Tampilkan postingan dengan label Padang Masyar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Padang Masyar. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2011

Dasyatnya Padang Masyar(Bag 5)

By Unknown | At 06.25.00 | Label : | 0 Comments

kaligrafi-Allah-Muhammad Diriwayatkan dalam kitab “Tadzkiratul Qurthubi” (juz 1 hal 280) dan “Tafsir Mafatihul Ghaib” Lil Imam Fakhrudin Ar-Raaziy (juz 2 hal 9) Maktabah Syamilah dari Sayyidina Abu Hurairah RA, Baginda Rasulullah SAW bersabda: “…Bahwa pada saat penghuni mahsyar dalam ketakutan, kepedihan dan kebingungan yang luar biasa, terkatung-katung dalm waktu yang lama sekali, beribu-ribu tahun dibiarkan oleh Allah SWT tanpa ada keputusan dan ketentuan, maka orang-orang shalih dari bawah naungan `Arsy berseru:
“Wahai para penghuni mahsyar, apakah kalian semua tidak merasakan dahsyatnya penderitaan yang kalian alami? Apakah belum cukup dahsyatnya derita dan kesengsaraan yang sudah lama sekali menimpa kalian ? coba kalian berusaha, siapakah kiranya yang bisa memberikan syafa`at (pertolongan) kepada kalian ? (agar segera Allah SWT memberikan keputusan dengan dilaksanakannya hisab)”.

Kemudian mereka bersepakat dengan berkata: “Sesungguhnya yang paling berhak adalah Nabi Adam AS, sesunggunya beliau adalah bapak kita semua”. Maka sebagian dari mereka berbondong-bondong mendatangi Nabi Adam AS dan berkata:
“Wahai Nabi Adam AS bapak kami, bapak semua manusia, sesungguhnya Allah SWT telah memuliakanmu tanpa perantara dan meniupkan ruh secara langsung dan memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadamu, wahai Nabi Adam AS, tolonglah kami (berikanlah syafa`at kepada kami). Tegakah engkau melihat kami anak cucumu dalam penderitaan, kepedihan dan ketakutan yang sangat dahsyat seperti ini?”.
Nabi Adam AS berkata:

اِنَّ رَبِّي قَدْغَضِبَ الْيَوْمَ غَضْبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ وَلَنْ يَغْضَبَ بَعْدَهُ مِثْلَهُ…نَفْسِي نَفْسِي..إِذْهَبُوْا إِلَي نُوْحٍ

“Sesungguhnya saat ini adalah puncaknya kemurkaan Allah SWT, tidak pernah Allah SWT semurka ini… Sesungguhnya aku lebih mengkhawatirkan diriku sendiri…Datanglah kalian kepada Nabi Nuh AS, semoga beliau bisa membantu kalian”.
Maka merekapun berbondong-bondong mendatangi Nabi Nuh AS, namun beliaupun berkata sebagaimana yang dikatakan Nabi Adam AS:
“Sesungguhnya saat ini adalah puncaknya kemurkaan Allah SWT, tidak pernah Allah SWT semurka ini… Sesungguhnya aku lebih mengkhawatirkan diriku sendiri…Datanglah kalian kepada Nabi Ibrahim AS, semoga beliau bisa membantu kalian”.
Maka merekapun berbondong-bondong mendatangi Nabi Ibrahim AS, namun beliaupun berkata sebagaimana yang dikatakan Nabi Nuh AS:
“Sesungguhnya saat ini adalah puncaknya kemurkaan Allah SWT, tidak pernah Allah SWT semurka ini… Sesungguhnya aku lebih mengkhawatirkan diriku sendiri…Datanglah kalian kepada Nabi Musa AS, semoga beliau bisa membantu kalian”.
Maka merekapun berbondong-bondong mendatangi Nabi Musa AS, namun beliaupun berkata sebagaimana yang dikatakan Nabi Ibrahim AS:
“Sesungguhnya saat ini adalah puncaknya kemurkaan Allah SWT, tidak pernah Allah SWT semurka ini… Sesungguhnya aku lebih mengkhawatirkan diriku sendiri…Datanglah kalian kepada Nabi Isa AS, semoga beliau bisa membantu kalian”.
Maka merekapun berbondong-bondong mendatangi Nabi Isa AS, namun beliaupun berkata sebagaimana yang dikatakan Nabi Musa AS:
“Sesungguhnya saat ini adalah puncaknya kemurkaan Allah SWT, tidak pernah Allah SWT semurka ini… Sesungguhnya aku lebih mengkhawatirkan diriku sendiri…Datanglah kalian kepada Nabi Muhammad SAW, semoga beliau bisa membantu kalian”.
Maka merekapun dengan penuh harapan berbondong-bondong mendatangi Baginda Rasulullah SAW, Nabi kekasih Allah SWT, pemberi Syafa`at, junjungan seluruh alam dan berkata:

يَامُحَمَّدُ أَنْتَ رَسُوْلُ اللهِ وَخَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَغَفَرَ اللهُ لَكَ مَاتَقَدَّمَ وَمَاتَأَخَّرَ إِشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ مَانَحْنُ فِيْهِ أَلاَ تَرَى مَاقَدْ بَلَغَنَا ؟

“Wahai Baginda Nabi Muhammad utusan Allah SWT, Nabi Akhir zaman yang terjaga dari segala dosa, berikanlah Syafa`at kepada kami agar selamat dari segala penderitaan kami yang sangat dahsyat luar biasa ini”.
Baginda Rasulullah SAW bersabda:

أَنَا لَهَا  أَنَا لَهَا

“Sungguh akulah yang telah diizinkan untuk memintanya, sungguh aku akan melaksanakannya”.
Kemudian Baginda Rasulullah SAW pergi kebawah Arsy bersujud, memanjatkan pujian kepada Allah SWT dengan pujian yang belum pernah diucapkan oleh satu makhlukpun, kemudian Allah SWT menganugerahi maqam “Al-Mahmud” (kedudukan yang terpuji yang tidak bisa dicapai oleh siapapun) dan berfirman:

يَامُحَمَّدُ اِرْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ

“Wahai Muhammad kekasihku, angkatlah kepalamu, mintalah apa saja akan Aku kabulkan, mintalah Syafa`at akan Aku berikan”.

فَأَقُوْلُ يَارَبِّ أُمَّتِي أُمَتِي

“Akupun memohon kepada Allah SWT, Ya Allah, umatku..umatku..”.

فَيَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ ؛ يَا مُحَمَّدُ مَاتُرِيْدُ أَنْ أَصْنَعَ بِأُمَّتٍكَ ؟

“Allah SWT berfirman; “Wahai kekasihku Muhammad, apa yang engkau kehendaki agar Aku lakukan untuk umatmu ?”.

فَأَقُوْلُ يَارَبِّ عَجِّل حِسَابَهُمْ

“Aku memohon; ya Allah, percepatkanlah urusan hisab umatku (yang mana mereka sudah lama menantinya) “.
Kemudian Allah SWT mempercepat urusan hisab mereka sehingga diantara umatku ada yang masuk Surga dengan Rahmat Allah SWT dan ada yang masuk surga dengan Syafa`atku dan sesungguhnya aku senantiasa memberikan Syafa`at kepada umatku sampai aku diberi lembaran daftar umatku yang sudah dipastikan masuk Neraka agar aku menyafa`atinya sehingga mereka selamat. Sehingga Malaikat Malik AS penjaga Neraka berkata kepadaku: “Wahai Nabi Muhammad kekasih Allah SWT, sepertinya engkau tidak akan mau menyisakan satupun dari umatmu terkena kemurkaan Allah SWT”.
Diriwayatkan bahwa jarak antara dibangkitnya semua makhluk di padang mahsyar sampai mendapatkan Syafa`at adalah lima puluh ribu tahun.
Disebutkan dalam kitab “Tafsir Ruuhul Ma`aniy” Lil Imam Syihabuddin Al-Husaini (juz 11 hal 28), Maktabah Syamilah bahwa; Semua kitab catatan amal perbuatan berada dibawah `Arsy, setelah Baginda Rasulullah SAW memberikan Syafa`at Al-`Amah (Syafa`at yang menyeluruh bagi semua penghuni mahsyar yang tidak bisa dicapai/diperkenankan bagi siapapun kecuali Baginda Rasulullah SAW), Allah SWT memerintahkan kepada angin dari bawah `Arsy untuk menyebarkan kitab-kitab tersebut kepada pemiliknya masing-masing, yang selamat akan menerimanya dengan tangan kanan dan yang celaka akan menerimanya dengan tangan kiri atau dari belakang punggungnya, sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing. Sesungguhnya pada saat dihisab (penghitungan amal), mereka akan mengalami ketakutan yang sangat dahsyat karena sekecil apapun dari perilaku mereka didunia akan terbongkar, sebagaiman Firman Allah SWT:

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ # وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Barang siapa yang mengerjakankebaikan seberat dzarrah (debu) pun niscaya dia akan melihat (balasannya) dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah (debu) pun niscaya dia akan melihat (balasannya) pula”. (QS. Az-Zalzalah: 7-8)
Diriwayatkan dalam kitab “Sabilul Iddikar” Lil-Imam Quthbil Irsyad Al-Habib Abdullahbin Alwi Al-Hadda RA (Halaman 94), Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sesungguhnya tidaklah seseorang bergeser dari tempat berdirinya (saat dihisab) shingga ia ditanya empat perkara; untuk apa ia gunakan masa mudanya, untuk apa ia habiskan seluruh umurnya, dari mana ia mendapatkan serta untuk apa ia gunakan hartanya dan apa yang ia amalkan dari ilmunya”.
Saat itulah mulut mereka terkunci, tangannya berbicara disaksikan oleh kaki mereka atas segala perilakunya didunia, sebagaimana Firman Allah SWT:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Pada hari ini kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada kami tangn mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka lakukan”. (QS. Yaa Siin: 65)
Demikian pula segala yang disekitar mereka (Saat didunia) akan menjadi saksinya, sebagaimana Firman Allah SWT:

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

“pada hari itu bumi menceritakan beritanya, (bumi akan berbicara dan menyaksikan perbuatannya)”. (QS. Az-Zalzalah: 4)

Semoga kita semua mendapatkan Syafa`at dari Baginda Rasulullah SAW…Amin…(tamat)

Dasyatnya Padang Masyar(Bag 4)

By Unknown | At 06.24.00 | Label : | 0 Comments

Allah dan Rasul-Nya Diriwayatkan dalam kitab “At-Targhib Wat-Tarhib 4/248, dari sahabat Nafir bin Mujib ra berkata: “Didalam setiap lapisan neraka terdapat tujuh puluh ribu lembah dari api yang membara dan di setiap lembah terdapat tujuh puluh ribu bagian dan disetiap bagian terdapat tujuh puluh ribu tempat dan pada setiap tempat terdapat tujuh puluh ribu ruangan dan disetiap ruangan terdapat terdapat tujuh puluh ribu sumur dan di setiap sumur terdapat tujuh puluh ribu ular-ular yang sangat besar dan berbisa, disetiap mulut ular-ular tersebut terdapat kalajengking yang sangat besar dan berbisa. Setiap orang-orang kafir dan munafiq akan mengalami semua siksaan disemua ruangan tersebut.

Diriwayatkan dalam kitab “At-Targhib Wat-Tarhib 4/258; Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya ular-ular dan kalajengking neraka sangat besar dan berbisa sekali, satu gigitan dari ular-ular tersebut rasa panas dan sakitnya luar biasa membekas selama tujuh puluh tahun dan satu sengatan dari kalajengking tersebut panas dan sakitnya membekas selama empat puluh tahun”.
Driwayatkan dalam kitab “Bustanul Wa`idlin Wariyadussami`in” Lil Imam Jamaluddin Ibnul Jauzi, juz 1 hal 31 dan juga kitab “Al-Ghuniyah” Lis-Syaikh Abdul Qadir Al Jailani, juz 1 hal 151; pada saat Allah SWT mendekatkan neraka Jahannam kepadang mahsyar, dengan dikawal dan dikendalikan dengan tujuh puluh ribu kendali dari rantai besi api yang membara dan sangat besar, setiap satu kendali dipegang oleh tujuh puluh ribu pasukan malaikat Zabaniyah as yang sangat besar tinggi menjulang, kepalanya seperti ular naga yang sangat garang tiada belas kasihan dihati mereka, wajah mereka bagaikan bara, pandangan matanya  sangat tajam dan mengerikan seperti kilat, keluar semburan api dari mulut mereka, dengan membawa palu godam dari besi panas membara, mengeluarkan tujuh puluh ribu percikan api yang menyala-nyala.
Semakin mendekat dan mendekat, sehingga sesampainya diantara halaman surga dan tepi padang mahsyar, neraka jahanam memohon kepada Allah SWt dengan berkata:

إِلَهِي قَدِاشْتَدَّ بَلاَئِي وَأَحْمَدَتْ نَارِي وَغَلاَ حَمِيْمِي وَزَقُوْمِي وَكَثُرَ نَتْنِي وَغَسْلِيْنِي وَأَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا, إِلَهِي عَجِّلْ بِأَهْلِي فَوَعِزَّتِكَ لَأَنْتَقِمَنَّ لَكَ مِمَّنْ عَصَاكَ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَجَحِدَ آيأَتِكَ وَكَذَّبَ رُسُلَكَ وَجَعَلَ مَعَكَ إِلَهًا غَيْرَكَ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, sungguh telah memuncak kemarahanku, telah menyala-nyala apiku, telah mendidih cairan timahku, telah penuh dan siap zaqqum dan nanah-nanahku, aku sungguh dalam kemarahan memuncak dan siap memangsa. Ya Allah, percepatkanlah hukuman-Mu kepada meraka, demi kemuliaan dan keagungan Dzat-Mu, aku akan menyiksa siapa saja yang durhaka kepada-Mu, mendustakan Rasul-rasul-Mu dan menyembah selain kepada-Mu. Sesungguhnya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Engkau ya Allah”.
Maka pada saat neraka Jahanam melihat penghuni padang mahsyar yang durhaka kepada Allah SWT, seketika ia ingin menerkamnya, namun karena tertahan oleh pasukan malaikat Zabaniyah yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menahan dan mengendalikannya (karena belum tiba saatnya hisab dan hukuman bagi mereka), maka meluaplah amarah dan dendamnya dengan berteriak mengeluarkan gemuruh suara halilintar yang sangat dahsyat sekali dan didengar oleh seluruh penghuni padang mahsyar. Percikan-percikan bola api berhamburan laksana hujan lebat menyerang seluruh penghuni mahsyar yang durhaka pada Allah SWT, sehingga semakin memuncak ketakutan mereka dan kepedihan yang sangat luar biasa, mereka menjerit-jerit kesakitan dan tenggelam dalam tagisan tiada henti.
Kemudian Neraka Jahanam melihat penghuni mahsyar yang durhaka kedua kalinya, ia kembali ingin menerkamnya, namun karena tertahan oleh pasukan malaikat Zabaniyah, maka meluaplah amarah dan dendamnya dengan berteriak mengeluarkan gemuruh suara halilintar yang lebih dahsyat lagi dengan mengeluarkan hujan api yang lebih menegerikan, percikan-percikan bola api tak terhitung jumlahnya berhamburan laksana hujan lebat yang menyerang seluruh penghuni mahsyar yang durhaka, mereka semakin ketakutan, menjerit, menangis sampai kering air matanya, perasaannya sangat sedih, takut dan khawatir bercampur baur dalam hatinya, tak terpikirkan nasib orang lain, putus asa, ingin mati namun tak bisa.
Kemudian Neraka Jahanam melihat penghuni mahsyar yang durhaka ketiga kalinya, ia kembali ingin menerkamnya, namun karena tertahan oleh pasukan malaikat Zabaniyah, maka meluaplah amarah dan dendamnya dengan berteriak mengeluarkan gemuruh suara halilintar yang lebih dahsyat lagi dan lebih mengerikan dari sebelumnya, dengan mengeluarkan semburan batu-batu api bagaikan hujan meteor yang sangat dahsyat luar biasa. Ia ingin memangsa mereka dengan ular-ular dan kalajengking yang siap menerkamnya walaupnun hisab belum terlaksana, seketika para penghuni mahsyar semakin memuncak dalam ketakutan dan kesedihan yang luar biasa, sehingga para Shalihin, para Wali, para Shiddiqin, bahkan para Nabi bertekuk lutut dalam ketakutan, padahal mereka dalam keadaan aman berada dibawah naungan `Arsy. Hanya Baginda Rasulullah SAW yang merasa aman tidak terpengaruh dahsyatnya ketakutan petaka mahsyar dan dahsyatnya kemurkaan Neraka Jahanam tersebut, karena sesungguhnya Allah SWT telah memberikan keamanan dalam jiwa Baginda Rasulullah SAW, sehingga tidak takut selain hanya kepada Allah SWT semata.
Kemudian Neraka Jahanam melihat lagi penghuni mahsyar yang durhaka keempat kalinya, ia tidak tahan lagi menahan amarahnya, dengan segenap kekuatannya ia berteriak, dengan teriakan yang sangat luar biasa, kemabali mengeluarkan semburan batu-batu api yang sangat besar dan banyak sekali dan dengan kekuatannya yang dahsyat putuslah semua belenggu dan rantai-rantai yang mengikat neraka Jahanam, tak mampu para pasukan Malaikat Zabaniyah mencegahnya, seketika menyerang seluruh penghuni mahsyaar, apinya yang sangat panas berkobar membara, ular-ular dan kalajengking yang ganas berbisa ikut menyertainya. Seketika seluruh umat Baginda Rasulullah SAW berteriak memohon kepada Allah SWT dengan berwasilah kepada Baginda Rasulullah SAW karena mengetahui kemuliaan dan keagungannya di sisi Allah SWT dengan berkata:

  اَللَّهُمَّ اِنِّي اَتَوَسَّلُ بِحُرْمَةِ حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَجِّنِي مِنْ عَذَابِكَ – اَللَّهُمَّ اِنِّي اَتَوَسَّلُ بِقَدْرِ حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَكَ نَجِّنِي مِنْ عَذَابِكَ

“Ya Allah, demi kemuliaan kekasih-Mu Baginda Nabi Muhammad SAW, selamatkanlah kami dari siksa dan kemurkaan-Mu – Ya Allah, demi keagungan kekasih-Mu Baginda Nabi Muhammad SAW disisi-Mu, selamatkanlah kami dari siksa dan kemurkaan-Mu”.
Seketika dengan belas kasih sayangnya Baginda Rasulullah SAW bertadlaru` memohon kepada Allah SWT dengan berdoa:

يَاسَلاَمُ سَلِّمْ أُمَّتِي مِنَ الْعَذَابِ الشَّدِيْد

“Wahai Dzat yang Maha memberi keselamatan, selamatkanlah para umatku dari siksaan yang dahsyst ini”.
Maka dengan izin dari Allah SWT, Baginda Rasulullah SAW sebagai sumber Rahmat Ilahi datang kepadang mahsyar dengan dilingkupi  cahaya keagungan yang luar biasa, dengan mengibas-ngibaskan sorbannya yang berwarna hijau, menghentikan dahsyatnya serangan neraka Jahannam dengan bersabda:

كُفِّي عَنْ اُمَّتِي

“Wahai Jahannam, hentikanlah seranganmu kepada umatku”.
Seketika neraka Jahannam tak mampu menruskan serangannya dan dengan suara serak parau neraka Jahannam berkata:

اَيُّهَا النَّبِيُّ الْمُكَرَّمُ وَالرَّسُوْلُ الْمُشَرَّفُ الْمُعَظَّمُ خُلْ سَبِيْلِ مِنْ يَدَيْكَ فَمَا جَعَلَ اللهُ لِي وَلِغَيْرِي مِنْ سُلْطَانٍ عَلَيْكَ

“Wahai Baginda Nabi yang mulia, Rasul kakasih Allah yang agung disisi-Nya, aku mohon janganlah engkau menghalangiku, sesungguhnya jangankan aku, siapapun pasti tak akan mampu apabila engkau yang menghalangi”.
Kemudian terdengar seruan dari Allah SWT:

هَذَا مُحَمَّد حَبِيْبِي سَيِّدُالْأَبْرَارِوَوَزِيْرُ الْأَخْيَارِ فَالطَّاعَةُ لِمَنْ لَهُ الْوَسِيْلَةُ وَالشَّفَاعَةُ

“Wahai neraka Jahannam, taatilah perintah Muhammad kekasih-Ku ini, panutan menuju kebaikan, pemimpin orang-orang pilihan, pemilik derajat Al-Wasilah sang pemberi Syafa`at”.
Neraka Jahannampun akhirnya tunduk pasrah, mengikuti segala perintah Allah SWT dan menarik kembali serangannya.
Semoga kita semua mendapat ampunan, keselamatan dan keringanan dari Allah SWT dengan berkatnya Baginda Rasulullah SAW…Amiiin Ya Rabbal `Alamiin..(Beralih ke bagian 5)

Dasyatnya Padang Masyar(Bag 3)

By Unknown | At 06.22.00 | Label : | 0 Comments

Allah_Muhammad Diterangkan dalam kitab “Tanbihul Ghafiliin” Lisy-Syaikh Nasr bin Muhammad As-Samarqandiy Hal (17) dan kitab “Bustaanul-Waa`idhin” Lil Imam Ibnul Jauziy juz 1 hal 31-36, “Maktabah Assyamilah”, Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Bahwa pada saat hari kiamat nanti, seluruh makhluk dari manusia, jin, setan, binatang, baik laki-laki maupun perempuan, kecil ataupun besar, dari sejak zaman dahulu kala sampai hari
kiamat dibangkitkan dari alam barzakh dan mereka (manusia/jin) akan dibangkitkan dengan bentuk dan keadaan yang sesuai dengan amal dan perbuatannya didunia, ada yang perutnya buncit sebesar gunung, ada berupa babi, anjing, monyet, ada yang buta, tuli dan bisu, ada yang berjalan dengan mukanya, ada yang disalib dengan kayu yang membara, ada yang  keluar nanah dan darahnya sangat busuk baunya dan lain sebagainya (Sebagai mana yang diperlihatkan kepada Baginda Nabi SAW di saat Isra`),

ada juga yang selamat dari itu semua. Banyak diantara meraka dalam keadaan telanjang tak berbusana (selain orang-orang tertentu yaitu para Nabi dan Rasul, para shalihin dan shalihat sesuai derajatnya masing-masing).
Mereka dikumpulkan dipadang mahsyar yang buminya rata, tak ada gundukan untuk berlindung, tak ada cekungan untuk bersembunyi, terbuat dari hamparan logam putih yang memantulkan panas dan terpanggang oleh panasnya matahari yang cuma sehasta tingginya. Dibiarkan terkatung-katung oleh Allah SWT dalam waktu yang lama sekali yaitu sekitar lima puluh ribu tahun tanpa makanan, tanpa minuman dan tanpa naungan dari terik matahari yang sangat panas, campur baur berdesak-desakan, sehingga mereka benar-benar tenggelam dalam keringatnya masing-masing dan hanyut dalam kesedihan yang luar biasa. Sibuk dengan keadaan dirinya sendiri, tak terpikirkan anak isteri dan lainnya, tak henti-hentinya menangis sampai mengeluarkan darah dari matanya. Mereka benar-benar dalam ketakutan dan kesedihan yang sangat luar biasa, serta penderitaan yang sangat dahsyat, sehingga mereka menginginkan untuk cepat-cepat dihisab walaupun akibatnya masuk Neraka. Kecuali para Nabi dan Rasul, orang Shalih dan Shalihat, mereka semua diberi tempat yang khusus dibawah naungan `Arsy yang sangat sejuk. Para Rasul dan para Nabi , mereka didalam mimbar-mimbar dari cahaya dan khusus untuk Baginda Rasulullah SAW  adalah mimbar yang paling tinggi dan mulia. Para Ulama Shalihin, mereka duduk diatas kursi-kursi dari cahaya, para Syuhada dan orang-orang shalihin dan shalihat, mereka diatas pasir mutiara misik sesuai dengan derajatnya masing-masing.
Sesungguhnya Baginda Rasulullah SAW sangatlah peduli kepada orang-orang yang sungguh-sungguh cinta dan setia kepadanya dan berjanji akan melindungi mereka dari dahsyatnya petaka padang mahsyar dengan memberinya minuman dari Haudl (telaga Baginda Rasulullah SAW yang airnya mengalir dari telaga Kautsar) dibawah naungan `Arsy yang sejuk dan dijaga oleh para Malaikat yang banyak sekali. Sebagaimana diriwayatkan dalam kitab “Syarkh Al-`Aqidah Al-Thahawiyyah” juz 1 hal 542, dari Sayyiduna Abi Sa`id Al-Khudri RA, Baginda Rasulullah SAW bersabda:

أَناَفَرَطُكُمْ عَلَى اْلحَوْضِ مَنْ مَرَّعَلَيَّ شَرِبَ, وَمَنْ شَرِبَ لاَيَظْمَأُ أَبَداً

“Sesungguhnyaaku aku menunggu kalian semua di Al-Haudl (Telaga Baginda Rasulullah SAW), orang yang bisa sampai kepadaku pasti akan meminumnya dan barang siapa meminumnya maka tidak akan haus selamaya”.
Dan diriwayatkan oleh Al-Imam At-Thabrani dari Sayyidina Ali RA, Baginda Rasulullah SAW bersabda:

اَوَّلُ مَنْ يَرِدُ عَلَى الْحَوْضِ أَهْلُ الْبَيْتِي وَمَنْ أَحَبَّنِي مِنْ أُمَّتِي

“Sesungguhnya yang pertama kali sampai ke Al-Haudl adalah Ahli-Bait ku, kemudian orang-orang yang cinta dan setia kepadaku”.
Para malaikat penjaga Al-Haudl, mereka mengenal siapa saja yang datang dan akan mengusir dengan cambuk dari api kepada orang-orang yang membenci dan hasud kepada Baginda Rasulullah SAW, keluarganya dan keturunannya, sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW:

لاَ يُبْغِضُنَاوَلاَ يَحْسُدُنَا أَحَدٌ إِلاَّذِيْدَعَنِ الْحَوْضِ يَوْمَ الْقِيامَةِ بِسِيَاطٍ مِنَ النَّارِ

“Sesungguhnya orang-orang yang membenci dan hasad kepada kami (Baginda Rasulullah SAW dan keluarganya) pada hari kiamat nanti akan diusir dari Al-Haudl dengan cambuk api Neraka”.
Dalam kitab “Al-Ghurar Hal 494 diterangkan bahwa:

مَنْ مَاتَ عَلَى بُغْضِ آلِ مُحَمَّدٍجَاءَ يَوْمَالْقِيَامَةِ مَكْتُوْبًابَيْنَ عَيْنَيْهِ آيِسٌ مِنْ رَحْمَةِ اللهِ

“Sesungguhnya barang siapa yang membenci keluarga Baginda Rasulullah SAW maka dihari kiamat nanti akan tertulis diantara kedua matanya dengan jelas “Putus Harapan Dari Rahmat Allah SWT”.
Diterangkan dalam kitab “Tanbihul Ghafiliin” Lisy-Syaikh Nasr bin Muhammad As-Samarqandiy Hal (17) dan kitab “Daqaa`iqul Akhbaar” hal (35) bahwa; Malaikat Jibril AS memberitahu kepada Baginda Rasulullah SAW; “Sesungguhnya didalam neraka terdapat tujuh lapis/tingkatan, yang tiap-tiap satu lapis sedalam tujuh puluh tahun yang mana siksaan dibawahnya tujuh puluh kali lipat dan demikian dibawahnya lagi lebih dahsyat tujuh puluh kali lipat, begitu seterusnya”. Baginda Rasulullah SAW bertanya: “Wahai Jibril, siapakah penghuni lapisan neraka-neraka tersebut?”, Malaikat Jibril AS menjawab: “Wahai kekasih Allah SWT, sesungguhnya lapisan paling dalam (ketujuh) adalah Neraka “Hawiyah”, penghuninya adalah iblis, orang-orang munafiq dan fir`aun beserta antek-anteknya. Lapisan diatasnya (Enam) adalah Neraka “Al Jahim”, penghuninya adalah orang-orang musyrik. Lapisan diatasnya (kelima) adalah neraka “Saqar”, penghuninya adalah Asshabiun (orang-orang yang tidak beragama/Atheis). Lapisan diatasnya (keempat) adalah Neraka”Ladho”, penghuninya adalah orang-orang Majusi (para penyembah api). Lapisan diatasnya (ketiga) adalah Neraka “Huthamah”, penghuninya adalah orang-orang Yahudi. Lapisan diatasnya (kedua) adalah Neraka “Sa`ir”, penghuninya adalah orang-orang Nasrani. Neraka lapisan paling atas yaitu Neraka “Jahannam”, penghuninya adalah orang-orang Islam yang berbuat dosa besar.
Wallahu A`lam….

Dasyatnya Padang Masyar(Bag 2)

By Unknown | At 06.20.00 | Label : | 0 Comments
allahu-akbar Diriwayatkan dalam kitab “Sabilul Iddikar” Lil Imam Quthbil Irsyad Al-Habib `Abdullah bin Alwi Al-Haddad ra halaman 67, bahwa orang yang meninggal dunia ruhnya masih tetap hidup, ada yang bahagia dan ada yang tersiksa sesuai amal perbuatannya masing-masing, Baginda Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya alam kubur adakalanya menjadi taman dari taman surga dan adakalanya menjadi jurang dari siksa neraka”.
Begitulah keadaan mereka sampai hari kiamat nanti, yaitu pada saat Allah SWT memerintahkan malaikat Israfil as meniup terompetnya yang pertama kali.

Diriwayatkan dalam kitab “Sabilul Iddikar” Lil Imam Quthbil Irsyad Al-Habib `Abdullah bin Alwi Al-Haddad ra halaman 76:
”Pada saat malaikat Israfil meniupkan terompetnya yang pertama kali, maka setiap makhluk hidup dialam semesta mati saat itu juga, baik yang berwujud ruh atau yang berupa jasad, dilangit dan dibumi, kecuali dari sebagian malaikat yaitu: malikat pembawa Arsy, malaikat Jibril as, malaikat Mikail as, malaikat Israfil as dan malaikat `Izrail as. Kemudian Allah SWT menghendaki kematian bagi mereka semua, sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Tafsir Al-Quranul Karim Lil Imam Ibnu Katsir (3/283) dan kitab Tanbihul Ghafilin (hal. 17), bahwa malaikat maut (`Izrail as), menghadap Allah SWT dan berkata:
”Ya Allah, sesungguhnya semua penghuni langit dan bumi sudah mati semua tak tersisa kecuali sebagian malaikat yang Engkau kehendaki”.
Kemudian Allah SWT berfirman:
”Wahai `Izrail, siapa saja yang masih hidup”.
Sesungguhnya Allah SWT lebih mengetahui hal itu.
Malaikat `Izrail as menjawab: ”Ya Allah, sesungguhnya yang masih ada hanyalah Engkau Dzat yang Maha Hidup kekal abadi, malaikat pembawa Arsy, malaikat Jibril as, malaikat Mikail as, malaikat Israfil as dan aku sendiri”.
Kemudaian Allah SWT berfirman:
”Wahai `Izrail, cabutlah nyawa malaikat Jibril, malaikat Mikail dan malaikat Israfil”.
Dengan penuh takjub para malaikat pembawa Arsy berkata:
”Ya Allah, apakah Engkau kehendaki juga kematian untuk malaikat Jibril, malaikat Mikail dan malaikat Israfil”.
Seketika Allah SWT berfirman:
”Diamlah kalian wahai para malaikat pembawa Arsy, sesungguhnya telah Aku tetapkan kematian sejak zaman azali bagi seluruh makhluk dibawah Arsy-Ku”.
Seketika malaikat Izrailpun mencabut nyawa mereka. Kemudian Allah SWT berfirman:
”Wahai Izrail, siapa saja yang masih hidup?”.
Sesungguhnya Allah SWT lebih mengetahui hal itu.
Malaikat Izrail as menjawab:
”Ya Allah, sesungguhnya yang masih ada hanyalah Engkau Dzat yang Maha Hidup kekal Abadi, para malaikat pembawa Arsy dan aku sendiri”.
Kemudian Allah SWT berfirman:
“Wahai Izrail, cabutlah nyawa para malaikat pembawa Arsy”.
Seketika malaikat Izrail pun melaksanakannya.
Kemudian Allah SWT berfirman:
“Wahai Izrail, sekarang siapa yang masih hidup?’.
Sesungguhnya Allah SWT lebih mengetahui hal itu.
Malaikat Izrail as menjawab:
“Ya Allah, sesungguhnya yang masih ada hanyalah Engkau Dzat yang Maha Hidup kekal Abadi dan aku sendiri hamba-Mu yang lemah ini”.
Kemudian Allah SWT berfirman:
“Wahai Izrail, bukankah kamu telah mengetahui Firman-Ku, bahwa semua makhluk hidup pasti akan merasakan kematian dan kamu juga sebagian dari makhluk ciptaan-Ku, sesungguhnya Aku ciptakan kamu untuk melaksanakan tugasmu (mencabut nyawa), maka aku perintahkan kamu untuk mencabut nyawamu sendiri saat ini juga”.
Maka malaikat Izrail pun melaksanakan perintah Allah SWT mencabut nyawanya sendiri dengan merasakan kepedihan yang sangat menyakitkan hingga berkata: “Seandainya aku tahu beginilah sakit dan pedihnya kematian, niscaya aku akan lebih lemah lembut mencabut nyawa orang-orang yang beriman”.
Setelah semua makhluk mati tak tersisa, sebagaiman awal mulanya yang awal hanyalah Allah SWT, Dzat yang Maha Awal, Maha Kekal Abadi Selamanya, maka Allah SWT berfirman:
“”Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?” Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. (Q.S. Ghafir-16)
Kemudian Allah SWT menciptakan padang mahsyar dari hamparan logam yang rata dan sangat luas sekali, mencukupi seluruh penghuni mahsyar dari binatang, manusia, jin, setan, malaikat dan lain sebagainya.
Diriwayatkan dalam kitab “Sabilul Iddikar” Lil Imam Quthbil Irsyad Al-Habib `Abdullah bin Alwi Al-Haddad ra halaman 84: bahwa Allah SWT menyebarkan bibit-bibit makhluk dipadang mahsyar, kemudian menurunkan sel-sel kehidupan kepada mereka dan menurunkan hujan selama 40 hari, sehingga padang mahsyar dipenuhi dengan air setinggi 12 hasta (kurang lebih enem meter) dan kemudian Allah menumbuhkan jasad-jasad mereka seperti tumbuhnya sayur-sayuran, sehingga tumbuh jasad mereka dengan sempurna. Kemudian Allah SWT menghidupkan empat malaikat pembawa Arsy dan menambahnya menjadi delapan dan menghidupkan malaikat Jibril as, malaikat Mikail as dan malaikat Israfil as. Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada malaikat Israfil as untuk mengambil terompetnya dan Allah SWT menaruh para arwah didalam terompet tersebut untuk menghidupkannya. Kemudian Allah SWT berfirman kepada malaikat Israfil as :
“Wahai malaikat Israfil, tiuplah terompet dengan tiupan kebangkitan”.
Maka malaikat Israfil as meniup terompetnya, seketika keluarlah para arwah bagaikan lebah memenuhi angkasa, arwah orang mu`min putih bercahaya gemerlapan dan arwah orang kafir hitam pekat. Jarak antara tiupan terompet yang pertama dan yang kedua adalah 40 tahun.
Kemudian Allah SWT berfirman:
“Demi Kemuliaan dan Keagungan-Ku, kembalilah wahai setiap ruh kepada jasadnya masing-masing”.
Seketika setiap ruh masuk kejasadnya masing-masing melalui hidung dan menyebar keseluruh jasadnya, para manusia dibangkitkan oleh Allah SWT dalam umur yang sama yaitu tiga puluh tiga tahun dan sesungguhnya yang pertama kali bangkit adalah BAGINDA RASULULLAH SAW.
Wallahu A`lam..(beralih ke bagian 3)

Dasyatnya Padang Masyar(Bag 1)

By Unknown | At 06.18.00 | Label : | 0 Comments

Allah Kami ingin menukil data-data dari kitab suci Al-Quranul Karim dan hadits-hadits Baginda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh para ulama shalihin Ahlussunnah wal Jama`ah, tentang sebagian kecil dari dahsyatnya padang mahsyar dan siksaan neraka yang merupakan wujud nyata dari kemurkaan Allah SWT kepada orang-orang yang durhaka dan menentang ajaran Rasul-Nya. Kami mulai dari Alam Barzah(alam kubur) yang mana setiap orang dipastikan akan mengalaminya.

Diriwayatkan dalam kitab “Sabilul Iddikar” Lil Imam Quthbil Irsyad Al-Habib `Abdullah bin Alwi Al-Haddad ra halaman 67, bahwa orang yang meninggal dunia ruhnya masih tetap hidup, ada yang bahagia dan ada yang tersiksa sesuai amal perbuatannya masing-masing, Baginda Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya alam kubur adakalanya menjadi taman dari taman surga dan adakalanya menjadi jurang dari siksa neraka”.
Dalam kitab Ihya `Ulumuddin, lil Imam Hujjatul Islam, Abu Hamid Al Ghazali, juz 4/478 diterangkan bahwa:
”Orang yang berbahagia dialam kubur, akan lebih berbahagia lagi pada saat ditunjukkan tempat tinggalnya nanti di surga dan orang-orang yang tersiksa dialam kubur akan lebih tersiksa lagi pada saat ditunjukkan tempat tinggalnya di neraka”.
Sesungguhnya kebanyakan siksa kubur karena tiga perkara, yaitu :Ghibbah (membicarakan keburukan orang lain), Namimah (Mengadu Domba) dan kurang bersih dalm membersihkan kencing.
Nabi SAW selalu memperbanyak memohon perlindungan dari siksa kubur dan beliau SAW menganjurkan dibaca dalam doa setelah bacaan tasyahud setelah shalat dan pada bacaan pagi dan petang karena adzab kubur dan kenikmatannya merupakan perkara yang nyata. Kenikmatan dalam kubur diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman dan taat kepada Allah SWT, sedangkan siksa kubur diperuntukkan bagi orang-orang kafir, munafik dan suka berbuat maksiat, masing-masing dari kedua golongan iniberbeda-beda dalam mendapatkan kenikmatan dan sikasa sesuai tingkatan amal perbuatan mereka didunia, baik itu perbuatan yang membuahkan pahala dan kenikmatan atau yang membuahkan hukuman dan siksaan.
Diantara perkara yang Allah jadikan perisai dan manfaat bagi seorang mayit dalam kubur adalah berdoa untuknya, memohon ampun dan bersedekah atasnya. Nabi SAW bersabda : kalau bukan karena orang-orang yang masih hidup, pasti celakalah orang-orang yang telah mati. Karena orang-orang yang telah meninggal dunia mendapat kiriman doa, istighfar dan permohonan rahmat untuk mereka dari orang yang masih hidup.
Hadiah yang paling besar berkah dan manfaatnya untuk orang mati adalah bacaan Al Qur`an yang dihadiahkan pahalanya kepada mereka. Hal semacam ini telah dilakukan oleh umat islam berabad-abad yang lalu dan di berbagai tempat, para ulama salaf dan khalaf telah menganjurkan dan ada beberapa hadits yang menyebutkannya. Oleh karena itu janganlah lupa mendoakan, membacakan istighfar dan bersedekah untuk orang yang telah meninggal hingga kelak setelah ia mati ia tidak akan dilupakan oleh orang-orang setelahnya dan menjadi seperti orang-orang yang sebelumnya, karena orang yang mengingat ia akan diingat dan yang melupakan akan dilupakan, perbuatan baik bagaikan hutang dan Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.
Ketahuilah, bahwa berziarah kubur merupakan perkara yang dianjurkan dan Rasulullah SAW telah mengizinkan setelah sebelumnya beliau SAW melarang hal ini, Nabi SAW bersabda :
“Ziarahlah kubur, karena ia dapat mengingatkan akan kematian”.
Nabi SAW bersabda :
“ Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah, karena sesungguhnya ia dapat menimbulkan rasa zuhud sisunia dan mengingatkan kalian pada akhirat”.
Nabi SAW bersabda:
“Tak seorangpun yang menziarahi kubur saudaranya dan duduk didekatnya melainkan ia akan merasa senang kepadanya dan ruhnya dikembalikan kepadanya sampai orang itu bangun dari tempat itu”.
Nabi SAW bersabda:
“Yang paling menyenangkan mayit dalm kuburnya adalah bila ia dikunjungi oleh orang yang ia cintai semasa hidupnya”.
Wallahu A`lam
Bersambung
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz