Minggu, 22 Mei 2011

Ditinggal Mengungsi, Taman Rumah Muslim Bosnia Jadi Gereja

By Mahkota Cahaya | At 09.10.00 | Label : | 0 Comments
Fata Orlovic, warga Muslim Bosnia terus berjuang untuk mendapatkan tanahnya kembali, karena gugatan hukum yang ia ajukan sejak tujuh tahun lalu belum membuahkan hasil.

Semuanya berawal ketika Orlovic kembali ke rumahnya, setelah ia mengungsi karena perang etnis di Bosnia antara tahun 1992-1995 lalu. Tapi ketika kembali, ia begitu syok melihat sebuah gereja Kristen ortodok milik Serbia yang megah berdiri di atas tanah yang dulu merupakan taman rumahnya.

Seperti juga etnis Muslim Bosnia lainnya, saat perang Balkan pecah, ia diusir dari rumahnya oleh etnis Serbia. Suaminya sendiri tewas dalam peperangan itu. Selama Orlovic mengungsi, otoritas berwenang Serbia menyita tanahnya dan mendirikan gereja di atas tanah itu.

Saat ia bersama para janda lainnya kembali ke tempat tinggal mereka tahun 2000, Orlovic pun mengajukan gugatan hukum untuk mendapatkan tanah miliknya meskipun tindakannya menimbulkan ketidaksenangan otoritas Serbia, bahkan ia menerima ancaman untuk tidak menyuarakan tuntutannya.

"Saya ingin mereka memindahkan gereja itu dan saya ingin tanah saya kembali. Mereka bisa memberi saya uang dan saya akan melakukannya sendiri, " kata Orlovic sambil menunjuk bangunan gereja yang hanya beberapa meter saja dari pintu depan rumahnya di Desa Konjevic Polje di timur Bosnia.

Direktur Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE)-organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Sarajevo-James Rodehaver mengatakan, kasus Orlovic merupakan contoh kasus pasca perang Bosnia yang belum tertuntaskan.

"Ada proses yang masih berlangsung terkait dengan krisis politik dan perubahan kebijakan politik. Jika ia (Orlovic) tidak meminta gereja dipindahkan dari tanahnya, Anda tidak akan pernah punya sebuah masyarakat yang diperintah berdasarkan aturan hukum, " kata Rodehaver.

Gereja yang dibangun di atas tanah Orlovic, kini kosong karena menunggu keputusan otoritas pemerintah Serbia apakah akan memindahkan gereja itu ke tempat lain. Penduduk desa yang berasal dari etnis Serbia juga tak mau kalah. Mereka menggugat Orlovic dengan tuduhan telah menyebarkan kebencian bernuansa etnis dan agama. Namun gugatan itu ditolak oleh pengadilan di Srebrenica.

"Saya tidak peduli itu adalah sebuah gereja. Saya menghormati gereja seperti saya menghormati masjid. Tapi jika mereka mau gereja, mereka selayaknya membangunnya di atas tanah milik mereka sendiri, bukan di atas tanah saya, " kata perempuan berjilbab itu. (ln/iol/eramuslim)

"Pasukan Kristen" AS Memang Ada di Irak

By Mahkota Cahaya | At 09.08.00 | Label : | 0 Comments

Keyakinan banyak orang yang menyebut perang AS di Irak adalah "Perang Agama", bisa jadi ada benarnya. Ini tersirat dari paket-paket yang sedianya akan dikirim ke pasukan AS yang saat ini sedang bertugas di Irak.

Namun, sebelum paket-paket itu dikirimkan, lembaga yang bernama Military Religious Freedom Foundation pekan kemarin meminta agar dilakukan investigasi atas paket-paket tersebut. Setelah munculnya desakan itu, Pentagon langsung mengumumkan bahwa mereka tidak jadi mengirimkan paket yang mereka sebut sebagai "Paket Kebebasan" ke pasukan AS yang ada di Irak.

"Paket Kebebasan" itu isinya memang mencurigakan dan menimbulkan tanda tanya apa sebenarnya motif Pentagon mengirimkan paket tersebut. Karena isi paket tersebut bukan senjata atau kue-kue khas yang bisa mengobati kerinduan para tentara AS terhadap tanah airnya.

Tapi isinya adalah injil, materi-materi yang isinya mengajak orang memeluk agam Kristen dalam bahasa Inggris dan Arab, serta game komputer berjudul "Left Behind: Eternal Forces" berisi permainan tentang "pasukan Kristus" yang sedang memburu musuh-musuhnya.

Surat kabar Los Angeles Times edisi Rabu (22/Cool yang menulis berita ini menyebutkan, paket-paket tersebut disisipkan oleh lembaga Kristen fundamentalis bernama Operation Straight Up-OSU yang diketuai oleh seorang mantan petinju Jonathan Spinks.

OSU adalah anggota resmi dari program "America Supports You" yang digalang oleh Departemen Pertahanan AS. OSU kerap menggelar acara hiburan bernuansa relijius di basis-basis militer AS dengan melibatkan tokoh-tokoh Evangelis dari kalangan olahragawan, bahkan aktor, di antaranya aktor Stephen Baldwin.

Belakangan, aktivitas OSU terfokus ke Irak. Dalam situs resminya, OSU mengumumkan bahwa mereka akan menggelar acara hiburan dengan judul "Military Crusade", tapi entah mengapa, pengumuman ini dihapus dari situs OSU pekan kemarin.

Keterlibatan OSU yang membawa bendera agama di Irak lewat militer AS, makin memperjelas adanya hubungan yang makin erat antara militer AS dan kelompok-kelompok Evangelis.

Skandal terakhir yang membuktikan adanya hubungan itu adalah, ketika terungkap bahwa sejumlah pejabat di Pentagon sengaja membiarkan kru film dari organisasi Christian Embassy hilir mudik dengan bebasnya di koridor-koridor gedung Pentagon tanpa pendamping dari Pentagon, saat membuat video promosi sejumlah pejabat tinggi di Pentagon.

Christian Embassy adalah organisasi Kristen yang secara terbuka menyatakan tujuan dari organisasinya adalah mengajak para personil militer, diplomat, staff gedung Capitol Hill dan para politisi untuk memegang teguh agama Kristen.

Terungkapnya hubungan antara Pentagon dan organisasi-organisasi Kristen ini telah merusak kepercayaan internasional atas niat baik AS di Irak. Karena biar bagaimanapun keterlibatan organisasi-organisasi Kristen fundamentalis ini memberi pengaruh pada atmosfir kemiliteran AS, meskipun para personil militer AS bersumpah bahwa mereka mempertahankan dan melindungi konstitusi, bukan Alkitab, kitab suci umat Kristen.

Kasus lainnya yang menunjukkan pengaruh organisasi-organisasi Kristen fundamentalis di kemiliteran AS adalah kasus Letnan Jenderal William "Jerry Boykin", deputi bidang intelejen militer. Pentagon menugaskan Boykin untuk memburu Usamah bin Ladin dan para anggota al-Qaidah pada tahun 2003. Tapi pada tahun yang sama, Boykin diketahui melakukan kunjungan ke gereja-gereja di AS-dengan masih mengenakan seragam militer-memberikan ceramahnya. Tantang perang Irak Boykin mengatakan bahwa "Kami sedang dalam perang spiritual."

Dalam sebuah ceramah di depan jamaah Kristen di Oregon, Boykin bahkan mengatakan, "Setan ingin menghancurkan bangsa ini... Dan ia ingin menghancurkan kita, para tentara Kristen. "

Para pengamat internasional berulang kali mengingatkan agar militer AS tidak melontarkan retorika perang agama terkait perang Irak. Namun fakta makin memperjelas bahwa perang AS di Irak, bukan semata-mata perang dengan dalih memberantas terorisme. (ln/commondreams/eramuslim)

Kilas Balik Kelelawar Hitam, Pembantai "Muslim Poso

By Mahkota Cahaya | At 09.05.00 | Label : | 0 Comments
Warga Pesantren Walisongo, nama "Pasukan Kelalawar Hitam" sudah tak asing lagi. Dialah pelaku pembantai santri di pesantren itu ketika tahun 2000. Jumlahnya diperkirakan lebih dari 200.

Ratusan Muslim Poso, khususnya warga Pesantren Walisongo tentu tak akan pernah lupa nama "Pasukan Kelewar Hitam." Sebab dialah sang pelaku pembantaian Muslim Poso di tahun 2000. Tulisan ini merupakan kilas balik investigasi yang pernah dimuat di majalah Hidayatullah.

Puluhan warga Pesantren Walisongo itu dibariskan menghadap Sungai Poso. Mereka dihimpun dalam beberapa kelompok yang saling terikat. Ada yang tiga orang, lima, enam atau delapan orang. Para pemuda digabungkan dengan pemuda dalam satu kelompok. Tangan mereka semua terikat ke belakang dengan kabel, ijuk, atau tali rafiah yang satu dengan lainnya saling ditautkan.

Sebuah aba-aba memerintahkan agar mereka membungkuk. Secepat kilat pedang yang dipegang para algojo haus darah itu memenggal tengkuk mereka. Bersamaan dengan itu, terdengar teriakan takbir. Ada yang kepalanya langsung terlepas, ada pula yang setengah terlepas. Ada yang anggota badannya terpotong, ada pula badannya terbelah. Darah segarpun muncrat. Seketika itu pula tubuh-tubuh yang tidak berdosa itu berjatuhan ke sungai.

Bersamaan dengan terceburnya orang-orang yang dibantai itu, air sungai Poso yang sebelumnya bening berubah warna menjadi merah darah. Sesaat tubuh orang-orang yang dibantai itu menggelepar meregang nyawa sambil mengikuti aliran sungai. Tidak semuanya meninggal seketika, masih ada yang bertahan hidup dan berusaha menyelamatkan diri. Namun regu tembak siap menghabisi nyawa korban sebelum mendapatkan ranting, dahan, batang pisang, atau apapun untuk menyelamatkan diri.

Itulah salah satu babak dalam tragedi pembantaian ummat Islam di Poso, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. Warga Pesantren Walisongo merupakan salah satu sasaran yang dibantai. Di komplek pesantren yang terletak di Desa Sintuwulemba, Kecamatan Lage, Poso ini tidak kurang 300-an orang yang tinggal. Mulai dari ustadz , santri, pembina, dan istri pengajar serta anak-anaknya.

Tidak satupun orang yang tersisa di komplek pesantren itu. Sebagian besar dibantai, sebagian lainnya lari ke hutan menyelamatkan diri. Bangunan yang ada dibakar dan diratakan dengan tanah. Pesantren Poso hanya tinggal puing-puing belaka.

Ilham (27) satu-satunya ustadz Pesantren Walisongo yang turut dibantai namun selamat setelah mengapung beberapa kilometer mengikuti aliran sungai Poso, menuturkan kepada majalah Hidayatullah, sebelum dibantai mereka mengalami penyiksaan terlebih dahulu. Mereka dikumpulkan di dalam masjid Al Hirah. Di sanalah warga pesantren Walisongo yang sudah menyerah itu dibantai. Ada yang ditebas lehernya, dipotong anggota badannya, sebelum akhirnya diangkut truk ke pinggir Sungai Poso.

Sungai Poso menjadi saksi bisu pembantaian ummat Islam, khususnya warga Pesantren Walisongo. Mayat-mayat mereka hanyut di Sungai Poso dan terbawa entah sampai ke mana. Belum ada angka yang pasti jumlah korban dalam pembantaian itu.

Seorang warga Kelurahan Kayamanya, Kecamatan Poso Kota, Syahrul Maliki, yang daerahnya dilewati aliran sungai Poso dan terletak sembilan kilometer dari ladang pembantaian, menuturkan kepada Sahid, Dari pagi hingga siang saja, saya menghitung ada 70-an mayat yang hanyut terbawa arus, berikutnya saya tidak menghitung lagi, katanya. Sementara Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) melaporkan jumlah mayat yang ditemukan di Sungai Poso tidak kurang dari 165 orang.

Tidak hanya lak-laki dewasa, banyak pula yang perempuan, orang tua, dan anak-anak. Biasanya mayat wanita disatukan dengan anak-anak. Ada yang cukup diikat, ada pula yang dimasukkan karung, kata Syahrul. Sebagian besar mayat sudah rusak akibat siksaan.

Menurut Ilham, sebelum diserang, warga pesantren diteror oleh Pasukan Merah ini. Komplek Pesantren Walisongo sering dipanah. Hingga saat ini bekas panah tersebut masih terlihat jelas.

Pembantainya sudah sangat jelas. Mereka adalah orang-orang Kristen yang dikenal sebagai "Pasukan Kelalawar Hitam." Dalam aksinya mereka mengenakan pakaian serba hitam. Salib di dada dan ikat kepala merah. Karena itu pula mereka sering disebut pula sebagai Pasukan Merah. Pembataian itu puncak dari hubungan ummat Islam dan Kristen yang kurang harmonis di kawasan itu. Tercatat sekitar 200 - 400-an orang yang tewas terbantai.

Dalam laporannya, pihak gereja melalui 'Crisis Center GKST untuk Kerusuhan Poso' mengakui dikalangan mereka ada kelompok terlatih yang berpakaian ala ninja ini. Mereka menyebutnya sebagai 'Pejuang Pemulihan Keamanan Poso'.

Ada ciri-ciri yang sama ketika kelompok merah menyerang. Mereka selalu mengenakan pakaian ala ninja yang serba hitam, semua tertutup kecuali mata. Mereka juga mengenakan atribut salib di dada dan ikat kepala merah. Mayat-mayat juga ditemukan selalu dalam kondisi rusak akibat siksaan atau sengaja dicincang hingga tidak dikenal identitasnya. Dalam berbagai penyerangan pasukan merah selalu di atas angin. Karena itu sebagian besar korbannya adalah orang-orang Muslim.

Selain di Pesantren Walisongo penyerangan dan pembantaian juga dilakukan di sejumlah tempat. Tercatat 16 desa yang penduduknya mayoritas Muslim kampungnya hancur dan terbakar. Dari arah selatan Poso, kerusakan hingga mencapai Tentena. Dari arah Timur hingga Malei. Dari arah barat hingga Tamborana.

Temuan Komite Penanggulangan Krisis (Kompak) Ujungpandang yang melakukan investigasi di Poso menunjukkan adanya keterlibatan gereja dalam beberapa kerusuhan. Buktinya Sebelum mereka melakukan penyerangan, mereka menerima pemberkatan dari gereja, kata Agus Dwikarna, ketua Kompak Ujungpandang.

Misalnya pemberkatan yang dilakukan Pendeta Leniy di gereja Silanca (8/6/00) dan Pendeta Rinaldy Damanik di halaman Puskesmas depan Gereja Sinode Tentena. Selain kepada pasukan Kelelawar Hitam, pemberkatan juga diberikan kepada para perusuh. Pemberkatan ini memberikan semangat dan kebencian yang tinggi masyarakat Kristen kepada ummat Islam.

Yang menarik menurut Agus, meskipun mereka mengakui telah membumi hanguskan seluruh perkampungan ummat Islam dan membantai masyarakatnya, Pendeta R Damanik dan Advent Lateka mengadukan ummat Islam sebagai provokator.

Kini kabupaten yang dikenal sebagai penghasil kakau terbesar ini nyaris seperti kota mati karena ditinggal penduduknya mengungsi, bangunan yang ditinggalkan hanya tersisa puing-puing yang beserakan.

Penyerangan terhadap ummat Islam yang berlangsung sejak tanggal 23 Mei lalu, merupakan pertikaian ketiga antara Islam Kristen di Poso. Pertikaian pertama berlangsung pada Desember 1998. Enam belas bulan kemudian, 15 April 2000 pertikaian meledak lagi, yang dipicu perkelaian pemuda Kelurahan Kamayanya (muslim) dengan Lambogia (Kristen).

Dalam penyerangan kali ini kelompok merah yang bergabung dalam pasukan Kelelawar Hitam dipimpin oleh Cornelis Tibo asal Flores menyerang kampung Muslim Kayamanya. Mereka memukul-mukul tiang listrik hingga memancing kemarahan ummat Islam. Selanjutnya mereka mengaiaya ummat Islam di situ dan membunuh Serma Komarudin.

Ummat Islam yang marah mengejar Pasukan Kelelawar Hitam yang lari ke Gereja Katolik Maengkolama. Karena bersembunyi di gereja itu ummat Islam yang marah membakar gereja yang dijadikan tempat persembunyian itu.

Salah satu yang dianggap menjadi penyebab pertikaian adalah konflik politik lokal. Perebutan jabatan Bupati Poso pada Desember 1998 merupakan salah satunya. Herman Parino, tokoh Kristen, gagal merebut jabatan. Namun Herman Parino dan para pendukungnya menuduh Arif Patangga, bupati yang hendak digantikannya, muslim, merekayasa gagalnya Parino.

Karena jengkel, Parino menggalang massa untuk menyerang rumah Patangga. Namun rencana itu sudah tercium sebelumnya, para pendukung Patangga tidak diam dan bersiap menyambut. Bentrokan tidak terelakkan lagi. Dua hari kemudian giliran pendukung Patangga menyerang rumah Parino di desa Tentena. Dalam kerusahan itu polisi langsung menangkap tokoh dari kedua belah pilah, Herman Parino dan Agfar Patangga, adik kandung Arif Patangga yang dianggap memprovokasi massa.

Nampaknya penangkapan Herman Parino yang merupakan tokoh Kristen yang dihormati membuat pendukungnya kecewa. Apalagi Herman lantas dijatuhi hukuman, meskipun Agfar juga dijatuhi hukuman oleh pengadilan negeri Poso. Kasus inilah yang menjadi api dalam sekam. Maka ketika terjadi perkelaian pemuda Islam dan Kristen yang mabuk pada pertengahan April 2000 lalu, kerusuhan pun tidak dapat terhindarkan.

Dipicu kerusuhan pada bulan April, tanggal 23 Mei 2000 pasukan merah melakukan penyerangan ke beberapa perkampungan muslim. Pertikaian tidak hanya sebatas para pendukung Herman Parino dan Arif Patangga. Perkampungan Muslim yang tidak ada kaitannya dengan kerusuhan sebelumnya ikut dihancurkan, warganya dibantai, perempuannya diperkosa.

Selain konflik lokal, sumber intelejen menyatakan bahwa kerusuhan di Poso juga terkait dengan tokoh-tokoh di Jakarta. Salah satu kekuatan yang bermain itu adalah kelompok Soeharto. Indikasinya jika proses hukum Soeharto meningkat, tingkat kerusuhan meningkat. Temuan di lapangan menunjukkan keterlibatan sekitar 70-an purnawirawan TNI dalam melatih pasukan merah. Karena itulah pasukan merah sangat mahir dalam menggunakan berbagai senjata api maupun tangan kosong.

Pihak intelejen menyebutkan, kelompok yang berkepentingan terhadap kerusuhan di Poso ini juga didukung sumber dana yang kuat. Kasus beredarnya milyaran uang palsu dan hilangnya dua kontainer kertas uang yang hingga kini belum ditemukan juga sangat terkait dengan berlangsungnya kerusuhan di Poso ini.

Informasi sumber intelejen tersebut juga dibenarkan oleh Wakapolda Sulawesi Tengah, Kolonel Zaenal Abidin Ishak, yang menyatakan keterlibatan 15 anggota Polres Poso dan enam anggota TNI AD dalam kerusuhan itu. Mereka kini sedang ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Agus Dwikarna tidak percaya bahwa kerusuhan di Poso hanya persoalan gagalnya Herman Parino menjadi bupati. Kalau hanya karena perebutan kursi bupati kenapa ummat Islam yang dibantai, tanya Agus. Ia yakin ada upaya melenyapkan ummat Islam dari bumi Poso.

Apapun penyebabnya, kerusuhan Poso menyebabkan trauma yang mendalam di kalangan orang-orang Muslim di Poso. Sejak kerusuhan itu ribuan ummat Islam menjadi pengungsi di negerinya sendiri. (Haryono, laporan Munanshar dan Pambudi /majalah hidayatullah)

Ganasnya Minoritas Kafir Terhadap Muslimin

By Mahkota Cahaya | At 09.04.00 | Label : | 3 Comments

Penjajah Belanda yang beragama Kristen, dan mereka itu adalah minoritas di Nusantara, terbukti telah bercokol mencengkeramkan kuku-kukunya di Nusantara selama 350-an tahun dengan aneka pelanggaran dan pemerkosaan hak-hak sipil. Berapa ribu ulama yang telah dibantai dengan cara diadu domba. Contohnya, di zaman Amangkurat I, pengganti Sultan Agung di Kerajaan Mataram Islam, di Jogjakarta, Amangkurat I mengadakan perjanjian dengan Belanda, lalu para ulama tidak setuju, maka dikumpulkanlah para ulama itu di alun-alun (lapangan) sejumlah 5.000-an ulama, lalu dibantai. Sejarahnya sebagai berikut:

Amangkurat I membantai ribuan ulama

Pembantaian terhadap umat Islam kadang bukan hanya menimpa umat secara umum, namun justru inti umat yang dibantai, yaitu para ulama. Pembantaian yang diarahkan kepada ulama itu di antaranya oleh Amangkurat I, penerus Sultan Agung, raja Mataram Islam di Jawa, tahun 1646.

Peristiwa itu bisa kita simak sebagai berikut:

‘Penyebaran Islam menjadi benar-benar terhambat dan sekaligus merupakan sejarah paling hitam tatkala Amangkurat I mengumpulkan 5000 sampai 6000 orang ulama seluruh Jawa dan membunuhnya seluruhnya secara serentak.’[1]

Masalah ini ditegaskan lagi oleh Sjamsudduha pada halaman lain: ‘Penyebaran Islam pernah mengalami hambatan yang bersifat politis, yaitu adanya pergolakan intern dalam kerajaan-kerajaan Islam. Hambatan yang paling hebat dalam proses penyebaran Islam terjadi ketika Amangkurat I melakukan pembunuhan besar-besaran terhadap lima sampai enam ribu ulama dan keluarganya. Penyebaran Islam di Jawa mengalami stagnasi untuk beberapa lama karena kehabisan muballigh, dan perasaan takut.’[2]

Dibantainya lima ribu sampai enam ribu ulama itu adalah masalah yang sangat besar. Sumber yang lain menyebutkan:

‘Amangkurat I, juga terkenal dengan nama Amangkurat Tegal Arum atau Tegal Wangi (karena mangkat di tempat tersebut) ialah putera Sultan Agung; naik tahta Mataram (1645) sebagai pengganti ayahnya. Berlainan dengan Sultan Agung yang bijaksana, Amangkurat I pada waktu hidupnya membuat beberapa kesalahan dan sebagai tanda kelemahan ia mengadakan perjanjian perdamaian dengan Kompeni Belanda (1646). Tindakannnya ini ditentang oleh beberapa golongan, di antaranya para alim ulama, sehingga mereka ini disuruh bunuh.’[3]

Peristiwa besar berupa pembantaian terhadap ribuan ulama itu tidak terjadi kecuali di belakangnya ada penjajah Belanda yang menyetir Amangkurat I.

Penjajah Belanda itu jumlahnya sedikit, minoritas, tetapi memegang kendali kepemimpinan, terbukti memainkan peran jahatnya terhadap inti umat Islam yaitu membantai ribuan ulama. Kelompok minoritas itu sampai membantai yang mayoritas saja tidak takut, apalagi kejahatan-kejahatan lainnya.


Di Zaman penjajahan menyusu penjajah, zaman merdeka bertingkah

Berikut ini sebagian data kejahatan minoritas kafir penjajah Belanda terhadap umat Islam dalam hal memberi dana sangat besar kepada Kristen dan Katolik, sebaliknya sangat kecil terhadap Islam.

Semenjak masa pemerintah kolonial Belanda, Katolik terutama Protestan memperoleh dana bantuan yang besar sekali, tidak demi­kian dengan Islam. Sebagai contoh pada tahun 1927 alokasi bantuan untuk modal dalam rangka pengembangan agama, adalah sebagai berikut:

Protestan memperoleh € 31.000.000

Katolik memperoleh € 10.080.000

Islam memperoleh € 80.000.[4]

Dana besar dari penjajah Belanda itu digunakan oleh orang Kristen dan Katolik untuk membangun gedung-gedung, sekolah, rumah sakit dan sebagainya. Sedang ummat Islam tidak punya uang. Pada gilirannya, anak-anak orang kafirin itu telah makan sekolahan sedang anak-anak Muslimin belum, kecuali sedikit, maka ketika merdeka, orang-orang kafirin Nasrani itu masuk ke pos-pos pemer­intahan di mana-mana. Padahal mereka itu ogah-ogahan untuk merde­ka, lebih enak menyusu pada penjajah sesama kafir. Jadi, yang berjuang mengorbankan nyawa dan harta untuk melawan penjajah kafir itu orang Islam, namun ketika merdeka, penyusu Belanda itu justru yang leha-leha duduk di kursi-kursi pemerintahan.

Keadaan itu makin didukung oleh sikap pemerintahan Soekarno yang bersama PKI (Partai Komunis Indonesia) mempecundangi ummat Islam. Senjata ampuh Soekarno dan PKI adalah istilah DI (Darul Islam) yang harus dihabisi sampai seakar-akarnya. Di situ kafirin Nasrani bersorak kegirangan karena ummat Islam dikuyo-kuyo (dipecundangi, disengsarakan). Di masa Soeharto berkuasa 32 tahun pun ummat Islam dikuyo-kuyo lagi oleh Soharto, Ali Moertopo, Benny Moerdani, Sudomo (sebelum masuk Islam) dengan tunggangan Golkar. Sampai hanya untuk bicara agama saja harus pakai SIM (Surat Izin Muballigh). Dan ummat Islam banyak dibantai di mana- mana, di Aceh, Tanjung Priok, Lampung, Haur Koneng Jabar dan sebagainya. Lagi-lagi kafirin Nasrani bersorak sorai.

Mereka yang sorak sorai –selama umat Islam dibantai, dikuyo-kuyo dan didhalimi– itu kini diusulkan oleh Dawam Rahardjo (pembela aliran-aliran sesat yang merusak Islam seperti Ahmadiyah, Lia Eden, Sepilis –sekulerisme, pluralisme agama, dan liberalisme— dan semacamnya) untuk memimpin Departemen Agama. Padahal diadakannya Departemen Agama itu sendiri menurut sejarahnya adalah hadiah bagi umat Islam, karena para ulama dan umat Islam telah berjuang mati-matian untuk meraih kemerdekaan.

Bagaimana kira-kira kalau usulan Dawam Rahardjo itu terlaksana?

Kalau toh penyengsaraan terhadap umat Islam tidak sampai tingkat pembantaian, maka seandainya dari kalangan Kristen memimpin Departemen Agama, lakon nenek moyangnya dalam ideology dan agama, yaitu penjajah Belanda, bisa diterapkan pula. Yaitu dana untuk Nasrani 41 juta Gulden, sedang untuk Islam hanya 80 ribu Gulden saja.

Tidak usah jauh-jauh ke zaman Belanda, di saat pemerintahan Orde Baru pimpinan presiden Soeharto, ketika Benny Moerdani yang Nasrani itu dijadikan Menteri Pertahanan dan Keamanan/ Panglima Angkatan Bersenjata, ternyata ratusan umat Islam dibantai di Tanjung Priok, Jakarta Utara, 12 September 1984. Diperkirakan ratusan Muslimin dibantai, diangkut bertruck-truck entah ke mana dikuburkannya, tak jelas.

Kemudian ketika TB Silalahi dari Nasrani pula dijadikan Menteri Aparatur Negara, maka membuat kebijakan yang mengarah pada pembunuhan madrasah-madrasah sore hari, dengan cara menambah lama bersekolah di sekolah-sekolah umum sampai agak sore, sehingga mengakibatkan rontoknya madrasah-madrasah sore hari. Masih pula ditambah dengan menghapus pengadaan guru-buru negeri untuk sekolah swasta, yang artinya adalah membunuh madrasah-madrasah (swasta) se-Indonesia. Hingga kini setelah tahun 2000 pun dampaknya makin memprihatinkan. Madrasah-madrasah (swasta) mengalami koleps, rata-rata dalam keadaan megap-megap, karena kekuarangan guru. Untuk seluruh Indonesia diperkirakan butuh 200.000-an guru madrasah, dan khabarnya sampai sekarang kalau Departemen Agama RI mengajukan kepada pemerintah untuk mengadakan tenaga guru itu senantiasa ditolak, kecuali sangat sedikit. Sebaliknya, TB Silalahi walau sudah tak jadi menteri masih aktif dalam kenasraniannya secara nasional, misalnya jadi ketua panitia natalan tingkat nasional, yang mampu menggiring para pejabat Muslim sampai tingkat presiden untuk hadir di upacara bernatalan ria, satu hal yang telah diharamkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) bagi umat Islam. Seakan fatwa MUI itu dianggap angin lalu oleh para pejabat Muslim. Padahal, mereka (pejabat-pejabat Muslim) itu ketika sebelum naik jabatan biasanya mendekat-dekat kepada umat Islam, paling kurang dengan cara hadir di masjid-masjid,guna meraih simpati umat Islam, misalnya. Terkutuklah mereka. Agama dijadikan alat untuk meraih jabatan.

Betapa bedanya antara pejabat yang Muslim dengan yang kafir. Kalau pejabat kafir, sampai sudah tidak menjabat pun masih gigih menjajakan kekafirannya, seperti menjadi panitia upacara nasional kekafiran mereka, dan mampu menggiring pejabat yang masih aktif untuk hadir di acara kekafiran mereka. Sebaliknya, pejabat-pejabat Muslim, ketika masih menjabat saja sudah lupa terhadap Islam dan umat Islam. Justru biasanya mereka ikut-ikutan ke acara-acara kafir. Kemudian setelah mereka tidak punya jabatan lagi, baru sebagian mendekat-dekat lagi ke umat Islam, tetapi sudah tidak ada daya apa-apa, hanya sekadar mengisi waktu menunggu umur. Itu saja sering-sering hanya berfungsi untuk mengendur-ngendurkan perjuangan Islam, dengan alasan persatuan dan kesatuan, misalnya; lalu cenderung ke pluralisme agama, menyamakan semua agama, atau paling tidak ya sekuler. Yang nampak di permukaan biasanya seperti itu, bila kebetulan tidak tersangkut perkara korupsi dan semacamnya yang mengakibatkan sakit atau malahan meninggal sebelum sempat diadili.
 

("Kalau ketika jadi pejabat dikenal galak, atau pelit, atau lebih dari itu justru tukang peras, biasanya ketika pensiun, mereka minggat, menjauh dari tempat semula. Entah dengan cara membeli tanah di kompleks yang suasananya dianggap aman, atau sekadar ndompleng ke anak atau menantu, bila perlu. Perkara nasib mereka di akherat seperti apa, itu urusan Allah subhanahu wata’ala terhadap mereka. Kalau di dunia sudah banyak mendhalimi manusia, bahkan agama Allah subhanahu wata’ala, maka betapa ngerinya. Maka mumpung masih hidup, sebaiknya bertaubat, memperbanyak amal sholih, ikhlas lillahi Ta’ala, agar husnul khotimah.

Kembali kepada sikap Dawam Rahardjo, perlu diingatkan mengenai kegigigihan orang kafir tersebut. Yang telah dikemukakan itu tadi, orang-orang Nasrani sampai sebegitu jauhnya dalam memecundangi Islam dan umat Islam. Padahal mereka itu tidak langsung memegang jabatan yang berkaitan dengan agama Islam. Bagaimana pula seandainya mereka yang Nasrani itu menjadi menteri agama? Tidak jadi menteri agama saja, terbukti pencelakaan terhadap umat Islam sudah sedemikian drastisnya. Lha kok Dawam Rahardjo yang dijuluki sebagai cendekiawan Muslim malahan sama sekali buta terhadap lakon jahat orang Nasrani yang telah ditusukkan kepada umat Islam se-Indonesia, padahal jelas-jelas di depan mata.

Sebaiknya Dawam Rahardjo membuka mata, melihat sejarah, agar ada sedikit gambaran tentang betapa mengenaskannya (memprihatinkannya) kondisi umat Islam akibat disengsarakan oleh kelompok minoritas anti Islam.

Kembali ke kekejaman Belanda (minoritas tapi menjajah) dalam membunuhi umat Islam. Peristiwa Perang Paderi selama 13 tahun (1824-1837M), antara Islam (Salaf)[5] yang dipimpin Imam Bonjol dan kaum adat (Islam tradisional) di Sumatera Barat dicampur tangani Belanda. Belanda memihak kaum adat. Kaum adat berdebat sesamanya. Sebagian kaum adat memihak ke Imam Bonjol, dan sebagian menyerah terhadap Belanda. Lalu Imam Bonjol sendiri ditipu oleh Belanda dengan cara pura-pura akan diadakan perdamaian, namun hanya menipu untuk menangkapnya, kemudian membuangnya ke Betawi, ke Cianjur Jawa Barat, lalu ditahan di Ambon, dipindah ke Menado, dan wafat di sana setelah 10 tahun di Menado, 6 November 1864.[6]

Belum lagi perang Aceh, Belanda dengan dipanas-panasi oleh penasihatnya, Snouck Hurgronje bahwa satu-satunya jalan hanyalah berlaku keras terhadap para ulama dan umat Islam, lalu dibantailah para ulama di Aceh, beserta umat Islam.



Sikap Snouck terhadap Islam, Ulama, dan Muslimin

Fakta sejarah menunjukkan kedustaan Snaouck Hurgronje dan rencana penyamarannya bukan tidak mungkin menunjukkan bahwa masuk Islamnya di Jeddah serta hubungannya dengan orang-orang Aceh di Mekkah al-Mukarramah pun termasuk perbuatan pura-puranya. Namun, dusta tersebut telah memberinya jalan memasuki daerah Aceh, tempat dia akan mengumpulkan informasi-informasi yang dapat memberi saham dalam mewujudkan pemecahan masalah atas daerah Aceh bagi Belanda. Untuk itu Snouck Hurgronje menerima pekerjaan di Batavia.

Di Batavia, dia mulai mengumpulkan informasi tentang pengajaran Islam di sekolah-sekolah Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta tentang apa yang dinamakan hierarki keagamaan Islam yang berkali-kali disangkal keberadaannya oleh Snouck Hurgronje. Pada dasarnya, Snouck benar karena di dalam Islam tidak dikenal sistem hierarki sebagaimana dalam Katolik atau Kristen pada umumnya. Kemudian datang perintah untuknya agar melaksanakan tugas resmi yang telah digambarkan dalam rekomendasi-rekomendasi sebagai sesuatu yang sangat rahasia. Dalam perjalanan mata-matanya itu, orang-orang Aceh, termasuk beberapa ulama, menaruh kepercayaan penuh kepadanya. Mereka memberi sambutan hangat dan menerima kedatangannya. Laporan-laporannya (kepada pemerintah Belanda, pen) berisi kebencian, dendam, pemutarbalikan, dan kebohongan, khususnya terhadap para ulama yang dianggap sebagai kendala penghambat tunduknya daerah Aceh kepada pemerintah Belanda. Para ulama merupakan motor penggerak spitritual masyarakat dalam membela daerah itu sehingga di dalam laporan-laporan spionasenya, para ulama itu berpuluh-puluh kali dijuluki gerombolan ulama. Selain itu, diapun menyampaikan usul kepada pemerintah kolonial untuk menempuh cara politik kekerasan dan penumpasan terhadap para ulama dengan menyatakan:

“Sesungguhnya musuh utama dan yang giat adalah para ulama dan para petualang yang menyusun gerombolan-gerombolan yang kuat. Sekalipun jumlah mereka sedikit dan tumbuh di antara lapisan-lapisan masyarakat yang bermacam-macam, mereka mendapat tambahan dari sebagian penduduk dan pemimpin-pemimpinnya. Tidak mungkin akan diperoleh manfaat dalam perundingan dengan partai musuh ini karena akidah dan kepentingan pribadi mereka mengharuskan mereka untuk tidak tunduk, kecuali dengan penggunaan kekerasan terhadap mereka. Sesungguhnya persyaratan yang paling mendasar untuk mengembalikan peraturan di daerah Aceh haruslah mengkaunter para ulama dengan kekerasan sehingga ‘ketakutan’ menjadi faktor yang menghalangi orang-orang Aceh untuk bergabung dengan pemimpin-pemimpin gerombolan agar terhindar dari bahaya. Menurut pendapat saya, mesti dipersiapkan rencana mata-mata yang efektif dan terorganisasi untuk memata-matai Tuanku Kuta Karang (pemimpin ulama pada tahun 1892) dan gerombolannya. Pasti akan ada hasil awalnya. Biarpun saya tidak mampu menjelaskan seluruh rinciannya, namun saya berani berkata bahwa pekerjaan mata-mata itu adalah suatu kemungkinan.” [7]

Demikianlah faktanya. Snouck telah melibatkan dirinya untuk kepentingan penjajahan dengan bukti pernyataan dan laporannya kepada Jendral Van Houts untuk memerangi kaum muslimin di seluruh wilayah jajahan Belanda. Dengan kata lain ia mengusulkan untuk menggunakan kekerasan dalam menumpas kaum muslimin. Karena itu Jendral tadi mendapat julukan “pedang Snouck yang ampuh” karena keberhasilannya dalam memerangi umat Islam.

Di samping itu Snouck Hurgronye juga banyak membantu dalam pembinaan kader missionaris Belanda dan membuka sekolahan untuk mengkristenkan muslimin di seluruh wilayah jajahannya.

Terdapat fakta lain pula bahwa seorang tokoh missionaris kondang dan sangat disegani di kalangan kaum orientalis yang bernama Hendrick Kraemer adalah murid Snouck Hurgronje, dari tahun 1921 hingga tahun 1935. Hubungan di antara guru dan murid terus berkesinambungan tanpa putus. Snouck Hurgronje wafat pada tahun 1936.[8]

Dr Van Koningsveled berkata: “Tidak terputus surat menyurat antara Snouck Hurgronje dan muridnya, Hendrik Kraemer, misisionaris terkenal dan berpengaruh dalam lingkungan aktivis kristenisasi dari tahun 1921 sampai dengan 1935. Menurut penjelasan Boland, buku Hendrik Kraemer, Misi Kristen di Dunia Non Kristen[9] mengungkapkan dengan jelas bahwa orang-orang Kristen mempunyai rencana untuk mengkristenkan dunia, khususnya Indonesia. Mereka bertujuan menundukkan dunia Islam.[10] Bahkan, Kreamer membandingkan Islam dengan Nazi.[11]
Go downZaman merdeka, minoritas pun membantai umat Islam

Bahkan di zaman merdeka dan setelah tahun 2000 pun Indonesia yang mayoritas Muslim ini, kaum minoritas membantai umat Islam di Poso Sulawesi, juga di Ambon. Tibo, otak pembantaian terhadap umat Islam di Poso, dikabarakan mengaku didoakan oleh gereja ketika mau melakukan pembantaian itu.[12] Majalah Sabili No 22, Th XIII, 18 Mei 2006/ 20 Rabi’ul Akhir 1427H memberitakan sebagai berikut:

Gereja acap kali disebut-sebut dalam berbagai kerusuhan di tanah air. Keterlibatan gereja pula yang disebut tervonis mati Tibo baru-baru ini.

Menjelang eksekusi mati, panglima pasukan Merah saat konflik Poso berkecamuk beberapa waktu lalu ini, mengungkap keterlibatan Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST). GKST pimpinan pendeta Damanik yang berpusat di Tentena ini, menurut Tibo terlibat dalam pembantaian umat Islam Poso.

Menurut Tibo, (pihak gereja) GKST memberikan dukungan moril dan lainnya kepada pasukan Merah yang hendak menyerang kaum Muslimin Poso. Bahkan, lanjut Tibo, para pendeta mendoakan mereka dengan upacara ala Kristen di Gereja tersebut.

Hasilnya? Sebuah tragedy kemanusiaan yang di luar batas kewajaran manusia. Pembantaian dan penganiayaan terhadap umat Islam secara biadab telah dilakukan pasukan Merah. Fakta ini terungkap dari keterangan sejumlah saksi saat persidangan Tibo beberapa waktu yang lalu.

Kesadisan pasukan Kelelawar pimpinan Tibo terhadap kaum Muslimin terungkap di persidangan. Menurut salah satu saksi, pembina pesantren Walisongo Poso, Ustadz Ilham, ia melihat rekannya dibacok pasukan Merah pimpinan Tibo, sebelum ia nekad loncat dari mobil dan meloloskan diri.

Sebelumnya, Ustadz Ilham bersama 28 orang lainnya disuruh buka baju. Selanjutnya tangan diikat satu persatu dengan sabut kelapa, tali nilon dan kabel. Kemudian digiring lewat hutan tembus desa Lempomawu. Rombongan Ustadz Ilham berjalan ke desa Ranononco dan ditampung di sebuah baruga.

Di sanalah mereka disiksa dalam keadaan berbanjar dua barisan. Selanjutnya ikatan tangan ditambah sampai bersusun tiga. Badan Ustadz Ilham diiris, ditendang dan dipukul dengan berbagai alat. Tak puas dengan itu, mereka menyirami umat Islam dengan air panas selama dua jam.

Kebringasan pasukan Merah itu juga diungkap saksi lainnya, Tuminah. Menurut kesaksian Tuminah, pasukan Merah mengikat mereka dengan tali dan memisahkan antara laki-laki dan perempuan. Di bilik sebuah sekolah, Dominggus meminta para Muslimah melepas bajunya dan disuruh berputar-putar di depannya.

Jauh sebelumnya, keterlibatan Gereja juga disebut-sebut saat penyerangan kaum Kristen terhadap umat Islam Maluku di akhir tahun 1999. Sehari setelah Natal, Ahad (26/12 1999), dengan amat tiba-tiba, massa Kristen menyerang dan membantai kaum Muslimin di Kecamatan Tobelo, Maluku Utara.

Seorang saksi menceritakan, pembantaian yang menyayat hati umat Islam tersebut. Menurut ceritanya, sebelum penyerangan biadab itu terdengar suara lonceng Gereja saling bersahutan serta suara gaduh tiang listrik, bak pertanda kesiapan untuk menyerang.

Seketika, massa Kristen yang membawa berbagai senjata tajam sudah mengepung dan membombardir Masjid Jami’ tempat berlindungnya ribuan kaum Muslimin. Masjid Jami’pun diguyur bensin dan dengan cepat api menjilat tembok-temboknya.

Jerit tangis anak-anak kecil bayi yang kepanasan dan istighfar para Muslimah terdengar bersahut-sahutan. Yang mencoba keluar masjid langsung dibantai. Kurang lebih 750 orang kaum Muslimin yang berada di dalam masjid tersebut terbakar hidup-hidup, hingga mengeluarkan aroma daging terbakar.[13]

Sejumlah pihak pun mensinyalir keterlibatan Gereja di sejumlah daerah konflik lainnya. Sebut misalnya, kerusuhan Timor Timur (saat masih masuk wilayah Indonesia). Ketika itu, kepala Kanwil Departemen Agama di Timor Timur seorang Katolik. Ternyata karyawannya yang beragama Islam, hanya mau berkhutbah Jum’at di masjid saja dilarang oleh Kakanwilnya yang Katolik itu. Pengakuan karyawan Kanwil Departemen Agama Timor Timur bahwa dirinya dilarang oleh Kakanwilnya untuk berkhutbah di masjid itu penulis dengar langsung ketika penulis bersama rombongan wartawan Islam dari Jakarta berada di Dilly Timor Timur, waktu masih jadi wilayah Indonesia. Nah, kalau menteri agamanya dari Katolik atau Kristen, jenis-jenis pembantaian terhadap umat Islam dan pelarangan-pelarangan khutbah di masjid-masjid bagi karyawan Departemen Agama, apakah tidak dilancarkan, bahkan digalakkan? Dawam Rahardjo perlu berpikir ulang, kalau memang masih mengaku Muslim, atau berpikiran obyektif.))((""

Tirani minoritas

Apakah itu tidak pernah terdengar di telinga seorang professor yang menyandang gelar cendekiawan Muslim seperti Dawam Rahardjo? Sedang tidur di mana dia? Selain itu, apakah tidak pernah mendengar bahwa dalam perpolitikan di Indonesia selama masa Orde baru di bawah rezim Soeharto, dalam tempo 25 tahun dari 32 tahun kekuasaannya sering diistilahkan adanya tirani minoritas, lantaran kebijakan Soeharto mengikuti pihak minoritas dengan CSIS-nya dan di bidang kekuasaan adalah Benny Murdani-nya? Kemudian setelah ada kerenggangan antara Benny dan Soeharto, lantas terjadilah aneka kerusuhan di daerah-daerah Indonesia bagian timur yang di sana campur antara Muslim dan Kristiani, maka umat Islam dibantai, dibakari rumahnya, tokonya, dan bahkan masjid-masjidnya seperti yang terjadi di Timor Timur, Flores dan lainnya. Apakah Dawam tak pernah dengar? Bagaimana ketika pegawai Departemen Agama saja tidak boleh khutbah di masjid oleh atasannya ketika atasannya orang Katolik seperti yang terjadi di Timor Timur, padahal secara penduduk Indonesia, Katolik adalah minoritas. Apakah Dawam tak pernah dengar? Bagaimana misalnya menteri agamanya itu orang Kristen, lalu melarang pegawai Departemen Agama berkhutbah di masjid, sebagaimana Kepala Kanwil Depag Timor Timur waktu masih jadi wilayah Indonesia melarang pegawainya berkhutbah di masjid yang sudah ada, bahkan untuk didirikan musholla saja sulit di sana? Masih banyak lagi tentunya.

Bukan hanya di wilayah yang banyak orang Kristennya. Di zaman Soeharto, saat berlangsung tirani minoritas, maka pencekalan terhadap khotib-khotib dan muballigh pun berlangsung, hingga ada istilah SIM (Surat Izin Muballigh). Daftar apa yang disebut muballigh-muballigh ekstrim pun beredar. Hingga muballigh digagalkan untuk berkhutbah hari raya seperti Pak Dr Deliar Noer yang digagalkan hingga masuk berita di Koran pun, Dawam tentunya dengar. Kenapa? Karena umat Islam dikuyo-kuyo oleh kebijakan yang memihak pada minoritas Kristen.

Nah, sekarang ini, rupanya Dawam justru menjadikan dirinya rela, suka ria, menjadi orang yang tidak perlu ditekan-tekan oleh minoritas Kristen, justru mencadangkan diri untuk di bagian depan sebagai orang yang rela untuk ditepuki oleh orang Kristen. Makin ramai tepuk sorak orang Kristen, makin bersemangatlah Dawam. Padahal, nanti kalau meninggal dunia, Pak Dawam apakah akan dirumat oleh orang Kristen? Apakah yang memandikan, mengkafani, mensholati, dan memasukkan ke liang kubur nanti diharapkan dari orang-orang Kristen? Dan misalnya masih percaya terhadap doa, apakah lebih baik yang mendoakan mayat Dawam nanti orang Kristen dengan nyanyian-nyanyian kemusyrikannya?

Kalau Dawam Rahardjo istiqomah dengan pendapatnya, maka logika yang dapat dipetik: Lebih baik nanti yang merawat jenazah saya adalah dari pihak yang minoritas, misalnya Kristen. Karena mereka yang minoritas itu nanti tidak akan berani sewenang-wenang terhadap jasad saya. Berbeda dengan kalau yang merawat sampai menguburkan jasad saya itu dari pihak yang mayoritas, yakni kaum Muslimin, mereka pasti akan berbuat sewenang-wenang, karena merasa mayoritas, dan tidak dapat dikontrol dalam hal merawat jasad saya. Jadi saya lebih memilih untuk dirawat oleh orang Kristen dari proses perawatan jenazah saya sampai penguburannya. Kalau dapat, justru yang paling minoritas, yaitu orang yang tidak beragamalah yang harus merawat sampai menguburkan jenazah saya. Karena kalau yang paling minoritas, maka tidak mungkin akan berani untuk berbuat sewenang-wenang terhadap jasad saya. Berbeda dengan kalau yang mayoritas. Jadi saya lebih memilih untuk dirawat jenazah saya oleh orang yang tidak beragama, daripada yang beragama.” Itu logika yang pas dari ungkapan-ungkapan Dawam Rahardjo yang telah terlontar sebelumnya, bila dirangkaikan dengan kematiannya, kapan-kapan. (haji).
))((""
sumber beast666.darkbb.com

666 adalah Jezeus

By Mahkota Cahaya | At 08.53.00 | Label : | 0 Comments
Baiklah para pembaca budiman, disini kita akan bermain kembali kepada angka keramat dalam kitab wahyu, yaitu 666 pertama mari kita buka dulu ayat berikut:


Wahyu 13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Bilangan binatang itu 666 nah Abjad Yunani Yang punya nilai kwantitatip. 3 surat Yunani dipergunakan di ayat ini yaitu:

X (=Chi) 600;
Xi (seperti huruf “E” kapital) 60
s (Sigma) 6
Dengan demikian cxv jika dilatinkan seperti ini XES

Ayat pertama hingga ke tiga dari bab 13 ini menggambarkan sosok naga, yang mana mengingatkan kita akan ular atau lucifer, dan simbol ular ini pernah digunakan dalam ritual keagamaan kabala, atau ritual setan mesir kuno, dan sekarang digunakan sebagai satu lambang medis didunia.

Kembali kepada 666 yang bertuliskan cxv jika dibaca maka akan mendapatkan ejaan menjadi Z eu S

Lihat pada kitab lukas 4:27 disana nama elisa telah dipegang dalam dan dirobah dalam kitab KJV menjadi suatu nama dari penyembahan berhala Z eu S, lihat saya kutipkan ayatnya

luke 4:27 And many lepers were in Israel in the time of Eliseus the prophet; and none of them was cleansed, saving Naaman the Syrian.

Lihat kata yang dibold “Eliseus” nah dalam bahasa ibrani, berarti Eli Zeus yang artinya Tuhanku Zeus dan jika dalam romawi maka akan didapat Tuhanku (Je) Zeus (cxv), atau Tuhanku 666, nah disini juga akhirnya terbongkarlah seluk beluk dari mana orang pagan yunani mengebut nama Isa menjadi Jesus, yang mana diambil dari kalimat Tuhanku Zeus, atau Tuhanku 666 atau Je Zeus.

Jadi terungkaplah 666 itu sebutan buat siapa? Jezeus yang di hubung-hubungkan kepada isa hanyalah cara licik yang digunakan paulus, untuk dapat menghabisi seluruh pengikut isa yang asli, dengan kecemasannya yahudi akan kembali kepada ajaran yang benar, maka paulus berusaha membunuh pengikut Isa, tapi ternyata jalan yang ditempuh tidak membuahkan hasil, akhirnya timbul ide untuk membuat tipu daya, yaitu berpura-pura tobat, dan akhirnya paulus berhasil dalam misinya memasukkan ajaran dari agama Ibunya Yaitu ajaran Yunani Kuno, platonis, dan pagan lainnya.
Wahyu 17 Ayat 1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.

Kata pelacur disini maksudnya sebuah sesembahan selain Allah, karena pelacur biasanya dijadikan pria-pria hidung belang untuk berselingkuh atau menduakan, dengan menghianati istrinya atau mempersekutukan istrinya, jadi maksudnya pelacur disini adalah berhala atau sesembahan lain karena juga pernah ditulis dalam kitab perjanjian lama yang mengatakan orang-orang yang mempersekutukan allah disebut bersundal dengan pelacur, maka nya disebut pelacur, biasanya yang disebut pelacur adalah perempuan dan biasanya perempuan = melahirkan anaknya, ya sama seperti tempat kelahiran atau suatu tempat dan boleh dikatakan sebuah negara. Jadi ayat 1 maksudnya: “Seorang malaikat sedang bicara kepada Yohanes tentang negara besar yang mana negara tempat sesembahan atau tempat memohon bantuan selain Allah atau berhala atau Negara berhala. Dan negara ini duduk di tempat banyak air yang mana air itu berarti sumber kehidupan atau bisa dikatakan kekayaan yang melimpah, siapun manusia tidak akan bisa hidup tanpa air, maka air disini berarti mata pencarian, tanpa mata pencarian manusia susah untuk bertahan hidup. Contohnya kota besar yang banyak tempat bisa untuk dijadikan mata pencarian.
Jadi maksudnya Malaikat itu bicara tentang suatu daerah atau Negara yang banyak sumber mata pencarian, yang selalu di sembah-sembah orang,

17:2 Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya."

Maksudnya: banyak raja-raja atau pemimpin-pemimpin atau kepala negara-negara didunia ini yang takut terhadap negara besar tersebut, dan berusaha menjilat ke negara tersebut, atau meminta bantuan ekonomi, sosial, dan politik. Dan mengistimewakannya seperti seorang penguasa dunia selain Allah. Maksud percabulan disini sama dengan selingkuh, seperti yang pernah tertulis dalam kitab perjanjian lama yang mana orang yang menyembah berhala disebut berbuat cabul. Percabulan disini bukan hanya berarti menyembah selain allah, tapi juga bisa berarti mengistimewakan, atau meminta bantuan atau lebih takut kepada selain Allah

17:3 Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.

Artinya:Malaikat membawa Yohanes ke padang gurun dan Yohanes melihat seorang perempuan itu (Negara Berhala) duduk diatas binatang = di pikul atau dipimpin oleh seorang yang bemoral seperti binatang yang dilumuri darah, dan dari mulutnya keluar kalimat-kalimat hujat penghinaan terhadap Tuhan. Meskipun memiliki satu badan pemimpin tersebut, memiliki kekuasaan atau dapat memimpin 7 negara (angka tujuh dulu biasanya digunakan untuk kata banyak, sebab orang dulu mengenal angka hanya sampai tujuh yang terbesar). Kemudian memiliki 10 tanduk atau tanduk biasanya berarti kekuatan bagi seekor binatang, jadi jika kekuatan itu mencapai 10 buah berarti itu sudah kekuatan yang sangat super atau bisa dikatan kekuatan super power.
17:4 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.

Artinya: Dan negara itu dihiasi oleh banyak perhiasan atau negara tersebut sangat kaya raya, hasil rampasan yang keji karena diayat mengatakan cawan emas yang penuh dengan segala kekejian najis percabulan(barang haram hasil dari pemberian Negara-negara penjilan), dan persekutuannya terhadap pemimpin-pemimpin negara-negara yang ingin cari muka atau penjilat atau yang ingin mencari perlindungan kepadanya selain Tuhan

17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

Artinya: Dan pada dahinya maksudnya didalam pikirannya atau otaknya tertulis “Rajanya atau induknya berhala” atau pengakuan diri sebagai Tuhan.


Ciri-ciri dalam kitab wahyu ini berpotensi besar teletak pada negara Roma yaitu Vatikan, yaitu negara ini akan menguasai beberapa negara-negara eropa, dengan membentuk gabungan negara-negara eropa yang disebut Uni Eropa, dan bisa dibayangkan kekuatan negara ini nantinya, lebih super power dari para negara amerika, negara – negara ini adalah negara katolik terbesar didunia, karena istana Zeus berada disana yaitu Vatikan, jadi kebangkitan 666 adalah kebangkitan kekuasan Romawi dan Mesir Kuno secara bersamaan dan dipimpin oleh Zeus. Lihat foto-foto JeZeus yang dijual di emper-emper toko atau yang bisa di lihat digereja-gereja, dan bandingkan dengan foto atau patung Zeus romawi, maka kalian tidak akan mendapatkan perbedaan selain rambut panjang dan rambut pendek.(sumber beast666.darkbb.com)

BAHAYANYA INJIL UNTUK ABG

By Mahkota Cahaya | At 08.50.00 | Label : | 0 Comments

BAHAYANYA INJIL UNTUK ABG

Seperti kita semua ketahui, masa2 ABG adalah masa yg penuh gelora dan hasrat untuk mencoba hal2 baru..dan sudah bukan rahasia apabila tingkat Aborsi dan kehamilan diluar nikah tinggi dan cenderung bertambah dikalangan ABG. Dalam menyikapi hal tersebut, penting bagi mereka untuk salah satunya contoh dan panutan disamping sikap kita yg untuk tidak bosan untuk memberi masukan2 bahayanya seks diluar nikah.

Untuk itu, mengingat pentingnya Panutan dan contoh yg baik bagi mereka (ABG), alangkah untuk tidak membaca alkitab terlebih dahulu sebelum cukup umur, mengingat banyaknya ayat2 yg memberi contoh mengenai Nabi2 panutan dalam agama mereka yg sangat doyan sekali akan Seks (Bahkan Incest=hubungan seks dengan saudara kandung sendiri !)...mengingat mereka sangat dikhawatirkan cenderung membenarkan tindakan seks bebas mereka krn contoh2 dr nabi2 mereka sendiri. Opini saya bukan dalam rangka untuk menuduh Ayat2 itu benar atau tidak..tp penting bagi kita semua untuk mensensor ayat2 tersebut untuk generasi muda kita agar tidak membenarakan tindakan seks diluar nikah.

berikut ayat2 yg hrs disensor untuk generasi muda kita:

Nabi Nuh mabuk dan bugil.

Kej 9:20. Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur.
Kej 9:21. Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya.

Nabi Sulaiman memiliki gundik dan menyembah berhala.

1 Raj 11:3. Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.
1 Raj 11:9. Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya,
Kej 11:10. dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN.

Nabi Luth berzina dengan kedua putrinya (incest=hubungan sedarah)

Anak Nabi Daud, Amnon, memperkosa adiknya sendiri.

2 Sam 13:11. Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: "Marilah tidur dengan aku, adikku."
2 Sam 13:12. Tetapi gadis itu berkata kepadanya: "Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu.
2 Sam 13:13. Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu."
2 Sam 13:14. Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia.

Anak Nabi Daud, Absalom, berzina dengan istri2 ayahnya.

2 Sam 16:21. Lalu jawab Ahitofel kepada Absalom: "Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana. Apabila seluruh Israel mendengar, bahwa engkau telah membuat dirimu dibenci oleh ayahmu, maka segala orang yang menyertai engkau, akan dikuatkan hatinya."
2 Sam 16:22. Maka dibentangkanlah kemah bagi Absalom di atas sotoh, lalu Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israel.

Kej 19:30. Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.
Kej 19:31. Kata kakaknya kepada adiknya: "Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.
Kej 19:32. Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita."
Kej 19:33. Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
Kej 19:34. Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: "Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita."
Kej 19:35. Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
Kej 19:36. Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.
Kej 19:37. Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang.
Kej 19:38. Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.




Nabi Daud (kakek Yesus) berzina dengan istri orang lain.

2 Sam 11:2. Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
2 Sam 11:3. Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: "Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu."
2 Sam 11:4. Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.
2 Sam 11:5. Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: "Aku mengandung."

Nabi Daud bertelanjang bulat di depan budak-budak perempuan para hambanya.

2 Sam 6:20 Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: "Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!"

Yehuda (Yahudi), anak Nabi Yakub, berzina dengan Tamar, menantunya sendiri.

Kej 38:15 Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya.
Kej 38:16 Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: "Marilah, aku mau menghampiri engkau," sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: "Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?"
Kej 38:17 Jawabnya: "Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari kambing dombaku." Kata perempuan itu: "Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku."
Kej 38:18 Tanyanya: "Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?" Jawab perempuan itu: "Cap meteraimu serta kalungmu dan tongkat yang ada di tanganmu itu." Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya.

Ruben, anak tertua Nabi Yakub, berzina dengan gundik ayahnya.

Kej 35:22 Ketika Israel (Yakub) diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel.

Segala nabi Yerusalem berbuat zinah.

Yer 23:14 Tetapi di kalangan para nabi Yerusalem Aku melihat ada yang mengerikan: mereka berzinah dan berkelakuan tidak jujur; mereka menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorangpun yang bertobat dari kejahatannya; semuanya mereka telah menjadi seperti Sodom bagi-Ku dan penduduknya seperti Gomora."
Yer 23:15 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: "Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri.

Sudah saatnya kita untuk tidak memberi contoh yg buruk kepada generasi muda kita ..demi masa depan kita semua...AMIN!(sumber beast666.darkbb.com

Tokoh Evangelis AS Serukan Penghancuran Islam

By Mahkota Cahaya | At 08.43.00 | Label : | 0 Comments
Kebencian kalangan Kristen Radikal Amerika terhadap Islam memang sudah keterlaluan, beberapa saat lalu Thomas Tancredo anggota Senat AS menyerukan penghancuran Mekkah dan kali ini tokoh Evangelis di AS Rod Parsley , lagi-lagi melontarkan pernyataan provokatif. Parsley yang juga penasehat spiritual Senator John McCain-kandidat presiden AS dari Partai Repulik-menyatakan bahwa agama Islam adalah agama palsu dan menyerukan agar agama Islam dihancurkan.
Ironisnya, McCain malah menyalami Parsley sementara pastor gereja terbesar di Ohio itu mengajak umat Kristiani "perang" melawan Islam dan menghancurkan Islam. Parsley memang pendukung utama McCain di wilayah Ohio. Pada 26 Februari lalu, saat berkampanye di Cincinnati dengan Parsley, McCain menyebut Parsley sebagai seorang "pembimbing spiritual" nya.
Parsley, pemimpin World Harvest Church of Columbus yang memiliki sekitar 12.000 jamaah di AS ini, sudah menulis sejumlah buku berisi pandangan-pandangan keagamaan yang menunjukkan bahwa ia seorang fundamentalis.
Dalam bukunya yang terbit tahun 2005 berjudul "The 2005 Silent No More" di bab "Islam:The Deception of Allah", Parsley mengingatkan bahwa ada perang peradaban antara Islam dan Kristen. Parsley juga menyebut Islam sebagai agama yang anti-Kristus dan mendesak AS agar mengobarkan Perang Salib baru untuk memusnahkan agama Islam.
Hubungan McCain dengan Parsley dalam bidang politik sangat erat. Pada pemilu tahun 2004, gereja Parsley dianggap berperan besar dalam mendorong para penganut Kristen fundamentalis di AS untuk memberikan suaranya pada George W. Bush yang waktu itu menjadi kandidat presiden AS. Gereja Parsley pernah dituding terlibat dalam kasus-kasus penggelapan pajak tokoh-tokoh pro-Republik. (ln/presstv/eramuslim)
Suara Dari Amerika Hancurkan Makkah

Anggota Kongres AS Thomas Tancredo mengusulkan untuk mengebom Makkah jika AS diserang. Memancing di air keruh, menyakiti hati umat Islam.
Entah apa yang berkecamuk di benak Thomas Tancredo, anggota Kongres Amerika Serikat, asal Colorado. Dalam wawancara radio WFLA-AM, Orlando, Florida, Jumat dua pekan lalu (15/7), ia ditanya secara hipotesis tentang apa yang harus dilakukan AS jika beberapa kotanya diserang dengan senjata nuklir.
Anggota Kongres dari Partai Republik ini menjawab, “Jika ini terjadi di AS, dan kita mengetahuinya sebagai perbuatan Muslim Ekstrem-Fundamentalis, Anda dapat menyerang tempat-tempat suci mereka.”
Pat Campbell, sang pewawancara, bertanya untuk memperjelas, “Anda berbicara tentang mengebom Makkah?” Tancredo menjawab pasti, “Ya.”
Penjelasan ini, ia perkuat kembali tiga hari berikutnya. Menurutnya, jawaban itu ia maksudkan sebagai upaya mencari metode yang dapat ditempuh AS dalam rangka mengantisipasi serangan mendatang. “Salah satu bentuk yang dapat dilakukan untuk mencegah berbagai serangan ini adalah menjelaskan bahwa terdapat kemungkinan tempat-tempat suci itu diserang,” demikian bunyi penjelasan pers itu.
Pelecehan sekaligus ancaman terhadap Islam ini segera menyulut protes warga Muslim Amerika. Berbagai tokoh Muslim AS segera meminta Partai Republik di Colorado dan seluruh wilayah AS mengutuk pernyataan Tancredo. Mereka juga meminta agar ia minta maaf secara pribadi pada warga Colorado dan setiap Muslim AS atas pernyataannya.
Bahkan, sebagaimana dilaporkan Aljazeera, Selasa (12/6), Komite Hubungan Islam-Amerika (CAIR) tengah berupaya mengatur pertemuan dengan Thomas Tancredo. Lembaga sipil Muslim terbesar di AS ini ingin mengetahui pasti maksud Tancredo.
“Pernyataan Tancredo berbahaya dan tak layak (diucapkan) oleh seorang anggota Kongres,” kritik James Zaghbi, Direktur Hubungan Arab-Amerika. Menurutnya, perkataan seperti ini, jika keluar dari seorang tokoh dipilih akan berbahaya bagi upaya memerangi terorisme, selain tidak mencerminkan perasaan rakyat Amerika. Selain itu, tambah Zaghbi, ungkapan tak bertanggung jawab ini dapat memperluas kesenjangan hubungan antara AS dengan dunia Arab dan Islam.
Lembaga Dewan Urusan Umum Muslimin bahkan meminta Presiden George W Bush dan lembaga Kongres untuk mengecam pernyataan tentang “penghancuran Makkah” oleh Tancredo. Protes keras juga datang dari Colorado, wilayah yang diwakili Tancredo. “Penjelasan Tancredo radikal dan tidak mencerminkan realitas,” ujar Mohammad Noorzai, Koordinator Dewan Muslim Colorado. Baginya, sosok manapun dalam posisi Tancredo, perlu berhati-hati dalam berkomentar, jika berkait dengan tempat suci dan teks agama.
Bukan hanya warga Muslim yang berang. Juru bicara anggota Kongres, Nancy Pelusi, yang memimpin minoritas demokrat di Kongres menilai pernyataan itu “tidak bertanggung jawab”. Anggota Kongres AS Thomas Tancredo mengusulkan untuk mengebom Makkah jika AS diserang. Memancing di air keruh, menyakiti hati umat Islam.
Sebenarnya, seperti apa sosok Tancredo. Selama ini, ia dikenal dengan pemikiran-pemikirannya yang keras berkaitan dengan imigrasi dan kehadiran warga asing. Kabarnya, mengutip Islamonline, Rabu (20/7), ia bersiap terjun pada pemilihan presiden tahun 2008 mendatang mewakili partai Republik. Ia juga dikabarkan tengah mulai berkeliling guna menakar kekuatan dukungan untuk dirinya.
Tancredo bukanlah orang pertama yang berpikiran untuk mengebom Makkah. Desember 2002 lalu, seorang perwira tinggi Israel meminta pemerintahnya mengumumkan niat menghancurkan kota suci Makkah dan Madinah di Arab Saudi jika Israel mendapat serangan nuklir dari negara atau kelompok Arab atau Muslim. Usulan ini dimuat dalam artikel berjudul “Ancaman Nuklir terhadap Israel”, yang dimuat dalam harian Haartz yang terbit di Israel. Penulisnya adalah perwira berpengkat kolonel dengan inisial M dan bekerja sebagai dosen di sebuah institut militer Israel.
Kabarnya, seperti dinyatakan koresponden Haartz pada desk militer, Aminon Barzlai, negara Zionis ini mempunyai 100-400 hulu ledak nuklir yang bisa dilontarkan dari darat, laut dan udara. Selain Israel, Ritch Louri, editor majalah National Review yang terbit di AS, juga pernah mengusulkan untuk menyerang Makkah dengan senjata nuklir. Ide itu dituangkan pada tulisannya yang dimuat dalam edisi internet, Maret 2002 lalu.
“Seandainya kita punya bom ‘aman’ yang bisa menjamin pembatasan kehancuran hanya pada titik serangan, kita akan letakkan Gaza dan Ramallah dalam daftar target,” tulis Louri, sebagaimana dikutip harian Al-Wathan yang terbit di Arab Saudi. Setelah semua ini, pertanyaan yang layak diajukan, dalam posisi apakah umat Islam saat ini? Di satu sisi terancam dan terintimidasi, namun di sisi lain dicap teroris. Persis seperti kata pepatah, sudah jatuh ketiban tangga. “Kalau mereka mau menyerang Makkah, berarti mereka mengobarkan perang Salib lagi. Nggak ada masalah. Asal umat Islam sadar bahwa mereka itu memusuhi dan memerangi Islam,” ujar KH A Cholil Ridwan, wakil ketua Komite Solidaritas Islam Indonesia (KISDI).
Lima belas abad silam, kabar tentang bakal diserangnya Makkah, dalam hal ini Baitullah, telah diwartakan oleh Rasulullah saw. “Sungguh Baitullah ini akan diserang oleh suatu pasukan, sehingga apabila pasukan tersebut telah sampai pada sebuah padang pasir, maka bagian tengah pasukan itu ditelan bumi. Maka berteriaklah pasukan bagian depan kepada pasukan bagian belakang, dimana kemudian semua mereka ditenggelamkan bumi dan tidak ada yang tersisa, kecuali seseorang yang selamat, yang akan mengabarkan tentang kejadian yang menimpa mereka,” (HR Muslim, Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah). Peristiwa ini, meskipun tidak disebutkan pelakunya maupun waktunya, juga menjadi salah satu tanda kiamat.
Bagi umat Islam, sunnatullah selalu menegaskan, kemenangan adalah milik kebenaran dan keadilan, meski datangnya kadang belakangan. (Sabili)
M. Nurkholis Ridwan

Gereja dan Hukuman Mati

By Mahkota Cahaya | At 08.41.00 | Label : | 0 Comments
Tidak bisa dipungkiri, penundaan hukuman mati bagi terpidana mati kasus Poso --Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marinus Riwu-- berkait dengan tekanan-tekanan kaum Katolik (juga Protestan) kepada pemerintah RI. Usai sidang kabinet di Istana Presiden Jakarta, Jumat (11/Cool malam, Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto mengatakan, pelaksanaan hukuman mati yang rencananya dilakukan Jumat (11/Cool malam ditunda setelah 17 Agustus 2006. Waktunya belum ditentukan.

Pada 12 Agustus 2006, Wapres Jusuf Kalla mengakui, memang ada surat dari Paus Benediktus XVI dan surat dari sejumlah uskup yang menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menunda pelaksanaan eksekusi Tibo dan kawan-kawan (dkk).

Tibo dkk, oleh Pengadilan Negeri Palu, telah diputuskan sebagai pelaku kasus penyerangan terhadap kaum Muslim pada 23 Mei 2000, yang menewaskan ratusan jiwa. Banyak saksi yang menyebutkan bahwa tindakan Tibo dkk terhadap kaum Muslim Poso sangatlah di luar batas kemanusiaan. Mereka bukan hanya mencincang tubuh korban, tetapi juga membunuh wanita dan anak-anak serta melakukan pelecehan seksual terhadap kaum Muslimat.

Tetapi, dalam hal ini, kaum Kristen melakukan aksi solidaritas untuk Tibo dkk, tanpa menimbang perasaan kaum Muslim, khususnya korban Tragedi Poso. Harusnya, jika dimaksudkan untuk kemaslahatan bangsa, dalam kasus Tibo dkk, tokoh-tokoh Kristen melakukan dialog intensif dengan para tokoh Muslim. Upaya `eksploitasi opini' yang sepihak bisa berdampak buruk terhadap hubungan antaragama di Indonesia.

Dalam situs Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), 12 Agustus 2006, masih bisa dibaca surat KWI kepada Presiden RI. Surat itu antara lain berbunyi: "Oleh karena itu, perkenankanlah kami, Presidium Konferensi Waligereja Indonesia, dengan tulus memohon ditundanya pelaksanaan hukuman mati terhadap siapapun, dan semoga hukuman mati di Indonesia dihapuskan untuk selanjutnya."

Kepada Presiden SBY, KWI menyatakan, bahwa ada masalah yang dalam beberapa hari terakhir ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, yaitu masalah hukuman mati. Dengan hukuman mati, hidup seseorang diakhiri dan tidak bisa dikembalikan lagi, kendati di kemudian hari kebenaran yang sesungguhnya dapat mengungkapkan yang berbeda.

Di situs KWI http://www.mirifica.net/ , juga bisa dibaca surat Paus Benediktus XVI kepada Presiden SBY. Dengan jelas surat itu menyebutkan permintaan Paus agar presiden melakukan intervensi terhadap kasus Tibo atas nama kemanusiaan dan agar presiden memberikan pengampunan terhadap tiga warga Katolik tersebut.

Jika dicermati, dalam soal hukuman mati di Indonesia, sikap KWI sendiri tidak begitu tegas. Menyusul kasus Tibo dkk, dengan tegas KWI meminta agar hukuman mati dihapuskan dari Indonesia. Tapi, dalam buku 'Iman Katolik' (1996) yang juga diterbitkan KWI, ditulis bahwa gereja tidak mendukung adanya hukuman mati, namun tidak melarangnya juga. Gereja mempertahankan, bahwa kuasa negara yang sah berhak menjatuhkan hukuman mati dalam kasus yang amat berat. (hal. 67).


Perubahan hukum

Terlepas dari kasus Tibo dkk, sikap Paus dan KWI dalam soal hukuman mati cukup menarik dicermati. Sebab, ini adalah sikap resmi sebuah agama. Dalam sejarahnya, gereja tidak bisa dilepaskan dari masalah hukuman mati. Dalam Bibel sendiri bertebaran ayat dengan perintah menjalankan hukuman mati. Pezina, penyembah berhala, dan sebagainya, harus dijatuhi hukuman mati. (Ulangan 17:2-5, 20-22, dsb).

Berdasar sejarah, jangankan dalam konsep hukum, dalam konsep teologi pun, kaum Kristen mengalami banyak perubahan penting. Selama ratusan tahun, gereja menganut prinsip extra ecclesiam nulla salus (di luar gereja tidak ada keselamatan). Konsili Vatikan II mengubah konsep eksklusif tersebut menjadi inklusif untuk membendung arus besar pluralisme agama dalam Kristen. Dalam perjalanannya, Nicene Creed (diterjemahkan oleh kalangan Kristen dan Katolik di Indonesia sebagai `Syahadat Nicea') mengalami sejumlah perubahan.

Bahkan, sejak awal perkembangan ke-Kristenan, telah terjadi perubahan-perubahan penting dalam tradisi Kristen. Contohnya, perubahan hari suci dari Hari Sabat menjadi Hari Minggu (Sunday/Hari Matahari) dan tanggal peringatan Natal ke 25 Desember, mengikuti tradisi Romawi yang bertuhan Sol Invictus (Dewa Matahari). Karena itu, dalam tradisi ke-Kristenan, tidaklah aneh jika dijumpai begitu banyak agama dan sekte, yang masing-masing mempunyai konsep teologis dan ritual yang berbeda-beda. Masing-masing agama atau sekte tidak bisa bersembahyang di gereja agama atau sekte lainnya, meskipun sama-sama mengakui Ketuhanan Yesus.

Kini di era modern, kaum Katolik juga mengubah pendapatnya tentang hukuman mati. Sebagai sebuah `evolving religion', hal seperti ini bisa terjadi. Hukum-hukum agama yang sudah tetap kemudian disesuaikan dengan perkembangan zaman. Dalam istilah Paus Paulus VI, `Gereja Baru' (The New Church) adalah gereja yang lebih terbuka, gentle, dan akomodatif. Dengan ungkapan lain, Gereja Baru harus more acceptable, lovable, dan free from medieval rigorism. (Lihat, Rama P Coomaraswamy, The Destruction of The Christian Tradition, (London: Perennial Books, 1981), hal. 237).

Menarik mencermati diskusi tentang peran hukum gereja dalam situs http://www.mirifica.com/ Dalam satu tulisan tertanggal 24 Juli 2006 berjudul 'Peran Hukum Gereja yang Amat Terbatas' disebutkan tentang perlunya revisi Kitab Hukum Kanonik. Disebutkan, bahwa sesudah Konsili Vatikan II (1962-1965) dalam gereja Katolik timbul kontroversi. Yang satu kubu meminta hukum gereja dihapus karena bertentangan dengan cinta kasih. Yang lain menyeru hukum gereja dipertahankan karena justru dibutuhkan dalam keadaan pembaruan yang membingungkan. Paus Paulus VI meminta revisi Kitab Hukum Kanonik dari tahun 1917 yang sudah dicanangkan oleh Paus Yohanes XXIII 25 Januari 1959 bersama dengan pemakluman Konsili Vatikan II diteruskan.
Konsep Islam

Itulah pendapat resmi gereja Katolik Indonesia tentang hukum-hukum Gereja. Sebagian kaum Muslim ada yang --sadar atau tidak-- berusaha mengikuti tradisi gereja dengan upaya mengubah hukum-hukum Islam secara totalitas, tanpa pandang bulu, mana aspek yang yang `tetap' (tsawabit) dan mana yang `berubah' (mutaghayyirat). Berbagai metode `modern' digunakan untuk mengubah hukum Islam. Dengan metode kontekstualisasi sejarah, misalnya, mereka mengubah keharaman hukum perkawinan antara Muslimah dan pria non-Muslim.

Padahal, ada perbedaan yang fundamental antara konsep hukum dalam Islam dan hukum dalam Kristen. Sebagai agama yang kebenarannya bersifat final dan paripurna, (bukan `historical and evolving' religion) (QS 5:3), Islam tidak menganut perubahan hukum yang mengikuti kondisi zaman dan tempat. Meskipun mayoritas manusia mendukung perjudian, hukum Islam tentang judi tidak berubah. Konsep Islam tentang `teks wahyu' (Alquran) juga bersifat universal, tetap, dan tidak berubah.

Babi diharamkan di mana pun dan sampai kapan pun, karena `teks'-nya jelas dan tidak berubah. Homoseksual haram hukumnya di mana pun dan kapan pun. Zina dan khamr adalah haram, apakah di Arab, Amerika, atau di Tangerang. Konsep hukuman mati (qishas) juga tidak berubah di dalam Islam, meskipun banyak di antara kaum Muslim sendiri yang mencaci dan enggan menerapkannya. (RioL)

Waspada Kristenisasi

By Mahkota Cahaya | At 08.40.00 | Label : , | 0 Comments
katakanlah: "hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali allah dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain allah. jika mereka bepaling: "saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri kepada allah".(Ali Imran 64)
Sebagai seorang Muslim, saya sungguh kawatir dengan nasib umat kristen diakhirat kelak, dengan kebangkangan diri mereka, dan demi mempertahankan ajaran nenek moyang mereka yang sudah jelas rusak mereka tetap mengikuti nenek moyang mereka dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dengan demikian kami dari pengurusan IRMI sepakat untuk menghadirkan topik lintas agama ini dalam bulletin jum’at, sebagai rasa prihatin kami terhadap saudara-saudara kita terhadap bahaya pemurtadan yang dilancarkan mereka agar para pembaca mengetahui ke bobrokan agama yang mereka anut. Dan dapat mempertahankan keimanan dari bahaya pemurtadan.
Isu pemurtadan memang sedang lagi gencar-gencarnya merebak ditengah masyarakat kita, ingat acara “my hope Indonesia” yang ditayangkan di TV dan bocoran jadwal diketahui dan disebar melalui HP, Email, dan Internet, yang mana acara ini adalah misi pemurtadan yang dilakukan umat Kristen untuk menyebarkan ajaran mereka, ini benar atau tidak semoga kita tidak terpropokasi terhadap hal seperti ini, dan kita tidak perlu marah, abil sikap yang biasa saja yang penting tingkatkan keimanan kita dan untuk itu IRMI sengaja membahas hal Kristologi sebagai bulletin Jum’at, dimana beberapa bulletin jum’at lain belum ada membahas topic Kristologi ini, seperti Al-Islam keluaran HTI kebanyakan membahas hal Politik dan Ad-Dakwah keluaran IKMI yang mana membahas hal yang umum atau campur. Buletin IRMI ini mungkin untuk kedepannya tidak trus membahas hal Kristologi dan tergantung juga dari tulisan dari jemaah masjid Istikharah, karena mungkin Buletin ini juga akan menerima tulisan dari jamaah untuk dimuat pada bulletin ini, tapi topic Kristolog akan lebih sering dibahas.
Para pembaca yang budiman, semoga tulisan-tulisan Buletin yang akan datang dapat diterima dengan baik oleh para saudaraku pembaca yang budiman. Saya berharap setelah saudara membaca tulisan-tulisan Buletin ini baik membahas hal kristologi maupun membahas masalah social masyarakat ataupun membahas hal politik, saudara pembaca dapat memberikan kritikan atau saran yang membangun buat kemajuan dan kejayaan islam dan Buletin IRMI kedepannya.
Dan apa bila suatu saat bulletin ini tercecer dijalan dan dibaca oleh umat beragama kristen, maka saya hanya bisa mengatakan mohon maaf atas kesengajaan yang saya perbuat. Saya hanya ingin mengajak anda merenungkan apa-apa tulisan-tulisan yang telah saya buat hari ini maupun esok, maka dihimbau agar setiap pengikut agama Kristen ini mempelajari dengan sungguh-sungguh isi daripada kitab umat Kristen yang ada padanya dan temukan kepalsuan, dan berdoa lah agar memperoleh hidayah pengetahuan tentang penyembahan Allah yang benar sehingga tidak berjalan ke arah yang keliru. Pelajarilah juga islam dengan sungguh-sungguh, ketahuilah kebenaran islam, cintailah Allah dan Rasulnya, juga cintailah Isa sebagai hanya utusan Allah yang benar, jangan takut akan terusir dari keluarga, karena cinta kepada Allah yang dibasuh air mata, akan lebih indah senantiasa. Cobaan untuk masuk islam akan datang bertubi-tubi yang akan meninggalkan goresan dihati, maka semakin tabah kita menjalani cobaan itu, semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan yang abadi. Tulisan ini saya buat karena saya mempunyai kerinduan yang besar agar saudara-saudara mengucapkan : "Asy-hadu An Laa Ilaaha Illallah. Wa Asy-Hadu Anna Muhammadan Rasuulullah". "Saya Bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan saya bersaksi Bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah" Jika saya memaksa maka saya berdosa.. Saya cuma sekedar mengajak.. Percaya atau tidak adalah urusan hati.. Sehingga janganlah saudara bertanya kepada orang lain, entah kepada Pendeta Gereja, kepada teman atau bahkan kepada orang tua.. Tetapi tanyalah kepada diri saudara sendiri.. Maukah saudara memperoleh keselamatan dan kebahagian abadi diakhirat kelak?. Jika gembala gereja atau orang tua mu menghalangi perbuatan baikmu maka katakan kepada mereka "Maukah kau menanggung dosaku selama ini?, karena perbuatanmulah aku tidak menemukan jalan yang lurus".
Itu hanya lah sedikit pesan saya kepada pembaca yang mungkin ada dari umat Kristen yang menemukan bulletin ini tercecer dijalanan.
Kristologi adalah ilmu yang mempelajari agama Kristen, jangan berprasangka buruk dulu, justru ajaran Kristen yang dipelajari adalah untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam ajaran Kristen dan justru memperkuat bukti bahwa Kristen bukan agama yang benar.
Pada perang salib saat ini, dunia Kristen telah meluncurkan peluru kendali "scud" (Kitab Injil) dalam dua puluh ribu macam bahasa. Untuk bahasa Arab saja mereka telah menerbitkan kitab ini dalam lima belas macam tulisan dan dialek. Hal ini secara jelas diperlihatkan pada sebuah salinan dari buku mereka - "The Gospel in many Tongues.", Sedangkan dalam bahasa Indonesia telah diterbitkan berbagai macam bahasa daerah seperti sunda, jawa, batak, minang, cina, aceh, dan lainya Di beberapa Negara diluar Indonesia para misionaris membawa-bawa injil mereka kerumah-rumah baik itu rumah orang islam atau pun agama lain, sebagai umat islam tentu akan menyambut kedatangan mereka dengan ramah, tapi apa yang terjadi ternyata mereka bertujuan bukan bersilaturahmi tapi justru untuk memberikan injil untuk umat islam, dan akan menjelaskan bahwa yesus itu penyelamat dan sebagainya yang berkaitan dengan ajaran mereka, di Indonesia misi ini dilarang karena kesepakatan yang dibuat bersama umat Islam, hal ini dibuat karena Islam juga agama yang mempunyai misi dakwah dan Kristen pun punya misi mengabarkan injil, jika ini dibiarkan akan ada perseteruan kuat antara Islam dan Kristen, Jadi dibuat kesepakatan bahwa Islam dan Kristen tidak dibolehkan mengabarkan ajaran kepada orang yang telah beragama. Tapi dilihat dari kemajuan teknologi ternyata umat Kristen justru ingkar janji, meskipun tidak melewati rumah-rumah umat Kristen menyiarkan ajaran melalui internet email, Media TV, dan buku-buku yang menyerang ajaran Islam, Bahkan buku – buku Kristen banyak berjudul yang menjebak yang mana dari judul kita mengira buat muslim ternyata isinya bertolak belakang dengan judulnya, Contohnya:
Belasan buku penginjilan (Misi Menginjil) berkedok Islam tulisan Pendeta Muhammad Nurdin (Nama Pendeta Ini pun berkedok Islam):
1. Ayat-ayat Penting di dalam Al-Qur’an (Al-Aayatul Muhmitatu fil-Qur’an) 84 halaman,
2. Keselamatan di dalam Islam (61 halaman),
3. Selamat Natal Menurut Al-Qur’an (28 halaman),
4. Kebenaran Yang Benar (Ash-Shodiqul Masduuq) 107 halaman,
5. Kebenaran yang Menyelamatkan (Ash-Shodiiqul Muslim) 79 halaman,
6. Isa Alaihi Salam dalam Al-Qur’an yang Benar (‘Isa ‘Alaihissalam fil-Qur’an) 84 halaman,
7. Keselamatan untuk Akhir Hayat (Salamatul Akhirotul Khoyat) 62 halaman,
8. Telah Kutemukan Rahasia Allah Yang Paling Besar (As-Sirrullahi Al-Akbar) 93 halaman,
9. Rahasia Allah Yang Paling Besar (As-Sirrullahi Al-Akbar) 77 halaman,
10. Waspadalah UFO Berbahaya (99 halaman),
11. Bila Terjadi Kiamat Aku Selamat (86 halaman),
12. Ya Allah Ya Ruh Ulqudus Aku Selamat Dunia dan Akhirat (76 halaman),
13. Waspadalah!!! “….” Itu Selalu Ada (28 halmaan),
14. Hampir Saya Musnah dan Terungkaplah Sebuah Misteri Dunia (96 halaman),
15. Bila Terjadi Perang Nuklir Aku Selamat,
16. Wahyu Tentang Neraka,
17. Wahyu Keselamatan Allah,
nah untuk itulah sekarang sudah tiba saat nya untuk kita membendung serangan mereka dengan pengetahuaan kita terhadap kerusakan ajaran mereka.
Buletin yang akan beredar nanti memungkinkan bagi kita sebagai peluru kendali buat menangkis semua hujatan umat Kristen nanti.
Ini pengalaman pribadi yang saya alami sendiri pada saat saya pulang kerja, dan pada saat itu hujan mendadak begitu deras, untung saat itu ada tempat berteduh dan disaat akan menggunakan mantel hujan ada seorang datang yang mau berteduh juga karena saya seorang muslim dengan ramah saya menegur bapak tersebut dan ternyata bapak itu pun begitu ramah, terjadilah pembicaraan antara kami berdua dan saya pun tidak jadi pulang dengan menggunakan mantel hujan dan ikut berteduh, pembicaraan mengarah kepada profesi ternyata bapak tersebut adalah guru agama Kristen disuatu sekolah negeri, setelah hujan reda dan saat akan pulang, begitu terkejutnya saya dia bertanya “anak orang apa?” “saya Muslim dari suku melayu” jawab saya. Lantas apa kata bapak tersebut yang membikin saya terkejut adalah “ Oh… tidak apa…sudah banyak kok Orang melayu sekarang yang menganut agama Kristen”. Saya menjawab “Maaf saya tidak percaya Alkitab (Bible/Kitab umat Kristen)”. Jawaban saya demikian berharap supaya bapak itu menunjukkan kitab sucinya dan saat itu saya beraksi dengan menunjukkan beberapa bukti bahwa kitab itu memang sudah tidak pantas disebut kitab suci lagi karena banyaknya ayat yang saling bertentangan, dan yang pindah agama malahan terbalik malah bapak itu yang masuk islam, itu harapan saya, tapi bapak tersebut pamit dan pulang.
Saya berpikir bagaimana kalau saja saya tidak memiliki pengetahuan tentang Injil, mungkin saya akan langsung menghina agama Kristen pada saat itu, dan justru akan menyebabkan dia akan berpandangan rendah terhadap Islam yang saya anut dan sayapun gagal mendakwahinya.
Jawaban bapak tersebut yang mengatakan “ tidak apa sudah banyakkok orang melayu yang masuk Kristen” itu sebenarnya bukan jawaban dari pernyataan saya yang mengatakan bahwa saya “seorang muslim dari suku melayu” disini kelihatan pembicaraan ini tidak nyambung, nah dari ketidak nyambungan pembicaraan ini dapat disimpulkan disini ada misi mengkristenkan, ini memang sudah menjadi bukti bahwa mereka memang sudah mulai curang akan janji yang disepakati bersama, maka itu kita bentengi diri kita dengan pengetahuan dan iman kita sebelum suatu saat mereka mengetuk pintu rumah kita. Saya harap juga dari para pembaca tidak hanya memperdalam kristologi juga pembaca dapat memperdalam Islam.
Sekian dulu tulisan dari saya, trimakasih atas perhatian dan mohon maaf apa bila ada kesalahan.

LELUCON DIBULAN APRIL

By Mahkota Cahaya | At 08.38.00 | Label : , | 0 Comments
“Dan jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya. (QS. Al-isra:36)
Beberapa hari lagi kita sudah mulai berganti bulan dan jatuh pada bulan April dimana pada tanggal 1 April diperingati oleh orang-orang kafir sebagai hari lelucon dibulan april atau yang kita kenal dengan sebutan April Mob/ All Fool’s day. Kita masih bisa bersyukur melihat masyarakat Riau saat ini tidak terpengaruh oleh budaya APRIL'S FOOL DAY itu, tapi sebagai pencegahan agar itu tidak terjadi pada kalangan anak-anak muda Riau ada baiknya kita peringatkan agar tidak ikut-ikutan dalam memperihati hari April Mob itu. Pada saat sekarang kita bisa lihat sudah ada dari kalangan adik-adik yang SMU kebawah yang sudah mulai memperingati hari april Mob ini, padahal sebenarnya mereka tidak tau sama sekali awal dari diperingatinya hari dimana dibolehkan mengerjai kawan sebabis mungkin ini. Biasa banyak dikota-kota besar kayak diJakarta memperingati hari April Mob ini, mereka menyibukkan diri dan bersiap membuat rencana besar untuk menipu orang lain, sahabat dekat, saudara, pacar, guru, dan bahkan orang tua sendiri, seakan-akan bulan April bulan yang dibolehkan berbuat Dosa. Yang penting mereka ingin puas melihat muka mangsa-mangsa gurauan April Mob mereka merah padam karena dipermain-mainkan. Padahal baru saja mereka diberikan kado/ucapan Kasih Sayang pada hari St.Valentino 14 Feb Lalu. Ini adalah sebuah Kekonyolan disamping juga bertentangan dengan Aqidah dan tidak membawa manfaat sedikitpun
Kita melakukan itu menurut apa yang kita anggap itu baik buat kita, tapi sebenarnya kita telah salah menilai, sebenarnya yang tau apa yang terbaik buat kita hanyalah Allah.
Seperti ada sebuah kisah memperingati April Mop ini, seorang suami ingin mengerjai Istrinya yang dianggapnya itu akan menjadi sebuah kejutan dan lelucon yang dapat ditertawakannya dengan Istrinya tercinta dan akan semakin melanggengkan hubungan mereka berdua.
Pada waktu pagi hari tepat tgl 1 April setelah bangun tidur si suami tiba-tiba membentak Istrinya “Aku ceraikau dengan talak tiga”, mendengar itu tentu saja si Istri jadi kagen bukan main, “ini orang abis makan singkong panas kali, ngak ada ujan, ngak ada badai tiba-tiba menjatuhkan talak? Keteguran dimana kali?” kemudian si Isri menangis mendengarnya, lalu sisuami tertawa terbahak-bahak sambil mengucapkan “April Mop” ternyata tawa si suami berubah menjadi raungan besar karena talak memang sudah syah jatuh. Kecewa berat sisuami yang berharap supaya menambah kelanggengan hubungan mereka. Eh malah memutuskan hubungannya dengan Istrinya. Makanya saudara pembaca yang budiman, hati-hati dalam bergurau, jangan sampai berbohong.
Bapak-ibu, saudara-saudari dan Adik-adik para pembaca yang budiman, saya harap kita semua yang beragama Islam tidak turut memperingati hari April Mop ini yang jatuh beberapa hari lagi, yang membuat kita sampai berbohong, apalagi itu bukan budaya kita Islam, Islam tidak pernah membolehkan mengerjai kawan hingga akhirnya menimbulkan dendam kesumat, jangan pernah lakukan itu. Sangat menyedihkan memang jika diantara kita umat Islam sampai memperingati hari gurauan dibulan April ini, kenapa tidak sebab dibalik itu ada sejarah yang pahit untuk umat Islam yang akhirnya diperingati oleh umat kafir sebagai hari lelucon dibulan april ini.
Dibalik perayaan April Mob ini, ada tragedi berdarah yang menghabiskan saudara kita se Islam di Spayol (moors/andalusia) oleh tetara kristen. Pada abad ke 16 Spayol / Andalusia yang berpenduduk mayoritas Islam, mendapat serangan dari kaum kristen, setelah sekian lama kalah melawan Islam akhirnya umat kristen melihat kelemahan Islam, bahwa Islam tidak meminum Alkohol dan menghisap rokok, dengan demikian dikirimlah oleh umat kristen minuman berakohol dan rokok secara gratis, taktik ini amat berhasil, kemudian umat Islam terutama kaulamudanya sangat mudah terpengaruh dengan hal yang beginian, dan akhirnya mereka berhasil menundukkan umat Islam, dan membantai umat Islam yang tidak mau menjadi Kristen, tidak itu saja ada juga umat Islam yang dikurung dan disiksa supaya mau masuk kedalam agama kristen.
Seluruh umat Islam yang taat harus dibunuh, karena tidak mau pindah akidah ke kristen, dan ada sebagian lagi umat Islam yang bersembunyi didalam rumah-rumah mereka. Melihat itu ada kekhawatiran umat kristen akan tumbuhnya kembali Islam di Spayol, kemudia mereka ingin menghabisi umat Islam Spayol tanpa sisa, tapi mereka ingin mempermainkannya dulu dengan lelucon-lelucon. Kemudian tentara kristen membuat rencana agar umat Islam bisa dikerjai dulu, baru dibunuh.
Pada peristiwa tersebut, Muslimin Spanyol dijanjikan akan diberi kebebasan untuk meninggalkan tanah Spanyol secara damai, dengan catatan tidak boleh membawa senjata ke pelabuhan. Ternyata, setelah mereka berkumpul di sana, mereka dibantai secara keji tanpa ada kesempatan membela diri, sabab tidak punya senjata. Itulah mengapa tanggal 1 April diperingati kaum Kristen sebagai hari kebodohan umat Islam, dengan kata lain, "bego lu !!, mau aje ditipu".
April Mop = hari dimana mereka boleh menipu orang lain sebagai bahan gurauan.
Perayaan ini akhirnya dirayakan setiap tahun bukan saja di Spanyol tetapi juga di seluruh dunia sebagai April Fool's Day.Yang menyedihkan lagi, orang-orang Islam yang jahil pun turut memperingati April Fool's Day tanpa menyadari mereka sebenarnya merayakan ulang tahun pembunuhan masal saudara se-Islam mereka sendiri.
Dari sejarah itu kita menjadi semakin yakin dengan apa yang telah diperingatkan Allah kepada kita dalam Al-Qur’an
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yg benar)". Dan sesungguh nya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengeta huan datang kepadamu, maka Allah tdk lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Albaqaroh :120)
Berhati-hatilah kita sama mereka, sebab ini telah diperingatkan Allah pada kita, dan sejarah telah membuktikan ini semua. Tapi taukah kita akan sejarah yang pahit ini? umumnya umat Islam tidak tau dan itu bukan karena tidak diberi tau tapi umumnya kita tidak mau tau.
Wahai umat Islam, berhati hatilah terhadap budaya ini..... hindari diri kita dari berbuat Dzolim. Ingatkanlah saudara saudara kita sesama muslim.
- Ingatlah bahwa tanggal 1 April adalah hari pembantaian umat Islam Spanyol
- Dan yang penting dalam Al Quran & Hadist tidak ada perintah dimana boleh menipu orang lain sebagai bahan gurauan.(sumber beast666.darkbb.com)

Upaya Mencegah Aliran Sesat Di Aceh

By Mahkota Cahaya | At 08.33.00 | Label : | 0 Comments
1303517927407619293
Provinsi Aceh yang kini sedang melaksanaakan syariat Islam sempat dikejutkan dengan berkembangnya aliran “Millata Abraham” yang dinilai bertentangan dengan agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW.
Warga Aceh yang fanatik dengan Islam tersebut sempat tidak percaya bahwa pengikut Milata Abraham di daerah itu sudah mencapai 700 orang.
Kontan saja elemen masyarakat Aceh menentang dan melakukan berbagai aksi unjuk rasa agar Pemerintah Aceh mengambil sikap tegas terhadap ajaran yang dinilai menyesatkan tersebut.
Atas desakan masyarakat, akhirnya Pemerintah Aceh mengeluarkan Peraturan Gubernur yang menyebutkan Milata Abraham merupakan aliran sesat dan dilarang di daerah “Serambi Mekah” ini.
Dengan keluarnya Pergub tersebut sebanyak 139 pengikut Millata Abraham bertaubat dan berjanji tidak akan terpengaruh dengan aliran tersebut.
Sebagai bukti mereka kembali ke Islam yang sesungguhnya, sebanyak 139 orang itu disyahadatkan kembali oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU/MUI) Aceh Tgk. H. Muslem Ibrahim di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Peristiwa tersebut sepertinya menjadi pelajaran bagi umat Islam di Aceh, sehingga mereka tidak mau lagi kecolongan sehingga aliran sesat tersebut berkembang di daerah ini.
Oleh karena itu, sebanyak 25 organisasi masyarakat dan kepemudaan di Aceh akan memantau aktivitas ratusan mantan pengikut Millata Abraham yang telah kembali bertaubat. Pengawasan itu guna memastikan mereka sudah benar-benar meninggalkan ajaran sesat itu.
“Kita tidak ingin setelah disyahadatkan mereka mengulangi perbuatan sama,” kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh Ramli A. Rasyid.
Menurut dia, pascapensyahadatan, masyarakat Aceh masih curiga dengan aktivitas mereka. Apalagi, kata Ramli, beredar kabar bahwa pensyahadatan itu sebagai trik mereka agar bisa leluasa dalam bergerak.
Ramli juga meminta Pemerintah Aceh melalui dinas terkait lebih proaktif melakukan pembinaan secara ketat bagi mantan pengikut Millata Abraham.
“Kita juga meminta masyarakat untuk melakukan syahadat ulang terhadap ratusan pengikut Millata Abraham di desa masing-masing. Pensyahadatan di mesjid raya belum betul-betul khidmat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Siswa Kader Dakwah (Iskada) Aceh Marwidin Mustafa menambahkan pengawasan aktivitas mantan pengikut Millata Abraham setelah disyahadatkan ulang merupakan kewajiban bersama masyarakat.
“Namun, 25 lembaga ini harus lebih fokus. Jangan sampai aqidah Islam sedikit demi sedikit dikikis dari dalam dengan kepura-puraan mereka,” kata Marwidin.

Upaya pencegahan
Terungkapnya ajaran Milata Abraham di Banda Aceh ternyata mendapat tanggapan dari berbagai pejabat daerah dan kalangan masyarakat, agar ajaran tersebut tidak menyebar luas ke kabupaten/kota di Aceh.
Kepala daerah dan organisasi mengadakan sosialisasi upaya pencegahan agar umat Islam tidak terpangaruh dengan jaran sesat.
Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar mengatakan, banyaknya remaja Aceh yang terpangruh dengan aliran sesat, karena memang ilmu agamanya dangkal.
“Sebenarnya anak-anak kita yang terpengaruh itu pintar dan orang tuanya pejabat, tapi karena ilmu agamanya sedikit, maka mereka mudah terpengaruh,” katanya.
Oleh karen itu ia mengusulkan perlunya penambahan pelajaran agama di sekolah-sekolah umum agar siswa memiliki pemahaman yang tinggi, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan ajaran-ajaran yang bisa mendangkalkan aqidah Islam.
“Saya rasa porsi pengajaran agama di sekolah-sekolah umum mulai SD sampai SMA bahkan perguruan tinggi perlu ditambah agar anak-anak kita memiliki kepahaman agama yang tinggi, sehingga tidak mudah terpengaruh,” katanya.
Wagub menyatakan, pelajaran agama di sekolah-sekolah umum sekarang sepertinya tidak efektif lagi, yakni dalam sepekan hanya 90 menit, sehingga sangat sedikit sekali anak-anak memproleh pendidikan agama.
Oleh karena itu, perlu ditambah pelajaran agama di sekolah-sekolah umum, khususnya lagi di perguruan tinggi, agar anak-anak dan mahasiswa memiliki dasar-dasar kefahaman agama yang kuat, sehingga apabila ada ajaran-ajaran yang menyimpang dari Islam mereka tidak mudah terpengaruh, kata Muhammad Nazar.
Wagub menyatakan, untuk menambah pelajaran agama ini tidak mungkin mengandalkan anggaran dari APBN, tapi perlu tambahan dana dari APB Aceh atau APB kabupaten.
Untuk itu, ia berharap DPR Aceh perlu mendorong program ini, sehingga pendidikan agama anak-anak Aceh bisa lebih meningkat lagi.
“Masalah agama merupakan masalah penting, jangan dianggap remeh, semua pihak perlu memikirkan hal ini, sehingga anak-anak kita tidak terjerumus pada hal-hal yang bertentangan dengan Islam,” katanya.
Ia juga mengharapkan agar meunasah dan masjid di Aceh lebih diberdayakan lagi untuk kegiatan pengajian.
Hal senada juga disampaikan Bupati Aceh Tengah H Nasaruddin yang menganjurkan warganya untuk menggalakkan pengajian di meunsah atau surau dan masjid guna menangkal aliran sesat.
“Saya rasa tidak ada jalan lain untuk mencegah aliran sesat, kecuali memperbanyak pengajian di mana-mana,” katanya.
Menurut Bupati, maraknya perkembangan aliran sesat akhir-akhir ini dipicu dari semakin lunturnya budaya keagamaan yang diwariskan oleh para pendahulu.
Orang tua dan juga anak-anak lebih mementingkan nonton sinetron ketimbang mengaji. “Padahal, dulu budaya mengaji sangat mengakar dalam masyakat kita, khususnya waktu antara shalat Magrib dan Isya, sehingga anak-anak tidak kosong dari ilmu dan pengetahuan agama,” kata Nasaruddin.
Menurut dia, membendung aliran sesat ini tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja, namun semua elemen dalam menjaga akidah umat, karena upaya pemerintah saja tanpa dukungan pihak lain termasuk masyarakat, tidak akan memberikan dampak apa-apa.
Orang nomor satu di Aceh Tengah tersebut  mengajak ibu-ibu pengajian, tokoh masyarakat dan ulama sebagai garda depan menangkal aliran sesat yang kini telah menjadi isu nasional, dengan senantiasa mengggalakkan  pengajian, mengkaji, menelaah kandungan Al Quran dan Hadist secara paripurna.
Saat ini aliran serta paham sesat dan menyimpang sedang tumbuh subur dan berkembang di negeri ini. Belum selesai masalah satu aliran sudah muncul aliran yang baru.
Selain merusak akidah dan citra Agama Islam, aliran-aliran ini merusak tatanan sosial, merusak hubungan keluarga, persatuan umat, cara berpikir masyarakat, dan bahkan ada yang mengancam kelangsungan NKRI, katanya.
Terakhir Bupati mengharapkan pengajian ini terus dapat dipertahankan dan berkembang serta menjadi benteng bagi masuknya aliran sesat di Aceh Tengah.
Pembinaan
Seorang tokoh ulama dan masyarakat Aceh Tgk H Imam Suja menyatakan, Pemerintah Aceh dan semua elemen masyarakat agar ikut membina mantan pengikut aliran Millata Abraham, sehingga mereka tidak kembali lagi kepada ajaran yang bertentangan dengan Islam.
“Pensyahadatan kembali terhadap mantan pengikut Millata Abraham tidak cukup, tapi harus dilakukan pembinaan secara kontinyu, sehingga akidahnya benar-benar sesuaidengan Al Quran dan Hadist,” katanya.
Imam Suja’ yang juga Penasihat DPW Muhammadiyah Aceh itu menyatakan, bila ratusan mantan pengikut Millata Abraham tidak dibina secara selektif, maka dikhawatirkan mereka akan mengembangkan ajarannya kepada orang lain.
“Kalau tidak dibina secara intensif, maka saya khawatir ajaran Millata Abraham bisa berkembang,” katanya.
Karena itu, Pemerintah dan MPU Aceh dimintanya agar tidak tinggal diam, dan memikirkan bagaimana masa depan anak-anak Aceh yang telah bertobat tersebut, katanya.
“Memang, sangat lucu, kalau sampai orang Aceh, akidahnya bisa terpengaruh. Ini masalah serius, karena apabila tidak ditangani, maka saya tidak tahu apa jadinya generasi kita 10 tahun ke depan,” katanya.
Ketika ditanya apakah mereka itu perlu ditempatkan di pesantren-pesantren, Imam Suja’ menyatakan, cara seperti itu bisa-bisa saja, tapi kan membutuhkan dana yang besar, apalagi anak-anak tersebut bukan orang telantar dan sebagian besar masih sekolah.
“Biarkan mereka tetap sekolah atau kuliah, setelah itu masing-masing anak diwajibkan untuk mengikuti pengajian,” katanya.
Khusus kepada orang tua, Imam Suja’ yang juga mantan anggota DPR RI itu mengharapkan agar memperhatikan pergaulan anak-anaknya.
“Ajak mereka untuk mengikuti pengajian-pengajian, sehingga akidah mereka bisa kembali kepada ajaran Islam yang sesuai dengan Al Quran dan Hadist,” katanya.
Karena bagaimanapun, menurut dia, terjerumusnya anak-anak ke aliran yang menyesatkan tidak terlepas dari kurangnya perhatian dari orang tua, khususnya di bidang pendidikan agama. “Meskipun anak-anak kita pintar, tapi kalau tidak dibekali ilmu agama yang kuat, maka akan tetap terpengaruh, apalagi diiming-imingi uang yang banyak,” katanya. ( ant/ Heru Dwi S )
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz