Minggu, 08 Mei 2011

Terbentuknya Zionis Yahudi yang Kejam

    Zionisme modern muncul pada abad ke-19 dipimpin oleh  Theodore Herzel . Dua hal yang 
     menjadi ciri menonjol Eropa abad ke-19, yakni rasisme dan kolonialisme, telah pula 
      berpengaruh pada Zionisme. Ciri utama lain dari Zionisme adalah bahwa Zionisme adalah
i   deologi yang jauh dari agama. Orang-orang Yahudi, yang merupakan para mentor ideologis
     utama dari Zionisme, memiliki keimanan yang lemah terhadap agama mereka. Bahkan,
kebanyakan dari mereka adalah ateis. Mereka menganggap agama Yahudi bukan sebagai sebuah agama, tapi sebagai nama suatu ras. Mereka meyakini bahwa masyarakat Yahudi
mewakili suatu ras tersendiri dan terpisah dari bangsa-bangsa Eropa. Dan, karenanya,
mustahil bagi orang Yahudi untuk hidup bersama mereka, sehingga bangsa Yahudi
memerlukan tanah air tersendiri bagi mereka
Kaum Zionis beralasan bahwa Taurat 
menyebutkan Palestina sebagai tanah yang dijanjikan 
Tuhan kepada mereka. Mereka memungkiri pernyataan Taurat yang menyatakan keingkaran 
Bani Israil pada masa Nabi Musa telah menyebabkan hilangnya hak mereka atas 
Palestina. Selain itu Palestina sudah sah menjadi hak umat Islam sejak masa pemerintahan 
Khalifah Umar bin Khattab.
 
Konferensi Yahudi Internasional pertama melahirkan suatu konspirasi yang amat jahat dan 
sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Konspirasi ini dikenal dengan  nama 
Protocolof Zion (Protokolat Zionisme)
Ada 24 protokolat yang dihasilkan dari konferensi
tersebut. Isi protokolat tersebut bisa dikatakan cerminan isi Talmud yang sarat rasisme. 
Berikutnya akan dijelaskan gambaran isi protokolat Zionisme dibawah ini.
Isi Protokol diantaranya :
Dalam protokolat disebutkan, bangsa non-Yahudi itu bagaikan hewan dan binatang buas yang 
hanya bisa ditundukkan dengan cara kekerasan. Mereka juga meluaskan ideologi kapitalis dan 
komunis agar tidak ada manusia yang beragama, merusak tatanan pemerintahan negara lain, 
menggunakan harta, uang, dan wanita sebagai alat provokasi
banyak lagi isi protokolat yang esensinya adalah bertujuan untuk
memecah belah umat manusia. Dengan ini mereka dapat membentuk tatanan dunia baru 
(the new world government)
yang mereka pimpin berdasarkan keinginan mereka. Langkah konkrit yang mereka 
lakukan adalah menguasai segala macam media informasi di dunia agar opini publik dunia 
dapat mereka kontrol dan selalu di bawah pengaruh mereka
(Protokolat nomor 12).
 
Sebagai pijakan awal berdirinya negara Israel, pada tahun 1895, Hertzl menulis buku yang 
berjudul Der Judenstaat (Negara Yahudi). Buku ini memberikan inspirasi bagi umat Yahudi 
untuk membentuk sebuah negara yang dengan itu mereka dapat bersatu sebagai kesatuan ras.
Tulisan Hertzl ini mendapat sambutan hangat kaum Yahudi Ortodoks dan  Yahudi Sephardim di 
berbagai negara terutama di Turki, Eropa Timur, Rusia, dan Jerman
Tokoh Zionis
Theodore Herzl (1860-1904) : Dikenal sebagai Bapak Zionisme dan pendiri Zionisme
Modern, yang memberikan pandangan filosofi bagi eksistensi bangsa Yahudi jauh ke depan
dengan slogan : Kami adalah suatu bangsa-Satu bangsa. Theodore Herzl membuat
program politik kaum Yahudi dalam bukunya : Der Judenstaat. Ada dua sasaran awal yang 
bersifat komplementer dan sekaligus mutlak dalam program politik Yahudi yaitu (1)
mendapatkan sebuah tanah air, dan (2) menggantikan mayoritas penduduk
Arab-Palestina dengan cara tidak mengakui hak-hak mereka, mengatasi jumlah
mereka dan mengusir mereka dengan cara apapun. Theodore Herzl lah yang merancang
Negara Israel sebagai negara theokrasi tahun 1897, yang terikat dengan ajaran Talmud 
dengan tanah Israel. Negara Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang tidak memiliki 
perbatasan yang jelas. Luas wilayah negara Israel yang dibentuk tidak pernah ditentukan.
 Sumber: KNRP

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda,Kritik Dan Saranya Sangat Ber Arti

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. MAHKOTA CAHAYA - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz