Rabu, 11 Mei 2011

Muslim Parlemen Australia Pertama Rayakan Perbedaan

 

SYDNEY, AUSTRALIA (Berita SuaraMedia) – Anggota Parlemen federal Muslim pertama Australia telah membicarakan tentang pentingnya tidak hanya untuk mentoleransi, namun juga pentingnya untuk tetap terbuka kepada mereka yang berasal dari latar belakang atau agama yang berbeda. Hal itulah apa yang membantu Ed Husic menjadi anggota baru untuk kursi bagian barat Sydney, Chifley.
Mantan bos persatuan dan anak dari pendatang tersebut memberikan pidato pertamanya di depan para kolega dari partai Buruh, ketika ia membicarakan tentang pentingnya memeluk multikulturalisme.
"Pandangan fundamental dunia saya terletak pada inti gagasan keseimbangan," ia mengatakan.
"Saya tidak hanya mentoleransi pandangan-pandangan alternatif, saya masih tetap terbuka terhadap mereka, saya belajar dan tumbuh dari mereka.
"Kita seharusnya merayakan pandangan-pandangan berbeda dan ide-ide yang berbeda.
"Multikulturalisme adalah mengapa negara kita menjadi negara yang hebat."
Husic diserang selama masa kampanye pemilihannya oleh mantan kandidat Liberal David Baker, yang pada akhirnya didepak karena mengatakan tidak seharusnya ada seorang Muslim di dalam parlemen.
Terlihat di dalam galeri oleh pendahulunya Roger Price, yang memegang Chifley selama 26 tahun, Husic mengatakan bahwa parlemen harus mengkapitalisasi tentang bakat dari semua orang.
"Ketika kita memanfaatkan semua keinginan baik dan bakat di seluruh sudut tanah ini, dari pemilik pertama kita sampai yang baru-baru ini tiba, kita membangun salah satu dari negara yang paling besar di atas planet ini.
"Saya terus-terusan melanjutkan menarik inspirasi dari sebuah negara yang keberhasilannya datang dari belakang yang kebanyakan – tanpa memandang latar belakang mereka."
Bulan lalu, Husic membuat sejarah ketika ia disumpah masuk ke dalam parlemen, Anggota Parlemen pertama yang melakukan sumpah tersebut dengan tangannya di atas sebuah kitab suci Al-Qur'an.
"Kedatangan saya di sini pada akhirnya membawa bersama-sama para anak-anak Ibrahim … umat Kristen, Yahudi dan Muslim," ia mengatakan.
"Bekerja bersama dengan nilai-nilai lain orang-orang untuk kebaikan nasional, bersatu di bawah satu atap ini."
Sebuah produk yang bangga dari sistem pendidikan umum, Husic yang berbasis di Blacktown mengatakan bahwa pendidikan dan perawatan awal masa kanak-kanak akan menjadi beberapa kunci fokusnya.
Perubahan iklim dan menajemen ekonomi yang kuat juga ada di dalam agendanya. (ppt/smh) www.suaramedia.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda,Kritik Dan Saranya Sangat Ber Arti

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz