Senin, 14 November 2011

Dasyatnya Padang Masyar(Bag 4)


Allah dan Rasul-Nya Diriwayatkan dalam kitab “At-Targhib Wat-Tarhib 4/248, dari sahabat Nafir bin Mujib ra berkata: “Didalam setiap lapisan neraka terdapat tujuh puluh ribu lembah dari api yang membara dan di setiap lembah terdapat tujuh puluh ribu bagian dan disetiap bagian terdapat tujuh puluh ribu tempat dan pada setiap tempat terdapat tujuh puluh ribu ruangan dan disetiap ruangan terdapat terdapat tujuh puluh ribu sumur dan di setiap sumur terdapat tujuh puluh ribu ular-ular yang sangat besar dan berbisa, disetiap mulut ular-ular tersebut terdapat kalajengking yang sangat besar dan berbisa. Setiap orang-orang kafir dan munafiq akan mengalami semua siksaan disemua ruangan tersebut.

Diriwayatkan dalam kitab “At-Targhib Wat-Tarhib 4/258; Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya ular-ular dan kalajengking neraka sangat besar dan berbisa sekali, satu gigitan dari ular-ular tersebut rasa panas dan sakitnya luar biasa membekas selama tujuh puluh tahun dan satu sengatan dari kalajengking tersebut panas dan sakitnya membekas selama empat puluh tahun”.
Driwayatkan dalam kitab “Bustanul Wa`idlin Wariyadussami`in” Lil Imam Jamaluddin Ibnul Jauzi, juz 1 hal 31 dan juga kitab “Al-Ghuniyah” Lis-Syaikh Abdul Qadir Al Jailani, juz 1 hal 151; pada saat Allah SWT mendekatkan neraka Jahannam kepadang mahsyar, dengan dikawal dan dikendalikan dengan tujuh puluh ribu kendali dari rantai besi api yang membara dan sangat besar, setiap satu kendali dipegang oleh tujuh puluh ribu pasukan malaikat Zabaniyah as yang sangat besar tinggi menjulang, kepalanya seperti ular naga yang sangat garang tiada belas kasihan dihati mereka, wajah mereka bagaikan bara, pandangan matanya  sangat tajam dan mengerikan seperti kilat, keluar semburan api dari mulut mereka, dengan membawa palu godam dari besi panas membara, mengeluarkan tujuh puluh ribu percikan api yang menyala-nyala.
Semakin mendekat dan mendekat, sehingga sesampainya diantara halaman surga dan tepi padang mahsyar, neraka jahanam memohon kepada Allah SWt dengan berkata:

إِلَهِي قَدِاشْتَدَّ بَلاَئِي وَأَحْمَدَتْ نَارِي وَغَلاَ حَمِيْمِي وَزَقُوْمِي وَكَثُرَ نَتْنِي وَغَسْلِيْنِي وَأَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا, إِلَهِي عَجِّلْ بِأَهْلِي فَوَعِزَّتِكَ لَأَنْتَقِمَنَّ لَكَ مِمَّنْ عَصَاكَ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَجَحِدَ آيأَتِكَ وَكَذَّبَ رُسُلَكَ وَجَعَلَ مَعَكَ إِلَهًا غَيْرَكَ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, sungguh telah memuncak kemarahanku, telah menyala-nyala apiku, telah mendidih cairan timahku, telah penuh dan siap zaqqum dan nanah-nanahku, aku sungguh dalam kemarahan memuncak dan siap memangsa. Ya Allah, percepatkanlah hukuman-Mu kepada meraka, demi kemuliaan dan keagungan Dzat-Mu, aku akan menyiksa siapa saja yang durhaka kepada-Mu, mendustakan Rasul-rasul-Mu dan menyembah selain kepada-Mu. Sesungguhnya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Engkau ya Allah”.
Maka pada saat neraka Jahanam melihat penghuni padang mahsyar yang durhaka kepada Allah SWT, seketika ia ingin menerkamnya, namun karena tertahan oleh pasukan malaikat Zabaniyah yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menahan dan mengendalikannya (karena belum tiba saatnya hisab dan hukuman bagi mereka), maka meluaplah amarah dan dendamnya dengan berteriak mengeluarkan gemuruh suara halilintar yang sangat dahsyat sekali dan didengar oleh seluruh penghuni padang mahsyar. Percikan-percikan bola api berhamburan laksana hujan lebat menyerang seluruh penghuni mahsyar yang durhaka pada Allah SWT, sehingga semakin memuncak ketakutan mereka dan kepedihan yang sangat luar biasa, mereka menjerit-jerit kesakitan dan tenggelam dalam tagisan tiada henti.
Kemudian Neraka Jahanam melihat penghuni mahsyar yang durhaka kedua kalinya, ia kembali ingin menerkamnya, namun karena tertahan oleh pasukan malaikat Zabaniyah, maka meluaplah amarah dan dendamnya dengan berteriak mengeluarkan gemuruh suara halilintar yang lebih dahsyat lagi dengan mengeluarkan hujan api yang lebih menegerikan, percikan-percikan bola api tak terhitung jumlahnya berhamburan laksana hujan lebat yang menyerang seluruh penghuni mahsyar yang durhaka, mereka semakin ketakutan, menjerit, menangis sampai kering air matanya, perasaannya sangat sedih, takut dan khawatir bercampur baur dalam hatinya, tak terpikirkan nasib orang lain, putus asa, ingin mati namun tak bisa.
Kemudian Neraka Jahanam melihat penghuni mahsyar yang durhaka ketiga kalinya, ia kembali ingin menerkamnya, namun karena tertahan oleh pasukan malaikat Zabaniyah, maka meluaplah amarah dan dendamnya dengan berteriak mengeluarkan gemuruh suara halilintar yang lebih dahsyat lagi dan lebih mengerikan dari sebelumnya, dengan mengeluarkan semburan batu-batu api bagaikan hujan meteor yang sangat dahsyat luar biasa. Ia ingin memangsa mereka dengan ular-ular dan kalajengking yang siap menerkamnya walaupnun hisab belum terlaksana, seketika para penghuni mahsyar semakin memuncak dalam ketakutan dan kesedihan yang luar biasa, sehingga para Shalihin, para Wali, para Shiddiqin, bahkan para Nabi bertekuk lutut dalam ketakutan, padahal mereka dalam keadaan aman berada dibawah naungan `Arsy. Hanya Baginda Rasulullah SAW yang merasa aman tidak terpengaruh dahsyatnya ketakutan petaka mahsyar dan dahsyatnya kemurkaan Neraka Jahanam tersebut, karena sesungguhnya Allah SWT telah memberikan keamanan dalam jiwa Baginda Rasulullah SAW, sehingga tidak takut selain hanya kepada Allah SWT semata.
Kemudian Neraka Jahanam melihat lagi penghuni mahsyar yang durhaka keempat kalinya, ia tidak tahan lagi menahan amarahnya, dengan segenap kekuatannya ia berteriak, dengan teriakan yang sangat luar biasa, kemabali mengeluarkan semburan batu-batu api yang sangat besar dan banyak sekali dan dengan kekuatannya yang dahsyat putuslah semua belenggu dan rantai-rantai yang mengikat neraka Jahanam, tak mampu para pasukan Malaikat Zabaniyah mencegahnya, seketika menyerang seluruh penghuni mahsyaar, apinya yang sangat panas berkobar membara, ular-ular dan kalajengking yang ganas berbisa ikut menyertainya. Seketika seluruh umat Baginda Rasulullah SAW berteriak memohon kepada Allah SWT dengan berwasilah kepada Baginda Rasulullah SAW karena mengetahui kemuliaan dan keagungannya di sisi Allah SWT dengan berkata:

  اَللَّهُمَّ اِنِّي اَتَوَسَّلُ بِحُرْمَةِ حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَجِّنِي مِنْ عَذَابِكَ – اَللَّهُمَّ اِنِّي اَتَوَسَّلُ بِقَدْرِ حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَكَ نَجِّنِي مِنْ عَذَابِكَ

“Ya Allah, demi kemuliaan kekasih-Mu Baginda Nabi Muhammad SAW, selamatkanlah kami dari siksa dan kemurkaan-Mu – Ya Allah, demi keagungan kekasih-Mu Baginda Nabi Muhammad SAW disisi-Mu, selamatkanlah kami dari siksa dan kemurkaan-Mu”.
Seketika dengan belas kasih sayangnya Baginda Rasulullah SAW bertadlaru` memohon kepada Allah SWT dengan berdoa:

يَاسَلاَمُ سَلِّمْ أُمَّتِي مِنَ الْعَذَابِ الشَّدِيْد

“Wahai Dzat yang Maha memberi keselamatan, selamatkanlah para umatku dari siksaan yang dahsyst ini”.
Maka dengan izin dari Allah SWT, Baginda Rasulullah SAW sebagai sumber Rahmat Ilahi datang kepadang mahsyar dengan dilingkupi  cahaya keagungan yang luar biasa, dengan mengibas-ngibaskan sorbannya yang berwarna hijau, menghentikan dahsyatnya serangan neraka Jahannam dengan bersabda:

كُفِّي عَنْ اُمَّتِي

“Wahai Jahannam, hentikanlah seranganmu kepada umatku”.
Seketika neraka Jahannam tak mampu menruskan serangannya dan dengan suara serak parau neraka Jahannam berkata:

اَيُّهَا النَّبِيُّ الْمُكَرَّمُ وَالرَّسُوْلُ الْمُشَرَّفُ الْمُعَظَّمُ خُلْ سَبِيْلِ مِنْ يَدَيْكَ فَمَا جَعَلَ اللهُ لِي وَلِغَيْرِي مِنْ سُلْطَانٍ عَلَيْكَ

“Wahai Baginda Nabi yang mulia, Rasul kakasih Allah yang agung disisi-Nya, aku mohon janganlah engkau menghalangiku, sesungguhnya jangankan aku, siapapun pasti tak akan mampu apabila engkau yang menghalangi”.
Kemudian terdengar seruan dari Allah SWT:

هَذَا مُحَمَّد حَبِيْبِي سَيِّدُالْأَبْرَارِوَوَزِيْرُ الْأَخْيَارِ فَالطَّاعَةُ لِمَنْ لَهُ الْوَسِيْلَةُ وَالشَّفَاعَةُ

“Wahai neraka Jahannam, taatilah perintah Muhammad kekasih-Ku ini, panutan menuju kebaikan, pemimpin orang-orang pilihan, pemilik derajat Al-Wasilah sang pemberi Syafa`at”.
Neraka Jahannampun akhirnya tunduk pasrah, mengikuti segala perintah Allah SWT dan menarik kembali serangannya.
Semoga kita semua mendapat ampunan, keselamatan dan keringanan dari Allah SWT dengan berkatnya Baginda Rasulullah SAW…Amiiin Ya Rabbal `Alamiin..(Beralih ke bagian 5)

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda,Kritik Dan Saranya Sangat Ber Arti

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz