Sabtu, 07 Mei 2011

Hal-hal Yang Menjauhkan Kebenaran

Ada 4 faktor yang bisa menjauhkan kita dari kebenaran. Kalau keempat hal ini kita abaikan atau tidak kita waspadai, maka kita tidak akan menemukan kebenaran yang kita cari guna menyelesaikan persoalan-persoalan hidup yang timbul dalam kehidupan, baik dalam kehidupan pribadi, maupun dalam kehidupan berkeluarga serta bermasyarakat. Adapun 4 faktor yang bisa menjauhkan kita dari kebenaran manurut adat Minangkabau yaitu :
1. Dek Takuik Sarato Malu
Takut dan malu adalah sifat-sifat yang bisa menjauhkan seseorang dari kebenaran. Takut dan malu akan membelenggu seseorang untuk berfikir objektif dalam menemukan dan menyampaikan kebenaran. Adat Minangkabau mengajarkan kita, kalau kita akan menyampaikan kebenaran harus menjauhkan sifat takut dan malu tersebut. Kita tidak perlu takut dan malu untuk menyampaikan kebenaran. Kalau kita takut dan malu maka kebenaran tidak akan bisa diketahui orang. Ketentuan adat tentang hal ini menyatakan :
Mandi di ilia-ilia, bakato dibawah-bawah
Kok dianjak urang batu supadan
Diubah urang kato pusako
Dialiah urang kato nan bana
Busuangkan dado ang buyuang
Caliakkan tando laki-laki
Jan takuik nyawa malayang
Jan cameh darah taserak
Basilang tombak dalam parang
Sabalun aja bapantang mati
Namun bana diubah tidak
Baribu sabab mandatang
Namun bana diubah tidak

2. Dek Kasiah Sarato Sayang
Disamping sifat takut dan malu, sifat kasih dan sayang juga bisa menjauhkan kita dari kebenaran. Kasih dan sayang harus dibuang jauh-jauh kalau kita akan menyampaikan kebenaran. Ketentuan ini harus betul-betul diketahui oleh seorang pemimpin atau penghulu di Minangkabau dalam memimpin anak kemenakan, korong kampuang dan nagari. Untuk menyampaikan dan menegakkan kebenaran adat mengajarkan :
Tibo dimato indak dipiciangkan
Tibo didado indak dibusuangkan
Tibo diparuik indak dikampihkan
Baruak dirimbo disusukan
Anak dipangku dicampakkan
Kato bana dianjak tidak
Luruih bana dipagang sungguah.


3. Dek Labo Sarato Rugi

Faktor-faktor berikutnya yang bisa menjauhkan kita dari kebenaran adalah sifat yang senantiasa mempertimbangkan laba dan rugi dalam menyampaikan kebenaran. Kalau kebenaran itu mendatangkan keuntungan (laba) kepada kita baru kita sampaikan tetapi sebaliknya, kalau akan mendatangkan kerugian lalu kebenaran tersebut kita sembunyikan. Sifat yang seperti ini sangat dicela dan tidak dibenarkan oleh adat Minangkabau, karena dalam mencapai kebenaran selalu dilihat dari sisi untung dan rugi (labo jo rugi) secara materil. Sifat seperti ini di buang jauh-jauh, karena tidak di benarkan oleh adat. Jan kuniang karano kunik, jan lamak karano santan.
4. Dek Puji Sarato Sanjuang
Sanjuang dan pujian menurut adat adalah unsur-unsur yang juga bisa menjauhkan kita dari kebenaran. Sanjungan dan pujian yang berlebih-lebihan yang diberikan seseorang kepada kita bisa melumpuhkan atau mematikan objektivitas kita dalam melihat kebenaran sesuatu. Adat Minangkabau mengingatkan kita, terutama ninik mamak/pemimpin harus mewaspadai setiap sanjungan dan pujian yang diberikan seseorang. Kalau kita tidak waspada maka kita akan semakin jauh dari kebenaran yang kita cari.
Banyak faktor-faktor lain yang bisa menjauhkan seseorang dari kebenaran namun adat Minangkabau hanya menyebutkan pokok-pokoknya saja, seperti yang kita kemukakan diatas.:''

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda,Kritik Dan Saranya Sangat Ber Arti

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz