Senin, 14 November 2011

Wanita Shalihah (Bag 2)


Mar atuShalihah Ciri-Ciri Istri Shalihah Sesuai Syariat Ajaran Nabi Besar Muhammad Rasulullah SAW.
Wanita shalihah adalah pilihan Allah SWT didunia ini. Sifat-sifat mereka telah dipuji oleh Allah SWT di dalam firman-Nya:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“ Sesungguhnya lelaki dan wanita yang muslim, lelaki dan wanita yang mukmin, lelaki dan wanita yang taat, lelaki dan wanita yang jujur, lelaki dan wanita yang sabar, lelaki dan wanita yang khusyu’, lelaki dan wanita yang bersedekah, lelaki dan wanita yang berpuasa, lelaki dan wanita yang memelihara kehormatannya, lelaki dan wanita yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” ( QS. Al Ahzab: 35 ).

Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

الدُّنْيَا مَتاَعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)
Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab RA:

أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

Ketika Umar ibnul Khaththab RA bertanya kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَاناً ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِيْنُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الآخِرَةِ

“Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)
Cukuplah kemuliaan dan keutamaan bagi wanita shalihah dengan anjuran Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi lelaki yang ingin menikah untuk mengutamakannya dari yang selainnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ ِلأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا. فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)
Empat hal tersebut merupakan faktor penyebab dipersuntingnya seorang wanita dan ini merupakan pengabaran berdasarkan kenyataan yang biasa terjadi di tengah manusia, bukan suatu perintah untuk mengumpulkan perkara-perkara tersebut, demikian kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah. Namun dzahir hadits ini menunjukkan boleh menikahi wanita karena salah satu dari empat perkara tersebut, akan tetapi memilih wanita karena agamanya lebih utama. (Fathul Bari, 9/164)
Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “(فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ), maknanya: yang sepatutnya bagi seorang yang beragama dan memiliki muruah (adab) untuk menjadikan agama sebagai petunjuk pandangannya dalam segala sesuatu terlebih lagi dalam suatu perkara yang akan tinggal lama bersamanya (istri). Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mendapatkan seorang wanita yang memiliki agama di mana hal ini merupakan puncak keinginannya.” (Fathul Bari, 9/164)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Dalam hadits ini ada anjuran untuk berteman/ bersahabat dengan orang yang memiliki agama dalam segala sesuatu karena ia akan mengambil manfaat dari akhlak mereka (teman yang baik tersebut), berkah mereka, baiknya jalan mereka, dan aman dari mendapatkan kerusakan mereka.” (Syarah Shahih Muslim, 10/52)
Imam Dailami rahimahullah meriwayatkan bahwa wanita shalihah akan disebut-sebut oleh ahli langit sebagai ‘syahidah’  dan mereka memang sangat dirindukan oleh penduduk bumi dan langit, bahkan ikan-ikan di lautan pun dengan senang hati mendoakan rahmat dan maghfiroh/ampunan bagi mereka.
Al-Imam Abu Sulaiman Ad-Daroni berkata:

اَالزَّوْجَةُ الصَّالِحَةُ لَيْسَتْ مِنَ الدُّنْيَا فَإِنَّهَا تُفَرِّغُكَ لِلْآخِرَةِ

الكتاب : تفسير حقي
            “Sesungguhnya istri shalilah bukanlah bagian dari dunia yang tercela, karena ia membantumu (suami) untuk menuju ke akhirat”.
Istri shalihah senantiasa menyadari bahwa dirinya hanyalah seorang hamba Allah SWT yang lemah, sangat mudah diganggu dan dan dijadikan alat oleh syaitan untuk menggoda kaum pria, sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW:

اَلنِّسَاءُ حَبَائِلُ الشَّيْطَان

الكتاب : غرائب القرآن لنيسا بوري 357-4 
            “Sesungguhnya para wanita itu bisa menjadi jaring perangkapnya syaitan”.
Baginda rasulullah SAW bersabda yang artinya kurang lebih:
“Sesungguhnya kaum wanita lebih lemah akalnya dibandingkan kaum pria dari banyak hal”.
Dilihat dari hadits-hadits tersebut diatas, maka sangat sulit sekali bagi kaum wanita untuk selamat dari serangan syaitan yang bisa mendatangkan kemurkaan Allah SWT. Namun berkat taat dan pengabdiannya yang tulus ikhlas kepada suaminya demi Allah SWT, maka ia akan tearlindungi dan mendapatkan kemuliaan sebagaimana yang didapatkan oleh suaminya yang shaleh.
Diriwayatkan seorang wanita telah datang kepada Baginda Rasulullah SAW, kemudiania berkata:
“Wahai Rasulullah, saya adalah utusan dari kaum wanita untuk bertanya bahwa, jihad telah diwajibkan bagi kaum laki-laki. Jika menang, mereka mendapatkan keuntungan dan pahala, jika gugur, mereka tetap hidup mulia di sisi Allah SWT dengan mendapatkan berbagai macam anugerah-Nya. Kami para istrinya yang senantiasa mengabdi dan mendukung mereka, apakah yang akan kami dapatkan?”.
Baginda Rasulullah SAW bersabda:
“Sampaikanlah kepada para wanita yang engkau temui, bahwa taat kepada suami dan mengakui haknya, dapat membandingi keutamaan tersebut (Jihad) dan sangatlah sedikit dari kalian kaum wanita yang mampu melaksanaknnya”.
Walaupun ada diantara kaum wanita yang bisa menuju tanpa didampingi suami yang shalih, akan tetapi itu hanyalah sedikit sekali dan kebanyakan dari mereka (istri shalihah) mendapatkan kemuliaan dan derajat yang luhur berkat kemuliaan dan derajat suaminya yang luhur. Contohnya istri-istri Baginda Rasulullah SAW, mereka tidak sebanding dengan kemuliaan dan derajatnya beliau SAW, namun mereka juga akan menghuni Surga `Adn bersama beliau SAW. Begitupula istrinya para Shahabat, para auliya dan para shalihin. Berkat pengabdian mereka kepada suami, mereka akan digolongkan sesuai dengan kemuliaan dan derajat suaminya.
Wallahu A`lam..

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda,Kritik Dan Saranya Sangat Ber Arti

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz