Tampilkan postingan dengan label kristolog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kristolog. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Oktober 2011

Kristen lahir dari kedegilan bangsa Israel

By Unknown | At 09.12.00 | Label : , | 0 Comments

ilustrasi
Sejak jaman Nabi Musa, bangsa Israel terkenal akan kedegilan mereka. Salah satu kedegilan mereka adalah ingin memiliki Allah yang berwujud. Mereka tidak puas dengan Allah yang tidak diketahui wujudnya, mereka ingin seperti bangsa kanaan yang memiliki Allah yang memiliki bentuk, sehingga mereka perlu membuat wujud-wujud Allah yg mereka ingini agar mereka bisa menyembah didepannya. Kedegilan ini dimulai ketika Nabi Musa pergi kegunung sinai, bangsa Israel meminta Harun untuk membuatkan mereka bentuk Allah seperti yang diceritakan dalam keluaran 32:1-6
“Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir–kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia. Lalu berkatalah Harun kepada mereka: “Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga isterimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan bawalah semuanya kepadaku.” Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun. Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: “Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!”. Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mezbah di depan anak lembu itu. Berserulah Harun, katanya: “Besok hari raya bagi TUHAN!” Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.
Itulah wujud Allah yang pertama kali dibuat oleh bangsa Israel berdasarkan imajinasi Harun yaitu berbentuk patung anak lembu tuangan yg terbuat dari emas. Kelakuan ini tentu saja mendapat hukuman dari Allah seperti yang diceritakan pada ayat selanjutnya.
Keinginan bangsa Israel untuk mengetahui bagaimana wujud Allah terus terjadi. Nabi Musa-pun ternyata juga ingin mengetahui bagaimana Wujud Allah seperti yg diceritakan dalam keluaran 32, sedangkan dalam Al-Qur’an surat Al-A’raaf 143 dijelaskan bagaimana Nabi Musa bertobat atas kedegilan (ingin melihat wujud Allah) ini.
وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَن تَرَانِي وَلَٰكِنِ انظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ ٧:١٤٣
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”. QS Al-A’raaf ayat 143
Keinginan untuk melihat wujud Allah juga dilakukan oleh para murid Yesus, dimana diceritakan dalam Yohanes 14:8 dimana Filifus meminta kepada Yesus untuk menunjukkan bagaimana wujud Bapa/Allah. Maka pada ayat selanjutnya Yesus menyatakan kegeramannya dan mengatakan kepada Filifus
Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
Ayat ini menunjukkan bagaimana Yesus merasa bahwa pengajarannya akan penyembahan Allah yang berbentuk roh (tidak berwujud) selama itu sepertinya tidak digubris oleh Filifus sehingga kedegilan umat Israel sejak jaman dahulu yang ingin melihat wujud Allah masih saja dilakukan oleh Filifus.
Setelah Yesus diangkat, maka kedegilan umat Israel ternyata dilanjutkan oleh Paulus dimana dia menjadikan Yesus sebagai Wujud Allah. Allah dikatakan telah merendahkan diri sebagai manusia yang bernama Yesus. Kemudian ajaran Paulus yang menyembah kepada Wujud Allah yang bernama yesus disebut dengan kristen. Perkataan Yesus yang sering digunakan umat kristen untuk menyatakan bahwa Yesus adalah perwujudan Allah adalah ada dalam Yohanes 10:30 yaitu “aku dan Bapa adalah satu” seperti juga yg Yesus ucapkan dalam Yohanes 14 diatas. Perkataan ini memang dianggap sebagai suatu hujatan Yesus kepada Allah karena perkataan ini bisa dianggap sebagai penyetaraan diri kepada Allah, sehingga orang-orang Yahudi melempari Yesus dengan batu.
Namun Yesus membantah anggapan tersebut dan mengatakan bahwa perkataan tersebut hanyalah sebuah bentuk ungkapan bagi orang-orang yang menerima perkataan Allah seperti Yesus sebagaimana tertulis dalam taurat dimana Nabi Musa-pun diangkat sebagai Allah bagi Fir’aun. Kesalahpahaman kaum Yahudi ternyata diteruskan oleh orang Kristen, bedanya orang Yahudi menganggapnya sebagai suatu hujatan penyetaraan kepada Allah, sedangkan umat kristen menganggapnya sebagai pengesahan Yesus setara dengan Allah. Namun antara Yahudi dan Kristen ternyata sama-sama salah faham dengan perkataan Yesus.
Penyembahan kepada wujud-wujud Allah jelas dilarang karena hal ini berkaitan dengan larangan penyembahan kepada berhala yang banyak ditemukan dalam ajaran semua Nabi Allah. Berhala sendiri diartikan sebagai “the worship of a physical object as a god;(dari Merriam Webster); jadi setiap bentuk fisik dari Allah bisa dikatakan sebagai berhala, termasuk Yesus yg dianggap oleh orang kristen sebagai bentuk fisik dari Allah. Konsep ketuhanan dalam Kekristenan juga ternyata mempunyai konsep yang dikenal dengan soft polytheisme yaitu Soft Polytheism, which holds that Gods may be aspects of only one God.
dimana banyak inkarnasi Tuhan berasal dari satu Tuhan. Persis seperti konsep trinitas dimana tiga pribadi Allah berasal dari Allah yang Esa/satu. Jadi kristen adalah ajaran soft politheism yang mengajarkan pada penyembahan berhala yang merupakan hasil dari kedegilan bangsa Israel yang selalu ingin mewujudkan Allah dalam bentuk fisik.

Analisis Kritis Silsilah Yesus

By Unknown | At 09.09.00 | Label : , | 1 Comments

Misionaris Kristen terkenal paling jago berkata bohong dan memutarbalikkan perkataan. Di bawah ini adalah beberapa klaim bohong Kristen mengenai silsilah Yesus:
1. Tidak ada kontradiksi antara Injil Matius dan Injil Lukas dalam menceritakan silsilah Yesus.
2. Silsilah versi Injil Matius adalah milik Yusuf, sedangkan silsilah versi Injil Lukas adalah milik Maria.
3. Talmud kitab Hagigah 2:4 dan Hagigah 77:4 mencatat bahwa Maria anak perempuan Eli.
Melalui artikel inilah saya akan membantah klaim bohong Kristen tsb berdasarkan bukti dan fakta tak terbantahkan. Anda adalah penilai atau hakim dalam artikel ini. Siapa yang berbohong dan siapa yang benar!
Penipuan Kristen: Maria adalah Anak Eli berdasarkan Kitab Hagigah 2:4
Untuk memperkuat bukti bahwa Maria anak perempuan Eli, misionaris Kristen menyampaikan bukti “kuat” dibawah ini:
Silsilah yang disajikan oleh Lukas merunut garis keturunan Yesus melalui kaum pria dalam garis keturunan Maria (yang juga dari keturunan Daud). Lukas menekankan bahwa Yesus adalah anak kandung Maria sehingga menjadi sama seperti kita. Dengan demikian para penulis kitab Injil menegaskan bahwa Yesus berhak menjadi Mesias baik secara hukum maupun secara biologis
Menurut Talmud Yerusalem yaitu Kitab Hagigah 2:4, Maria adalah anak perempuan Eli, sesuai dengan ayat di bawah ini:
* Lukas 3:23-24,
“Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli, anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf.”
Sumber:
-BP, http://sarapanpagi.org/kontradiksi-perjanjian-baru-vt543.html
Komentar
Inilah kebohongan misionaris Pagan Trinitarian. Nampaknya kedustaan Kristen tsb sudah tersosialisasi dengan baik, dimana kita dapat dengan mudah menemukan pernyataan seperti itu di banyak website Kristen.
Perhatikan Kebohongan Kristen dibawah ini:
“The Jerusalem Talmud recognised this genealogy to be that of Miriam and not of Joseph. It refers to Miriam as the daughter of Heli in Hagigah 2:4.” http://english.logon.org/english/s/p119.html
“The absence of Mary’s name is quite in keeping with the Jewish practices on genealogies. The Jerusalem Talmud recognized this genealogy to be that of Mary and not Joseph and refers to Mary as the daughter of Heli (Hagigah 2:4).” http://www.matsati.com/genealogy.html
“Furthermore, although many translations of Luke 3:23 read: “…being supposedly the son of Joseph, the son of Eli…,” because of the missing Greek definite article before the name of Joseph, that same verse could be translated as follows: “Being the son (as was supposed) of Joseph the son of Heli…”.1 In other words, the final parenthesis could be expanded so that the verse reads that although Y’shua was “supposed” or assumed to be the descendant of Joseph, he was really the descendant of Heli. Heli was the father of Miriam. The absence of Miriam’s name is quite in keeping with the Jewish practices on genealogies. The Jerusalem Talmud recognized this genealogy to be that of Miriam and not Joseph and refers to Miriam as the daughter of Heli (Hagigah 2:4).” http://jewsforjesus.org/publications/issues/5_6/genealogy
“Was Jacob (Matthew 1:16) or Heli (Luke 3:23) the father of Joseph and husband of Mary? (Category: misunderstood the Hebrew usage) The answer to this is simple but requires some explanation. Most scholars today agree that Matthew gives the genealogy of Joseph and Luke gives that of Mary, making Jacob the father of Joseph and Heli the father of Mary. This is shown by the two narrations of the virgin birth. Matthew 1:18-25 tells the story only from Joseph’s perspective, while Luke 1:26-56 is told wholly from Mary’s point of view. A logical question to ask is why Joseph is mentioned in both genealogies? The answer is again simple. Luke follows strict Hebrew tradition in mentioning only males. Therefore, in this case, Mary is designated by her husband’s name. This reasoning is clearly supported by two lines of evidence. In the first, every name in the Greek text of Luke’s genealogy, with the one exception of Joseph, is preceded by the definite article (e.g. ‘the’ Heli, ‘the’ Matthat). Although not obvious in English translations, this would strike anyone reading the Greek, who would realize that it was tracing the line of Joseph’s wife, even though his name was used. The second line of evidence is the Jerusalem Talmud, a Jewish source. This recognizes the genealogy to be that of Mary, referring to her as the daughter of Heli (Hagigah 2:4)”. (Fruchtenbaum 1993:10-13) http://debate.org.uk/topics/apolog/contrads.htm
Note:
Hagigah dapat ditulis Chagigah, Khagigah, Hagiga, Khagiga, atau Chagiga.
Daripada kita menggantungkan diri kepada gerombolan penipu yaitu kaum Pagan Trinitarian, mengapa kita tidak melihat secara langsung Talmud kitab Hagigah 2:4. Sekarang silahkan Anda membuka website kitab Talmud Hagigah Bab 2 dibawah ini:
- http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Talmud/hagiga2.html
- http://www.sacred-texts.com/jud/t03/hgg03.htm
Dibawah ini saya salin kembali Kitab Hagigah 2:4.
“In the case of Pentecost, which falls upon the eve of a Sabbath, the House of Shammai say: The day for sacrificing is after the Sabbath. But the House of Hillel say: There is no day for sacrificing after the Sabbath. Both, however, admit that if it fall upon a Sabbath the day for sacrificing is the day after the Sabbath. And on that day (which is called the day of sacrificing) a high-priest is not to clothe himself in his costly garments, unless in case of a mourning or of a fast. The prohibition was in order not to confirm the words of those who say, Pentecost is after the Sabbath (only).” (Mishna Hagigah 2:4)
Sekarang, apakah Anda dapat menemukan kata “MARY” atau “MIRIAM” di Talmud kitab Mishna Hagigah 2:4 diatas? Dapatkah Anda menemukan kalimat “Mary is daughter of Heli” pada Talmud Hagigah 2:4 diatas?
Note:
Bila Anda ingin mengetahui siapa House of Shammai dan House of Hillel, silahkan baca Ensiklopedia Yahudi online di sini
Masihkan Anda meyakini this perverted nonsense religion, Christianity.
Penipuan Kristen: Maria adalah Anak Eli berdasarkan Kitab Hagigah 77:4
Selain penipuan atas nama kitab Hagigah 2:4, Kristen juga memamerkan penipuan lainnya yang saya kutip dibawah ini.
Secara hukum Yahudi — bukan secara darah-daging — Yusuf adalah ayah dari Yesus Kristus. Ayat di atas pun tidak menulis bahwa Yusuf “memperanakkan” Yesus, tetapi menekankan bahwa Maria yang melahirkan Yesus Kristus.
* Lukas 3:23
“Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,”
Nama Eli tidak muncul dalam silsilah Matius karena Eli bukanlah ayah Yusuf melainkan mertua. Eli adalah ayah Maria dan hal ini dicatat dalam kitab Agama Yahudi Misyna Khagigah 77:4. Kalangan Yahudi menanti kedatangan Sang Mesias dari keturunan Daud sehingga silsilah baik Yusuf (dari keturunan Salomo) dan Maria (dari keturunan Natan) tidak luput dari pengamatan mereka.
.(BP, op.cit.)
Note:
Pada tanggal 22 September 2007, saya tidak lagi menemukan kalimat tsb di http://sarapanpagi.org/kontradiksi-perjanjian-baru-vt543.html . BP (Forum Kristen sarapanpagi) telah menghapus kalimat tsb, karena nyata-nyata sangat mempermalukan dirinya. Forum Kristen tsb tidak ingin para pembacanya mengetahui kebohongan yang dahulu sengaja mereka ciptakan!
Komentar
Klaim bohong Kristen tsb karena mereka merujuk sebuah buku ngawur berjudul “Horae Hebraicae” karangan John Lightfoot 400 tahun silam. Apakah “ELI” adalah berasal dari terjemahan “LYBSLYM” dalam bahasa Ibrani
Kita lihat dahulu The Talmud of the Land of Israel Vol. 20: “Hagigah and Moed Qatan.” Tr. Jacob Neusner. University of Chicago Press, 1986 Passage: “L.”:
“R. Eliezer bar Yos’e said that he saw Miriam, the daughter of ‘LYBSLYM[Jastrow—the leeklike sprouts of onions], hanging the nipples of her breasts. R. Yost b. Hanina said, “The pin of the gate of Gehenna was fastened to her ear.”
Note:
- Bahasa Ibrani aslinya tidak mengenal huruf vokal. ‘LYBSLYM adalah delapan huruf konsonan bahasa Ibrani.
Eli atau Heli jika diconvert kedalam bahasa Ibrani adalah ‘eLiY. ‘eLiY hanya terbentuk dari tiga huruf bahasa Ibrani yaitu ‘-L-Y. Jadi klaim Kristen bahwa Hagigah 77:4 atau Hagigah 77:d yang menyatakan LYBSLYM sebagai ‘LY (Eli) adalah sangat tidak tepat!
Dr. David Kraemer menafsirkan “LYBSLYM” sebagai “alei betzalim” atau “alei betsalim”, yang artinya adalah “leaves of onions” dalam bahasa Inggris. Selain itu, banyak sarjana yang meyakini bahwa Mary atau Miriam yang diceritakan dalam Hagigah 77:4 bukan Maria ibunda Yesus. (source)
Jika Anda penasaran bagaimana asal mula atau duduk perkara dari penipuan umat Kristen yang kini telah tersosialisasi dengan baik oleh para antek Trinitarian tak tahu malu, silahkan baca website dibawah ini:
http://frontline-apologetics.com/QA8_talmud_mary.htmrecommended
atau di Benarkah Maria Anak Eli dalam Talmud kitab Hagigah 77:4
Ternyata Bukan Pandangan Kristen Abad Pertama, Tetapi Abad 15
“Nevertheless, the genealogy does not actually mention Mary: making it her genealogy is therefore a “daring” interpretation. More problematically, the Early Christians preserve no tradition identifying Luke’s genealogy as Mary’s. It was not until the 15th century AD, when Annius of Viterbo first suggested this reassignment of the genealogy to Mary.” (Wikipedia, Genealogy of Jesus, online source)
(Tetapi, silsilah sebenarnya tidak menyebutkan Maria: pembuatan ini adalah silsilah Maria adalah sebuah interpretasi “nekad”. Lebih problematis lagi, orang Kristen generasi awal tidak mengenal tradisi bahwa silsilah versi Lukas sebagai milik Maria. Klaim ini tidak ada sampai dengan abad 15 M, ketika Annius of Viterbo pertama kali menyarankan pengalihan silsilah kepada Maria.)
“According to Patrizi, the view that St. Luke gives the genealogy of Mary began to be advocated only towards the end of the fifteenth century by Annius of Viterbo, and acquired adherents in the sixteenth. St. Hilary mentions the opinion as adopted by many, but he himself rejects it” (Catholic Encyclopedia, Genealogy of Christ, online source)
(Menurut Patrizi, pandangan bahwa St. Lukas memberikan silsilah Maria mulai diadvokasi hanya pada akhir abad ke 15 oleh Annius dari Viterbo, dan memperoleh pengikut di abad ke 16. St. Hillary menyebut opini ini karena diadopsi oleh banyak orang, tetapi ia sendiri menolak opini ini.)
Alhamdulillah misteri kebohongan dan penipuan Kristen akhirnya terbongkar. Kini, kita dapat menyimpulkan bahwa apology Kristen yang mengalamatkan Injil Lukas sebagai silsilah untuk Maria adalah baru terjadi di abad ke 15. Lalu bagaimana silsilah Yesus menurut tradisi atau pandangan umat Kristen generasi awal, simak dibawah ini.
Injil Lukas Dalam Pandangan Umat Kristen Generasi Awal

Catatan Tradisi Kristen Generasi Awal benar-benar kompleks karena mencakup tradisi Yahudi Levirate marriage. Augustine mempelajari tradisi ini dari Julius Africanus dan menerima tradisi ini sebagai authoritative. (Eusebius dari Caesaria, Church History 1:7, 6:31; Augustine dari Hippo, De Consensu Evangelistarum 2.)
  • Tradisi orang Kristen mengidentifikasi seorang wanita bernama Estha sebagai nenek dari Yusuf. Estha menikah dengan Matan, keturunan Salomo (Sulaiman) bin Daud, dan menjadi ibu dari Yakub.
  • Tetapi setelah Matan mati, Estha menikah lagi dengan Matat, keturunan Natan bin Daud, dan menjadi ibu dari Eli.
  • Jadi, Yakub dan Eli adalah saudara tiri yang memiliki ibu kandung yang sama.
  • Eli menikah, tetapi mati tanpa mempunyai anak, jadi jandanya memikul tanggung jawab terhadap tradisi kuno levirate marriage, dan menikah dengan Yakub sehingga memperoleh anak bernama Yusuf.
  • Jadi, Yusuf adalah anak biologis dari Yakub keturunan Salomo bin Daud maupun anak legal dari Eli keturunan Natan bin Daud. Jadi ada dua silsilah yang diabadikan.
  • Meskipun secara legal adalah anak Eli, Yusuf dan ibunya tetap berada dalam keluarga Yakub, menurut tradisi, dan Yusuf secara legal mendapat waris dari Yakub.
Lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Genealogy_of_Jesus
**Jadi tradisi umat Kristen generasi awal memandang bahwa silsilah Yesus versi Injil Lukas adalah berdasarkan silsilah Yusuf, bukan Maria. Bahwa orang-orang Kristen memberitahu kita silsilah Lukas secara tradisi adalah milik Maria adalah kebohongan yang nyata dipihak agama Kristen. Yang sangat disayangkan adalah bahwa kebohongan Kristen ini sudah tersosialiasi dengan baik, sehingga kita sebagai muslim harus mensosialisasikan kebenaran yang sesungguhnya mengenai pandangan umat Kristen generasi awal dalam hal silsilah Yesus versi Injil Lukas.
Pandangan Injil-injil Apokrip
Injil-injil apokrip (yang ditolak oleh Gereja Katholik) seperti Injil Kelahiran Maria (the Gospel of Nativity of Mary) dan Injil James (The Gospel of James atau the Infancy Gospel of James) mengatakan bahwa ayah kandung Maria adalah Joachim (Ioacim) dan ibu kandung Maria adalah Anna (Anne).
Dibawah ini adalah website Injil Kelahiran Maria dan Injil James:
- http://www.earlychristianwritings.com/text/infancyjames-mrjames.html
- http://www.theworkofgod.org/Library/catholic/nativity_of_mary.htm
Orang Tua Maria menurut Al-Qur’an
QS Ali ‘Imran
35. ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
36. Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.”
37. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.
**Jadi orang tua Maryam yang benar adalah Imran.
Kontradiksi Silsilah Yesus
Setelah kita berhasil membongkar jaringan penipuan agama Kristen yang telah terorganisir dan tersosialisasi dengan baik, sekarang saya akan mengajak anda untuk menganalisis Silsilah Yesus secara kritis.
Ruth 4:18-22 1 Tawarikh 3 Matius 1 Lukas 3


Abraham Abraham


Ishak Ishak


Yakub Yakub


Yehuda Yehuda
Peres
Peres Peres
Hezron
Hezron Hezron
Ram
Ram Arni (Ram)



Admin
Aminadab
Aminadab Aminadab
Nahason
Nahason Nahason
Salmon
Salmon Salmon
Boas
Boas Boas
Obed
Obed Obed
Isai
Isai Isai
Daud Daud Daud Daud

Salomo Salomo Natan

Rehabeam Rehabeam Matata

Abia Abia Mina

Asa Asa Melea

Yosafat Yosafat Elyakim

Yoram Yoram Yonam

Ahazia Uzia Yusuf

Yoas
Yehuda

Amazia
Simeon

Azarya
Lewi

Yotam Yotam Matat

Ahas Ahas Yorim

Hizkia Hizkia Eliezer

Manasye Manasye Yesua

Amon Amon Er

Yosia Yosia Elmadam

Yoyakim
Kosam

Yekhonya Yekhonya Adi



Malkhi



Neri

Pedaya Sealtiel Sealtiel

Zerubabel Zerubabel Zerubabel


Abihud Resa


Elyakim Yohanan


Azor Yoda


Zadok Yosekh


Akhim Simei


Eliud Matica


Eleazer Maat



Nagai



Hesli



Nahum



Amos



Matica



Yusuf



Yanai



Malkhi



Lewi


Matan Matat


Yakub Eli


Yusuf Yusuf


Yesus Yesus
Note:
- Arni adalah Aram dalam Septuaginta. Jadi Arni adalah Ram.
- Yekhonya (Jeconiah) mempunyai nama lain yaitu Yoyakhin (Jehoiachin), Konya (Coniah).
Kontradiksi 1
  • Matius 1:11 Yosia memperanakkan Yekhonya pada waktu peristiwa Pembuangan ke Babylonia oleh Raja Nebukadnezar; kontradiksi dengan;
  • 2 Raja-raja 23:29-37 s.d 24:1-14 Yosia tewas ditangan Fir’aun ketika 11,5 tahun sebelum Peristiwa Pembuangan ke Babylonia. Mayat Yosia akhirnya dikubur di Yerusalem.
Note:
Hitungan 11,5 tahun berasal dari penjumlahan masa pemerintahan raja-raja pengganti Yosia hingga peristiwa Pembuangan Babylonia yaitu : 3 bulan masa pemerintahan Yoahas bin Yosia (2 Raja-raja 23:31) ditambah 11 tahun masa pemerintahan Yoyakim/Elyakim bin Yosia (2 Raja-raja 23:36) ditambah 3 bulan masa pemerintahan Yoyakhin bin Yoyakim bin Yosia (2 Raja-raja 24:8). Yoyakhin, cucu dari Yosia, inilah yang mengalami masa pembuangan ke Babylonia.
Jadi kontradiksi! Yosia tidak mungkin bisa memperanakkan Yekhonya di Babylonia, sebab ia sudah menjadi tengkorak selama 11,5 tahun lamanya di kuburan Yerusalem pada waktu bani Israel dibuang ke Babylonia.
jerusalem_babylonia
Seandainya umat Kristen bersikeras tidak memandang hal ini sebagai kontradiksi, artinya Anda hendak menyatakan bahwa tengkorak Yosia bangkit dari kuburannya di Yerusalem lalu berjalan lebih dari 1700 kilometer ke Babylonia untuk mengawini perempuan di Babylonia sehingga beroleh anak di Babylonia Atau jika tengkorak Yosia melewati daerah subur, yaitu dari Yerusalem ke Babylobia via Haran lalu menyusuri Sungai Eufrat maka mayat (tengkorak) Yosia perlu menempuh perjalanan sepanjang lebih dari 2400 kilometer untuk mengawini perempuan sehingga beroleh anak
Fakta Pendeta Kristen ngedit Injil
Ibarat tikus gereja yang lolos dari pengamatan kita, itulah perumpamaan yang pantas untuk Pendeta Kristen yang setelah mengetahui kebobrokan Injil Matius, mereka dengan secepat kilat mengedit Injil Matius, yang sebelumnya adalah..
“Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.” (Matius 7:11 Alkitab edisi TB online)
menjadi:
“…Yosia, Yekhonya dan saudara-saudaranya.” (Matius 1:7-11 Alkitab edisi BIS online)
“…Josiah, and Jehoiachin and his brothers.” (Matius 1:6-11 Alkitab edisi CEV online)
Perhatikan, mereka menghapus kalimat “pada waktu dibuang ke Babylonia/Babel”. Untuk mengelabui jemaat Gereja dan kritikus Bible, pendeta Kristen menggabungkan ayat 7-11 menjadi ayat 7 untuk Alkitab edisi BIS dan menggabungkan ayat 6-11 menjadi ayat 6 untuk Alkitab edisi CEV).
Mungkin pendeta Kristen berharap dengan merger beberapa ayat menjadi 1 ayat, para pembaca akan lengah mengetahui bahwa ada kalimat yang telah dihapus oleh Gereja.
TIPS:
Berikan argumentasi ini jika Anda menghadapi orang Kristen, karena bagaimana mungkin tengkorak bangkit dari kuburnya lalu berjalan ribuan kilometer hanya untuk kawin Jika mereka percaya bahwa memang demikian adanya, lalu mengapa pendeta Kristen mengedit Injil Matius Apakah ini adalah perintah dari Roh Kudus untuk segera mengedit Injil
Kontradiksi 2
  • Matius : Yosia memperanakkan Yekhonya.
  • Tawarikh : Yosia-Yoyakim-Yekhonya.
Yosia tidak mungkin bisa memperanakkan Yekhonya, sebab menurut kitab Tawarikh yang memperanakkan Yekhonya adalah Yoyakim bin Yosia.
Kontradiksi 3
Sejarah mencatat bahwa tahun 537 SM adalah saat dimana bani Israel yang mengalami masa pembuangan Babylonia diizinkan untuk kembali ke kampung halamannya di Palestina. Orang yang mengalami masa ini adalah Zerubabel, dan nama Zerubabel tercatat dalam silsilah Yesus.
“Zrubavel (Hebrew: זְרֻבָּבֶל‎, Zərubbāvel; traditional English: Zerubbabel; Greek: ζοροβαβελ, Zŏrobabel) was the grandson of Jehoiachin, penultimate King of Judah. Zerubbabel led the first band of Jews, numbering 42,360, who returned from the Babylonian Captivity in the first year of Cyrus, King of Persia” (http://en.wikipedia.org/wiki/Zerubbabel)
**Jadi Zerubabel adalah orang yang mengalami masa deportasi dari Babylonia ke Palestina di zaman Raja Cyrus.
“After the overthrow of Babylonia by the Persians, Cyrus gave the Jews permission to return to their native land (537 BCE)” http://en.wikipedia.org/wiki/Babylonian_captivity
**Jadi Zerubabel dideportasi tahun 537 SM.
Menurut Matius, antara Zerubabel dan Yesus terdapat 10 nama, sedangkan menurut Lukas, antara Zerubabel dan Yesus terdapat 19 nama.
Sungguh tidak logis bahwa dengan jarak 500-an tahun, ada 19 generasi, bandingkan dengan Matius yang hanya mencantumkan 10 nama generasi saja. Jadi menurut Lukas umur setiap generasi berkisar 25 tahun, sedangkan umur setiap generasi menurut Matius adalah sekitar 50 tahun. Dari sudut pandang logika umur setiap generasi, Matius adalah lebih logis daripada Lukas.
Kontradiksi 4
Dalam Kontradiksi 3 diatas saya memandang umur generasi dalam Silsilah Yesus adalah berdasarkan “usia hidup “. Lalu bagaimana jika umur generasi dalam Silsilah adalah berdasarkan “usia seseorang pertama kali mempunyai anak”, bukan “usia hidup”. Oke mari kita perhatikan dibawah ini.
Pertama, dalam Injil Matius terdapat 11 generasi dari Zerubabel hingga Yesus. Sekarang jika kita mengasumsikan umur setiap generasi pertama kali mempunyai anak adalah usia 30 tahun, ini akan menempatkan bahwa peristiwa deportasi bani Israel dari Babylonia ke Palestina terjadi pada tahun 334 SM. Perhitungan matematisnya adalah sbb:
# 30 X 11 = 330
# Asumsi Yesus lahir tahun 4 SM.
# (-4) – 330 = -334
Kedua, dalam Injil Lukas terdapat 20 generasi dari Zerubabel hingga Yesus. Jika kita asumsikan umur setiap generasi pertama kali mempunyai anak adalah usia 30 tahun, ini akan menempatkan bahwa peristiwa deportasi bani Israel terjadi pada tahun 604 SM
# 30 X 20 = 600
# Asumsi Yesus lahir tahun 4 SM.
# (-4) – 600 = -604
Ketiga, dalam Injil Matius terdapat 40 generasi dari Abraham hingga Yesus. Jika asumsi umur setiap orang pertama kali memiliki anak adalah usia 30 tahun, ini akan menempatkan Abraham hidup pada tahun 1174 SM. Perhatikan hitungan dibawah ini:
# 30 X 40 = 1200
# Asumsi Yesus lahir tahun 4 SM.
# (-4) – 1200 = – 1204
Keempat, dalam Injil Lukas terdapat 56 generasi dari Abraham hingga Yesus. Jika asumsi umur setiap orang pertama kali memiliki anak adalah usia 30 tahun, ini akan menempatkan Abraham hidup pada tahun 1684 SM.
# 30 X 56 = 1680
# Asumsi Yesus lahir tahun 4 SM.
# (-4) – 1680 = -1684
Mengapa saya berasumsi usia pertama kali memiliki anak adalah 30 tahun. Sebenarnya ini adalah serangan balik kepada ekstrimis Kristen yang menyatakan ketidaklogisan dalam silsilah Nabi Muhammad.
http://www.geocities.com/freethoughtmecca/genealogy.html
First of all, there are only 24 generations from Abraham to Muhammad, which is quite fantastic. Now, if we grant 30 years to each generation (i.e. make the generous assumption that each male fathered his respective son by age 30), this would place Abraham some time around 150 BCE. The math behind such a conclusion goes as follows:
* 30 X 24 = 720
* Muhammad was allegedly born 570 CE
* 570 – 720 = -150.

Jika mereka menilai logis atau tidaknya jumlah generasi dalam suatu silsilah berdasarkan asumsi bahwa seseorang pertama kali memiliki anak pada usia 30 tahun, mengapa saya tidak boleh menggunakan cara yang sama untuk menyerang balik mereka.
Nyatanya asumsi ini juga dipakai oleh antek Pagan Trinitarian dengan username “ali5196″ dalam forum Faithfreedom untuk menyerang Islam.
Kontradiksi 5
  • 1 Tawarikh 3:19-20 Zerubabel memperanakkan Mesulam, Hananya, Selomit, Hasuba, Ohel, Berekhya, Hasaja, Yusab-Hesed.
  • Matius menyatakan Zerubabel memperanakkan Abihud, padahal tidak ada nama Abihud dalam daftar yang diperanakkan oleh Zerubabel di kitab 1 Tawarikh 3:19-20.
  • Lukas menyatakan Resa anak Zerubabel, padahal tidak ada nama Resa dalam daftar anak maupun keturunan dari Zerubabel di kitab 1 Tawarikh 3:19-20.
Catatan:
Disini umat Kristen tidak bisa mengelak bahwa Matius dan Tawarikh saling menyangkal.
Matius mengatakan dalam bahasa Yunani: ζοροβαβελ (ZOROBABEL) δε (DE) εγεννησεν (GENNAO) τον (TOU) αβιουδ (ABIOUD)
Gennao artinya memperanakkan. Zerubabel memperanakkan Abihud artinya Zerubabel adalah ayah kandung dari Abihud. Pernyataan ini sama dengan Abraham memperanakkan Ishak artinya Abraham adalah ayah kandung dari Ishak, bukan Abraham nenek moyang dari Ishak.
Jadi, orang Kristen yang masih memiliki otak sehat, tidak bisa berkelit terhadap kata Yunani yang begitu jelas yaitu “GENNAO” (memperanakkan).
Kontradiksi 6
  • Ruth dan Matius menyatakan Ram memperanakkan Aminadab.
  • Lukas 3:33: Ram-Admin-Aminadab
Kontradiksi 7
  • Tawarikh 3:19 yang menyatakan Pedaya (yaitu saudaranya Sealtiel berdasarkan 1 Tawarikh 3:17-18) memperanakkan Zerubabel.
  • Matius 1:12, Lukas 3:27, Nehemia 12:1, Hagai 1:1 menyatakan Zerubabel memperanakkan Sealtiel.
Kontradiksi 8
  • Lukas 3:7, Sealtiel anak Neri.
  • 1 Tawarikh 3:17, Matius 1:12 Sealtiel anak Yekhonya.
Kontradiksi 9
  • Lukas mencatat 13 generasi antara Abraham s.d Daud.
  • Matius hanya mencatat 12 generasi antara Abraham s.d Daud.
Kontradiksi 10
  • Matius : Aminadab memperanakkan Ram.
  • Lukas : Aminadab anak Admin anak Arni (Ram).
Lagi, disini jelas kontradiksi. Matius menggunakan kata GENNAO (MEMPERANAKKAN) yang menandakan hubungan dekat yaitu sebagai ayah kandung bukan nenek moyang. Jika Kristen berusaha berkelit bahwa Lukas menggunakan istilah ANAK yang menandakan hubungan jauh sebagai keturunan, bukan anak kandung, justru, jika demikian pernyataan Kristen, akan sangat tidak bisa diterima. Perhatikan dibawah ini.
Matius dan Ruth : Peres-Hezron-Ram-Aminadab.
Lukas : Peres-Hezron-Ram-Admin-Aminadab.
Dengan melihat silsilah diatas, jelas bahwa yang dimaksud Matius dan Ruth adalah bahwa Peres adalah buyut (ayah kakek) dari Aminadab. Jika orang mengatakan bahwa istilah anak pada Lukas adalah dalam konteks hubungan jauh sebagai keturunan, bukan anak kandung, maka tanyakan pada orang Kristen : Apa hubungan Peres dan Aminadab menurut Matius dan Lukas
Kontradiksi 11
  • Matius 1:8 : Yoram memperanakkan Uzia.
  • 2 Tawarikh 21:4 s.d 26:1 : Yoram – Ahazia – Yoas – Amazia – Uzia.
Biasanya misionaris kristen akan menyangkal bahwa yang dimaksud dalam Matius 1:8 adalah Yoram adalah leluhur Uzia, bukan ayah Uzia. Tetapi jika kita membaca Matius 1:8, tertulis jelas kata Yunani “gennao” yang artinya “memperanakkan”.
Pandangan Paulus
“Saya memintamu untuk tetap tinggal di Ephesus, ketika Saya pergi ke Macedonia, supaya kamu memerintahkan orang-orang supaya mereka tidak mengajarkan doktrin lain, atau memberikan perhatian kepada legenda-legenda dan silsilah tiada akhir.” (1 Timotius 1:3-4 Terjemahan KJV)
“Tapi hindari pertanyaan-pertanyaan bodoh, dan silsilah-silsilah, dan perdebatan mengenai hukum, sebab semuanya tak bermanfaat dan sia-sia.” (Titus 3:9 Terjemahan KJV).
Paulus memang benar dalam hal ini, karena umat Kristen generasi awal harus menghindari ayat-ayat Bible yang menceritakan silsilah Yesus, maupun silsilah lainnya dalam Bible yang terbukti kontradiksi satu sama lain.
Penipuan Lukas
Matius menyatakan bahwa Yusuf adalah keturunan dari Yekhonya (Matius 1:12), orang yang dikutuk Tuhan dalam Perjanjian Lama kitab Yeremia 22:30 :”Demikianlah Tuhan berfirman, tulislah [bahwa] orang ini [Coniah/Yekhonya adalah] orang yang tak punya anak, seorang pria yang tak akan berhasil dalam masa hidupnya; karena tak ada seorang pun dari benihnya akan berhasil, duduk diatas tahta Daud, dan memerintah lagi di Yehuda.” (Terjemahan KJV)
Silsilah Lukas dalam hal ini bermasalah karena mencakup nama Sealtiel dan Zerubabel, yang kedua-duanya adalah keturunan dari Yekhonya menurut Injil Matius. Tampaknya Lukas telah mengetahui informasi “kutukan untuk Yekhonya beserta keturunannya”, sehingga ia dengan cerdik menghapus nama Yekhonya dalam daftar silsilah Yusuf versi Injil Lukas.
Baca juga:
- Sensus Quirinius versi Lukas Dibantah Fakta Sejarah
- Penipuan Lukas Mengenai Kebangkitan Yesus
Kesimpulan
Sekarang kita semua sudah tahu bahwa penjelasan Kristen mengenai silsilah Yesus ternyata big hoax dan perverted nonsense. Ternyata, setelah kita teliti, umat Kristen generasi pertama hanya mengetahui Silsilah Yesus versi Injil Lukas adalah milik Yusuf,bukan Maria

Sumber :KAJIAN LINTAS AGAMA

Menelaah tentang Kelahiran Yesus dan Sensus Quirinius

By Unknown | At 09.06.00 | Label : , | 0 Comments

Kapan Yesus dilahirkan dan pada masa pemerintahan siapa, semuanya diceritakan oleh Injil-injil Perjanjian Baru. Jika kita menelusuri apa yang diceritakan oleh injil-injil ini seputar hari natal (kelahiran Yesus), maka apa yang akan pembaca saksikan dibawah ini adalah pertentangan saling menyangkal antara Injil yang satu dengan yang lain, dan kontradiksi yang nyata antara fakta sejarah dan statement Injil Lukas mengenai Sensus Quirinius.
Injil Lukas 2:1-7 menyatakan sebuah sensus diadakan oleh Quirinius, gubernur Romawi untuk wilayah Syria dan Yudea, sehingga membuat Yusuf dan Maria yang sedang hamil tua pergi dari Nazareth di wilayah Galilee menuju Bethelehem di wilayah Yudea, yang jaraknya lebih dari 100 km, untuk mendaftarkan diri. Akhirnya di Bethlehem, Maria melahirkan Yesus.
Peta Nazareth dan Bethlehem sekarang
Lukas 1:36 menyatakan bahwa usia Yohanes Pembaptis lebih tua 6 bulan daripada usia Yesus, dan Lukas pasal 3 menyatakan bahwa Yesus berusia sekitar 30 tahun ketika Yohanes Pembaptis mulai berdakwah di tahun ke 15 masa pemerintahan Kaisar Tiberius, artinya tahun 29 M.
Profil Kaisar Romawi Tiberius Caesar
-Lahir : 42 SM
-Naik tahta menjadi kaisar Romawi : 14 M.
-Mati : 37 M.
Referensi:
~ http://en.wikipedia.org/wiki/Tiberius
~ http://www.roman-britain.org/people/tiberius.htm
** Jadi, 15 tahun masa pemerintahan Kaisar Tiberius adalah terjadi pada tahun 29 M.
Karena menurut perhitungan Lukas pasal 3, Yesus berusia sekitar 30 tahun pada tahun 29 M, maka kita dapat mengkalkulasikan bahwa Yesus lahir pada sekitar tahun 2 SM , yaitu ketika Yudea dipimpin oleh Archelaus.
Profil Archelaus
-Archelaus atau Herodes Archelaus adalah anak dari Herodes Yang Agung, dan ia meneruskan tampuk kepemimpinan atas wilayah Yudea tahun 4 SM – 6 M.
Referensi:
~ http://en.wikipedia.org/wiki/Herod_Archelaus
Cerita Lukas pasal 2 adalah kontradiksi dengan Matius. Matius 2:1 mencatat bahwa Yesus lahir pada zaman Herodes, yang dimaksud Herodes disini adalah Herodes Yang Agung bukan Herodes Archelaus (atau lebih dikenal Archelaus), karena pada Matius 2:19-22 menyatakan bahwa Herodes mati dan digantikan Archelaus.
Profil Herodes Yang Agung
-Herodes Yang Agung atau Herodes I adalah raja Yudea yang mati pada bulan April tahun 4 SM.
Referensi:
~ http://en.wikipedia.org/wiki/Herod_the_Great
Jadi terdapat kontradiksi antara Injil Matius, Injil Lukas, dan Catatan sejarah:
  1. Lukas pasal 2 dan pasal 3 menyatakan Yesus lahir sekitar tahun 2 SM bersamaan dengan sensus Quirinius, dimana wilayah Yudea dipimpin oleh Raja Archelaus.
  2. Lukas pasal 1 menyatakan bahwa Yesus lahir pada saat wilayah Yudea dipimpin oleh Raja Herodes. Disini kita tidak tahu apakah Herodes Yang Agung atau Herodes Archelaus. Tetapi kita dapat memahami bahwa Herodes disini adalah Herodes Yang Agung, karena dijelaskan dalam Lukas pasal 1:24-31 bahwa selisih umur Yohanes Pembaptis dengan Yesus adalah 6 bulan. Jika kita mengikuti catatan Injil Matius bahwa Yohanes lahir pada saat zaman Herodes Yang Agung, maka Yesus pun juga lahir pada zaman Herodes Yang Agung.
  3. Matius menyatakan Yesus lahir (paling telat) tahun 4 SM, pada saat wilayah Yudea dipimpin oleh Herodes Yang Agung.
  4. Bukti sejarah mencatat bahwa sensus Quirinius adalah tahun 6 M.
    Sensus Quirinius
    -Sejarawan Yahudi bernama Josephus mencatat bahwa Gubernur Syria bernama Quirinius melakukan sensus untuk wilayah Yudea tahun 6 M.
    Referensi:
    ~http://en.wikipedia.org/wiki/Census_of_Quirinius
Perhatikan bagaimana Injil-injil saling menyangkal satu sama lain, dan sejarah dengan tegas menolak klaim Lukas mengenai waktu tahun berlangsungnya sensus Quirinius.
Masalah Sensus Quirinius ini pada akhirnya membuat sarjana-sarjana Barat modern menjadi kebingungan menghadapi error yang terdapat dalam Injil Lukas karena bertentangan dengan fakta sejarah. Injil Lukas error karena menyatakan sensus Quirinius terjadi pada tahun sebelum masehi (SM)
Apologis Kristen berusaha menjelaskan kontradiksi Injil Lukas dengan membuat teori-teori untuk mengatasi blunder Injil Lukas ini, yaitu usulan agar merevisi Injil Lukas 2:2 dan pernyataan bahwa Quirinius menjabat gubernur Syria sebanyak dua kali. Selain terori tsb, kaum apologis juga memberikan sejumlah bukti arkaeologi yang akan kita bahas di artikel ini.

Usulan revisi Injil Lukas

J.G Herwart (1612) dan P. E. Huschke (1840) memandang perlu adanya revisi untuk Lukas 2:2 untuk mengatasi pertentangan antara fakta sejarah versus Injil lukas. Mereka menyatakan bahwa kata Yunani πρώτη (baca ‘protos’) seharusnya diterjemahkan menjadi “sebelum” atau “yang dahulu”, bukan “pertama” sebagaimana terjemahan Bible modern. F.M. Heichelheim berpendapat bahwa “arti orisinil” dari Injil Lukas 2:2 seharusnya dibaca “Sensus ini adalah pertama sebelum (=πρώτη) Quirinius menjadi kepala daerah di Syria”.2
Usulan revisi Injil Lukas yang diusulkan jelas tidak dapat diterima karena :
  1. 1. Dalam Kisah 5:37, yang juga dikarang oleh Lukas, dinyatakan “ho” (bahasa Yunani) yang artinya “the” (bahasa Inggris), sehingga yang diyakini oleh Lukas hanya ada satu sensus pajak saja.2
    “After this man rose up Judas of Galilee in the days of THE taxing, and drew away much people after him: he also perished; and all, even as many as obeyed him, were dispersed.”(Kisah 5:37 KJV Bible)
  2. Fakta bahwa Lukas (2:1) merujuk pada sebuah sensus sebagai hasil dari dekrit Augustus membuktikan bahwa Lukas memahami sensus Qurininus sebagai sensus pertama Augustus di wilayah Yudea.1
  3. Seandainya Lukas bermaksud “sebelum” pada Lukas 2:2, ia harusnya menggunakan adjective yang benar (yaitu kata Yunani ‘prin’). Lukas menggunakan kata Yunani ‘prin’ yang artinya “sebelum” dalam bahasa Indonesia untuk Lukas 2:26, Lukas 22:61, Kisah 2:20, Kisah 7:2, Kisah 25:16.1

Apakah Quirinius 2 kali menjabat gubernur Syria

Kalangan apologis Kristen mencoba merekonsiliasikan Matius dan Lukas dengan berspekulasi bahwa Quirinius menjabat gubernur wilayah Syria selama dua periode. Periode pertama adalah sewaktu Herodes masih hidup, jadi sensus Quirinius yang diceritakan Injil Lukas itu terjadi pada masa Herodes Yang Agung. Tapi seperti yang telah dibahas diatas, Kisah 5:37 adalah bukti bahwa Lukas hanya menyatakan satu sensus Quirinius saja.
Dan lagi, tidak ada bukti sejarah bahwa Quirinius melayani wilayah Syria sebagai gubernus dua kali. Selain itu, tidak ada yang menjadi gubernur untuk provinsi yang sama sebanyak dua kali dalam sejarah Romawi, sehingga spekulasi kalangan apologis Kristen tidak dapat diterima.1
Teori spekulasi Kristen tsb juga benar-benar absurd. Karena, pertama kita tahu bahwa Quinctilius Varus, BUKAN Publius Sulpicius Quirinius, yang menjadi gubernur Syria dari tahun 7/6 SM s.d 4 SM.2 Artinya apa? Artinya jauh sekali jika dibandingkan dengan kematian Herodes tahun 4 SM! Dan sebelum Quinctilius Varus, yang memegang jabatan gubernur Syria adalah Sentius Saturninus pada tahun 10/9 – 7/6 B.C.2 dan Sentius Saturninus memegang jabatan gubernur Syria setelah M. Titius pada 10 SM. Jadi tidak ada ruang dan waktu untuk Quirinius menjabat gubernur Syria sebelum tahun 6 M!
Sejarah mencatat bahwa Quirinius mencapai kedudukan sebagai konsul pada tahun 12 SM dan hanya mantan konsul saja yang boleh memegang jabatan gubernur Syria pada zaman Augustus, jadi Quirinius tidak dapat menjabat sebagai gubernur Syria sebelum tahun 12 SM. 1

The Lapis Tiburtinus

Kalangan apologis Kristen mencoba membuktikan berdasarkan penemuan inskripsi sebagai bukti bahwa Quirinius memegang jabatan gubernur Syria dua kali, tetapi inskripsi Tiburtinus sama sekali tidak mencatat nama Quirinius. Inskripsi ini adalah sebuah fragmen yang ditemukan di Tivoli (dekat kota Roma) pada tahun 1764, dan sekarang diperlihatkan di Museum Vatikan. Isi inskripsi tsb adalah sbb:
http://liwanagan.blog.com/2010/07/20/kelahiran-yesus-dan-sensus-quirinius/

Penyembuhan atas nama Yesus?

By Unknown | At 09.04.00 | Label : , | 0 Comments

oleh :DR. H. Sanihu Munir, SKM, MPH.
jangan bohong
TANYA:
Apa kegiatan yang dapat dipandang sebagai upaya untuk mendukung ajaran Yesus sebagai Juruselamat?
JAWAB:
Salah satunya adalah penyembuhan spiritual atas nama Yesus. Gereja memanfaatkan penyembuhan spiritual dimana-mana untuk mengingatkan orang atas beberapa peristiwa penyembuhan spiritual yang dilakukan Yesus sebagaimana tercatat dalam Alkitab Dengan kegiatan-kegiatan penyembuhan yang disertai khotbah-khotbah dan doa-doa, maka lengkaplah penampilan Pendeta, Pastor atau penginjil mewakili figur Yesus untuk menyembuhkan orang sakit sambil berkhotbah.
Sedemikian besar pengaruh pengobatan ini sehingga apa pun yang dikatakan oleh Pastor, Pendeta dan penginjil seakan-akan semua bisa terjadi. Kegiatan penyembuhan ini merupakan salah satu otoritas Gereja yang berusaha untuk tetap dipertahankan, walaupun lama-kelamaan kebohongannya makin terungkap.
Ada dua faktor yang nampaknya sulit bagi Gereja saat ini untuk mempertahankan peranannya sebagai pemegang otoritas penyembuhan atas nama Yesus:
1) Penemuan bakteri , virus dan jamur serta senyawa kimia / fisik sebagai penyebab penyakit membuat orang sadar bahwa penyakit-penyakit seperti malaria, kusta, dan keracunan kimia bukan urusan para Pastor, Pendeta ataupun penginjil untuk disembuhkan atas nama Yesus. Apalagi orang yang buta karena penyakit kusta atau yang lumpuh karena penyakit polio. Walaupun disebut-sebut nama Yesus 7 hari 7 malam, mereka yang buta tidak akan melihat dan orang yang lumpuh tersebut tidak akan dapat berjalan. Bidang ini merupakan otoritas para dokter dimana para pastor, pendeta dan penginjil tidak punya peran.
Namun bagi orang-orang yang masih berfikir primitif, yang masih percaya kepada tahayul, masih mudah terpengaruh propaganda mereka.
2) Para ahli kedokteran jiwa sejak lama sudah 81 mengungkapkan adanya hubungan antar jiwa seseorang dengan fisiknya. Dalam ilmu kedokteran dikenal istilah Psychophysiologic Disorder yang oleh James C. Coleman, James N. Butcher dan Robert C Carson, dalam buku mereka “Abnormal Psychology and Modern Life, 1984, didefinisikan sebagai “physical disorder in which psychological factors play a major causative role”, (penyakit fisik dimana faktor-faktor kejiwaan berperan sebagai penyebab utamanya)
Peranan kejiwaan ini selanjutnya dijelaskan:
“an emotional upset may lower resistance to physical disease… the overall life situation of an individual has much to do with the onset of a disorder, its form, duration and prognosis”
(perasaan yang kalut dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit……. Situasi kehidupan seseorang secara keseluruhan sangat berkaitan erat dengan kejadian, jenis, lamanya maupun berkembangnya suatu penyakit)
Bagaimana langkah-langkah terjadinya penyakit fisik akibat gangguan psikologis digambarkan sebagai berikut :
a. Timbulnya kekalutan perasaan sebagai dampak dari situasi stres yang berlarut-larut.
b. Ketidakmampuan menanggulangi kekalutan perasaan ini,
c. Respon berbagai sistim organ tubuh terhadap gangguan perasaan yang berakibat rusaknya organ-organ tubuh tertentu, atau secara umum merobah dan melemahkan sistim pertahanan tubuh.
Jadi ada banyak penyakit fisik yang disebabkan oleh faktor kejiwaan. Banyak dokter yang karena kesibukan melayani pasien menyebabkannya mereka tidak sempat mendiagnosa dengan tepat penyebab sesungguhnya terjadinya penyakit. Akhirnya yang diberikan adalah obat-obat dari apotek untuk menyembuhkan gejala penyakit yang tidak menyentuh gejala kejiwaan penyebabkan terjadinya penyakit fisik.
Penyakit-penyakit fisik yang berhubungan dengan kejiwaan seperti ini dengan mudah dapat disembuhkan dengan sugesti oleh dokter, dukun, hypnoterapist dan lain-lain tanpa harus berteriak atas nama Yesus. Para penulis yang sama di halaman 275, sebaliknya menjelaskan bahwa emosi positif sangat mendukung penyembuhan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan kejiwaan.
“Positif emotion seem often to produce a certain immunity to physical disease or to be associated with speedy and uncomplicated recoveries when disease does strike”
(Emosi positif nampaknya sering menghasilkan daya tahan tubuh tertentu terhadap penyakit atau berkaitan erat dengan kesembuhan yang segera dan mudah dari suatu penyakit)
Penyakit-penyakit seperti inilah yang sekarang menjadi komoditi Gereja untuk memproklamasikan Yesus sebagai Juruselamat, tanpa sedikit pun ada iktikad baik dan kejujuran mereka untuk menjelaskan kepada jemaat bahwa penyakit seperti ini sesungguhnya dapat disembuhkan sendiri oleh otak si penderita berkat kebesaran hati dan kesediaannya bekerjasama untuk sembuh. Proses penyembuhan seperti ini dijelaskan oleh Mark R. Rosenzweig dan Arnold L. Leiman dalam buku mereka Physiological Psychology, hal. 6-7:
“Various regions of the brain do indeed contain naturally produced chemical that are now called endorphine, short for “endogenous morphine”. Such compounds can relieve pain and in some cases they are more effective than morphine” ( (Di berbagai lokasi dalam otak ternyata mengandung zat kimia yang dihasilkan secara alami yang saat ini disebut endorphine, singkatan dari “endogenous morphine”, Senyawa ini dapat menghilangkan rasa sakit dan dalam beberapa hal jauh lebih kuat dari morphin)

Penulis sendiri telah menyembuhkan ratusan orang baik di Indonesia maupun di Filipina sejak penulis mengikuti pelatihan hypnotisme tahun 1980 di Jakarta.
Dalam ratusan penyembuhan ini, tidak sekalipun penulis memanggil-manggil nama Yesus, tetapi orang yang mau sembuh, Alhamdulillah sembuh juga.
Sesungguhnya penyembuhan spiritual terjadi atas jutaan manusia setiap hari di muka bumi ini, terutama di Asia Selatan, Afrika dan lain-lain, tanpa harus berteriak-teriak atas nama Yesus. Kejadian-kejadian ini tidak dipublikasikan secara luas, karena tidak ada sponsor dan tidak memiliki nilai komersil.
Upaya untuk memahami penyebab penyakit dan berupaya untuk mencari obatnya tanpa harus berbohong merupakan esensi sabda Rasulullah saw dalam Hadisnya yang mengatakan:
“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali Allah telah menurunkan pula obatnya, baik yang telah diketahui oleh orang maupun yang belum diketahuinya, kecuali penyakit maut.”
Dari Hadis di atas, kita mendapat gambaran bahwa penyakit bakteri dan virus diobati dengan obat-obat antibiotik, sementara penyakit yang disebabkan oleh gangguan kejiwaan diobati pula dengan pengobatan kejiwaan. Bahwa penyakit kejiwaan diobati dengan antibiotik atau penyakit bakteri dan virus diobati dengan pengobatan kejiwaan, tentu hasilnya tidak akan optimal, atau malah sia-sia.
Jadi kegiatan penyembuhan atas nama Yesus terhadap setiap penyakit yang disiarkan melalui stasiun-stasiun televisi, radio, koran dan pertunjukan di lapangan terbuka sesungguhnya dapat dianggap pembodohan dan pendangkalan intelektual manusia. Dalam idiom bahasa Inggris dikenal dengan hammer and nail (palu dan paku). Artinya setiap persoalan diselesaikan dengan palu dan paku. Pintu rusak, dipaku; mobil mogok dipaku; anak bandel, dipaku! Semua penyakit diselesaikan atas nama Yesus! TBC diobati atas nama Yesus, kanker diobati atas nama Yesus, kolera diobati atas nama Yesus, lumpuh karena polio diobati atas nama Yesus, ditabrak mobil diobati atas nama Yesus
Kalau ini dilaksanakan di masyarakat primitif 2000 tahun yang lalu, masih dapat dimaklumi. Tetapi kalau ide ini disuapkan kepada manusia yang berpikiran waras di abad ke XXI ini, sudah sangat keterlaluan. Sesungguhnya tujuan utama berbagai pertunjukan penyembuhan di depan umum ini, bukan dimaksudkan untuk membuktikan kuasa Yesus menyembuhkan penyakit, tetapi sebagai propaganda dengan menggunakan juru-jurus hipnotis dan sugesti agar orang mau menerima Yesus sebagai Juruselamat.
Berapa banyak kasus penderita penyakit kronis yang hanya terhibur sesaat oleh placebo effect di waktu pengobatan, tetapi kemudian penyakitnya tetap saja bercokol. Dan ribuan kegagalan pengobatan seperti ini tentu tidak menguntungkan propaganda Yesus sebagai Juruselamat, kalau disebar-luaskan di koran atau ditayangkan di televisi. Sebagaimana dijelaskan, kebanyakan orang menderita gangguan fisik karena pengaruh psikologis. Gangguan kejiwaan seperti stress, menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan metabolisme yang berdampak pada gangguan pisik.
Oleh karena itu dalam kasus-kasus ringan, hiburan, pemberian harapan, pemberian semangat dan lain- lain, akan dapat memperbaiki ketidakseimbangan emosional, yang pada gilirannya akan memulihkan kembali metabolisme tubuh seperti sedia kala.
Seorang yang kena histeri, misalnya, yang mengamuk dan berteriak-teriak, oleh para penginjil menganggapnya sebagai kerasukan setan. Oleh karena itu menurut mereka, setannya harus diusir atas nama Yesus, agar setan tersebut keluar dari orang yang kena histeri. Namun apa yang terjadi ketika pasien seperti ini dibawa ke rumah sakit? Dokter tidak akan memanggil pastor, pendeta atau penginjil untuk berdoa mendatangkan Yesus agar setannya pergi. Apa yang dilakukan oleh dokter adalah mengambil alat suntik dan obat penenang, menyuntikkannya kepada pasien, dan sim salabim, pasiennya sembuh seketika!!! Tanpa kehadiran penginjil dan Yesus, setan yang menguasai pasien lari tunggang-langgang ditembak oleh dokter dengan suntikan obat penenang tanpa harus menyebut nama Yesus.
Para pastor, pendeta dan penginjil terutama mereka yang sudah dilatih dengan keterampilan hipnotis dan sugesti di Amerika Serikat dan Eropa sangat mengerti akan hal ini. Oleh karena itu, pada saat mereka melakukan pengobatan di lapangan, mereka menyadari bahwa penderita penyakit akibat gangguan kejiwaan, akan mendapat manfaat dari teknik pengobatan ini, sementara mereka yang menderita penyakit bakteri, virus dan lain sebagainya, walaupun tidak sembuh, setidaknya akan mendapatkan pengaruh placebo effect sesaat.
Jadi apa yang dilakukan para pastor, pendeta dan penginjil internasional hanyalah praktek hipnotherapy biasa, yang kemudian tiba-tiba menjadi luar biasa setelah dikemas dalam paket atas nama Yesus Juruselamat yang mengagumkan, dan diiklankan berdasarkan pesan sponsor.
Paula Fredriksen , Guru Besar Sejarah Kristen di Boston University, dalam bukunya Jesus of Nazareth King of Jews, halaman 115, menjelaskan bahwa para pastor, pendeta dan penginjil yang melakukan penyembuhan spiritual atas nama Yesus, sesungguhnya hanyalah melakukan praktek hipnotis dan sugesti biasa yang dikemas dengan bahasa primitif di zaman Yesus. Bagi orang-orang yang kritis di zaman modern, jelas ini sesuatu yang menyesatkan.
“Modern culture, too, is familiar with charismatic cures worked by suggestion. Our explanation differ from those given in ancient sources – where we use the language of psychosomatic disease and suggestion, people in antiquity spoke of demons and special power – but the phenomenon observed seem identical”
(Dalam budaya modern pun, penyembuhan spiritual yang dilakukan dengan sugesti (seperti di zaman Yesus) banyak dilakukan orang. Penjelasan (ilmiah) yang kita berikan berbeda dengan pemahaman. di masa lalu – ketika kita menjelaskan penyakit dengan bahasa psikologi dan sugesti, orang-orang di zaman dahulu (yang didukung para penginjil) mengatakan kemasukan setan atau roh jahat – padahal wujud (penyakit) nya sama saja).
Mengomentari ketidak-jujuran para pastor, pendeta dan penginjil Internasional di daratan Eropa dan Amerika yang berkeliling dunia untuk mengkris-tenkan orang-orang Asia dan Afrika, L. Braker, ahli mesin perkapalan dari Utrecht, negeri Belanda, dalam perjalanannya dari Filipina menuju Indonesia pada tanggal 31 Desember 1999 mengatakan:
“Hanya orang bodoh, yang tidak tahu siapa Yesus sebenarnya. Para penginjil itu bukanlah orang-orang yang jujur, tetapi sekedar menggunakan agama sebagai barang dagangan. Mereka tidak memperkenalkan siapa Yesus sebenarnya, tetapi malah memperkenalkannya sebagai barang dagangan. Mereka tidak punya nyali untuk mengatakan ‘kuda adalah kuda’. Saya memiliki pengetahuan yang cukup tentang agama Kristen, dan Saya bisa menjadi jutawan hanya dengan ikut berkeliling dunia memanipulasi Yesus. Tetapi saya punya harga diri. Dan harga diri saya lebih utama dari uang jutaan dollar.”
Dr. Bruce Goldberg dalam bukunya New Age Hypnocis mencantumkan beberapa alamat di Amerika Serikat sebagai pusat-pusat pelatihan dan penyediaan alat-alat bantu hipnotis.
Penulis sangat menyayangkan satu hal. Selama ini para penginjil merajalela di seluruh Indonesia, bahkan di berbagai negara terutama di negara-negara berkembang untuk melakukan propaganda, bahwa mereka melakukan penyembuhan atas nama Yesus. Bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat. Dan selama yang saya ketahui, belum pernah ada satu pun, dokter umum, psikiater, atau pakar psikologi di Indonesia yang pernah menjelaskan kepada umum ketidak-jujuran para penginjil yang mengatakan kepada jemaat bahwa yang punya andil dan berperan menyembuhkan seseorang adalah Yesus, padahal mereka mengetahui dengan jelas bahwa yang berperan dalam suatu proses penyembuhan adalah 1) obat, 2)lingkungan yang mendukung, 3) penampilan pengobat (dokter, dukun, hipnoterapist, penjual jamu penginjil dan lain-lain yang meyakinkan, serta 4) kesediaan pasien untuk bekerja sama dan semangatnya untuk sembuh.
Apa yang dilakukan penginjil sebenarnya hanyalah praktek hipnotherapy ( penyembuhan dengan hipnotisme dan sugesti ), yang juga banyak dilakukan oleh para dukun, dokter dan para hipnoterapist lainnya, tanpa loudspeaker yang memekakkan telinga dan tanpa liputan kamera televisi.
TANYA:
Bukankah banyak “bukti-bukti” penyembuhan atas nama Yesus yang dibicarakan orang atau ditulis dibuku, koran, majalah maupun jurnal?
JAWAB:
Inilah yang sering membuat orang salah kaprah, karena prosesnya salah kaprah (false attribution). Para Pastor, Pendeta maupun Penginjil Internasional terutama dari Amerika dan Eropa, yang kemudian ikut-ikutan pula para penginjil lokal, dengan bangga mengatakan bahwa Yesus telah menyembuhkannya, padahal mereka menyadari bahwa mereka berdusta. Dari mana penyembuhan itu berasal, perhatikan pernyataan para pakar Psikologi berikut ini.
Mark R. Rosenzweig dan Arnold L. Leiman dalam buku mereka Physiological Psychology menjelaskan bahwa seseorang mudah terpengaruh oleh lingkungan yang menghasilkan efek Placebo.
“Placebo effect usually takes place when the pills are given in a medical environment, accompanied by the confident reassurances of a physician… Now some researchers suggest that the placebo gives relief because the clinical setting promotes the release of endorphins”
(Efek Placebo biasanya berlangsung di saat pemberian pil di lingkungan pengobatan yang disertai dengan dukungan moril dokter… Saat ini beberapa peneliti menemukan bahwa placebo dapat menyembuhkan karena lingkungan pengobatan yang mendukung dihasilkannya endorphins)
Dari pernyataan berbagai pakar kedokteran dan psikologi kita dapat menarik kesimpulan bahwa penyembuhan spiritual yang dilakukan oleh para pastor, pendeta dan penginjil, dipengaruhi antara lain oleh faktor-faktor berikut ini:
1) Penampilan Pendeta, Pastor atau penginjil yang rapi dan berwibawa, mampu melahirkan keyakinan pada penderita bahwa Pastor, Pendeta maupun penginjil tersebut, memiliki kemampuan untuk melakukan penyembuhan
2) Para Pastor, Pendeta dan penginjil terlatih dalam olah vokal dan retorika sehingga apa yang mereka ucapkan dapat memberikan pengaruh pada penderita
3) Para Pastor, Pendeta dan penginjil terlatih dalam jurus-jurus hypnotisme sehingga mereka sudah trampil menciptakan lingkungan yang kondusif untuk menaklukkan suyet (penderita)
4) Penderita mau bekerja sama sebagai syarat mutlak penyembuhan.
Kesemua faktor diatas, akan memberikan efek placebo pada penderita yang pada gilirannya akan merangsang produksi endorphine.
Coba perhatikan alangkah jelasnya! Tidak satu pun ilmuwan yang mengatakan bahwa atas nama Yesus menjadi prasyarat penyembuhan. Mereka semuanya sembuh karena penampilan Pastor, Pendeta dan penginjil, dukun, dokter, penjual jamu, tabib dan lain-lainnya; lingkungan yang sengaja diciptakan untuk mendukung proses penyembuhan serta semangat penderita untuk sembuh.
Oleh karena itu penulis dengan senang hati, menyediakan hadiah cuma-cuma tanpa diundi sebesar Rp. 1.000.000,00,- kepada siapa saja penginjil di muka bumi ini, yang dapat membuktikan bahwa mereka yang menderita penyakit-penyakit kronis seperti TBC, Kusta, AIDS, Kanker stadium akhir, atau lumpuh karena penyakit polio, dapat sembuh seketika atau segera “atas nama Yesus”.
Sumber : Buku menyelamatkan juru selamat

ALLAH YG TUKANG TIPU ATAU ANDA YG BODOH??

By Unknown | At 09.02.00 | Label : , | 0 Comments

dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa. (Annisa ayat 157)
Sedikit membahas ayat ini dimana ada beberapa statement lucu yg dikeluarkan oleh para penghujat Islam dengan ayat ini. Dari ayat ini para penghujat Islam mengatakan bahwa Allah adalah tukang tipu karena telah menipu orang-orang yg menyalib Isa. Menurut saya ini adalah statement yg dikeluarkan dari orang yg mempunyai nalar dan pemahaman yg memprihatinkan. Mari kita luruskan pemahaman tersebut.
Ketika ada sebuah khabar yg mengatakan bahwa ada seseorang (Isa) yg dikatakan telah mati disalib, namun tiba-tiba dia (Isa) ternyata kemudian ditemui oleh banyak orang masih hidup dan segar bugar maka tentunya akan muncul dua kemungkinan.
  1. Telah terjadi salah tangkap, bahwa yang disalib itu bukan Isa melainkan orang lain yg dikira sebagai Isa dan kemudian mati disalib, sedangkan Isa terbukti masih hidup. Dari sini kata “diserupakan” bisa diartikan sebagai “dikira” Isa. Inilah yg kemudian memunculkan nama “yudas iskariot” sebagai orang yg diserupakan/dikira sebagai Isa.
  2.  Bahwa Isa memang benar disalib namun tidak mati atau hanya mati suri (baca “cara berfikir primitif orang2 kristen part II”) karena terbukti Isa setelah peristiwa penyaliban ternyata diketemukan masih hidup dan segar bugar. Kata “diserupakan” disini bisa diartikan sebagai orang yg mati dengan cara “diserupakan” dengan Isa, dan bisa anda lihat kisah penyaliban yg ada dalam alkitab dimana Isa disalib beserta dua orang yg dipastikan kematiannya dengan dipatahkan kakinya.
Karena awalnya dikatakan bahwa Isa disalib namun ternyata setelah peristiwa penyaliban Isa ditemukan masih hidup dan segar bugar maka orang-orangpun mempunyai keraguan apakah yg dibunuh itu benar Isa (dengan argumen no.1) atau ketika disalib Isa tidak mati atau hanya mengalami mati suri (argumen no.2)?? nah dari penjabaran ini bisa dibuktikan bahwa ayat Al-Qur’an menyatakan sesuatu yg bisa dinalar dengan logika dan dengan bahasa yg indah sesuai fakta dan data yg ada. Jadi apakah Allah yg tukang tipu atau anda yg bodoh???

Benarkah Yesus untuk seluruh Bangsa?

By Unknown | At 09.01.00 | Label : , | 0 Comments

Topik ini menarik sekali untuk didiskusikan,karena ini juga perkara yang sangat mendasar bagi orang orang yang mengklaim diri sebagai PENGIKUT YESUS.
Selain itu persoalan tentang penginjilan ini adalah sebuah “fenomenal” yang sangat menarik!
kita akan begitu mudah menyaksikan dan melihat atau mendengar begitu bersemangat sekali para penginjil melakukan misinya!
Dan dalam note ini saya ingin menyampaikan sebuah ringkasan dari diskusi Penulis dalam topik ini dengan facebooker Kristian beberapa tahun yang lalu( tahun 2006).
Menyangkut tentang keyakinan orang lain saya lebih senang dengan bertanya,,tapi sayang,niat baik tersebut agar bisa melihat tentang keyakinan orang yang seobyektif mungkin sering kandas karena sikap dan perilaku dari mereka sendiri, tapi alhamdulillah juga saya bisa bertemu dengan netter kristen lain, yang mau menjawab dan menjelaskan setiap pertanyaan dengan sikap yang apa adanya=informatif, menambah bukti bahwa setiap kelompok tidak bisa dinilai secara “gebyah uyah”=menyama-ratakan= Generalisir
dan dalam memulai diskusi topik ini sebelumnya saya menyampaikan sebuah pertanyaan yang sangat sederhana,yaitu :
Adakah yang bisa menjelaskan bahwa saat ‘masih hidup’ (Sebelum peristiwa Penyaliban) Yesus mengajar atau menyuruh muridnya mengajar kepada bangsa lain?
karena kalau seandainya diantara mereka tidak mampu menjelaskan soal tersebut,maka sama saja mereka beragama berdasarkan perintah yang berlatar belakang “PENAMPAKAN”.
siapakah yang melakukan “PENAMPAKAN” tersebut? apa pasti Yesus yang (dianggap) bangkit?
ataukah mahluk lain,yang target mereka ingin membelokkan /menyesatkan manusia dari ajaran Yesus yang sebenarnya?
siapakan makhluk lain yang punya misi utama menyesatkan manusia?
Respon Para Netter Kristian beraneka ragam :
  • ada yang pura-pura tidak membaca pertanyaan
  • ada yang marah-marah,karena pertanyaan tersebut dianggap memojokkan/menyerang keyakinan mereka.
  • ada juga yang bersikap jujur/gentleman,mengakui bahwa saat masih hidup yesus tidak mengajar orang diluar orang Israel,tapi sayang kemudian ia menghilang.(tapi saya terkesan dengan sikap kejujurannya) ini menambah keyakinan saya bahwa sebuah kelompok itu tidak bisa dinilai secara generalisir!
  • ada juga siap menjelaskan,tapi sampai saat ini kesiapan akan janjinya belum dipenuhi!
  • Ada juga yang sudah mencoba menjawab Ala kadarnya,dengan sekedar mereferensikan ayat dan memerintahkan untuk dibaca,tetapi Mengklaim sudah menjawab Tuntas
dan Yang paling Unik adalah Pertanyaan yang disampaikan di Al-islahonline.com tersebut dijawab oleh seorang netter kristian (menggunakan Nickname Robert) setelah 2 bulan lebih pertanyaan tersebut diajukan. ( pertanyaan Penulis diajukan tanggal 27 november 2006 sedangkan Jawaban Robert dipostingkan 12 Februari 2007 ) dan tidak lama kemudia Orang yang Hobby mengumbar bukan Orang kristen dan tidak pernah menjadi bagian dari Orang Kristen dan mengaku sebagai Murtadin ( Nickname DULADI),seperti mendapatkan Amunisi sangat berharga ,Duladi langsung mengarsipkan Jawaban Robert ,di Web yang ia kelola.
Itu Merupakan Bukti indikasi kuat bahwa Klaim bukan Orang kristen dan tidak pernah menjadi orang Kristen hanyalah kebohongan
untuk lebih jelas Penulis akan kutip jawaban yang subtansial diklaim menjawab pertanyaan sederhana penulis
Jawaban Pertama Robert :
Apa buktinya Misi Yesus terus berkembang dan akhirnya ditujukan kepada segala bangsa…..!! Ada beberapa kisah kesaksian dan pengajaran Yesus yang juga ditujukan kepada bangsa-bangsa lain sehingga bangsa tersebut memperoleh “Kasih Karunia “ dan “keselamatan” karena kedatangan Yesus baik pada masa hidupnya maupun perintah setelah kematian dan kebangkitannya.
Yesus menyembuhkan seorang perempuan dari Bangsa Kanaan ( bukan Bangsa Israel)
Dan akhirnya perempuan itu memperoleh kasih karunia Yesus karena keimanannya.
Matius: 15 :
15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”
15:23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.”
15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.”
15:26 Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
15:27 Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”
15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Saya hanya memberikan satu bukti saja ( Karena banyak bukti bagaimana Yesus juga bersaksi dan bermukjizat kepada banyak bangsa diluar Bangsa Israel……) dengan satu bukti ini saja sudah cukup “Mematahkan “ fitnah dan tuduhan sdr Romadi (keterangan penulis : Nick penulis yang digunakan saat itu )bahwa “ Yesus ternyata pernah memberikan kesaksian, mukjizat, kasih karunia kepada bangsa-bangsa diluar Bangsa israel …akhirnya kepada seluruh bangsa.!!!
Tanggapan penulis saat itu
apakah ayat yang anda kutip tersebut secara tegas dan lugas memberi petunjuk bahwa ” Yesus berda’wah untuk seluruh bangsa” bukan bukti yang sebaliknya?
ayat 22 :menjelaskan wanita Kanaan “memohon dengan sangat” untuk menyembuhkan anaknya yang kerasukan Setan.
Ayat 23 :Yesus menanggapinya dengan :
a. tidak menjawab = “cuek bebek” = “emang gue pikirin” kalau istilah anak sekarang,
bagaimana tanggapan murid-muridnya?
Meminta kepada yesus untuk mengusirnya,karena wanita itu mengikuti dengan teriak-teriak = aduchhhh sangat mengganggu sekali tuch cewekkk!!!! = berharap kepada Yesus untuk bersikap tegas.
Ayat 24
Yesus menjawab dengan lugas dan tegas:
Bahwa ia hanya diutus untuk domba yang hilang dari Israel!!!
Apakah wanita tersebut menyerah begitu saja??
Ayat 25
Ia mendekat bahkan tidak sekedar mendekat tapi sampai menyembahnya!! Untuk memohon pertolongannya!!
Apakah Yesus akan begitu mudah luluh dengan permohonan wanita tersebut?
Ayat 26
Karena diberi penjelasan lugas dan tegas tidak mempan maka perlu dijelaskan dengan bahasa/ilustrasi yang sangat “ mendasar = kasar” yaitu memberi perumpamaan antara roti yang untuk anak-anak (domba Israel yang tersesat) dengan “ anjing” (buat non Israel)
Apakah dengan ilustrasi yang sangat “vulgar dan kasar” wanita tersebut menyerah?
Ayat 27
Wanita itu tidak menyerah ataupun tersinggung tapi tetap membenarkan apa yang disampaikan oleh Yesus!
Dan bagaimana yesus menyikapi persoalan tersebut
Ayat 28
Yesus terkagum-kagum dengan semangat pantang menyerah ibu tersebut!
Dan akhirnya anak ibu tersebut sembuh!!
Apakah kisah diatas memberi petunjuk perubahan misi da’wah Yesus yang sebelumnya hanya untuk orang Israel berubah untuk seluruh bangsa?
Dan perubahan yesus tersebut disebabkan kesadaran yang suka rela = tanpa didasari hanya kasihan,darurat,dan kekaguman atas ke gigihan ibu tersebut?
Apakah wanita Kanaan tersebut mendapatkan kesembuhannya bersikap pasif ataukah bersikap gigih?
Dan apakah yang di lakukan yesus kepada wanita Kanaan merupakan misi da’wah ataukah memberi pertolongan?
Lagi-lagi kalau ayat tersebut untuk dijadikan pembenaran bahwa Yesus untuk seluruh bangsa = sangat jauh dari konteks ayat tersebut = apakah anda tidak berfikir soal itu?
Apakah hati anda tidak bisa memahami soal itu???

Rabu, 11 Mei 2011

Arsyad Thalib Lubis Kristolog Batak Kharismatis

By Unknown | At 09.14.00 | Label : | 0 Comments
Nama lengkapnya Muhammad Arsyad Thalib Lubis. Ia dilahirkan pada bulan Ramadan 1326 H/Ok-tober 1908 M di Sta-bat, kota kecil di Kabupaten Langkat, sekitar 40 km ke arah Utara Kota Medan, Sumatera Utara. Ayahnya bernama Lobai Thalib ibn H. Ibrahim Lubis dan ibunya Kuyon binti Abdullah atau Mar-koyom Nasution. Sejak awal, Arsyad Thalib tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kuat tradisi Islamnya.
Sejarah keilmuannya dapat dilacak jauh hingga ke Kerajaan Asahan, Sumatera Utara. Dua tahun setelah berakhirnya Perang Dunia I, tepatnya tahun 1916, Syeikh Abdul Hamid dan teman-temannya mendirikan satu instansi pendidikan Islam yang diberi nama Madrasah al-Ulum al-Arabiyah. Berikutnya, madrasah ini berkembang menjadi instansi pendidikan ternama di Asahan, bahkan di Sumatera Utara, disamping ada Madrasah Islam Stabat-Langkat, Madrasah Islam Binjai, dan Madrasah al-Hasaniyah di Medan.
Karena keilmuannya yang mendalam, Arsyad Thalib Lubis mendapat penghargaan gelar "Syeikh". Sebagai ulama beliau mumpuni dalam pelbagai cabang ilmu-ilmu Islam, seperti Tawhid (Aqidah), Fiqh, Ushul Fiqh, Hadits, Sejarah, dan Kristologi. Namun, keahliannya"di bidang Kristologi lebih melambungkan namanya sebagai "kristolog besar" dari Sumatera. Dalam bidang Aqidah, Syeikh Arsyad dikenal sebagai sosok pengajar Tawhid yang mumpuni di UNIVA (Universitas Al-Washliyah), Sumatera Utara. Dalam bidang hadits, ia menulis buku Mustha-lah Hadits dan mengajarkan al-kutub al-sittah. Sedangkan dalam kajian sejarah, ia menulis buku Sirah Nabawiyah. Penguasaan seluruh cabang ibnu tersebut dipelajari di lingkungan pesantren tradisional yang ada di Sumatera Utara. Tercatat, pada periode 1917-1930, ia pernah berguru kepada Syeikh Hasan Maksum di Medan untuk memperdalam ilmu Tafsir, Hadits, Fiqh, dan Ushul Fiqh.
Kharismatik
Selain keilmuannya yang luas, Arsyad Thalib Lubis, hingga hari ini, juga dikenal sebagai sosok "kristolog" yang kharismatik. Penguasaannya terhadap sejarah dan doktrin agama-agama,
khususnya Yahudi dan Kristen, sangat mendalam. Keahliannya di bidang kristologi ini menjadi "alat" dakwah yang amat efektif di Tanah Batak. Buku pertama berjudul Rahasia Bible (1926) ditulis ketika ia masih berusia 26 tahun. Buku ini kemudian dicetak ulang pada tahun 1934. Buku ini pun menjadi rujukan penting bagi para dai ormas Al-Washliyah dalam penyebaran agama Islam di Porsea, Tapanuli Utara.
Zending Kristen yang masuk ke Sumatera Utara berusaha untuk menyebarkan Injil di kalangan masyarakat Batak. Inilah buah motivasi Sir Thomas Stamford Reffles, wakil kerajaan Inggris di Sumatera. Kemudian pada 1840, seorang antroplog, Frans W. Junghum (1804-1864) dari Jerman diutus oleh pemerintah Belanda untuk membuat kajian dan penyelidikan di Tanah Batak. Hasil penelitiannya berjudul Keadaan Tanah Batak menarik missionaris Van Der Tuuk untuk mengkristenkan orang Batak pada tahun 1848. Puncak gerakan kristenisasi di Tanah Batak adalah dengan hadirnya pendeta Ludwig I Nommensen (1. 6 Februari 1834). Ia meninggal di Sigumpar, dekat Balige, Sumatera Utara, tanggal 23 Mei 1918.
Masih menurut Arifinsyah dan kawan-kawannya, karena kepiawaian
Nommensen dalam mengkristenkan orang-orang Batak, dia mendapat julukan "Rasul Orang Batak". Kejayaannya menanamkan agama Kristen, mulai dari lembah Silindung hingga ke Ujung Utara Keresidenan Tapanuli telah mendapat pengargaan Doctor Hononoricausa (HC) dalam teologi dari Belanda tahun 1881, Doctor teologi dari Universitas Bonn (Jerman) tahun 1904, dan diberi gelar pengawas (Ephorus) oleh RMG (Rhijuse Mission Gelseschaft).
Saat Nommensen meninggal pada 23 Mei 1918, gereja telah membaptis lebih 180.00 orang Batak. Sekolah-sekolah berjumlah 510 buah dan mempunyai 32.700 orang murid yang terdaftar. Gereja telah dipimpin oleh 34 orang pendeta Batak dan dibantu oleh 788 orang guru Injil dan 2.200 orang Sintua (ketua gereja kampung).
Maka, sangat mafhum, jika kemudian Arsyad Thalib Lubis mengambil pelajaran dari sejarah kristenisasi di atas dan mencoba mendakwahkan Islam agar hadir kembali di Tanah Batak. Ia keluar-masuk kampung yang ada di Tanah Batak dan Tanah Karo untuk berdialog dan berdiskusi tentang kristianitas. Tidak sedikit penduduk kemudian memeluk Islam. Diantara dialog yang pernah dila-koninya adalah dengan pendeta Rivai
Burhanuddin (Pendeta Kristen Advent), Van Den Hurk (Kepalar Gereja Katolik Sumatera Utara), dan Dr. Sri Hardono (tokoh Kristen Katolik).
Selain dialog dan diskusi seputar kristianitas, Syeikh Arsyad juga menulis beberapa karya mengenai Kristen, diantaranya Rahasia Bible, Keesaan Tuhan Menurut Kristen dan Islam, Perbandingan Agama Islam dan Kristen, dan Berdialog dengan Kristen Adventis. Dalam buku-buku ini, Syeikh Arsyad menjelaskan hakikat agama Kristen dan dok-trin-doktrinnya.
Banyak ilmuwan di Indonesia dan Malaysia mengakui keunggulan karya monumental Perbandingan Agama Islam dan Kristen (Medan, 1969). Buku setebal 478 ini diterbitkan kembali oleh penerbit Firman "Islamiyah", (Medan 1403 H/1983 M). Di Malaysia, buku ini terakhir kali dicetak tahun 1982. Pakar perbandingan agama dari Universitas Islam Internasional Malaysia, Dr. Kamaroniah Kamaruzzaman, memuji kualitas karya Syeikh Arsyad tersebut.
Di buku inilah dibandingkan beberapa ajaran penting yang ada dalam Islam dan Kristen, seperti pokok ajaran Islam-Kristen, dosa warisan, penebusan dosa, ketuhanan Yesus, kitab-kitab suci Taurat, Zabur, Injil dan Alquran, dan nubuwat Nabi Muhammad dalam Bible. Dakwah Arsyad Thalib Lubis melalui kristologi sangat terasa hasilnya. Kehadirannya disenangi oleh masyarakat Batak (Porsea) dan Tanah Karo. Karyanya "Pedoman Gndek" (Pedoman Singkat) yang diterjemahkan oleh Terang Ginting dan "Pokok-pokok Ajaran Islam" merupakan karyanya yang disebarkan ke tengah-tengah masyarakat. Akhirnya, beberapa masyarakat di daerah yang masih menganut animisme seperti Kecamatan Tiga Binanga dan Kutalimbaru banyak yang menganut Islam. Hingga hari ini, Islam di Tiga Binanga dan daerah lainnya seperti Tiga Beringin, Pancur Jawi (semuanya berada dalam Kecamatan Tiga Binanga) Islamnya dikenal kuat.
Setelah sekian lama mengemban misi dakwah Islam, Arsyad Thalib Lubis menghadap Allah pada 25 Jumadil Awwal 1392 H/6 Juli 1972 M. Kini, bumi Sumatera Utara menunggu penerus jejak kristolog kharismatis yang tak kenal lelah dalam menggali ilmu dan berdakwah ini.''sumber (republika)
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz