Selasa, 16 Oktober 2012

Broo Lho Orang Padang Ya? Ah Bukan Jawab Saya

Sering saya ditanya oleh kenalan baru ketika tinggal di suatu daerah rantau yang saya tapaki,
'" aslinya mana bro?" tanya mereka.
"pesisir selatan" jawabku..
'Ooooo…Bro orang padang ya?" tanya mereka lagi
"oh bukan, saya orang minangkabau" jawabku sambil tersenyum tipis,
"iya kan sama aja kan, berarti kamu juga orang padang" tanyanya lagi
"nah jelas bukan dong, saya tinggal tinggal di pesisir selatan nah ini kampungku,jadi saya bukan orang padang...,pesisir selatan ntu salah satu kabupaten di sumatra barat dan saya orang minangkabau" ujar ku dengan senyum yang manis..''
Sering saya tertawa geli , apabila mendapatkan pertanyaan seperti itu, kok nama kota dianggap suku sih, dan saya pikir jika mereka ikut pelajaran antropologi bisa dapat nilai merah tuh hehe...., dan saya sering bercanda sama temen yang satu daerah denga n saya kebetulan kemanapun saya merantau selalu saja bertemu yang satu daerah baik sekampung maupun satu provinsi"orang-orang kok pada aneh ya,perlu belajar sejarah dan geografi kali ya" hehe....
Secara geografis, orang minang minangkabau terpusat di sumatera barat yang ber- ibukota provinsi padang….mungkin itu yang menyebabkan kenalan-kenalan baru saya mempersamakan orang minangkabau sama dengan orang padang, dan masih banyak lagi yang janggal yang membuat jadi gurauan di antara kami jika sedang duduk di warung kopi, ada yang bilang Minang kabau itu suku,padang itu bukanlah suku,padahal tidaklah demikian minang kabau itu hanyalah sebutan untuk orang-orang ranah minang, kalau suku di minang kabau sangatlah banyak di antara nya ada,Chaniago dan ini suku saya sendiri,Jambak,Piliang,Melayu,Sikumbang,Kampai . Dan masih banyak yang lainya. '' atau mungkin juga karena rumah makan padang yang telah menjamur di seluruh indonesia ya… itu yang dijadikan patokan kali ya? Hehe...
berbicara mengenai identitas orang padang…..eh maksudnya orang minangkabau, tidak bisa terlepas dari budaya merantaunya, dan bisa dipastikan disetiap provinsi di indonesia ini ada perantau minangnya contoh real-nya rumah makan padang itu sendiri…. :) . untuk mencari perantau minangkabau pun bisa dikatakan gampang, karena mereka umumnya berada dipusat-pusat keramaian contohnya pasar…. ini dikarena umumnya perantau minang adalah wiraswasta / pedagang.
Setau saya dan berdasarkan Petuah Atau lebih lengkap nya silahkan anda buka ada label Minang Kabau di blog ini di situ insya allah lengkap sejarahnya hinggap cara hidup orang minang sehari-hari, Orang minangkabau bisa dikatakan jarang sekali berselisih di tanah perantauannya, dan itupun tidak terlepas dari peribahasa minangkabau ("Dima bumi di pijak, disitu langik di junjuang")Di mana bumi di pijak disanalah langit di junjung.* Kurang lebih artinya begini,Dalam kehidupan sehari-hari kita harus menghormati atau mematuhi adat-istiadat dimana tempat kita tinggal… dan tidak mengherankan orang minangkabau gampang diterima dimanapun mereka berada.
Nah jika kita masuk kandang kambing meng embeeeek...,jikalau masuk kandang harimau meengauU....'' Kita ikuti adat setempat di mana kita berada,selama adat itu tidak bertentangan dengan syari' biasa nya orang minang dengan senag hati ikut serta dalam adat-adat di mana mereka tinggal. Disinilah jiwa orang minang yang berjiwa ia sosial menghargai adat orang non minangkabau.

PELIT… itu kata yang juga sering ditanyakan oleh teman, kenalan baru,"Memangnya orang padang pelit-pelit ya?" tanya mereka…. , saya sendiripun heran…kok perantau minang dibilang pelit ya…. setelah saya perhatikan dan saya cari tau , saya mendapatkan suatu kesimpulan…. dengan diplomatis layaknya seorang diplomat saya jawab mereka dengan senang hati dengan jawaban begini" Dulu… perantau di minangkabau sebelum mereka merantau, selalu dibekali dengan 3 kepandaian , pertama kepandaian memasak, inimungkin yang membuat banyak rumah makan padang ada dimana-mana, kedua kepandaian mengaji, dalam hal ini membaca alquran dan ilmu-ilmu agama, ini tidak mengherankan banyak perantau minang yang menjadi imam dan pengurus masjid di daerah yang baru, ketiga kepandaian silat untuk menjaga diri… contohnya igo uwisdi film merantau….heheheh , mungkin 3 hal itu yang membuat mereka pelit, karena mereka tidak dibekali uang…."jawab saya secara panjang hehe" Dan kembali lagi…pelit adalah sifat, dan bukanlah karakter…jadi pelitnya seseorang kembali lagi ke masing-masing pribadi, dan ini tidak ada hubunganya dengan ke sukuan atau etnis tertentu" tambah saya, mengakhiri pembicaraan….. Bersambung.''Semoga Bermanfaat Salam

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda,Kritik Dan Saranya Sangat Ber Arti

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz