keadaan tersebut dengan sabda baginda s.a.w, “ Ada suasana di mana semua dan segala- galanya dikumpulkan dan ia adalah hikmah kebijaksanaan (makrifat)”. Baginda s.a.w juga bersabda, “Dengannya seseorang mengetahui kebenaran (hakikat), yang berkumpul di dalamnya sebab- sebab dan semua kebaikan. Kemudian seseorang itu mesti bertindak atas kebenaran (hakikat) tersebut. Dia juga perlu mengenali kepalsuan dan bertindak ke atasnya dengan meninggalkan segala yang demikian”. Baginda s.a.w mendoakan, “Ya Allah, tunjukkan kepada kami yang benar dan jadikan pilihan kami mengikuti yang benar itu. Dan juga tunjukkan kepada kami yang tidak benar dan permudahkan kami meninggalkannya”. Orang yang kenal dirinya dan menentang keinginannya yang salah dengan segala kekuatannya akan sampai kepada mengenali Tuhannya dan akan menjadi taat kepada kehendak-Nya. Semua ini adalah peraturan umum yang mengenai diri zahir manusia. Kemudian ada pula aspek diri rohani atau diri batin manusia yang merupakan insan yang tulen, suci bersih dan murni. Maksud dan tujuan diri ini hanya satu iaitu kehampiran secara keseluruhan kepada Allah s.w.t. Satu cara sahaja untuk mencapai suasana yang demikian, iaitu pengetahuan tentang yang sebenarnya (hakikat). Di dalam daerah wujud penyatuan mutlak, pengetahuan ini dinamakan kesatuan atau keesaan. Matlamat pada jalan tersebut harus diperolehi di dalam kehidupan ini. Di dalam suasana itu tiada beza di antara tidur dengan jaga kerana di dalam tidur roh berkesempatan membebaskan dirinya untuk kembali kepada asalnya, alam arwah, dan dari sana kembali semula ke sini dengan membawa berita-berita dari alam ghaib. Fenomena ini dinamakan mimpi. Dalam keadaan mimpi ia berlaku secara sebahagian-bahagian. Ia juga boleh berlaku secara menyeluruh seperti israk dan mikraj Rasulullah s.a.w. Allah berfirman: “Allah memegang jiwa-jiwa ketika matinya dan yang tidak mati, dalam tidurnya, lalu Dia tahan yang dihukumkan mati atasnya dan Dia lepaskan yang lain”. (Surah Zumaar, ayat 42). Nabi s.a.w bersabda, “Tidur orang alim lebih baik daripada ibadat orang jahil” . Orang alim adalah orang yang telah memperolehi pengetahuan tentang hakikat atau yang sebenar, yang tidak berhuruf, tidak bersuara. Pengetahuan demikian diperolehi dengan terus menerus berzikir nama keesaan Yang Maha Suci dengan lidah rahsia. Orang alim adalah orang yang zat dirinya ditukarkan kepada cahaya suci oleh cahaya keesaan. Allah berfirman melalui rasul-Nya: “Insan adalah rahsia-Ku dan Aku rahsianya. Pengetahuan batin tentang hakikat roh adalah rahsia kepada rahsia-rahsia- Ku. Aku campakkan ke dalam hati hamba-hamba-Ku yang baik-baik dan tiada siapa tahu Keadaannya melainkan Aku.” “Aku adalah sebagaimana hamba-Ku mengenali Daku. Bila dia mencari-Ku dan ingat kepada-Ku, Aku besertanya. Jika dia mencari-Ku di dalam, Aku mendapatkannya dengan Zat-Ku. Jika dia ingat dan menyebut-Ku di dalam jemaah yang baik, Aku ingat dan menyebutnya di dalam jemaah yang lebih baik”. Segala yang dikatakan di sini jika berhasrat mencapainya perlulah melakukan tafakur – cara mendapatkaan pengetahuan yang demikian jarang digunakan oleh orang ramai. Nabi s.a.w bersabda, “Satu saat bertafakur lebih bernilai daripada satu tahun beribadat”. “Satu saat bertafakur lebih bernilai daripada tujuh puluh tahun beribadat”. “Satu saat bertafakur lebih bernilai daripada seribu tahun beribadat”. Nilai sesuatu amalan itu tersembunyi di dalam hakikat kepada yang sebenarnya. Perbuatan bertafakur di sini nampaknya mempunyai nilai yang berbeda. Sesiapa merenungi sesuatu perkara dan mencari penyebabnya dia akan mendapati setiap bahagian mempunyai bahagian-bahagian sendiri dan dia juga mendapati setiap satu itu menjadi penyebab kepada berbagai- bagai perkara lain. Renungan begini bernilai satu tahun ibadat. Sesiapa merenungi kepada pengabdiannya dan mencari penyebab dan alasan dan dia dapat mengetahui yang demikian, renungannya bernilai lebih daripada tujuh puluh tahun ibadat. Sesiapa merenungkan hikmah kebijaksanaan Ilahi dan bidang makrifat dengan segala kesungguhannya untuk mengenal Allah Yang Maha Tinggi, renungannya bernilai lebih daripada seribu tahun ibadat kerana ini adalah ilmu pengetahuan yang sebenarnya. Pengetahuan yang sebenarnya adalah suasana keesaan. Orang arif yang menyintai menyatu dengan yang dicintainya. Daripada alam kebendaan terbang dengan sayap kerohanian meninggi hingga kepada puncak pencapaian. Bagi ahli ibadat berjalan di dalam syurga, sementara orang arif terbang kepada kedudukan berhampiran dengan Tuhannya. Para pencinta mempunyai mata pada hati mereka mereka memandang sementara yang lain terpejam sayap yang mereka miliki tanpa daging tanpa darah mereka terbang ke arah malaikat Tuhan jualah yang dicari! Penerbangan ini terjadi di dalam alam kerohanian orang arif. Para arifbillah mendapat penghormatan dipanggil insan sejati, menjadi kekasih Allah, sahabat-Nya yang akrab, pengantin-Nya. Bayazid al- Bustami berkata, “Para Pemegang makrifat adalah pengantin Allah Yang Maha Tinggi”. Hanya pemilik-pemilik ‘pengantin yang pengasih' mengenali mereka dengan dekat dan secara mesra.. Orang-orang arif yang menjadi sahabat akrab Allah, walaupun sangat cantik, tetapi ditutupi oleh keadaan luaran yang sangat sederhana, seperti manusia biasa. Allah berfirman melalui rasul-Nya: “ Para sahabat-Ku tersembunyi di bawah kubah-Ku. Tiada yang mengenali mereka kecuali Aku”. Kubah yang di bawahnya Allah sembunyikan sahabat-sahabat akrab-Nya adalah keadaan mereka yang tidak terkenal, rupa yang biasa sahaja, sederhana dalam segala hal. Bila melihat kepada pengantin yang ditutupi oleh tabir perkahwinan, apakah yang dapat dilihat kecuali tabir itu? Yahya bin Muadh al-Razi berkata, “ Para kekasih Allah adalah air wangi Allah di dalam dunia. Tetapi hanya orang-orang yang beriman yang benar dan jujur sahaja dapat menciumnya”. Mereka mencium keharuman baunya lalu mereka mengikuti bau itu. Keharuman itu mengwujudkan kerinduan terhadap Allah dalam hati mereka. Masing- masing dengan cara tersendiri mempercepatkan langkahnya, menambahkan usaha dan ketaatannya. Darjah kerinduannya, keinginannya dan kelajuan perjalanannya bergantung kepada berapa ringan beban yang dibawanya, sejauh mana dia telah melepaskan diri kebendaan dan keduniaannya. Semakin banyak seseorang itu menanggalkan pakaian dunia yang kasar ini semakin dia merasakan kehangatan. Penciptanya dan semakin hampirlah kepada permukaan akan muncul diri rohaninya. Kehampiran dengan yang sebenar (hakikat) bergantung kepada sejauh mana seseorang itu melepaskan kebendaan dan keduniaan yang menipu daya. Penanggalan aspek yang berbilang-bilang pada diri membawa seseorang hampir dengan satu-satunya kebenaran. Orang yang akrab dengan Allah adalah orang yang telah membawa dirinya kepada keadaan kekosongan. Hanya selepas itu baharulah dia dapat melihat kewujudan yang sebenarnya (hakikat). Tidak ada lagi kehendak pada dirinya untuk dia membuat sebarang pilihan. Tiada lagi ‘aku' yang tinggal, kecuali kewujudan satu-satunya iaitu yang sebenarnya (hakikat). Walaupun berbagai-bagai kekeramatan yang muncul melalui dirinya sebagai membuktikan kedudukannya, dia tidak ada kena mengena dengan semua itu. Di dalam suasananya tidak ada pembukaan terhadap rahsia- rahsia kerana membuka rahsia Ilahi adalah kekufuran. Di dalam buku yang bertajuk “Mirsad” ada dituliskan, ‘Semua orang yang kekeramatan zahir melalui mereka adalah ditutup daripadanya dan tidak memperdulikan keadaan tersebut. Bagi mereka masa kekeramatan muncul melalui mereka dianggap sebagai masa perempuan keluar darah haid. Wali-wali yang hampir dengan Allah perlu mengembara sekurang-kurangnya seribu peringkat, yang pertamanya ialah pintu kekeramatan. Hanya mereka yang dapat melepasi pintu ini tanpa dicederakan akan meningkat kepada peringkat-peringkat lain yang lebih tinggi. Jika mereka leka mereka tidak akan sampai ke mana-mana. 5: PENURUNAN MANUSIA KE PERINGKAT RENDAH YANG PALING BAWAH Allah Yang Maha Tinggi menciptakan roh suci sebagai ciptaan yang paling sempurna , yang pertama diciptakan, di dalam alam kewujudan mutlak bagi Zat-Nya. Kemudian Dia berkehendak menghantarkannya kepada alam rendah. Tujuan Dia berbuat demikian ialah bagi mengajar roh suci mencari jalan kembali kepada yang sebenar di tahap Maha Kuasa, mencari kedudukannya yang dahulu yang hampir dan akrab dengan Allah. Dihantarkan-Nya roh suci kepada perhentian utusan-utusan-Nya, wali-wali- Nya, kekasih-kekasih dan sahabat-sahabat-Nya. Dalam perjalanannya, Allah menghantarkannya mula-mula kepada kedudukan akal asbab bagi keesaan, bagi roh universal, alam nama-nama dan sifat-sifat Ilahi, alam hakikat kepada Muhammad s.a.w. Roh suci memiliki dan membawa bersama-samanya benih kesatuan. Apabila melalui alam ini ia dipakaikan cahaya suci dan dinamakan ‘roh sultan'. Apaabila melalui alam malaikat yang menjadi perantaraan kepada mimpi- mimpi, ia mendapat nama ‘roh perpindahan'. Bila akhirnya ia turun kepada dunia kebendaan ini ia dibaluti dengan daging yang Allah ciptakan untuk kesesuaian makhluk-Nya. Ia dibaluti oleh jirim yang kasar bagi menyelamatkan dunia ini kerana dunia kebendaan jika berhubung secara langsung dengan roh suci maka dunia kebendaan akan terbakar menjadi abu. Dalam hubungannya dengan dunia ini ia dikenali sebagai kehidupan, roh manusia. Tujuan roh suci dihantar ke tempat ciptaan yang paling rendah ini ialah supaya ia mencari jalan kembali kepada kedudukannya yang asal, makam kehampiran, ketika ia masih di dalam bentuk berdaging dan bertulang ini. Ia sepatutnya datang ke alam benda yang kasar ini, dan dengan melalui hatinya yang berada di dalam mayat ini, menanamkan benih kesatuan dan menunbuhkan pokok keesaan di dalam dunia ini. Akar pokok masih berada pada tempat asalnya. Dahannya memenuhi ruang kebahagiaan, dan di sana demi keredaan Allah, mengeluarkan buah kesatuan. Kemudian di dalam bumi hati roh itu menanamkan benih agama dan bercita-cita menumbuhkan pokok agama agar diperolehi buahnya, tiap satunya akan menaikkannya kepada peringkat yang lebih hampir dengan Allah. Allah membuatkan jasad-jasad atau tubuh-tubuh untuk dimasuki oleh roh-roh dan bagi roh-roh ini masing-masing mempunyai nama yang berbeza-beza. Dia bena ruang penyesuaian di dalam tubuh. Diletakkan-Nya roh manusia, roh kehidupan di antara daging dan darah. Diletakkan-Nya roh suci di tengah-tengah hati, di mana dibena ruang bagi jirim yang sangat seni untuk menyimpan rahasia di antara Allah dengan hamba-Nya. Roh- roh ini berada pada tempat yang berbeda-beda dalam tubuh, dengan tugas yang berbeda, urusan yang berbeda, masing-masing umpama membeli dan menjual barang yang berlainan, mendapat faedah yang berbeda. Perniagaan mereka sentiasa membawakan kepada mereka banyak manfaat dalam bentuk nikmati dan rahmat Allah. “Daripada apa yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terang, (mereka) mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi”. (Surah Fatir, ayat 29). Layaklah bagi setiap manusia mengetahui urusannya di dalam alam kewujudan dirinya sendiri dan memahami tujuannya. Dia mestilah faham bahawa dia tidak boleh meminda apa yang telah dihukumkan sebagai benar untuknya dan digantungkan dilehernya. Bagi orang yang mahu meminda apa yang telah dihukumkan untuknya, yang terikat dengan cita-cita dan dunia ini Allah berkata: “Tidaklah (mahu) dia ketahui (bagaimana keadaan) apabila dibongkarkan apa-apa yang di dalam kubur? Dan dizahirkan apa-apa yang di dalam dada?” (Surah ‘Aadiyat, ayat 9). “Dan tiap-tiap manusia Kami gantungkan (catatan) amalannya pada tengkuknya…” (Surah Bani Israil, ayat 13). 6: TEMPAT ROH-ROH DI DALAM BADAN Tempat roh manusia, roh kehidupan, di dalam badan ialah dada. Tempat ini berhubung dengan pancaindera dan deria-deria. Urusan atau bidangnya ialah agama. Pekerjaannya ialah mentaati perintah Allah . Dengan peraturan-peraturan yang ditentukan-Nya, Allah memelihara dunia nyata ini dengan teratur dan harmoni. Roh itu bertindak menurut kewajipan yang ditentukan oleh Allah, tidak menganggap perbuatannya sebagai perbuatannya sendiri kerana dia tidak berpisah dengan Allah. Perbuatannya daripada Allah; tidak ada perpisahan di antara ‘aku' dengan Allah di dalam tindakan dan ketaatannya. “Barangsiapa percaya akan pertemuan Tuhannya hendaklah mengerjakan amal salih dan janganlah ia sekutukan sesuatu dalam ibadat kepada Tuhannya”. (Surah Kahfi, ayat 110). Allah adalah esa dan Dia mencintai yang bersatu dan satu. Dia mahu semua penyembahan dan semua amal kebaikan, yang Dia anggap sebagai pengabdian kepada-Nya, menjadi milik-Nya semata- mata, tidak dikongsikan dengan apa sahaja. Jadi, seseorang tidak memerlukan kelulusan atau halangan daripada sesiapa pun di dalam pengabdiannya kepada Tuhannya, juga amalannya bukan untuk kepentingan duniawi. Semuanya semata-mata kerana Allah. Suasana yang dihasilkan oleh petunjuk Ilahi seperti menyaksikan bukit-bukti kewujudan Allah di dalam alam nyata ini; kenyataan sifat-sifat-Nya, kesatuan di dalam yang banyak, hakikat di sebalik yang nyata, kehampiran dengan Pencipta, semuanya adalah ganjaran bagi amalan kebaikan yang benar dan ketaatan tanpa mementingkan diri sendiri. Namun, semuanya itu di dalam taklukan alam benda, daripada bumi yang di bawah tapak kaki kita sehinggalah kepada langit- langit. Termasuk juga di dalam taklukan alam dunia ialah kekeramatan yang muncul melalui seseorang, misalnya berjalan di atas air, terbang di udara, berjalan dengan pantas, mendengar suara dan melihat gambaran dari tempat yang jauh atau boleh membaca fikiran yang tersembunyi. Sebagai ganjaran terhadap amalan yang baik manusia juga diberikan nikmati di akhirat seperti syurga, khadam- khadam, bidadari, susu, madu, arak dan lain-lain. Semuanya itu merupakan nikmati syurga tingkat pertama, syurga dunia. Tempat ‘roh perpindahan atau roh peralihan' ialah di dalam hati. Urusannya ialah pengetahuan tentang jalan kerohanian. Kerjanya berkait dengan empat nama-nama pertama bagi nama-nama Allah yang indah. Sebagaimana dua belas nama-nama yang lain empat nama tersebut tidak termasuk di dalam sempadan suara dan huruf. Jadi, ia tidak boleh disebut. Allah Yang Maha Tinggi berfirman: “Dan bagi Allah jualah nama- nama yang baik, jadi serulah Dia dengan nama-nama tersebut”. (Surah A'raaf, ayat 180). Firman Allah di atas menunjukkan tugas utama manusia adalah mengetahui nama-nama Tuhan. Ini adalah pengetahuan batin seseorang. Jika mampu memperolehi pengetahuan yang demikian dia akan sampai kepada makam makrifat. Di samalah pengetahuan tentang nama keesaan sempurna. Nabi s.a.w bersabda, “ Allah Yang Maha Tinggi mempunyai sembilan puluh sembilan nama, siapa mempelajarinya akan masuk syurga” . Baginda s.a.w juga bersabda, “Pengetahuan adalah satu. Kemudian orang arif jadikannya seribu” . Ini bermakna nama kepunyaan Zat hanyalah satu. Ia memancar sebagai seribu sifat kepada orang yang menerimanya. Dua belas nama-nama Ilahi berada di dalam lengkungan sumber pengakuan tauhid “La ilaha illa Llah” . Tiap satunya adalah satu daripada dua belas huruf dalam kalimah tersebut. Allah Yang Maha Tinggi mengurniakan nama masing- masing bagi setiap huruf di dalam perkembangan hati. Setiap satu daripada empat alam yang dilalui oleh roh terdapat tiga nama yang berlainan. Allah Yang Maha Tinggi dengan cara ini memegang erat hati para pencinta-Nya, dalam kasih sayang-Nya. Firman-Nya: “Allah tetapkan orang-orang yang beriman dengan perkataan yang tetap di Penghidupan dunia dan akhirat”. (Surah Ibrahim, ayat 27). Kemudian dikurniakan kepada mereka kehampiran-Nya. Dia sediakan pokok keesaan di dalam hati mereka, pokok yang akarnya turun kepada tujuh lapis bumi dan Dahannya meninggi kepada tujuh lapis langit, bahkan meninggi lagi hingga ke arasy dan mungkin lebih tinggi lagi. Allah berfirman: “Tidakkah engkau perhatikan bagaimana Allah adakan misal, satu kalimah yang baik seperti pohon yang baik, pangkalnya tetap dan cabangnya ke langit . (Surah Ibrahim, ayat 24). Tempat ‘roh perpindahan atau roh peralihan' adalah di dalam nyawa kepada hati. Alam malaikat berterusan di dalam penyaksiannya. Ia boleh melihat syurga alam tersebut, penghuninya, cahayanya dan semua malaikat di dalamnya. Kalam ‘roh peralihan' adalah bahasa alam batin, tanpa huruf tanpa suara. Perhatiannya berterusan menyentuh soal- soal rahsia-rahsia maksud yang tersembunyi. Tempatnya di akhirat apabila kembali ialah syurga Na'im, taman kegembiraan kurniaan Allah. Tempat ‘roh sultan' di mana ia memerintah, adalah di tengah- tengah hati, jantung kepada hati. Urusan roh ini ialah makrifat. Kerjanya ialah mengetahui semua pengetahuan ketuhanan yang menjadi perantaraan bagi semua ibadat yang sebenar-benarnya diucapkan dalam bahasa hati. Nabi s.a.w bersabda, “Ilmu ada dua bahagian. Satu pada lidah, yang membuktikan kewujudan Allah. Satu lagi di dalam hati. Inilah yang perlu bagi menyedarkan tujuan seseorang”. Ilmu yang sebenar- benarnya bermanfaat berada di dalam sempadan kegiatan hati. Nabi s.a.w bersabda, “Quran yang mulia mempunyai makna zahir dan makna batin” . Allah Yang Maha Tinggi membukakan Quran kepada sepuluh lapis makna yang tersembunyi. Setiap makna yang berikutnya lebih bermanfaat daripada yang sebelumnya kerana ia semakin hampir dengan sumber yang sebenarnya. Dua belas nama kepunyaan Zat Allah adalah umpama dua belas mata air yang memancar dari batu apabila Nabi Musa a.s menghentamkan batu itu dengan tongkatnya. “Dan (ingatlah) tatkala Musa mintakan air bagi kaumnya, maka Kami berkata, ‘Pukullah batu itu dengan tingkat kamu'. Lantas terpancar daripadanya dua belas mata air yang sesungguhnya setiap golongan itu mengetahui tempat minumnya”. (Surah Baqarah, ayat 60) . Pengetahuan zahir adalah umpama air hujan yang datang dan pergi sementara pengetahuan batin umpama mata air yang tidak pernah kering. “Dan satu tanda untuk mereka, ialah bumi yang mati (lalu) Kami hidupkannya dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, lalu mereka memakannya”. (Surah Yaa Sin, ayat 33). Allah jadikan satu bijian, sebiji benih di langit. Benih itu menjadi kekuatan kepada kehaiwanan di dalam diri manusia. Dijadikan-Nya juga sebiji benih di dalam alam roh- roh (alam al-anfus); menjadi sumber kekuatan, makanan roh. Bijian itu dijiruskan dengan air dari sumber hikmah. Nabi s.a.w bersabda, “Jika seseorang menghabiskan empat puluh hari dalam keikhlasan dan kesucian sumber hikmah akan memancar dari hatinya kepada lidahnya”. Nikmat bagi ‘roh sultan ialah kelazatan dan kecintaan yang dinikmatinya dengan menyaksikan kenyataan keelokan, kesempurnaan dan kemurahan Allah Yang Maha Tinggi. Firman Allah: “Dia telah diajar oleh yang bersangatan kekuatannya, yang berupa bagus, lalu ia menjelma dengan sempurnanya padahal ia di pehak atas yang paling tinggi. Kemudian ia mendekati rapat (kepadanya), maka adalah (rapatnya) itu kadar dua busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu Ia wahyukan kepada hamba-Nya apa yang Ia mahu wahyukan. Hatinya tidak mendusta apa yang dia lihat”. (Surah Najmi, ayat 5 – 11). Nabi s.a.w menggambarkan suasana demikian dengan cara lain, “Yang beriman (yang sejahtera) adalah cermin kepada yang beriman (yang sejahtera)” . Dalam ayat ini yang sejahtera yang pertama ialah hati orang yang beriman yang sempurna, sementara yang sejahtera kedua itu ialah yang memancar kepada hati orang yang beriman itu, tidak lain daripada Allah Yang Maha Tinggi sendiri. Allah menamakan Diri-Nya di dalam Quran sebagai Yang Mensejahterakan. “Dia jualah Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia…Yang Mensejahterakan (Pemelihara iman), Pemelihara segala- galanya” . (Surah Hasyr, ayat 23). Kediaman ‘roh sultan' di akhirat ialah syurga Firdaus, syurga yang tinggi. Setesen di mana roh-roh berhenti adalah tempat rahsia yang Allah buatkan untuk Diri- Nya di tengah-tengah hati, di mana Dia simpankan rahsia- Nya (Sirr) untuk disimpan dengan selamat. Keadaan roh ini diceritakan oleh Allah melalui pesuruh-Nya: “Insan adalah rahsia-Ku dan Aku rahsianya”. Urusannya ialah kebenaran (hakikat) yang diperolehi dengan mencapai keesaan; mencapai keesaan itulah tuagsnya. Ia membawa yang banyak kepada kesatuan dengan cara terus menerus menyebut nama-nama keesaan di dalam bahasa rahsia yang suci. Ia bukan bahasa yang berbunyi di luar. “Dan jika engkau nyaringkan perkataan, maka Sesungguhnya Dia mengetahui rahsia dan yang lebih tersembunyi”. (Surah Ta Ha, ayat 7) Hanya Allah mendengar bahasa roh suci dan hanya Allah mengetahui keadaannya. Nikmat bagi roh ini ialah penyaksian terhadap ciptaan Allah yang pertama. Apa yang dilihatnya ialah keindahan Allah. Padanya terdapat penyaksian rahsia. Pandangan dan pendengaran menjadi satu. Tidak ada perbandingan dan tidak ada persamaan tentang apa yang disaksikanya. Dia menyaksikan sifat Allah, keperkasaan dan kekerasan-Nya sebagai esa dengan keindahan, kelembutan dan kemurahan- Nya. Bila manusia temui matlamatnya, tempat kediamannya, bila dia temui akal asbab, pertimbangan keduniaannya yang memandunya selama ini akan tunduk kepada Perintahnya; hatinya akan rasa gentar bercampur hormat, lidahnya terkunci. Dia tidak berupaya menceritakan keadaan tersebut kerana Allah tidak menyerupai sesuatu. Bila apa yang diperkatakan di sini sampai ke telinga orang yang berilmu, mula-mula cubalah memahami tahap pengetahuan sendiri. Tumpukan perhatian kepada kebenaran (hakikat) mengenai perkara-perkara yang sudah diketahui sebelum mendongak ke ufuk yang lebih tinggi, sebelum mencari peringkat baharu, semoga mereka memperolehi pengetahuan tentang kehalusan perlaksanaan Ilahi. Semoga mereka tidak menafikan apa yang sudah diperkatakan, tetapi sebaliknya mereka mencari makrifat, kebijaksanaan untuk mencapai keesaan. Itulah yang sangat diperlukan.

Rabu, 07 Agustus 2013

Jin Pendamping, Saudara Kembar, Jin Qorin

By Mahkota Cahaya | At 07.50.00 | Label : | 0 Comments

Jin pendamping ,Adapun Dalam islam di sebut Qorin ?
Telah diteguhkan didalam syariat bahwa setiap manusia memiliki Qarin yang berasal dari setan-setan. Firman Allah swt :
 ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺮِﻳﻨُﻪُ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻣَﺎ ﺃَﻃْﻐَﻴْﺘُﻪُ ﻭَﻟَﻜِﻦ ﻛَﺎﻥَ
ﻓِﻲ ﺿَﻠَﺎﻝٍ ﺑَﻌِﻴﺪٍ
Artinya : “Qorinnya (yang mendampinginya) berkata (pula): “ Ya Tuhan Kami, aku tidak
menyesatkannya tetapi dialah yang
berada dalam kesesatan yang jauh “. (QS. 50 : 27)

Al Qurthubi mengatakan bahwa Qorin didalam ayat itu adalah setan.
Al Mahdawi menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan dalam hal ini.
Imam Ahmad dan Muslim
meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“ Tidaklah seorang pun
dari kalian melainkan dikuasai
pendamping dari kalangan jin.”

Mereka bertanya:
Anda juga, wahai Rasulullah? beliau menjawab: “Aku juga, hanya saja Allah membantuku mengalahkannya lalu ia masuk
Islam, tidaklah ia memerintahkan
kepadaku kecuali kebaikan.”

Muslim meriwayatkan , dari
Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari kediamannya pada suatu malam.
Aisyah berkata: Aku merasa
cemburu pada beliau lalu beliau datang dan melihat apa yang aku lakukan. Beliau bertanya: “Kenapa engkau, wahai Aisyah?” aku
menjawab: Orang sepertiku mengapa tidak menyemburui orang seperti anda? Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apa setanmu mendatangimu?” Aisyah bertanya:
Waha Rasulullah, apakah ada setan
menyertaiku? Beliau menjawab:
“Ya.” Aisyah bertanya: Juga
menyertai semua manusia? Beliau
menjawab: “Ya.” Ia bertanya:
Menyertai anda juga? Beliau
menjawab: “Ya, hanya saja Rabbku
menolongku mengalahkannya
hingga ia telah islam.”

Maksud dari Qorin adalah setan
yang mendampingi anak Adam
serta berusaha sekuat tenaga untuk
menyesatkannya dari jalan yang
lurus.
Di kalangan kita di nusantara ini biasa di sebut sebagai saudara kembar, bahkan tidak sedikit ke ilmuan tentang hal yang satu ini ,

Tidak mungkin seorang muslim mampu menguasai qorinnya itu serta memasukkannya
kedalam islam karena Allah swt telah menjadikan ia sebagai ujian bagi seorang hamba agar diketahui mana orang yang beriman dan mana yang selainnya.

Qorin Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam tidaklah beriman dan menjadi muslim menurut pendapat yang kuat dari para ahli ilmu.
Sesungguhnya Qorin itu telah menyerahkan diri dan tunduk kepada beliau.
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam ﻓﺄﺳﻠﻢ : terdapat riwayat
dengan merafa’ (dhamah) huruf mim dan menashabkan (fathah).

Dan jika ia dhommah maka ia
menjadi fi’il mudhore sehingga
maknanya : Aku selamat dari
kejahatan dan fitnahnya.
Sedangkan apabila ia dengan
fathah maka ia menjadi fi’il madhi
yang memiliki dua makna :
1. Bahwa jin itu telah islam dan
masuk kedalam agama islam.
2. Bahwa ia telah islam maknanya
adalah berserah diri dan
tunduk.
Sebagaimana terdapat riwayat seperti ini di selain
“Shahih Muslim” sebagaimana
dikatakan Nawawi didalam
“Syarh” nya.
Sementara Syeikhul Islam Ibnu
Taimiyah lebih menguatkan
pendapat bahwa Qorin Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah masuk islam, dia mengatakan bahwa ia (qorin) itu telah berserah diri dan tunduk.
Ibnu ‘Uyainah meriwayatkan “Fa Aslamu” dengan dhammah dan ia mengatakan bahwa sesungguhnya setan itu tidak muslim sementara perkataannya diriwayat lainnya :
Maka ia (qorin) itu tidaklah memerintahkanku kecuali kebaikan,
menunjukkan bahwa ia tidak lah
memerintahkannya kepada kejahatan, inilah keislamannya, walau itu hanyalah sebuah kiasan tentang ketundukannya bukan
tentang keimanannya kepada Allah.
Sebagaimana seseorang yang memaksa musuhnya yang nyata lalu memenjarakanya, dan sungguh musuhnya yang dipaksa
mengetahui bahwa orang yang memaksa itu tidak akan meneriman segala hal yang menunjukkan kepada kejahatan bahkan ia akan diberikan sangsi olehnya maka
ditengah keterpaksaannya bersamanya maka ia tidak akan menunjukkan kepadanya kecuali
kebaikan dikarenakan ketundukan dan kelemahannya bukan karena kebaikan diri dan agamanya.
Oleh karena itu Nabi shalallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda” hanya saja Allah membantuku mengalahkannya maka tidaklah ia memerintahkanku kecuali kebaikan.”
Yang pasti bahwa setiap muslim diharuskan untuk melawan setan ini, inilah yang dituntut darinya menurut syariat, dan ini adalah
perkara yang disanggupinya. Qorin ini terkadang membisikan kejahatan karena itu terdapat perintah untuk meminta
perlindungan terhadapa kejahatan
bisikannya didalam surat an Naas.
ﻣِﻦ ﺷَﺮِّ ﺍﻟْﻮَﺳْﻮَﺍﺱِ ﺍﻟْﺨَﻨَّﺎﺱِ ﴿ ٤ ﴾
ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﻮَﺳْﻮِﺱُ ﻓِﻲ ﺻُﺪُﻭﺭِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﴿ ٥ ﴾
ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨَّﺔِ ﻭَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﴿٦ ﴾
Artinya : “Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari
(golongan) jin dan manusia.” (QS.
An Naas : 4 – 6)
Terkadang dengan menjadikannya
lupa terhadap kebaikan, firman
Allah swt :
ﻓَﺄَﻧﺴَﺎﻩُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﺫِﻛْﺮَ ﺭَﺑِّﻪِ
Artinya : “Maka syaitan menjadikan
dia lupa menerangkan (keadaan
Yusuf) kepada tuannya.” (QS.Yusuf :
42)
Terkadang memberikan janji-janji
dan angan-anagan. Firman Allah
swt :
ﻳَﻌِﺪُﻫُﻢْ ﻭَﻳُﻤَﻨِّﻴﻬِﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﻳَﻌِﺪُﻫُﻢُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ
ﺇِﻻَّ ﻏُﺮُﻭﺭًﺍ
Artinya : “Syaitan itu memberikan
janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, Padahal syaitan itu tidak menjanjikan
kepada mereka selain dari tipuan belaka. ” (QS. An Nisaa : 120)
Terkadang dengan membisikan rasa
takut kedalam hati. Firman Allah
swt :
 ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺫَﻟِﻜُﻢُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻳُﺨَﻮِّﻑُ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀﻩُ
Artinya : “Sesungguhnya mereka itu
tidak lain hanyalah syaitan yang
menakut-nakuti (kamu) dengan
kawan-kawannya (orang-orang
musyik) .” (QS. Ali Imran : 175)

Oleh karena itu mintalah pertolongan kepada Allah dalam melawannya dan mengalahkannya. (Markaz al Fatwa No. 16408)
Sosok Menyerupai Orang yang
Sudah Meninggal Badaruddin asy Syubliy
mengatakan bahwa Jin memiliki
kemampuan terbang, membentuk dirinya dalam bentuk manusia dan hewan, ikan, ular, onta, sapi, kambing, kuda, peranakan kuda
dan keledai, keledai, burung dan
manusia, sebagaimana pernah datang setan menemui orang-orang Quraisy dalam rupa Suraqah bin Malik bin Ju’tsam tatkala mereka
hendak keluar menuju Badar.
Allah swt berfirman :
ﻭَﺇِﺫْ ﺯَﻳَّﻦَ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻬُﻢْ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻻَ
ﻏَﺎﻟِﺐَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﺟَﺎﺭٌ ﻟَّﻜُﻢْ
ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺗَﺮَﺍﺀﺕِ ﺍﻟْﻔِﺌَﺘَﺎﻥِ ﻧَﻜَﺺَ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﻘِﺒَﻴْﻪِ
ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺇِﻧِّﻲ ﺑَﺮِﻱﺀٌ ﻣِّﻨﻜُﻢْ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺭَﻯ ﻣَﺎ ﻻَ
ﺗَﺮَﻭْﻥَ ﺇِﻧِّﻲَ ﺃَﺧَﺎﻑُ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻭَﺍﻟﻠّﻪُ ﺷَﺪِﻳﺪُ
ﺍﻟْﻌِﻘَﺎﺏِ ﴿٤٨ ﴾
Artinya : “Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “tidak ada seorang
manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan Sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu”. Maka tatkala kedua
pasukan itu telah dapat saling
Lihat melihat (berhadapan), syaitan
itu balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu,
Sesungguhnya saya dapat melihat
apa yang kamu sekalian tidak dapat
melihat; Sesungguhnya saya takut
kepada Allah”. dan Allah sangat
keras siksa-Nya .” (QS. Al Anfal : 48)
Dan sebagaimana diriwayatkan
bahwa dia menyerupai seorang
kakek dari Najd tatkala mereka
berkumpul di “Daarun Nadwah”
untuk bermusyawarah tentang
permasalahan Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wa sallam apakah
mereka akan membunuhnya atau
memenjarakannya atau
mengusirnya.
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al
Khudriy bahwa di Madinah
terdapat sekelompok jin yang telah
masuk Islam. Maka barang siapa
yang melihat sesuatu yang aneh
dari sekelompok jin-jin ini, beri
izinlah dia untuk tinggal selama
tiga hari. Jika sesudah tiga dia
masih nampak, maka bunuhlah.
Karena dia adalah setan.” (Al
Mausu’ah Al Fiqhiyah Juz II hal
5545)
Dari penjelasan diatas tampak
bahwa jin diberikan kemampuan
untuk menyerupai berbagai bentuk
termasuk bentuk manusia baik yang
masih hidup maupun sudah
meninggal kecuali menyerupai
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa
sallam, sebagaimana diriwayatkan
oleh Imam Tirmdizi dari Abdullah
bin Mas’ud Rasulullah shalallahu
‘alaihi wa sallam
bersabda,”Barangsiapa yang melihatku disaat tidur maka sungguh dia telah melihatku.
Sesungguhnya setan tidak bisa menyerupaiku.” (HR, Tirimidzi, dia berkata ini adalah hadits hasan shahih)
Dengan demikian bentuk yang menyerupai seorang yang sudah meninggal adalah setan dari golongan jin.
Lalu apakah ia adalah qorinnya dari golongan jin ataukah jin yang lainnya? Wallahu A’lam
karena hal ini termasuk kedalam
permasalahan ghaib yang membutuhkan dalil-dalil yang berasal dari wahyu Allah swt, agar mantapnya iman di hati serta tidak salah faham dalam menanggapi sesuatu.
Semoga bermanfaat mohon maaf salah dan khilaf,sekaligus Mc mengucapkan selamat idul fitri mohon maaf lahir batin.
Demikianlah yang dapat Mc rangkum dari berbagai sumber dan di olah seperlunya.

Selasa, 06 Agustus 2013

Ternyata Gaza Palestina Pusat Kesehatan Terbesar Di Dunia, Mungkinkah ?

By Mahkota Cahaya | At 22.42.00 | Label : | 0 Comments

Seorang wartawan yang baru
beberapa bulan bekerja di salah
satu majalah terkenal di negera
Arab menjelaskan bahwa Gaza
adalah pusat kesehatan terbesar
(The Biggest Health Center) di
dunia. Ceritanya bermula ketika
sekretaris pimpinan redaksi
(Pemred) majalah itu
memberitahukan bahwa wartawan
bernama Sa’id itu harus segera
menghadap sang Pemred. Dengan
hati gembira, wartawan yang masih
muda dan enerjik tersebut segera
menghadap pimpinannya.
Sa’id diterima dengan sangat
hangat oleh pimpinannya sambil
berkata : Selamat datang wartawan
muda…. Terbukti keberadaan Anda
yang tidak begitu lama di Gaza
telah membuktikan pada kami
bahwa Anda adalah wartawan yang
tangguh dan serius. Saya mewakili
pimpinan media ini mengucapkan
banyak terima kasih..
Sebagai imbalannya, saya
memutuskan Anda menulis laporan
utama untuk terbitan pekan depan
terkait dengan blokade terhadap
Gaza yang dilakukan oleh Yahudi
dan pemerintah Mesir. Sa’idpun
menjawab dengan penuh
semangat : Terima kasih pak atas
kepercayaan yang diberikan kepada
saya. Semoga saya bisa
melaksanakan tugas mulia ini
dengan baik dan maksimal. Tema
Gaza ini memang menjadi
konsentrasi saya sejak saya
diterima bekerja di majalah ini.
Sa’id melanjutkan ungkapan
kegembiraannya : Saya akan tulis
semua hal terkait dengan Gaza
secara detail karana saat ini hati
kaum Muslimin sedunia memang
sedang terluka dan bersedih
melihat blokade terhadap Gaza.
Sambil menganggukkan kepala,
sang Pemred berucap; Anda benar,
Anda benar… lalu Sa’id berkata :
Saya akan mulai segera dan akan
buat tulisan-tulisan yang akan
menggema ke seluruh penjuru
dunia, insya Allah…Barakallahu fika
ya akhi… (semoga Allah
memberkahimu saudaraku), ucap
sang Pemred tadi. Namun, sebelum
Anda mulai menulis, ada beberapa
catatan kecil yang perlu Anda
perhatikan. Sai’id segera
beratanya : Apakah catatan kecil itu
pak?
Lalu sang Pemred meneruskan:
Andakan tahu bahwa majalah kita
ini tidak didukung oleh tokoh-tokoh
besar di negeri ini. Maksudnya?
Kata Sai’d, sambil menyela
perkataan pimpinannya itu.
Maksudnya, tulisan Anda jangan
sampai menyinggung pemerintahan
Arab yang terlibat memblokade
Gaza dengan penuh semangat dan
begitu aktif.. Semoga Allah
meridhai Anda..Kita tidak mau
bermasalah dengan para inteligen
negera-negara Arab yang ikut
memblokade Gaza… Bisa-bisa kita
dituduh merusak hubungan
persaudaraan antar negara-negara
Arab, kata Pemred itu..
Sambil melepaskan nafas
panjangnya, Sai’d menjawab :
Yaach… Oke pak. Saya akan jaga
catatan itu, kendati saya melihat
hubungan persaudaraan negara-
negara Arab tidak akan bisa dirusak
oleh siapapun…Lalu sang Pemred
meneruskan arahannya :
Barakallhu fik… Tapi, ada catatan
kecil lagi yang tak kalah pentingnya
yang perlu Anda ingat. Apa itu?
Jawab Sa’id… Andakan tahu bahwa
distribusi majalah kita bukan hanya
di negera-negara Arab, akan tetapi
juga di negara-negara Eropa dan
Amerika. Kita tidak mau dituduh
mendukung terorisme sehingga
majalah kita dilarang beredar di
sana. Sebab itu, dalam tulisan
nanti, Anda jangan sama sekali
menyinggung perlawanan bangsa
Palestina terhadap Israel dan hak
mereka untuk memerangi penjajah
Yahudi… Kita tidak mau
menghadapi banyak masalah…
Nanti kita dituduh mendukung
teroris. Oke? Semoga Allah
meridhai Anda. Kata Pemred
majalah tersebut.
Mendengar keterangan
pimpinannya, Sa’id menjawab : Baik
pak! Padahal dalam hatinya
berkata : Sadis amat Pemred ini,
mau membela Gaza, tapi tidak
boleh ini dan tidak boleh itu?
Dalam hatinya ia berkata : Aku
tidak mengerti bagaimana cara
membela masyarakat Gaza yang tak
punya senjata menghadapi pasukan
teroris Israel yang dilengkapi
dengan berbagai senjata canggih
itu?
Sa’id mengira ceramah Pemrednya
selesai. Tiba-tiba ia dikagetkan lagi
dengan ungkapannya : Kita tidak
boleh menyinggung oarng-rang kaya
Arab dan bagaimana mereka
menghabiskan uang mereka jutaan
dolar AS untuk pesta kembang api,
pesta artis, penyanyi di saat
penduduk Gaza mati kelaparan.
Andakan tahu sumber pendapatan
majalah kita dari iklan. Bila orang-
orang kaya itu tersinggung dan
marah pada majalah kita, kita tidak
akan mendapatkan iklan mereka..
Anda mengerti kan? Kita belum
siap kelaparan seperti penduduk
Gaza. Oke?
Mendengar ungkapan terakhir itu,
Said tidak bisa lagi
menyembunyikan marahnya, lalu ia
berkata. Oke Bos… Masih ada
perintah lain? Tanya Sa’id.
Sebenarnya tidak ada lagi. Saya
sebenarnya tidak mau banyak
menasehati Anda… Ingat ya!
Jangan bicara soal anak-anak Gaza
yang sedang berjuang menghadapi
kematian karena kelaparan dan
serangan berbagai penyakit. Anda
tahukan bahwa media Arab sibuk
mengurusi kontes kecantikan
hewan ternak. Sedangkan media
Barat sibuk pula meliput anjing
yang ditemukan pasukan Amerika
di Irak, bahkan mereka meminta
agar pemerintah Barack Obama
meberikan suaka poltik agar anjing
tersebut bisa masuk dan menjadi
warga negara Amerika.. Masalah ini
juga jangan Anda singgung. Nanti
organisasi penyayang hewan dunia
bisa marah kepada kita. Mengerti?
Kata Pemred itu kepada Sa’id.
Di muka Said memancar warna
kemerahan pertanda marahnya
sudah memuncak. Namun, karena
Sai’id seorang yang taat ibadah, ia
bisa menahan marahnya. Lalu ia
memuji Allah sambil berkata :
Subhanallah… Apalagi perintahnya
Bos? Bosnya dengan tenang
menjawab : Tidak ada lagi, hanya
itu saja, bagi saya sudah cukup.
Lalu Sa’id menimpali perkataan
bosnya : bapak yakin tidak ada lagi
perintah lain? Kitakan tidak ingin
orang lain marah karena tulisan
kita kan?
Mendengar pertanyaan itu, sang
Pemred ingat lagi masalah lain
yang tak boleh disinggung sambil
berkata : Oh ya, karena Anda
ingatkan saya, saya masih punya
larangan lain yakni, terkait dengan
dialog antar agama yang akan
diadakan di Negara kita bebrapa
hari lagi. Kita tidak mau dituduh
oleh para promotornya sebagai
penghalang acara tersebut. Sebab
itu, Anda jangan sama sekali
menyinggung kaum Yahudi dan
penindasan mereka terhadap
bangsa Palestina serta penghinaan
mereka terhadap tempat suci kaum
Muslimin. Nanti para penggagas
dan pendukung dialog antar agama
bisa marah pada majalah kita loh!.
Dengan suara keras, Sa’id
menjawab : OKE BOOOSS?
Akhirnyanya Sa’id keluar dari
ruangan pimpinannya dalam
keadaan marah besar karena dia
ditugaskan menulis tentang
kenyataan yang ada di Gaza, akan
tetapi dengan seribu satu
pantangan…Namun Sa’id tidak
kehabisan akal, karena ia seorang
wartawan cerdas. Tanpa melanggar
perintah bosnya, ia menulis
laporan utama terkait Gaza dan
keesokan harinya ia serahkan hasil
tulisannya itu kepada pimpinannya
agar dikoreksi sebelum diturunkan.
Isi tulisannya ialah :
Gaza adalah The Biggest Health
Center and NO.1 di dunia.
Penduduknya menghabiskan hari-
hari mereka dengan sangat bahagia
setelah memutuskan untuk
mengikuti nasehat para ahli
kesehatan moderen agar tidak
mengkonsumsi makanan yang
menyebabkan kolesterol tinggi,
tekanan darah naik, dan
kegemukan. Demikian pula, mereka
berhasil menghindari faktor-faktor
yang menyebabkan terjadinya
pencemaran lingkungan yang
disebabkan bahan bakar minyak
dan zat kimia lainnya. Untuk itu,
mereka menerapkan olah raga
berjalan kaki yang sangat
bermanfaat bagi kesehatan tubuh
dan akal, khususnya bagi para
manula, orang cacat, orang sakit
dan para wanita hamil.
Adapun rumah sakit dan tempat-
tempat pelayanan kesehatan sudah
ditutup, karena sudah terbukti dan
tidak perlu diragukan bahwa obat-
obat tradisional alias moderen
adalah penyebab munculnya
berbagai penyakit dan membunuh
daya imunitas tubuh. Sebab itu,
para penduduk Gaza kembali
mengkonsumsi obat-obatan yang
terbuat dari daun kayu dan
rumput-rumputan atau apa yang
disebut dengan alami atau herbal
karena mengikuti petuah atau
metode pengobatan kuno, atau
konsep, back to nature.
Sebab itu, penduduk Gaza menjadi
orang-orang yang kuat dan sehat
sehingga mampu menggali
terowongan sepanjang belasan
kilometer, pemberani, dan seakan
tidak mempan senjata canggih,
kendati dihujani dengan white
phosphor lebih dari 1.5 juta kg.
Karena itu pulalah semua
penduduk Gaza, laki-laki, wanita
dan anak-anak banyak
mengucapkan terima kasih pada
pemerintah yang ikut memblokade
mereka. Boikot dan blokade itu
telah menyebabkan mereka
menemukan jalan hidup (life style)
yang sehat wal afiat dan jauh dari
godaan peradaban yang merusak
kesehatan, baik fisik maupun akal.
Yang lebih utama, mereka meminta
pada Allah agar Allah memberikan
kesempatan pada para pemimpin
negera yang ikut memblokade Gaza,
isteri-isteri dan anak-anak mereka
agar dapat kesempatan
menerapkan pola hidup sehat
seperti yang mereka lakukan sejak
beberapa tahun belakangan.
Demikian juga, penduduk Gaza
berterima kasih pada pemerintahan
Israel yang dengan terpaksa
menugaskan ribuan pasukannya
untuk mengontrol dan meyakini
tidak sampainya bantuan dan
bahan-bahan yang berbahaya –
seperti yang dijelaskan
sebelumnya- ke Gaza. Semoga
blokade itu mejadi faktor kebaikan
yang banyak bagi Gaza dalam
segala hal dan turunnya
pertolongan dari Allah.
Amin yaa Robb."

(zadalebad.com)
(eramuslim.com)

Minggu, 28 Juli 2013

Paus vs Martin Luther

By Mahkota Cahaya | At 13.29.00 | Label : | 0 Comments


Sumber : Archa (forumSwaramuslim)

Kita berimajinasi tentang apa yang
terjadi pada sejarah gereja :
Pada mulanya adalah Petrus yang
dikasih wewenang untuk memegang
kunci surga oleh Yesus Kristus :
Mat 16:18-19 Dan Akupun
berkata kepadamu: Engkau
adalah Petrus dan di atas batu
karang ini Aku akan mendirikan
jemaat-Ku dan alam maut tidak
akan menguasainya. Kepadamu
akan Kuberikan kunci Kerajaan
Sorga. Apa yang kauikat di dunia
ini akan terikat di sorga dan apa
yang kaulepaskan di dunia ini
akan terlepas di sorga.”
Merasa memegang amanah suci,
Petrus meneruskan ‘hak waris’
pemegang kunci surga ini kepada
penerusnya, maka muncul-lah
dinasti Paus di Katolik Roma yang
mewarisi hak pemegang kunci
surga. Masalahnya : ternyata Paus-
Paus tersebut adalah manusia biasa
yang tidak terlepas dari dosa, dan
ironisnya sebagai pemegang kunci
surga juga punya hak untuk
menghapus dosa, seperti tercantum
dalam kitab suci :
Yoh. 20:23 Jikalau kamu
mengampuni dosa orang,
dosanya diampuni, dan jikalau
kamu menyatakan dosa orang
tetap ada, dosanya tetap ada.”
Bayangkan, para Paus ini bisa
menentukan seseorang masuk surga
atau tidak, dia bilang anda selamat
maka anda akan selamat, dia bilang
anda tetap berdosa maka anda
akan tetap berdosa, tidak ada jalan
lain untuk menghapus dosa anda.
Namun Paus tentu tidak sendirian,
karena gereja adalah suatu lembaga
yang di isi oleh banyak perangkat
dan orang, tidak mungkin Paus bisa
menjalankan ‘roda administrasi’
memegang kunci surga sendirian,
maka Paus dibantu oleh para
Uskup, Kardinal, Pastor yang
dilimpahkan ‘cipratan’ wewenang
untuk menghapus dosa. Celakanya
semua perangkat gereja tersebut
manusia biasa juga yang tidak luput
dari dosa.
Lalu Paus yang berdosa bilang
sama Uskup :”Sekarang saya yang
pegang kunci surga dan dikasih
kuasa untuk menghapus dosa, mau
nggak dosa anda saya hapus..??”,
tentu saja si Uskup mau, lalu Paus
bilang :”Tapi nanti kunci surganya
saya delegasikan ke kamu yaa..??
supaya kamu juga menghapus dosa
saya…”, nah…win-win solution
namanya, dua-duanya happy.. Lalu
Paus kongkalingkong sama Uskup :”
Kita bikin proyek penghapusan
dosa yuk…, umat khan banyak yang
butuh, lhaa..namanya mereka
manusia biasa pasti banyak dosa
dan ingin supaya dosanya dihapus
juga..”, ada demand ada bisnis,
maka gereja katolik mengarang-
ngarang ritual untuk menghapus
dosa, karena namanya proyek tentu
harus ada dukungan dana, si
jemaat yang memang butuh supaya
dosanya dihapus nggak bakalan
mikir untuk mengeluarkan biaya
berapapun agar dosanya terhapus
dan melenggang masuk surga.
Semua happy, Paus dan Uskup
kenyang, gereja bisa berjalan, si
jemaat juga puas.
Lalu datang Matin Luther, sebagai
orang yang cerdas dia melihat ini
sudah menyimpang dari kebenaran,
surga sudah dikangkangi oleh
gereja dan oknum-oknumnya,
ternyata wewenang pemegang kunci
surga yang diberikan Yesus Kristus
mengakibatkan, bukan malah
menghasilkan kebaikan dan
keselamatan bagi semua orang,
sebaliknya justru dijadikan alat
untuk membuat dosa-dosa baru,
yang kemudian bisa dihapus oleh
gereja. Setali tiga uang dengan
kelakuan gereja sendiri, merasa
sebagai pemegang kunci surga,
perbuatan dosa makin menjadi-
jadi, toh..bisa saling menghapus
dosa. Maka Martin Luther
mengeluarkan ajaran : semua orang
berhak untuk menghapus dosanya
sendiri, tidak ada itu wewenang
gereja untuk menentukan kita
berdosa atau tidak, yang
menentukan adalah Tuhan sendiri,
keselamatan adalah semata-mata
merupakan anugerah Tuhan, dan
itu didapat karena adanya iman
dalam dada. Kelakuan gereja
Katolik sami mawon dengan
kelakuan Yahudi dalam menentukan
keselamatan mereka, Luther juga
punya dasar alkitabiyah :
Gal. 3:12 Tetapi dasar hukum
Taurat bukanlah iman,
melainkan siapa yang
melakukannya, akan hidup
karenanya.
Rm. 3:28 Karena kami yakin,
bahwa manusia dibenarkan karena
iman, dan bukan karena ia
melakukan hukum Taurat.
Ef. 2:8 Sebab karena kasih karunia
kamu diselamatkan oleh iman; itu
bukan hasil usahamu, tetapi
pemberian Allah,
Tidak masuk akal para manusia
berdosa seperti Paus dan Uskup
bisa memegang kunci surga. Apa
bedanya gereja Katolik dengan
Yahudi kalau begitu..?? apa bedanya
para Paus dan Uskup dengan Imam
Yahudi, dua-duanya sama-sama
memonopoli keselamatan melalui
ritual yang harus dijalankan. Lalu
bagaimana caranya..?? Sayang
sekali Martin Luther waktu itu tidak
melirik kepada ajaran Islam yang
mengajarkan keseimbangan antara
iman dan amal baik sebagai syarat
masuk surga, bahwa keselamatan
diperoleh karena adanya ‘interaksi’
antara anugerah Tuhan dan usaha
manusia.
Luther bereaksi terhadap
kebobrokan gereja Katolik,
bergerak dari satu titik ekstrim ke
titik ekstrim lain. Hasil pikiran ini
menghasilkan ajang bisnis baru di
dunia Kekristenan : Proyek Iman.
Kalau memang surga didapat hanya
karena iman, lalu bagaimana
menentukan bahwa kita saat ini
benar-benar sudah beriman..??
ketika seseorang telah menyatakan
dirinya sudah beriman maka
dikatakan orang tersebut sudah
‘terlahir baru’, berubah dari
manusia berdosa menjadi orang
yang selalu dibawah naungan
Tuhan. Cuma masalahnya : sebagai
manusia tetap saja edan-eling,
kadang sadar, dilain waktu ngawur
lagi, emang sih…kuantitas dan
kualitas perbuatan dosa sudah jauh
berkurang dibandingkan ‘masa
jahiliyah’ dulu, tapi hati tetap
bertanya : saya ini sudah selamat
apa belum yaa..?? Pengikut Martin
Luther butuh kepastian, maka : ada
demand tentu ada bisnis. Muncul-
lah orang-orang yang mengaku
sudah terlahir baru dan
menyatakan bisa mengukuhkan dan
memastikan seseorang sudah
beriman atau belum. Karena ini
menyangkut objek yang abstrak dan
tidak bisa diuji secara eksak, maka
sulit untuk menentukan ‘standard
keselamatan’. Orang-orang ini bikin
gereja sendiri, sewa ruko atau
rukan, yang punya modal cukup,
bisa bikin bangunan megah dan
menyewa stasiun televisi untuk
menyebarkan kemampuannya
mengukuhkan iman. Ini semua
memerlukan dana yang tidak
sedikit untuk sewa atau beli
bangunan, bayar sound system dan
sewa jam tayang ditelevisi,
termasuk tentunya buat gaji si
pengelola untuk nafkah hidup dia
dan keluarganya. Maka teknik-
teknik berkhotbah dipelajari dan
didalami supaya bisa meraup
banyak pengikut, kalau perlu sedikit
demonstrasi mukjizat, boleh pakai
sulap atau trik-trik lainnya semisal
orang lumpuh tiba-tiba bisa jalan.
Tentu saja hal ini ditangkap oleh
pengikut Kristen yang memang
membutuhkan kepastian
keselamatannya. Uang bukan
masalah untuk membeli
keselamatan, terjadi lagi win-win
solution, si pendeta happy, jemaat
juga senang. Nasib umat Kristen
Ibarat : “Keluar dari mulut
harimau, masuk mulut buaya”.
Umat Islam sebenarnya prihatin
melihat nasib yang dialami saudara-
saudara mereka ini, terlihat adanya
kebingungan dan kesesatan, bahkan
sekalipun dilihat dari sisi akal
sehat, namun saudara-saudara
Kristen mereka ini banyak yang
tidak menyadarinya, atau ada juga
sebagian sebenarnya punya
kesadaran telah tersesat, namun
gengsi untuk mengakui, lalu
bersikap ‘pura-pura tidak tersesat’.
Ini juga sikap yang menimbulkan
keprihatinan karena yang
dipertaruhkan adalah nasibnya
kelak di akherat, dan yang akan
mengalaminya tentu si Kristen itu
sendiri.

Sabtu, 29 Juni 2013

Permainan Yang Melecehkan Islam

By Mahkota Cahaya | At 09.12.00 | Label : | 0 Comments

Islam itu senantiasa mendapatkan pelecehan.tidak ketinggalan sampai─sampai permainanpun tak luput dari tangan
si jahil…ツ
Mengapa…? Ada apa …? mungkin ada jawaban di benak kita masing─masing.
⇩ Inilah 8 Game Online
yang Melecehkan
Simbol Simbol Islam yg di rangkum dari berbagai sumber internet. ∵

Beberapa Waktu lalu sebagian Publik
dunia dihebohkan oleh Film Anti
Islam "innocence of Moslims"
yang dibuat oleh Seorang Penipu,
bagi umat Islam yang Aktif dalam
diskusi lintas Agama
Hujatan,Hinaan dan Pembentukan
Opini buruk tentang Nabi
Muhammad Shallallahu alaihi
wassalam yang disajikan dalam
film tersebut hanyalah sebagian
kecil saja, tetapi kenyataan
tersebut adalah mengungkap
kebenenaran ayat ayat Allah yaitu
tentang keberadaan sekelompok
orang yang memiliki kebencian
terhadap Islam,yaitu dari
kalangan orang Kafir dan Orang
Musyrik
Qs Ash Shaf 8
َﻥﻭُﺪﻳِﺮُﻳ ﺍﻮُﺌِﻔْﻄُﻴِﻟ َﺭﻮُﻧ ِﻪَّﻠﻟﺍ
ْﻢِﻬِﻫﺍَﻮْﻓَﺄِﺑ ُﻪَّﻠﻟﺍَﻭ ُّﻢِﺘُﻣ ِﻩِﺭﻮُﻧ
ْﻮَﻟَﻭ َﻩِﺮَﻛ َﻥﻭُﺮِﻓﺎَﻜْﻟﺍ
Mereka ingin hendak
memadamkan cahaya (agama)
Allah dengan mulut (ucapan-
ucapan) mereka, dan Allah
tetap menyempurnakan
cahaya-Nya meskipun orang-
orang kafir benci.
َﻮُﻫ ﻱِﺬَّﻟﺍ َﻞَﺳْﺭَﺃ ُﻪَﻟﻮُﺳَﺭ
ٰﻯَﺪُﻬْﻟﺎِﺑ ِﻦﻳِﺩَﻭ ِّﻖَﺤْﻟﺍ
ُﻩَﺮِﻬْﻈُﻴِﻟ ﻰَﻠَﻋ ِﻦﻳِّﺪﻟﺍ ِﻪِّﻠُﻛ
ْﻮَﻟَﻭ َﻩِﺮَﻛ َﻥﻮُﻛِﺮْﺸُﻤْﻟﺍ
Dia-lah yang mengutus Rasul-
Nya dengan membawa
petunjuk dan agama yang
benar agar Dia
memenangkannya di atas
segala agama-agama meskipun
orang-orang musyrik benci.
Orang Kafir dan Orang Musyrik
dari waktu ke waktu hingga akhir
Zaman sebagian mereka akan
menunjukan kebencian mereka
dengan menggunakan berbagai
Media media sejamannya.
Kalau dahulu orang Kafir dan
Orang Musyrik menunjukan
Kebencian mereka melalui
syair ,kemudian melalui buku
buku, kini bisa kita saksikan
beberapa tahun belakangan ini,
Orang Kafir dan Orang Musyrik
menyampaikan dalam beraneka
ragam media.
Mereka menggunakan media
media yang diminati oleh banyak
orang dari
Novel ,Komik,Karikatur,Blog,Web,
Film. dan Game Online ,sebuah
media permainan yang banyak
digemari banyak orang terutama
kalangan anak anak dan
remaja .juga tidak lepas dari
upaya orang Kafir dan Musyrik.
Pada tulisan ini mengungkap
beberapa contoh Game Online
yang melecehkan Simbol simbol
Islam,
Informasi ini saya kira sangat
penting kita ketahui terutama
umat Islam bahwa berbagai
cara dilakukan orang kafir
dalam upayanya menghina
agama Islam salah satunya
disisipkan melalui game baik
melalui jalan cerita, tokoh atau
properti yang digambarkan.
Berikut ini beberapa game yang
didalamnya terdapat
penghinaan terhadap agama
Islam :
1 .DEVIL MAY CRY 3
Game buatan CAPCOM yang
banyak digemari ini
menceritakan mengenai
seorang tokoh yang bertugas
membasmi setan untuk
menyelesaikannya harus
melalui 12 pintu. Tokoh
utamanya bernama Dante,
nama karakter ini diambil dari
nama Dante Alighieri seorang
penyair Italy abad ke-14, dan
pejuang di masa Perang Salib
III.
Adapun unsur penghinaan
terhadap Islam pada game ini
adalah beberapa scene dalam
game tersebut ditampilkan
pintu yang sangat mirip dengan
pintu Ka'bah sebagai pintu
yang menghubungkan antara
dunia setan dan dunia nyata,
lihat sceenshot dibawah.
Yang membukakan pintu
adalah karakter yang
membawa kitab diceritakan dia
adalah budak setan. Ketika
membuka pintu, karakter
tersebut membaca mantra yang
kurang lebih artinya "wahai
pintu yang menghubungkan
dunia kegelapan". Di akhir
scene karakter tersebut
membaca kitab yang
dibawanya yaitu 7 ayat
kemusnahan yang tercatat
didalam bible, "Wrath, Sloth,
Lust, Gluttony, Greed, Pride
dan terakhir Envy".
Penghinaan di game ini saya
rasa sangat jelas, karena
Ka'bah adalah kiblat seluruh
umat Islam di dunia, jadi
sangat mustahil orang kafir itu
tidak mengetahui hal tersebut,
sehingga mereka membuatnya
menjadi pintu masuk ke sarang
setan ini sudah sangat sangat
keterlaluan.
2.RESIDENT EVIL 4
Resident Evil 4 merupakan
game bercerita tentang bahaya
virus biologi yang bisa
merubah manusia jadi zombie.
Singkatnya, misi pada game ini
adalah untuk menyelamatkan
anak presiden Amerika yang
diculik oleh kelompok penjahat
pemuja setan yang bernama
"Los Illuminados" atau The
Illuminated.
Screenshot dari gameplay
Resident Evil 4 yang menghina
Islam.
Bandingkan dengan gambar
dibawah ini
Pintu Masjid Nabawi tersebut
mereka tambahi dengan
lambang kelompok penjahat
"Los Illuminados".
Game ini buatan CAPCOM dari
Jepang sama seperti game Devil
May Cry, jadi bukan sebuah
kebetulan bila memang
bertujuan untuk menghina
Islam.
3.PRINCE OF PERSIA
The Sand of Time
Game ini berlatar belakang
Persia yang sekarang termasuk
kawasan Iran, Irak dan Mesir
walaupun settingnya Timur
Tengah namun gamenya sama
sekali tidak mengandung
makna Islami, baik dari setting
maupun jalan cerita, setting
yang diambil di dalam game
tersebut adalah pada masa
Persia sebelum Islam, yaitu
pada masa mereka masih
menganut faham zoroaster.
Cerita dari game ini tentang
seorang pangeran yang hendak
membalas dendam, memang
secara kasat mata tidak terlalu
nampak penghinaannya.
Namun kalau dicermati pada
pedang Pangeran Dastan tokoh
utama pada game ini.
Terdapat tulisan kaligrafi
arab yang artinya "Sebarkanlah
ajaranku walaupun satu ayat.."
yang merupakan Hadits
Rasulullah SAW. Pangeran
Dastan menggunakan
pedangnya untuk membalas
dendam dan membunuh siapa
saja yang menghalanginya, jadi
secara tidak langsung game ini
mengatakan bahwa ajaran
Islam disebarkan dengan cara
kekerasan dan pembunuhan.
4.DANTE'S INFERNO
Dante’s Inferno adalah game
mengenai seorang karakter
yang misinya dilakukan di
dalam neraka, pemain
membuat pilihan
memusnahkan atau
menyucikan roh manusia yang
dikutuk menggunakan cahaya
salib untuk dihantarkan ke
surga. Game ini menggunakan
tempat neraka yang
digambarkan terbahagi menjadi
sembilan tingkat lingkaran
(Circles Of Hell) menurut dosa
pada setiap manusia, seperti
Lust, Gluttony, Greed, Anger,
Violence, dan lain sebagainya.
Dante adalah karakter yang di
adaptasikan dari nama Dante
Alighieri, seorang penyair abad
ke-14, seorang pejuang di masa
Perang Salib III sama seperti
nama karakter game Devil May
Cry.
Lalu dimana letak penghinaan
dalam game ini ?
Menurut website Gameslatest
bahwa negara Timur Tengah
telah mengharamkan game
Dante's Inferno yang
diterbitkan oleh perusahaan
pengembang EA Games karena
latar belakang cerita game ini
yang diambil dari seorang
penyair Dante Alighieri
(1265-1321), sastrawan besar
Italy, dalam Inferno-nya
mengatakan bahwa Nabi
Muhammad SAW dan sahabat
beliau, Ali bin Abi Talib,
dimasukkan ke dalam neraka
tingkat ke lapan, karena ia
telah memecah belah
masyarakat dengan ajarannya
dan menabur kekejian selama
hidupnya. Berdasarkan maksud
yang tersirat pada "sajak
suci"nya dari Inferno Canto
XXVIII.
Inferno XXVIII, 19-42
Gambaran ilustrasi di atas
diambil dari salah satu
lukisan-lukisan dari berbagai
manuskrip yang tersimpan di
perpustakaan-perpustakaan
besar dunia termasuk ada yang
telah membuat satu film bisu
pada tahun 1911 (The 1911
Italian silent film L’Inferno
contained a dramatization of the
scene; Mohammed is shown with
his entrails hanging out ).
Jadi game Dante's Inferno ini
telah menerapkan nilai-nilai
negatif dan berunsur
penghinaan kepada umat Islam
seluruh dunia dari sajak Dante
Alighieri.
CLIVE BARKER'S UNDYING
Game besutan EA Games ini
menceritakan tentang
perlawanan terhadap setan
dengan karakter utama
bernama Clive Barker di mana
ia harus membunuh semua
setan yang menguasai sebuah
istana dan menghidupkan
kembali pemilik istana. Tetapi
yang digambarkan dalam
istana yang diduduki setan itu
terdapat nama Allah di dinding
istana tersebut. Ini seolah-olah
menggambarkan bahwa siapa
yang menyembah Allah itu
adalah sekutu setan,
perharikan gambar di bawah.
GUITAR HERO 3
Legends Of Rock
Guitar Hero 3 adalah
permainan komputer yang
memainkan lagu-lagu rock
klasik, dalam beberapa scene
game Guitar Hero 3 ini telah
menghina kalimah Allah SWT.
Perhatikan bagaimana tulisan
kalimah Allah ini telah
dijadikan lantai dan kemudian
dipijak-pijak oleh makhluk
yang serupa setan bermain
gitar. Sungguh biadap game ini.
Game ini dibuat oleh Neversoft
dan dikeluarkan oleh Activision
dan RedOctane. Neversoft
adalah sebuah pengembang
game yang pusat di Amerika
Serikat. Dimiliki oleh Joel
Jewett (berasal dari Montana,
Amerika) bersama dengan Chris
Ward dan Mick West. Chris dan
Mick keduanya berasal dari
Yorkshire, England.
STRONGHOLD CRUSADER
Game mengambil setting
kisah Perang Salib atau
Crusader, perang salib menurut
sejarahnya adalah perang
bernuansa keagamaan antara
kaum Muslimin dan Nasrani,
dimana banyak orang Islam
yang dibantai dalam
peperangan tersebut.
COUNTER STRIKE
Condition Zero - Deleted
Scenes
Game Counter Strike
Condition Zero - Deleted Scenes
ini bersetting tentang perang
terhadap teroris atau pembajak,
dimana sering terdengar
kalimat "Allahu Akbar " dan
"Jihat " setiap kali para teroris
yang tertembak. Sehingga
seakan-akan mengidentikkan
teroris atau penjahat dengan
Islam.
Jadi buat kita semua agar
selalu waspada terhadap
propaganda orang-orang kafir
yang dengan berbagai cara
untuk merusak akidah Islam
dalam kehidupan termasuk
dalam hal-hal yang kecil
sekalipun, apalagi yang sudah
mempunyai anak agar lebih
memperhatikan pergaulan dan
apa yang lakukannya dengan
lebih bijak.
Semoga bermanfaat Dan Salam.✔

Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz